Haii, ayuk dukung saya.
Disini saya akan menceritakan kisah cinta pertama Ayra Syifania dengan seorang cowok.
Pertemuannya dengan seseorang yang bernama Arsen.
Saat melihat wajah cantik dan lugu Ayra, membuat nya tertantang untuk mendekati gadis itu.
Tapi apakah usahanya berhasil?
Bagaimana cerita cinta mereka dimulai.
Kita coba baca yuk... 😚😚
Cerita ini hanya cerita fiktiv jika ada kesamaan tempat dan nama tokoh, itu faktor ketidaksengajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Pagi ini sekolah tampak heboh. Semua murid dan guru berhamburan keluar ruangan. Berlomba-lomba melihat mobil sport yang terparkir di halaman sekolah. Mereka tampak terkagum-kagum dan penasaran.
Sementara di dalam mobil Ayra tampak sibuk menggeledah tasnya.
"Eh tunggu tunggu. Jangan turun dulu." ucap Ayra sambil mencari sesuatu di dalam tasnya.
"Nyari Apaan sih?" tanya Keanu.
"Taraaaaa...!! Jeng jeng jeng!" seru Ayra sambil menunjukan empat kaca mata hitam di tangannya.
"Nih pake satu – satu." perintah Ayra sambil membagikan kaca mata.
"Buat apaan nih?" tanya Dave bingung.
"Buat lo telen!" seru Ayra.
"Ya buat dipake lah! Noh, biar mata lo nggak berdebu." jelas Ayra.
"Idihh ogah..! Ntar dikatain mirip tukang pijit lagi!" ucap Darren.
"Eetts, siapa bilang. Ini tuh keren, biar kaya di film-film action." ucap Ayra.
"Halah gaya lo!" seru Keanu.
"Ssttt..! Tinggal nurut aja sih!" seru Ayra sembari mengambil foundation dari dalam tasnya, lalu dia menggoreskan sedikit foundation ke ujung alisnya, membuat efek terpotong seperti milik Charlie Puth.
"Lahh tuh biar apaan? Alisnya di patahin segala?" tanya Keanu heran.
"Biar kelihatan kaya cewek badass! Hahahaha..." jawab Ayra sambil tertawa geli.
"Njiiirr..! Wkwkw.." seru Darren, Keanu dan Dave serentak sambil tertawa terbahak-bahak.
"Cepetan tuh pake kacamatanya. Kita brifing sebentar." ucap Ayra.
"Ehh buset dah. Kita tu cuma mau masuk kelas, Ra. Bukan mau fashion show. Ngapain pake brifing segala." protes Keanu.
"Ssttt.. Diem ngapa?! Bocor amat tu mulut." seru Ayra sambil menutupi mulut Keanu dengan tangannya. Sementara Dave dan Darren hanya menghela nafasnya pasrah.
"Gini... Ntar kita turun sama-sama. Jangan lupa pake tuh kacamata. Ntar gue sama Darren jalan di depan. Lo berdua dibelakang." perintah Ayra.
"Lahh kenapa Darren yang di depan? Kenapa nggak gue aja?" protes Dave.
"Soalnya dia yang paling tajir diantara kita." jelas Ayra.
"Lah terus lo sendiri, kenapa jalan di depan dan bukannya di belakang bareng kita?" tanya Keanu.
"Yah gue kan cewek sendiri. Ibaratnya tuh gue Ratunya. Jadi harus di depan dong. Biar kaya film yang sering gue tonton THE QUEEN OF MAFIA. Gue Queen nya dan lo bertiga Mafioso nya. Hahaha.." jelas ayra.
"Yassalam." ucap seru Dave, Daren dan Keanu serentak sambil menepuk dahi.
Mereka turun dari mobil dengan memakai kacamata hitam, memasang wajah datar, dan berjalan dengan angkuhnya. Tiga laki-laki tampan dan kaya raya berjalan dengan wanita badass berparas cantik dan imut. Semua orang tertuju pada mereka. Banyak yang mengagumi dan juga tidak sedikit yang iri.
