Terjebak di antara cinta kedua pria tampan, sebenarnya itu tak diharapkan oleh Kanzha Almayra atau yang lebih dikenal sebagai Ayra.
Terlebih lagi, kedua pria tampan tersebut adalah kakak-beradik kandung yang berasal dari keluarga yang kaya raya dan cukup terkenal.
Ayra tak menyangka jika kedua pria itu akan terpikat oleh dirinya. Padahal, Ayra hanya seorang gadis dari keluarga miskin dan seorang yatim piatu.
Kejadian demi kejadian mengharuskan Ayra lebih dekat kepada kedua pria tampan tersebut. Walaupun pertamanya Ayra kesal kepada mereka, namun sikap dan sifat keduanya membuat Ayra yang ketus menjadi tulus.
Akankah salah satu diantaranya mampu meluluhkan hati seorang Ayra? Ataukah, Ayra tak 'kan terpikat oleh keduanya dan lebih memilih pria lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lien Machan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyebalkan!
Kendra merengek pulang kepada kakaknya. Dia berusaha membujuk sang kakak untuk menuruti kemauannya.
"Kak, ayo pulang! Minggu depan akan ujian akhir. Masa Ken gak ikut ujian sih!" Rengek Kendra kepada sang kakak.
Andra yang sedang terduduk di sofa kamarnya pun melirik ke samping karena rengekan sang adik.
"Apa hanya itu yang membuatmu terus meminta pulang, hemh?" Tanya Andra.
Kendra mengangguk cepat. "Iya lah, kak. Ken harus lulus dengan usaha sendiri dan barengan teman-teman yang lain."
Andra tersenyum melihat semangat adik tersayangnya. "Baiklah. Sore nanti kita langsung terbang kembali ke dalam negri. Lagipula, kakak sudah baikan sekarang!" Ucap Andra.
Kendra sangat senang sampai memeluk kakaknya dengan erat. "Yeeahh ... terima kasih kak!"
Andra yang melihat ekspresi bahagia dari sang adikpun menyeringai curiga. "Kakak gak percaya jika kamu pulang hanya untuk ujian! Pasti ada sesuatu yang membuat kamu bersemangat pulang. Coba katakan sama kakakmu ini. Apa ada gadis cantik yang membuat hatimu selalu gelisah, hemh!" Tanya Andra sambil terkekeh.
Kendra tersipu malu dengan pertanyaan kakaknya. Dia memalingkan wajah ke arah lain menghindari tatapan kakaknya sambil tersenyum. "Apaan sih, kak? Gak ada lah." Elak Kedra.
"Hei, aku ini kakakmu. Wajah bodohmu tak bisa berbohong di depan kakak, Kendra!" Kata Andra sambil menonjok pelan lengan sang adik.
Kendra tersenyum sambil melengos pergi. "Aku siap-siap aja deh!"
Andra yang melihat adiknya tersipu, tergelak dengan lepas. "Hahaha ... playboy cap kabel bisa malu juga ya!"
Karena ledekannya, Andra harus menerima lemparan bantal oleh sang adik yang tepat mendarat di wajahnya.
"Woi, adik durjana. Beraninya lemparin bantal ke wajah kakak! Awas kau, ya. Kakak gak akan biarin kamu ketemu sama gadis pujaanmu itu!"
Teriakan ancaman Andra tak di dengar sang adik, karena Kendra sudah berlari keluar kamar sambil menarik gagang pintu dan menutupnya buru-buru.
Andra hanya mengulum senyum melihat tingkah sang adik tersayangnya. "Dasar anak nakal!"
Tangannya menyentuh luka di perut yang masih terasa sakit. "Aku akan melakukan apapun demi kamu, Ken!"
Tuan Hendra memang berbohong kepada Kendra atas kecelakaan kakaknya, Andra. Namun, ayahnya itu tak tahu jika putra sulungnya memang mengalami kecelakaan yang di sebabkan oleh musuhnya.
