Mereka memanggilku dengan dua nama.
Aku tidak memiliki kehidupan normal. Aku juga bukan manusia, aku hanyalah sebuah alat yang di gunakan untuk mencapai kekayaan dan menambah kekuasaan.
Alexa, begitu mereka memanggilku saat aku memakai wajah kebaikan.
Tapi, siapa yang menyangka? Ternyata aku tidak sebaik yang mereka pikirkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mr. haart, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 21 (BENJAMIN?)
DORRR!!! Peluru yang aku tembakkan meleset. Sengaja ku lakukan.
"sudah enam bulan berlalu, tapi kau sama sekali tidak memaafkanku?" Erik bertanya di hadapanku.
Peluru yang aku tembakkan adalah sebuah peringatan. Aku sudah memperingatinya dengan ribuan peluru, tepat saat dia hendak masuk ke kamar ku.
"kau tidak bisa sembarangan masuk ke kamarku!" ucap ku dengan nada ketus.
"tapi, aku kan suami mu!!!" bentak Erik.
"aku belum bisa menerimanya. Jika kau mau, bermainlah dengan wanita yang lain" jawabku sekenanya.
Sejak hari itu, aku mulai mencari tau semua informasi yang bisa aku dapatkan. Anehnya, aku tidak menemukan apapun. Aku hanya menemukan fakta bahwa aku menghilang selama dua tahun. Tidak ada yang tau keberadaanku dan semua orang mencariku, termasuk papa dan Erik.
"aku sudah bosan bermain dengan mereka. Lagi pula, kau senang bermain dengan pria lain, tapi tidak mau di sentuh oleh ku? Padahal aku adalah suami mu sendiri!" ungkapnya lagi yang masih berdiri di depan pintu.
Aku sedang memeriksa data-data yang masuk dari EVERYTHING. Saat ini, ada beberapa korban baru yang akan di jual.
"aku menyukai mereka daripada kau, mereka masih segar dan belum tersentuh. Kau tau bukan? Aku tidak suka barang bekas?" jawabku.
Rumor itu sudah tersebar dengan cepat. Aku melakukan hal ini agar dia tidak menyukaiku, tapi dia malah melakukan hal yang sama. Walaupun dia sudah lebih dulu melakukannya, bahkan terlalu sering.
Aku membayar setiap pria yang aku inginkan. Tapi, kami tidak melakukan apapun. Aku meminta mereka untuk berkata sebaliknya, seolah mereka menghabiskan waktu yang menggairahkan bersamaku. Setelah selesai, aku akan membunuhnya, sama seperti yang di lakukan papa.
Tapi mereka tidak benar-benar mati. Mereka aku ambil dan di pekerjakan sebagai orang-orang kepercayaanku. Saat ini aku telah membangun sebuah organisasi tertutup dengan nama DID, yang artinya Dark in Deep (kegelapan di kedalaman).
"kau selalu berkata seperti itu setiap hari. Sampai aku muak mendengarnya. Aku akan pergi. Lanjutkan saja pekerjaanmu yang tidak ada habisnya itu!" ucap Erik kesal. Dia pun berbalik dan segera menjauh dari kamarku.
Sesaat setelah Erik pergi, aku segera mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
"berapa banyak yang masuk?" tanya ku pada orang itu.
"dua puluh orang, tiga belas wanita dan tujuh orang pria" jawab pria di ujung telepon.
Dia adalah salah satu anggota milik papa yang saat ini bekerja sebagai fisherman (pemancing, istilah ini di gunakan dalam memancing korban yang merupakan manusia). Sepertinya hari ini dia mendapatkan banyak ikan.
"kau sedang berada dimana?" tanyaku.
"kami sedang di perjalanan menuju EVERYTHING" jawabnya.
"lupakan tempat itu. Sekarang pergilah ke hotel TESLA. Aku ingin mereka di lelang. Barang yang masih baru akan di sukai banyak orang" ucapku.
"tapi, acara itu akan di adakan malam ini. Kami belum sempat menghias mereka"
"ikuti saja perintahku!" aku sedikit meninggikan nada.
