Genre: Romantis, Action, Pembunuhan, Misteri, Komedi.
Aku bukan psikopat, aku seorang sosiopat? juga tidak
(arti judul novel)
Perbedaan Psikopat dan Sosiopat, jarang di ketahui oleh banyak orang apa itu sosiopat. Sosiopat sama kejamnya dengan psikopat, hanya bedanya sosiopat masih bisa merasa bersalah dan tahu benar atau salahnya.
Cerita ini bukanlah CEO sombong dan arogan, melainkan CEO yang baik hati dan pendiam menikahi gadis miskin yang malang itu. Ia melamar gadis itu dengan alasan yang sangat mulia, yaitu untuk membahagiakan keluarganya. Pria ini tidak ingin identitas aslinya di ketahui oleh orang lain, alasannya karena ia memiliki dua sisi dengan nama yang berbeda. Namanya adalah Dere John memiliki sifat lembut dan ramah kepada para penggemarnya, sedangkan nama aslinya yang bernama Albern Dennis Federico pria yang di takuti oleh orang yang mengetahui identitasnya, dengan sifat yang kejam dan licik, hanya saja jarang di ketahui oleh banyak orang dengan sifat aslinya.
Memiliki masalalu yang kelam, membuat Federico memiliki nama samaran untuk mencoba berbuat baik yang ingin merubahkan nasibnya yang ia anggap sangat menjijikkan itu.
Federico yang berumur 28 tahun, Dengan senang hati ia melamar gadis malang yang bernama Alesya Callie yang berumur 17 tahun. Gadis miskin ini memiliki semangat jiwa yang tinggi untuk mencari uang membuat Federico tersintak melihatnya mencari sampah di tengah malam
Gadis remaja ini sempat menolak lamaran dari Federico, karena mendapatkan ancaman dari Federico membuatnya menerima lamaran itu. Padahal mereka pernah bertemu, tapi mereka lupa dengan pertemuan yang menyedihkan itu. Apakah mereka benar akan jodoh?
Apakah mereka akan bahagia dengan pernikahan itu? atau sebaliknya?
Beberapa hari kemudian, dalam pernikahan ini Federico dan Alesya semakin dekat. Sehingga Federico menyukai Alesya dalam diam
***
Sinopsis:
1.Federico pun menahan tangan gadis malang ini dengan kasar. "Mau tidak mau, kau harus jadi istriku. Jika kau menolak lamaranku, aku tidak segan-segan membunuh kedua orang tua mu" Ucap Federico.
Mendengar hal itu membuat Alesya membulat mata dan terdiam. Alesya pun mengangguk takut lalu menerima lamaran dari Federico.
"Bagus" jawab Federico sambil tersenyum.
2. "Kau sayang aku tidak?" tanya Alesya menatap lekat wajah Federico.
"Jika iya, kenapa?" tanya Federico mendekati wajahnya ke wajah Alesya.
***
Selama dalam pernikahan Alesya menyadari jika suaminya itu adalah seorang pembuhan, apa yang akan di lakukan oleh Alesya?
Apakah orang yang ia cintai akan membunuhnya?
Pemikiran Alesya sangat terlalu negatif, sampai ia tidak berani mendenkati Federico.
Kepo dengan ceritanya? yuk baca di novelku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billano Nano, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
"Btw katanya kamu mau pergi ya? mau pergi kemana?" tanya Jackson sambil tersenyum.
Pelayan itu pun makin panik. "Santai saja wajahnya!" lanjut Jackson sambil senyum licik.
"Saya tidak pergi kok tuan!" jawab pelayan itu.
"Bagus dong, kamu boleh pergi setelah tuan Rico datang! kau akan pergi selamanya..."
Glek...
...***...
Federico sudah berada di dalam pesawat. Padahal urusannya masih banyak yang harus ia selesaikan.
'Entah kenapa merasa tidak puas melihat gadis itu? rasa ingin melihatnya setiap hari...' Gumam Federico.
"Tuan... Kenapa kita harus pulang sekarang? padahal urusan tuan masih banyak" ucap seorang wanita merayu Federico.
"Kenapa tidak kau saja yang mengurus semua itu!" jawab Federico.
"Aaahh... Kitakan bisa kerja bersama untuk mengurus semua itu!" ujar wanita itu.
"Diamlah, otak kau terlalu kecil... Kalau tidak mengerti apa maksudku jangan sok bertanya yang tidak penting!" jawab dingin Federico.
"Dulu tuan tidak seperti ini, kenapa tuan tiba-tiba berubah seperti ini?" tanya wanita itu.
Federico tetap saja tidak mau menjawab pertanyaan yang tidak penting menurutnya.
...***...
Di sekolah...