Musuhnya tahu jika putra sulung tuan Hendra Pradhana sedang berada di jerman saat ini. Maka, dia dengan mudah mencelakai Andra saat mereka lengah.
Betapa menyesalnya tuan Hendra yang dengan sengaja membohongi putra bungsunya dengan bilang bahwa kakaknya masuk rumah sakit karena kecelakaan.
Maksud hati ingin mendisiplinkan Kendra supaya menuruti semua keinginannya. Namun tak disangka, dirinya malah di buat terkejut saat datang ke negara ini.
Putra sulungnya terkapar tak berdaya dengan luka tembakkan di perutnya. Beruntung, organ vital Andra tak terkena sehingga dia dapat di selamatkan.
Sore itu juga, mereka pulang kembali ke dalam negri. Walaupun sang ayah, tuan Hendra tak setuju dengan keputusan Andra untuk pulang, namun beliau tak bisa menolak permintaan putra sulungnya itu karena Andra punya alasan yang kuat. Yaitu, perusahaannya.
Mungkin jika Kendra yang memintanya, tuan Hendra tak akan mengizinkan mereka kembali pulang.
Sampailah mereka di dalam negri pagi itu. Kendra langsung meminta izin untuk pulang ke apartemennya. Dia tak tahu jika apartemennya sudah di jual kembali oleh sang ayah.
Setibanya di apartemen, dia di kejutkan oleh penuturan satpam bahwa dirinya bukan pemilik dari salah satu apartemen di sana.
Kendra marah besar karena ayahnya mengambil keputusan tanpa bertanya dulu kepada dirinya. Ia pun kembali kerumah utama dengan membawa kekesalan di hati.
"Kenapa papa melakukan itu?" Teriakan Kendra mengejutkan Andra yang sedang beristirahat di kamarnya.
"Kenapa? Papa berhak melakukan apapun kepada putra papa. Apa ada larangan untuk itu?" Tanya tuan Hendra dengan santai.
Tangan Kendra terkepal. "Seharusnya papa bertanya dulu kepadaku!"
Tuan Hendra menyeringai. "Untuk apa? Supaya kamu bebas membangkang kepada papa, hehh?"
Kendra sudah kesal kepada ayahnya ini. Ayahnya selalu berbuat sesuai keinginannya tanpa memperdulikan kebahagiaan putranya.
Tanpa berkata lagi, Kendra melangkah pergi keluar dari rumah besar tersebut.
Saat dirinya akan keluar dari gerbang, satpam menghentikan langkahnya.
"Tuan muda, kemarin ada gadis cantik yang kemari mencari tuan!" Tutur satpam.
Kendra berhenti untuk bertanya, "Siapa?"
"Namanya ... emm, kalau gak salah ... mar ... mar apa ya?" Satpam nampak berpikir keras.
Si tuan muda malah tersenyum karena sudah tahu siapa yang di maksud.
Gue kira elu bakal sebutin nama asli. Ternyata lu lebih pinter dari yang gue duga ... markonah
Tanpa menunggu satpan mengingat nama gadis cantik yang mencarinya, dengan cepat Kendra memacu motor sportnya keluar dari gerang rumah besar menuju jalanan beraspal.
"Tuan muda ... tunggu! Saya sudah ingat namanya." Teriak pak satpam namun Kendra sudah pergi.
"Siapa nama gadis itu?" Suara seseorang mengejutkannya.
Pak satpam menoleh ke belakang kemudian membungkuk. "Namanya markonah, tuan besar!"
Tuan Hendra mengernyitkan dahinya. "Nama yang aneh dan kampungan." Kemudian melangkah meninggalkan pak satpam.
"Namanya kampungan, tapi orangnya cakep banget. Kalau tuan besar pengen tahu!" Namun ucapan pak satpam sudah tak bisa di dengar oleh tuan Hendra karena sudah melangkah jauh.