"baiklah" dia menyetujuinya.
Aku mematikan ponsel. Dan segera menghubungi seseorang yang lain.
"pukul delapan malam, di Hotel Tesla. Lakukan apapun untuk mendapatkan wanita bernama Gabriel dan pria bernama Andrew" ucapku padanya. Sesaat setelah komunikasi tersambung.
"baik, mengerti" jawab pria di ujung telepon.
Pria itu adalah salah satu anggota DID dan juga orang yang paling bisa aku percayai, namanya adalah Neko. Saat ini, aku yakin dia sedang mempersiapkan segalanya. Setelah ku pikir semua berjalan sesuai rencana, aku pun bersiap. Mengambil kunci motor dan segera keluar dari tempat ini.
"aku akan mengunjungi EVERYTHING. Katakan pada papa jika dia bertanya" ucap ku pada salah satu orang yang tidak sengaja bertemu.
Dia hanya mengangguk, aku pun segera berjalan dengan cepat.
Sekarang masih pukul satu siang dan udara terasa sangat panas. Aku bertanya-tanya, kapan musim ini akan berganti? Aku lebih menyukai musim semi, walaupun baru kemarin aku menikmatinya.
DID, hanya beranggota tidak lebih dari lima puluh orang. Jumlah itu sangat sedikit di bandingkan bala tentara GRAFEDI. Aku belum bisa bertindak lebih jauh dan hanya bisa melakukannya dengan perlahan. Paman Gred termasuk orangku dan dia mengetahui tentang itu, dia sangat mendukung semua keputusanku. Tapi, aku masih belum percaya sepenuhnya pada paman, dan masih menyembunyikan sesuatu darinya.
Tujuanku saat pertama keluar dari markas adalah menuju EVERYTHING.
"Alexa!!! Selamat datang!" sambut Jordan saat aku tiba disana.
"Sejak beberapa bulan ini, kau sering sekali berkunjung ke tempat ini" lanjutnya.
"kau tidak suka?!?" tanyaku ketus.
"ohoho, mana mungkin. Sejak kedatanganmu, para pelanggan selalu membeli barang lebih banyak dari biasanya" ungkapnya.
Jordan. Pria tua yang sangat buruk, baik dari luar maupun dari dalam. Bau dari tubuhnya tidak pernah berubah, hanya bau minuman dan juga obat-obatan. Di setiap tubuhnya, terdapat tato dan juga perhiasan. Aku merasa lelah di pundakku hanya karena melihat kalung yang di gunakannya.
"bukankah karena aku, peluang pendapatanmu jadi berkurang?" tanyaku dan menatapnya dengan tajam. Karena sebelum aku datang ke sini, dia sudah menggelapkan banyak hal dari tempat ini.
"ahaha, ti tidak... Apa maksudmu?" dia balik bertanya dengan gugup. Terlihat sangat jelas dia sedang menyembunyikan sesuatu.
"jangan di anggap serius. Aku hanya bercanda. Aku tidak berniat mencari gula hari ini. Aku akan bergabung dengan para nyonya" jawabku sambil menunjuk wanita-wanita paruh baya yang sedang bermain dan minum, serta ditemani oleh para pria muda.
Gula yang ku maksud adalah pria muda, kami biasa menyebut hal-hal itu dengan kalimat pengganti. Aku lah yang menerapkan hal itu beberapa waktu lalu.
"kau tau, suamiku tidak peduli padaku, lalu saat aku membawa gula ke rumah kami, dia hanya berpikir bahwa gula itu adalah keponakanku!" ucap salah seorang wanita berpakaian hijau.
Aku mendengar kalimatnya saat telah tiba di meja mereka.
Mereka tertawa bersama. Tidak ada yang lucu menurutku, atau mungkin mereka sedang menertawakan diri sendiri karena tidak di pedulikan oleh pasangan? Atau hal itu memang sesuatu yang patut untuk di tertawakan? Apa karena suaminya bod*h? Atau mereka sedang menangis dalam tawaan.