"Sialan! Kenapa sih dia seberuntung itu?! Dikelilingi laki-laki paling ganteng dan populer di sekolah ini. Bahkan dia juga ngerebut Arsen dari gue. Gue bakal bikin lo menderita, Ayra." gumam Niken yang sedari tadi memperhatikan Ayra dan kawan-kawannya dengan tatapan sinis.
"Hahahah... bahagianya jadi Ayra bisa deket sama Keanu ku." ucap Fafa iri.
"Lo emang beruntung, Ayra. Tapi gue bakal pastiin, Darren bakal jadi milik gue. Karena cuma gue yang pantes bersanding dengan Darren, bukan elo atau siapa pun." gumam Cerry, kakak kelas yang tergila-gila pada Darren.
"Oh My Dave.. Ganteng banget sihh. So cool, so cute, so guemesssinnn ihh, pengen gue cubit deh tuh abs nya. Hihihi..." ucap siswi centil 1 sambil menghentak-hentakan kakinya gemas.
"Emang lo tahu dia punya abs? " tanya siswi centil 2.
"Nggak usah dipamerin juga gue udah tahu. Lihat noh. Lengannya aja keker banget, pasti punya lah. Badannya, senyumnya, ihh mirip banget sama babang Bang Chan. Omegat omegat." ucap siswi centil 1 sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Bang Chan, siape? Kang parkir?" tanya siswi centil 2.
"Enak aja kang parkir. Bang Chan Stray Kids tahuuu! Kudet banget sih jadi orang." ucap sisiwi centil 1 kesal.
"Iya kah..? Hahaha.. Sorry nggak tahu. Gue kan sukanya ama Abang Syahrukhan seorang. Muehehe..." ucap siswi centil 2.
Begitulah omongan-omongan dari para siswi yang melihat mereka. Mereka terus berjalan menuju ruang kelas tanpa memperdulikan setiap omongan yang mengganggu telinga.
Sesampai di ruang kelas, Ayra dan kawan-kawan duduk di bangkunya masing-masing sambil melepas kacamata hitamnya. Arsen memperhatikan ada yang berbeda dari penampilan Ayra pagi ini.
"Apa lo lihat-lihat! Naksir?" seru Ayra, dia menyadari jika dari tadi Arsen memperhatikannya dengan tatapan Aneh.
"Idiih PD banget.” ucap Arsen tidak terima.
"Alis lo abis kecelakaan?" tanya Arsen setengah menyindir.
"Maksud lo?" tanya Ayra sewot.
"Lah tuh, patah." jawab Arsen enteng.
"Enak ajaa! Ini tuh senjata gue buat melindungi tiga sahabat gue yang tampan dari gangguan para makhluk centil di sekolahan ini." jelas Ayra.
"Bisa gitu pakai alis?" tanya Arsen bingung.
"Bisa dong. Kan dengan gini, gue jadi kelihatan lebih badass. Jadi nggak ada yang berani deketin mereka." jawab Ayra sambil menaik turunkan Alisnya.
"Haha... Kenapa ngga sekalian aja lo gambar celurit disitu?! Biar semua orang takut kalau mau ngedeketin kalian." ucap Arsen sambil tertawa terbahak-bahak
"Sini gue bantu gambarin." Arsen menawari sembari berdiri mendekati Ayra dengan membawa pulpen.
"Aarrggh.. nggak mau.. nggak mau!" seru Ayra sambil berlarian menjauhi Arsen.
Dave, Darren dan Keanu hanya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Arsen dan Ayra. Tiba-tiba Jojo berlari masuk ke ruangan dengan nafas yang tersengal-sengal.
Dia langsung duduk di tempat duduknya dan merampas minuman milik Darren lalu dia meminumnya sampai habis.
"Woy bangsull!! Main srobot aja!" seru Darren kesal.
"Hahh.. Sorry sorry, gue haus." ucap Jojo sambil mengatur nafasnya.
"Lo kenapa lari-lari sih?" tanya Ayra.
"Gue nggak bawa motor. Jadi takut telat." jawab Jojo.