Alesya fokus membuat tugas yang di beri oleh guru. Yogan yang sibuk melihat ke arah Alesya, dan sampai tidak sadar jika ia di perhatika oleh guru.
"Yogan... Jangan lihat-lihat siswi baru itu terus... Nanti dia tidak betah kalau kamu lihat ke arah dia terus." tegur guru.
Alesya pun melihat ke arah Yogan. "Tidak kok bu" jawab Yogan sambil menyengir.
'Kenapa sih dia lihatin aku terus? coba saja dia tahu kalau aku istrinya paman dia pasti dia bakalan kaget' gumam Alesya.
Yogan pun kembali melihat ke arah Alesya, kali ini mereka saling bertatapan. Yogan pun tersenyum ke arah Alesya, tapi Alesya hanya balas tatapan biasa.
'*Secuek apa kamu, aku akan pasti membuatmu perhatian kepadaku!' gumam Yogan.
'Padahal baru saja bertemu beberapa hari ini, dia malah terus mendekatiku... Bagaimana caraku agar bersikap sombong kepada dia!' gumam Alesya*.
...***...
Federico sudah berada dirumah dan disambut hangat oleh pelayan rumahnya. "Selamat datang tuan... Merasa sepi jika tidak ada tuan!" ucap pembantunya.
"Iya bi... Padahal hanya beberapa hari ini aku sudah merasa rindu!" jawab Federico dengan tersenyum.
"Hmmm dimana gadis itu bi?" tanya Federico.
"Dia kan sekolah... Mungkin nanti siang dia akan pulang!" jawab pembantunya.
"Oooh... Begitu, aku mau pergi ke kamar dulu bi... Tolong siapkanku makanan!" ucap Federico.
"Baiklah tuan!"
Federico pun langsung ke kamar. Sampai di kamar, Federico langsung jatuhkan badannya di atas ranjang.
"Aaahh sangat lelah..." Ucap Federico.
Federico pun bangkit dan langsung pergi ke kamar mandi.
...***...
Jackson sedang menculik orang yang membuka akun pribadi Federico. Penculikan itu berjalan dengan lancar dan cepat.
Lagi-lagi wanita yang berani membuka akun Federico.
"Hidupmu tidak akan lama nona... Bersabarlah kau akan tenang di alam sana!" ucap Jackson.
Jackson membawa wanita itu di tempat Federico membunuh semua korbannya. Sampai di sana, Jackson lansung melempar badan wanita itu, lalu ia pergi.
"Langsung ke rumah tuan Rico saja"
...***...
Di rumah...
Federico sudah membersihkan badannya. Federico baru kepikir jika Alesya tidak mencoba kabur dari rumah.
"Cih... Gadis itu pasti takut dengan ancamanku!" gumam bersuara Federico.
Federico pun mengganti bajunya, suara ketukan pintu membuat tidak jadi membuka handuk piyamanya.
"Ya tunggu sebentar!"
Federico membuka dikit pintunya dan menongolkan kepalanya. "Ada apa?" tanya Federico.
"Saya sudah menemukan orang yang sudah membuka akun anda, dan saya juga sudah curiga dengan pelayan anda. Mungkin dia yang membunuh mertua anda!" jawab Jackson.
"Oh..." Jawab singkat Federico lalu menutup pintu.
Jackson hanya bisa senyum pahit melihat pintu yang ada di depan matanya. "Terima kasih banyak tuan!" ucap kesal Jackson.
"Inilah kebiasaan Rico, pasti dia selalu mengenteng pekerjaanku. Bukannya berterima kasih dia malah dengan cepatnya menjawab "oh" entah tercipta dari mana laki-laki ini!" ngerutu Jackson sambil berjalan ke arah sofa.
Jackson duduk di sofa sambil menunggu boss nya itu. Beberapa menit kemudian, Federico turun.
Jackson pun berdiri, "Bagaimana tuan, apakah semua beres saja di sana?" tanya Jackson.
"Semuanya beres... Hmmm oh ya, kau bilang pelayanku? siapa dia?" tanya Federico.
"Saya tidak tahu siapa namanya tuan, itu juga dia suka panik kalau saya membahas tentang pembunuhan itu!" jawab Jackson.
"Kita akan kesana sekarang..." Ujar Federico berdiri.
"Sebaiknya anda makan dulu..." Jawab Jackson.
"Tumben sekali kau peduli kepadaku... Jangan bilang ini ada maunya!" ucap Federico.
"Anda harus ingat jika anda akan membayar gaji saya dua kali lipat!" jawab Jackson tersenyum.
"Aman saja, saya akan menambahkan tiga kali lipat..." Ujar Jackson tersenyum.
Seketika Jackson langsung tersenyum puas. "Makasih boss... Kau memang baik sekarang ini!" ucap Jackson.
"Ya ya ya"
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN KOMEN
bingung