Mungkin mereka menertawakan diri sendiri karena telah melakukan kesalahan? Entahlah, tapi mereka semua sudah gila. Dan aku sedang berkumpul berasama orang-orang gila.
"Alexa! Kau sudah tiba, cantik? Bagaimana rasanya? Nikmat bukan? Aku tidak pernah salah dalam memilih para gula" ucap wanita berpakaian kuning, dia adalah Donna, wanita yang memberi saran kepadaku dua hari yang lalu.
"ah! Anda sangat ahli dalam memilih. Aku sangat berterimakasih untuk itu. Mungkin lain kali, aku bisa membalas anda" jawabku.
"tidak perlu. Kau menerimanya saja itu sudah cukup berarti bagiku. Karena papa mu lebih banyak memberikan sesuatu padaku, jadi perlakuanku tidak sebanding jasanya padaku" jelas Donna.
Aku mengerti, lalu merasa jijik di saat bersamaan, tapi aku berusaha tersenyum padanya.
"kau ini. Dia hanya wanita muda. Dia tidak akan mengerti apa yang kau bicarakan" ucap seorang wanita yang lain, dan menoleh ke arah ku.
"maksudnya itu adalah tempat ini. Tempat ini adalah milik papa mu, dan kami mendapatkan banyak hal disini. Termasuk para gula" lanjutnya.
"ahaha aku mengerti. Tapi, tetap saja, aku harus membalas anda Nyonya Donna. Tanpa bantuan anda, mungkin aku tidak bisa menemukan gula yang bagus" ucapku.
"baiklah. Apapun balasanmu nanti, aku akan menerimanya dengan senang hati. Bagaimana kalau kau ikut bermain?" Tanya Donna padaku, saat ini mereka sedang bermain permainan Casino.
"tidak. Aku sedang tidak ingin bermain hari ini" jawabku.
Setelah mendengar jawabanku, mereka langsung memulai permainan. Meletakkan uang dengan jumlah besar di atas meja. Dan mulai fokus pada permainannya.
Pria yang di katakan Donna adalah seorang ahli fisika dan saat ini dia sedang bekerja di bawahku. Aku memang berterimakasih padanya, tapi dengan maksud yang lain karena pria itu sangat berguna. Dia adalah anak yatim piatu yang di bawa dari sebuah daerah yang baru saja mengalami bencana alam, dia tiba di sini karena status "adopsi".
"selamat datang tuan Benjamin!!! Sudah lama tidak terlihat!" Suara Jordan yang memekik terdengar sampai ke seluruh ruangan.
"Benjamin? Pria sombong itu. Dia hanya datang, lalu pergi membawa madu" ucap Donna, dia seperti tidak suka dengan kedatangan pria bernama Benjamin itu.
"bukankah mereka terlihat tampan? Lihatlah, tanpa janggut dan kumis itu, mereka pasti akan tampan" ucap wanita yang lain.
"ya, mungkin mereka akan tampan kalau perut itu sedikit di kecilkan" wanita berbaju hijau ikut menimpali.
"untuk apa tampan jika sombong? Cih!" Cetus Donna.
Aku ikut memperhatikan orang yang di bicarakan mereka. Saat aku melihatnya, dia terlihat sangat tidak asing, tapi aku baru pertama melihatnya disini. Mungkin hanya perasaanku saja, karena Jordan seperti sudah lama mengenalnya, jadi mungkin mereka hanya pelanggan biasa.
Dari yang aku lihat, orang bernama Benjamin itu tidak pergi sendiri, ada seseorang lagi di sebelahnya. Aku pun mencoba berpikir, bagaimana kalau itu adalah perut palsu? Mereka pasti akan terlihat bagus.
"Mereka_" Aku segera menahan kalimatku.
...***...
apa akan ketemu zoe!
q tunggu yg baru thor
💪💪💪❤️❤️❤️👍👍👍
pasti blom kan thooor ?
msa ia ga ada cerita bahagianya Zain dan Alexa..key dan Clare,,dan yg lain nya,,soalnya kyanya mesterinya msih ada, Luke siapa jga blom ada penjelasan kan
💪💪💪