"Lahhh, bukanya lo tadi pagi bilangnya hari ini mau pulang cepet jadi lo nggak ikut bareng kita?" tanya Dave.
"Ng.. Itu. Tadi sebenernya gue bawa motor, tapi tiba-tiba di jalan ban nya bocor. Jadi gue tinggal di bengkel, terus gue naik angkot de. Hehehe... " jawab Jojo sedikit gugup.
"Embb.. Ya udah, ntar pulang bareng kita aja." ajak Darren.
"Eh.. Nggak usah. Gue nanti mau di jemput kak Salma. Kalau gue pulang sama kalian, takutnya dia kecewa. Hehehe... " bohong Jojo.
"Ya udah kalau gitu." ucap Darren.
"Kok gue ngerasa ada yang Jojo sembunyiin." batin Dave.
(Kringg.. Kringg.. Kringg..)
Bel masuk berbunyi, seketika semua murid duduk di bangkunya masing-masing. Seorang wanita masuk ke dalam kelas. Dia adalah Miss Susi, wanita cantik dan sexy dengan rambut ikal yang di gerai. Bibir sexy dengan lipstik merah cabai. Umurnya sekitar 30 tahun dan masih lajang. Dia adalah Guru Bahasa Inggris, sekaligus wanita incaran para guru lajang di sekolahan ini. Termasuk Pak Eko dan Pak Mamet si Tukang Kebun.
"Good Morning guys!" sapa Miss Susi sambil tersenyum cerah.
"Good Morning, Miss!" sahut para murid.
"How Are you today?" tanya Miss Susi.
"I'm fine, Thank you, and you?" tanya para murid.
"I'm fine too, Thank you." jawab Miss Susi.
"Ayra tolong kamu ke depan. Bantu saya menghapus papan tulis itu." pinta Miss Susi.
"Yess, Miss." ucap Ayra seraya berjalan ke depan menghapus tulisan di papan tulis.
"Sudah Miss." ucap Ayra sembari meletakan penghapus ke meja Guru.
"Thank you." ucap Miss Susi sambil melirik ke wajah Ayra. Saat Ayra hendak kembali ke tempat duduknya, dia menahan tangan Ayra.
"Eh tunggu Ayra, itu alis kamu kenapa? Kok di potong?" tanya Miss Susi sambil menahan tangan Ayra.
"Eh, ini sengaja Miss." jawab Ayra enteng sambil memegangi alisnya.
"Biar apa?" tanya Misa Susi penasaran.
"Biar kelihatan Badass. Hehehe..." jawab Ayra cengengesan.
"Coba deh Miss Susi bikin kaya gini. Pasti tambah sexy." ucap Ayra memprovokasi.
"Iya kah? Hehe. Iya deh, besok saya mau coba bikin." ucap Miss Susi sambil tersenyum girang.
✔️ POV JOJO
"Pokoknya hari ini gue harus berangkat bareng Kak Andra." gumam Jojo semangat. Saat ini Jojo sedang berada di pinggir jalan dekat rumah Ayra. Dia sengaja mengempiskan ban motornya. Dia berharap agar Andra melihatnya dan memberikannya tumpangan.
"Kak Andra kok belum lewat-lewat ya? Padahal udah siang. Bisa telat nih gue." ucap Jojo sambil melirik jam tangannya.
Terlihat mobil Jeep Wrangler hitam muncul dari ujung jalan melaju ke arah nya. Dia tahu mobil itu milik Andra. Segera dia melambaikan tangannya meminta mobil itu untuk berhenti. Andra pun turun dari mobil dan menghampiri Jojo.
"Jojo, motor kamu kenapa?" tanya Andra.
"Bocor, Kak. Jojo boleh nebeng kakak, nggak? Dari tadi Jojo nyari taksi tapi nggak ada yang lewat." bohong Jojo.
"Ya udah, ayo masuk." ajak Andra.
"Hehe... Makasih kak Andra." ucap Jojo sambil berlari mengikuti Andra dari belakang.
Jojo duduk disebelah Andra dengan hati yang berbunga- bunga karena rencananya berjalan mulus.
