Putra mahkota Li Chen Yi ternyata sudah dijodohkan dengan Chen Xiao Ran sejak kecil.
"Saya adalah permaisuri putra mahkota!?" Bagaimana mungkin?!" Chen Xiao Ran tidak percaya dengan perkataan Kaisar Li. "Giok phoenixmu sepasang dengan giok nagaku. itu buktinya." kata Li Chen Yi.
Menjadi istri putra mahkota, dibenci oleh Ratu Chang dan teman masa kecil Li Chen Yi mengklaim status permaisuri putra mahkota adalah miliknya.??!
"Wajahmu mirip dengan ibundaku." " Sewaktu kecil saya pernah bertemu ibunda Li Chen Yi yang mirip sekali dengan wajah ibuku!!! Apakah itu penyebab Li Chen Yi bersikeras menjadikannya permaisuri putra mahkota?? Kenapa Kaisar Li membenci Li Chen Yi dan membiarkan ibu Li Chen Yi meninggal di istana buangan? Ibu Chen Xiao Ran ada hubungan dengan Kaisar Li???!!!
"Kamu sudah berjanji akan menjadi istriku. Kenapa sekarang menjadi permaisuri putra mahkota???
Apakah antara Chen Xiao Ran dan Li Chen Yi akan ada cinta sejati??? Jangan lupa ikuti ceritanya . Thank you
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LYTIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Gosip
***KEDIAMAN FU HAO***
"Tuan Fu Hao. "
Terdengar suara Hu Ge setelah Fu Hao selesai mandi dan berpakaian.
"Ada apa?" tanya Fu Hao.
"Pangeran Li Wen Lung ingin bertemu Tuan. Pangeran Li Wen Lung menunggu di taman, "jawab Hu Ge.
"Bawa saya ke taman ," kata Fu Hao ke Hu Ge.
Hu Ge mendorong kursi roda kayu Fu Hao ke arah taman.
Terlihat Pangeran Li Wen Lung sedang duduk di taman sambil minum teh. Di atas meja tersedia biji catur hitam putih. Itu adalah Catur Weiqi.
Catur Weiqi adalah permainan papan strategis antara dua pemain. Namanya kurang lebih berarti permainan papan mengelilingi wilayah.
Biji-Biji pada papan catur Weiqi berbentuk bulat pipih berwarna hitam dan putih.
Dalam permainan catur Weiqi, kedua pemain (biji catur hitam dan putih) bertempur untuk memaksimalkan wilayah yang mereka kuasai, mengelilingi daerah besar di papan dengan batu-batunya, menjebak batu-batu musuh yang menyusup daerahnya dan melindungi batu-batu milik sendiri dari penangkapan.
Fu Hao sering bermain catur Weiqi dengan Pangeran Li Wen Lung sambil mengobrol.
"Pangeran Li Wen Lung. Beberapa hari ini saya mendengar kalau Pangeran menyelesaikan dengan baik tugas yang di berikan Kaisar Li ," kata Fu Hao ke Pangeran Li Wen Lung.
"Itu pun karena saya mendengar nasehat yang kamu berikan. Kamu pantas di beri hadiah. Sebutkan saja apa yang kamu inginkan ," kata Pangeran Li Wen Lung ke Fu Hao.
"Bisa membantu Pangeran Li Wen Lung adalah berkah bagi diriku.Hamba tidak mengharapkan imbalan," kata Fu Hao sambil menuangkan teh ke cangkir Pangeran Li Wen Lung.
Pangeran Li Wen Lung meminum teh di cangkirnya.
" Di masa yang akan datang, saya masih memerlukan bantuanmu ," kata Pangeran Li Wen Lung ke Fu Hao.
"Baik Pangeran Li Wen Lung. Hamba akan sepenuh hati membantu pangeran ," jawab Fu Hao.
Pangeran Li Wen Lung dan Fu Hao mulai bermain catur weiqi sambil mengobrol.
"Apakah pangeran mengetahui hal yang terjadi di kediaman putra mahkota?" tanya Fu Hao ke Li Wen Lung.
"Saya hanya tahu kalau ada dua gadis tinggal di dalam kediaman putra mahkota ," jawab Li Wen Lung.
"Hamba mendapat kabar kalau ada penyerangan di penginapan kota Chang An. Apakah pangeran mengetahui hal itu?" tanya Fu Hao ke Li Wen Lung.
"Oh ya? Ada kejadian tersebut?? Siapa yang berani membuat onar di wilayah kekuasaan putra mahkota.Berani sekali menantang putra mahkota ," jawab Li Wen Lung.
Fu Hao hanya tersenyum mendengar jawaban Li Wen Lung.
" Kejadian itu telah menjadi berita besar, tidaklah mungkin Pangeran Li Wen Lung tidak mengetahui hal itu. Pangeran Li Wen Lung masih belum percaya sepenuh hati denganku.Pasti ada sesuatu yang di rahasiakan pangeran Li Wen Lung dariku ," pikir Fu Hao.
Pangeran Li Wen Lung juga sedang berpikir. Dia sangat tahu kejadian penyerangan oleh Klan Harimau di penginapan kota Chang An atas perintah Ratu Chang.
Tidaklah mungkin dirinya memberitahukan hal ini ke Fu Hao . Pangeran Li Wen Lung tidak mau melibatkan dirinya dalam masalah.
Pangeran Li Wen Lung dan Fu Hao melanjutkan permainan catur weiqi nya.
