NovelToon NovelToon
Rumah Baruku

Rumah Baruku

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Indigo / Rumahhantu / Hantu / Tamat
Popularitas:197.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kara Sulistia

Cerita kedua setelah kisah Anjani dan teman-temannya...

Dua tahun setelah kejadian menyeramkan di rumah tersebut,Sang pemilik rumah akhirnya mendapatkan kembali pelanggannya.

Di malam hari,Sang pemilik nampak dikejutkan oleh sepasang pengantin baru yang ingin membeli rumah tersebut.Merekapun tidak mempermasalahkan harga murah yang dilontarkan.Wajah mereka terlihat begitu kagum,ketika mengetahui rumah tersebut memliki desain yang unik.

Rumah itu berada di penghujung kota,sendirian,tanpa adanya tetangga sama sekali.Namun nyatanya,lingkungan yang sangat berteman dekat dengan suasana hutan tersebut,sangat diidam-idamkan oleh Sang isteri.Hal itu membuat Sang suami langsung menyetujui pembelian rumah itu.

Sang pemilik nampak tersenyum manis,ikut bergembira dengan perasaan mereka,hingga tak sampai hati untuk memberitahukan tentang apa yang terjadi pada rumah ini di dua tahun yang lalu.

Ralat,bukan tak sampai hati,namun ia memang sengaja untuk menutupinya.Keinginan akan uang,membuat hati nuraninya buta.Bahkan,ia tak tanggung-tanggung untuk meminta bantuan dari golongan iblis.

Rasa menyesal mendadak hadir,saat dirinya sudah menemukan sebuah kenyaman dari orang-orang baru.Hal itu membuatnya merasa bersalah.Ia bertekad,akan melindungi orang-orang tersebut dari kejahatan Sang raja iblis.Disinilah, kejadian-kejadian di luar nalar,mulai memasuki kehidupan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kara Sulistia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ben yang Sebenarnya (2)

Hari menjelang sore.Para burung mulai berterbangan pulang menuju hutan.Angin berhembus pelan membuat suasana semakin mencekam.Walaupun tidak ada bahaya didepan mata,namun mereka akan tetap berhati-hati jika Ben sudah datang.

Pintu yang sengaja telah dibuka lebar itu mendadak menampilkan pemandangan yang tak asing bagi Anjani,Sasya,Alex,dan Al.Di luar sana,mereka melihat mobil Ben berhenti di pekarangan.Ia juga keluar dari mobilnya dan berjalan cepat menuju rumah.

Saat ia sudah memasuki rumah,Ben tampak terkejut dengan melihat kehadiran Fadhil dan Anjelita.Dengan ekspresi tak menyangka,ia memeluk Fadhil dengan girang.Ia bahkan berbasa-basi,mendadak sedikit kesal karena temannya itu tidak memberi kabar kepadanya dahulu sebelum datang.

Namun,mereka yang ada di sana hanya diam mendengar celotehan Ben.Walaupun Ben terlihat biasa saja,namun mereka akan selalu tetap waspada.

"Ben..."

"Ya?"

"Bagaimana keadaan ibumu?apa kau masih tinggal bersamanya??"

"Ya,aku masih tinggal bersamanya!keadaannya juga baik-baik saja.tapi,dia seringkali sedih karena papa yang sudah tiada."

Ben nampak sedih dengan helaan nafas pelan yang dijadikan permulaan.Fadhil hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.Pertanyaan pertama memang dijawab jujur oleh Ben.Walaupun ia tahu,jika pria brewok itu tidak tinggal lagi bersama ibunya.

"Lalu...apa kau sudah menikah??"

Pertanyaan kedua,harusnya dijawab Ben dengan santai seperti saat mereka bertemu pertama kali.Namun,saat ini Ben hanya diam dan menatap Fadhil dengan pandangan heran.

"Fadhil,kau tau kalau aku belum menikah.kenapa kau menanyakan hal yang kau-"

"Dimana anak dan isterimu??aku ingin bertemu."

Ben mendadak diam sementara Fadhil nampak tersenyum miring.Entah mengapa,suasananya mendadak menjadi tidak enak.

"Fadhil..."

"Kemarin,aku berkunjung ke rumahmu di pusat kota.Memang benar kau tinggal disitu.Namun kau sudah pergi dari sana saat kau memutuskan menikah dan ingin hidup mandiri bersama isterimu."

Ben diam terpaku.Matanya melotot namun tidak ke arah Fadhil.Ben tiba-tiba saja berkeringat dingin membuat Fadhil semakin gencar menyebutkan fakta-fakta tentangnya.

"Sekarang aku tanya..." Fadhil mendekatkan dirinya kepada Ben. "...dimana isteri dan anakmu??kau apakan mereka??"

BUGGHH

Satu tinju mendarat mulus di wajah Fadhil.Pria itu sampai tersungkur dan membuktikan,bahwa tinju Ben amatlah keras.Mendadak,keadaan yang semula tegang kini menjadi ricuh.Anjelita dan anak-anak berusaha melerai.Namun,amarah Ben dan tenaganya membuat mereka menjadi kewalahan sendiri.Alhasil,mereka hanya bisa menonton tanpa tahu harus berbuat apa.