"Embb makasih ya, kak. Udahmau nganterin Jojo." ucap Jojo sambil tersenyum manis.
"Iya, sama-sama." ucap Andra tersenyum.
"Kenapa nggak berangkat bareng Ayra dan yang lain?" tanya Andra.
"Ah.. Itu.. Tadi Jojo bangun kesiangan. Jadi nggak keburu kalau harus jemput Jojo juga. Hehehe... " jawab Jojo.
"Emmb.. Oh ya, bagaimana kabar kakak kamu?" tanya Andra.
"Alhamdulillah baik, kak. " jawab Jojo.
"Embb.. Syukurlah kalau begitu. Semoga dia selalu baik-baik saja." ucap Andra sambil tersenyum hangat.
"Maksud Kakak?" tanya Jojo bingung.
"Ah.. Nggak apa-apa. Hehehe..." jawab Andra.
"Kakak dulu deket banget ya sama Kak Salma?" tanya Jojo.
"Lumayan dekat. Dia wanita yang baik dan juga cantik." ucap Andra sambari tersenyum penuh arti. Ada rasa tidak suka di hati jojo setiap Andra membahas tentang Salma.
"Kenapa nada bicara kak Andra kaya gitu ya setiap ngebahas Kak Salma? Apa dia suka sama Kak Salma? Ah nggak mungkin! Mereka pasti cuma deket kaya gue sama Dave dan yang lainnya." batin Jojo.
"Sudah sampai." ucap Andra.
"Ah iya, makasih ya kak atas tumpangannya.” ucap Jojo.
"Sama-sama." ucap Andra tersenyum.
❌❌❌
Saat ini Ayra dan kawan-kawan sedang berada di taman sekolah, mereka duduk lesehan beralaskan rumput, sambil memakan kuaci dan susu kotak.
"Ren, kenapa lo hobby koleksi mobil?" tanya Ayra sambil memakan kuaci.
"Karena gue suka." jawab Darren.
"Kenapa semuanya mobil sport?" tanya Ayra.
"Karena gue sukanya mobil sport." jawab Darren sambil meminum susu kotak.
"Cihh!!" Ayra menyincingkan bibirnya dan melempar kuaci ke arah Darren.
"Lo sendiri kenapa sukanya yang classic?" tanya Darren.
"Karena gue tuh sukanya yang unik, apalagi yang classic trus masih gress, uhh mantep!" ucap Ayra semangat sambil mengacungkan jempolnya.
"Jadi lo sukanya yang classic dan masih gress?" tanya Dave sambil tersenyum licik.
"Ya dong. Kan gue sukanya yang beda dari yang lain?" jawab Ayra bangga.
"Disini juga ada, Ra. Yang classic terus masih gress lagi." ucap Keanu.
"Di sekolahan ini?" tanya Jojo sambil meminum susu kotak.
"Dimana dimana?" tanya Ayra sambil celingak-celinguk mencari sesuatu ke arah parkiran.
"Noh liat." Keanu memegang kepala Ayra dan mengarahkannya ke arah ruangan guru. Terlihat Pak Eko sedang berjalan keluar dari ruangan.
"Itu tu yang lagi jalan. Classic dan masih gress. Hahaha..." Keanu tertawa sambil menunjuk ke arah Pak Eko. Sontak Dave, Darren, Jojo dan Ayra tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha Kampret lo! Itu mah bukan classic lagi tapi bangkotan!" ucap Ayra membuat semuanya tertawa.
"Yang penting kan masih gress, belum pernah kawi. Hehehe..." ucap Dave.
"Bujang lapuk mah itu namanya. Hehehe... " ucap Jojo.
"Haha... Dasar murid-murid luknuut!" seru Darren sambil tertawa.
Sementara disisi lain, tampak Pak Eko berjalan membawa buku sambil bersin-bersin.(Hatchii.. Hatchi..)
"Sepertinya ada yang lagi ngomongin saya, nih. Kalau saya tahu orangnya, saya pites-pites kaya kutu!" umpat Pak Eko sambil mengelap ingusnya menggunakan tissue.
📽To be continue🎞
hai bang!