***KEDIAMAN PUTRA MAHKOTA***
Pagi hari di kediaman putra mahkota , Chen Xiao Ran terbangun di atas tempat tidur.
Chen Xiao Ran terkejut Li Chen Yi sedang berbaring di sebelahnya.
Chen Xiao Ran memeriksa pakaiannya. Pakaiannya masihlah pakaian yang kemarin dirinya pakai dan melekat dengan sempurna di badannya.
Cuma rambut Chen Xiao Ran saja yang agak berantakan. Chen Xiao Ran menghela nafas panjang.
Terdengar suara ketawa kecil di sebelahnya.
Li Chen Yi sudah bangun dan melihat Chen Xiao Ran yang panik dengan wajah merona merah membuat Li Chen Yi ketawa kecil.
"Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Chen Xiao Ran ke Li Chen Yi.
"Siapa yang semalam mabuk dan tidak memperbolehkan saya pergi? " tanya Li Chen Yi sambil turun dari tempat tidur dan memakai jubah luarnya.
Mendengar jawaban Li Chen Yi, Chen Xiao Ran terkejut dan mencoba mengingat kejadian semalam.
"Kenapa? Tidak ingat ya? Mau saya membantumu untuk mengingat kejadian semalam?" tanya Li Chen Yi ke Chen Xiao Ran.
Li Chen Yi langsung mendekati Chen Xiao Ran yang masih di tempat tidur dan mencium bibir Chen Xiao Ran.
Chen Xiao Ran tidak bisa menghindar dari ciuman Li Chen Yi karena badannya sudah di sudut tempat tidur sehingga tidak ada ruang untuk menghindar.
Pipi dan telinga Chen Xiao Ran bersemu merah. Setelah mencium Chen Xiao Ran, Li Chen Yi memegang pipi Chen Xiao Ran yang memerah.
Li Chen Yi merasa gemas dan ingin mencium bibir Chen Xiao Ran lagi.
Kali ini Chen Xiao Ran bereaksi lebih cepat dan menutup bibirnya dengan tangannya sehingga bibir Li Chen Yi mendarat di punggung tangan Chen Xiao Ran.
Li Chen Yi ketawa kecil dan mencubit pipi Chen Xiao Ran sebentar.
Kemudian Li Chen Yi berjalan ke arah pintu kamar dan keluar dari kamar Chen Xiao Ran.
Para pelayan yang sedang bertugas di luar melihat dengan jelas Li Chen Yi keluar dari kamar Chen Xiao Ran.
Ada pelayan yang langsung masuk ke kamar Chen Xiao Ran untuk melihat keadaan Chen Xiao Ran.
Terlihat jelas rambut Chen Xiao Ran berantakan, dan wajah Chen Xiao Ran bersemu merah.
Dalam waktu satu jam sudah beredar gosip di kediaman putra mahkota kalau putra mahkota semalam menginap di kamar Chen Xiao Ran.
Di dalam kamar , Chen Xiao Ran sedang kebingungan karena tusuk rambut kayu miliknya hilang.
Tusuk rambut itu adalah pemberian dari Fu Hao.
Tidak berapa lama kemudian Wan Mei datang ke kamar Chen Xiao Ran.
"Putra mahkota memberikan hadiah ini ke nona ," kata Wan Mei sambil menyerahkan benda yang ada di tangannya.
Chen Xiao Ran menerima benda itu.
Itu adalah sebuah tusuk rambut bergambar phoenix yang terbuat dari emas.
Wan Mei membantu Chen Xiao Ran merapikan rambutnya dan memakaian tusuk rambut pemberian Li Chen Yi ke rambut Chen Xiao Ran.
"Nona terlihat semakin cantik hari ini ," puji Wan Mei.
Chen Xiao Ran masih merasa kesal ke Li Chen Yi karena mengetahui tusuk rambut kayunya di ambil oleh Li Chen Yi.
Fu Yao yang mendengar gosip hari ini segera ke kamar Chen Xiao Ran untuk melihat keadaan Chen Xiao Ran.
Di dalam ruang buku terlihat Li Chen Yi sedang berbicara dengan Wu Xin.
"Hari ini ada perkembangan apa di istana?" tanya Li Chen Yi ke Wu Xin.
Pagi ini Li Chen Yi tidak ikut pertemuan di istana . Dan juga sebelumnya tidak minta izin kalau tidak hadir hari ini. Pastilah orang-orang di dalam istana penasaran apa yang terjadi kepadanya.
"Sampai sekarang keadaan di dalam istana masih normal ," jawab Wu Xin ke Li Chen Yi.
Li Chen Yi tahu pasti kejadian tadi pagi sudah ada yang memberitahukan ke dalam istana.
"Bagaimana dengan Leng Fung?" tanya Li Chen Yi.
Beberapa hari ini Leng Fung tidak ada di kediaman putra mahkota. Leng Fung di beri tugas oleh Li Chen Yi untuk mencari jejak Klan Harimau dan memusnahkan mereka.
"Kemarin Leng Fung memberi kabar kalau sudah menemukan tempat persembunyian Klan Harimau," jawab Wu Xin.
"Suruh Leng Fung membawa lebih banyak pasukan untuk menghancurkan Klan Harimau," perintah Li Chen Yi ke Wu Xin.
"Baik putra mahkota ," jawab Wu Xin
Author : LYTIE
Instagram : lytie777