Dengan tertatih-tatih,Fadhil bangkit dari jatuh memalukannya.Sembari mengusap hidungnya yang berdarah,ia menatap Ben dengan tajam.

"Kenapa?sakit??"

Ben tersenyum miring,meremehkan Fadhil yang hanya bisa beragumen tanpa mempunyai tenaga sama sekali.Bahkan,Ben menganggap Fadhil sebagai pria lemah yang ia temui.

Rasa kesal dan malu bercampur menjadi satu.Hal tersebut membuat tubuh Fadhil mendadak bertenaga dan meledak di wajah Ben.Ya,Fadhil membalas ucapan Ben dengan melayangkan tinju kepadanya.Tenaganya juga tidak main-main.Hal itu dibuktikan saat melihat sudut bibir dan hidung Ben yang mendadak mengeluarkan darah.

"Kenapa kau lakukan itu?!apa salah mereka hingga kau tega membunuhnya!!"

"Bukan urusanmu!!"

Fadhil tertawa sinis.Ia sama sekali tidak mengerti jalan pikiran Ben.Ia juga tidak menyangka,jika Ben benar-benar melakukan hal tersebut.

"Karena kau,anak-anakku juga dalam bahaya!kau telah merusak kepercayaan ku!kalau tau seperti ini kejadiannya,aku tidak akan menerima tawaran baik hati dari seorang pembunuh!"

BUGGHH

"Berhenti menyebutku pembunuh,aku bukan pembunuh!"

BUGGHH

"Itu terjadi semata-mata hanya ketidaksengajaan!"

Ben terus melayangkan tinjunya pada perut Fadhil tanpa henti.Hal tersebut membuat Anjelita dan anak-anak semakin histeris.Disaat seperti ini,mereka malah tidak bisa berbuat apa-apa selain melihat dan berteriak.

Tak tahan melihat suaminya yang terus-menerus dipukul,Anjelita mengedarkan pandangannya,berharap menemukan sesuatu yang sangat berguna.Dan beruntungnya,ia melihat sebuah telepon rumah di dekat dapur.Dengan mengendap-endap,ia menuju ke sana dan segera menelpon polisi.Ia juga melaporkan,jika di penghujung kota ada seorang pembunuh yang berkeliaran.Ia juga mengabarkan,jika pembunuh tersebut sudah berada di dalam rumahnya.

"ARGGHH!!"

Jeritan kesakitan mendadak muncul dari diri Fadhil.Saat dilihat,pria itu sudah tidak sadarkan diri.Hal tersebut dibuktikan dengan tubuh Fadhil yang tidak bergerak sama sekali.

Melihat hal tersebut,Anjelita kembali histeris.Ia bahkan terang-terangan menangis membuat arah pandang Ben berubah.Ia menatap Anjelita dan anak-anak dengan pandangan membunuh.

"Tidak ada yang boleh menjadi saksi atas perbuatanku di masa lalu..."

Ben mendekat,menatap mereka yang hanya diam terpaku ditempat.Pria brewok itu juga mengayun-ayunkan vas bunga membuat Anjelita dan anak-anak merasa ngeri.

"...Jika memang ada,MEREKA HARUS MATI!!"

Ben menjerit,membuat mereka ikut menjerit ketakutan.Mereka juga tidak sempat untuk berlari.Jarak antara mereka dan Ben hanya beberapa meter saja.

PRANNGGGGG

Pecahan kaca jatuh berserakan ke lantai.Berbarengan dengan hal tersebut,suara jeritan kesakitan juga terdengar.Mereka lalu membuka mata dan melihat apa yang terjadi.Rupanya,Ben tengah bertekuk lutut sembari meringkih kesakitan.Ia memegangi kepalanya yang terlihat mengeluarkan darah.Ternyata,semua tindakan itu adalah perbuatan dari Fadhil.

Pria itu tiba-tiba saja sudah bangun.Saat melihat Anjelita dan anak-anak dalam bahaya,ia segera bangkit dan menghantamkan vas bunga berukuran sedang ke kepala Ben.

"Anjelita,segeralah lari!bawa anak-anak ketempat yang aman!"

Fadhil berteriak,menghiraukan Ben yang mulai berdiri.Ia harus segera mengamankan isteri dan anak-anaknya terlebih dahulu.Fadhil tidak akan sanggup,jika melihat mereka dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.

Anjelita mendadak takut.Namun ia juga ingin menolong suaminya.Tapi,ia juga harus memikirkan nasib anak-anak.Disaat seperti ini,mengesampingkan ego adalah hal yang tepat.

Tanpa berpikir lebih lama lagi,Anjelita dengan segera membawa anak-anak keluar dari rumah.Ia bahkan memalingkan wajah saat melihat Fadhil dan Ben kembali adu jotos.

Suasana yang gelap dan hawa dingin yang menusuk,membuat keadaan semakin bertambah mencekam.Ingin menjerit meminta pertolongan pun tidak akan ada yang mendengar.Sekilas,Anjelita mendadak menyesal karena sudah mempercayai Ben.

Saat ini,yang terpenting adalah keadaan anak-anak.Anjelita belum menemukan tempat yang cocok untuk bersembunyi.Alih-alih mencari,ia jadi bingung sendiri.

"Bibi!" Panggil Liza. "bagaimana kalau kita sembunyi di gudang saja??tadi sewaktu paman Ben mengejarku,aku bersembunyi di sana.dan untungnya dia tidak menemukanku."

Anjelita menatap Liza sebentar kemudian beralih pandang menatap gudang.Dari luar,penampakan gudang sudah terlihat gelap karena lampunya yang tidak dinyalakan.Hal tersebut membuatnya jadi terlihat seram.Namun,mereka tidak punya pilihan lain.Selain terus dipaksa,mereka juga takut jika Ben akan mendadak keluar dan melihat keberadaan mereka.

Tanpa basa-basi lagi,Anjelita akhirnya menyetujui ide Liza.Dengan langkah lebar,mereka memasuki gudang dan bersembunyi di mana Liza tadi pagi bersembunyi.Mereka sangat berharap,jika Ben tidak menemukan mereka.Apalagi saat mereka tidak mendengar suara ribut dari perkelahian antara Fadhil dan Ben.Hal tersebut menambah rasa takut dan khawatir mereka semakin menjadi-jadi.

Tak lama setelah itu,pintu gudang yang awalnya ditutup kini mendadak terbuka.Suara khas pintu kayu yang sudah rapuh menambah suasana hati mereka menjadi tidak karuan.Apalagi saat mereka melihat bayangan seseorang yang dipancarkan dari sinar rembulan.

"Ibu..."

"Ssttt!"

Al mendadak diam saat Anjelita melotot padanya.Bukan tanpa alasan,Anjelita hanya tidak ingin keberadaan mereka diketahui.Walaupun begitu,Al semakin tidak tenang.Duduk diam saja ia tidak bisa.Apalagi saat melihat bayangan orang itu melangkah masuk dengan perlahan,membuat suasana nampak semakin tegang.

Suara tapak kaki terdengar sangat jelas.Helaan nafas yang lelah bercampur marah juga bisa mereka rasakan.Keringat dingin dan tubuh yang bergemetar,membuat mereka tak henti-hentinya untuk berdoa.Mereka hanya bisa berharap dan terus berharap,bahwa malam ini bukanlah takdir mereka untuk mati.

Merasa tidak ada yang aneh,orang itu akhirnya menyerah.Ia hendak keluar dari gudang,hingga saat mendengar suara kardus yang jatuh,membuatnya mengurungkan niat untuk pergi.

Entah karena memang sudah takdir,Al tiba-tiba saja menjatuhkan sebuah kardus yang berada di sampingnya.Sontak,hal tersebut membuat semua pasang mata menatap panik ke arahnya.Al yang sudah ketakutan sedari tadi hanya bisa menangis.Suara tangisnya semakin kencang hingga membuat Ben mendekat.

Tidak ada yang bisa mereka lakukan.Malam ini mungkin malam terakhir mereka berada di dunia.Selain melihat Ben merubuhkan semua kardus dan melihat keberadaan mereka,Anjelita hanya bisa menjerit saat Ben mengacungkan sebuah pisau berdarah tepat dihadapannya.

---

1
senja
lah pdhal yg anak setan itu Irawan gak boong, kok Amer bilang boong?
senja
kok Wulan juga ada aura pekatnya?
senja
Wulan sdh gak warasnya? smoga Ibunya aman, selamat
senja
ini yg suka Abi tp kok Andri kayak suka juga? atau ketuker? typo?
senja
gimana ceritanya Jon dg pemikat?
senja
waw banget kl nanti malah gak mau nyusahin Ius tapi nginep di Ben
senja
kl pindah rumah gak akan ditemukan kah?
senja
"kembali jadi korban" siapa sebelumnya? bukan Fadhil dkk kan karna dia dendam
senja
lah katanya Ben dipenjara 2thn tanpa pembelaan?
senja
lubangnya bisa awet gitu ya
senja
Ben mikir dia rela mempertaruhkan nyawa demi anak2? gimana itu?
senja
kok bisa luput ya de polisi, kan itu masih TKP? usia berapa skg? 45?
senja
aku kira ini sesuai dg sinopis, ternyata episode slanjutnya
senja
kok bisa berharap kebenaran dr Pembunuh?
senja
typo Balas Ben_balas Fadhil - pas berkunjung ke Ibu Ben
senja
itu Vanessa kok gak ikut Ben? tadi katanya mau ikut numpang? apa bukan Ben maksudnya?
senja
lah si Ben gak nemu pelurunya?
btw luka bakar itu smpai separuh badan, kenapa gak dirawat di UGD? bahaya lho
senja
typo Anjani menghantam batu itu typo, bukan Anjani tp Liza
senja
typo "menghina radio"
senja
Alex sendiri yg gak dateng ya, jauh kah kamarnya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!