*
Kendra memacu motor dengan kecepatan tinggi menuju rumah Ayra. Namun apa yang terjadi, dia tak menemukan Ayra. Hanya seorang lelaki paruh baya yang kasar dan mengatakan jika rumah itu bukan milik Ayra. Dia hanya pembantu di rumah itu.
Kendra sangat kesal kepada pria tua itu karena dia tak sopan dan cenderung sangat kasar. Namun, Kendra tak mau ambil pusing. Dia pun segera pergi untuk mencari si gadis bodohnya.
Seharian dia berlari kesana kemari mencari keberadaan Ayra, namun dia tak menemukannya.
Semua teman sekolah yang dekat dengan Ayra pun tak luput dari introgasi Kendra. Tapi, tak ada satupun yang tahu dimana Ayra tinggal.
Rasa lelah sudah tak di rasakan Kendra karena ia sangat ingin menemukan si gadis bodohnya. Putus asa mungkin juga tidak! Karena dia masih sangat bersemangat untuk menemukan Ayra.
Sampai Edrick dan Deo mendengar kepulangan Kendra dari Jerman. Namun mereka tak menyangka, jika sahabatnya itu tidak akan menemui mereka. Malah mencari gadis yang selalu bertengkar dengannya setiap saat.
"Dia tinggal di kontrakan sekarang." Kendra tak menyangka jika Edrick malah yang tahu keberadaan Ayra.
Setelah di jelaskan, baru Kendra mengerti apa yang sedang dialami Ayra saat ini. Hati Kendra menjadi sangat marah mendengar cerita yang di dengarnya dari kedua sahabatnya atas kabar yang di terima dari sahabat Ayra.
Tak menunggu lama, motor Kendra langsung meluncur menuju alamat tempat tinggal Ayra yang sekarang.
Ayra memang sengaja tak memberitahu semua temannya, dan dia pun meminta Edrick untuk tak memberitahu siapapun.
Saat Kendra sampai di depan sebuah rumah besar di samping warung kecil, ia pun bingung harus masuk ke pintu yang mana.
Tempat itu tak seperti sebuah kontrakan pada umumnya, karena terlihat seperti rumah pribadi.
Dia mencoba bertanya kepada seseorang apa di tempat itu ada kontrakan.
Dan kebetulan, orang yang di tanyai itu adalah si enyak. Pemilik kontrakan yang di tinggali Ayra saat ini.
Tanpa sungkan, Kendra bertanya apa ada gadis yang menyewa kamar kontrakan yang bernama Ayra?
Enyak pun membenarkannya dan mengajak Ken masuk ke dalam.
Saat enyak naik untuk memanggil Ayra, Kendra keluar untuk menerima telpon dari kakaknya yang menanyakan keberadaannya.
Cukup lama Kendra menerima panggilan dari kakaknya. Sehingga, saat Ayra turun untuk menemuinya, Kendra pun tak ada di sana dan Ayra langsung naik lagi ke atas.
Tak disangka, malah si pemilik kontrakan dan tetangga kamar Ayra yang setia menanti kedatangansi pemuda tampan yang membuat keduanya histeris.
Kendra ketakutan dengan tingkah kedua wanita tersebut yang menarik tangannya dengan paksa untuk mengikuti ke atas. Di tambah lagi, pintu kamar yang berjejer dan bertuliskan angka di depannya membuat Kendra yakin bahwa tempat ini adalah sarang tante-tante pemuas nafsu.
Tubuh Kendra gemetaran saat satuwanuta lagi datang dan membuatkan minum untuknya. Dia takut jika dirinya akan di racuni dan di buat tidur.
Saat ketakutannya memuncak, Ayra keluar dari salah satu kamar dan muncul di hadapannya membuat hati Kendra tenang.
Di peluknya dengan erat tubuh kecil Ayra saking takutnya dia terhadap ketiga wanita yang terus menempel, dan mengerumuninya seperti kumbang pada bunga.
Karena penolakkan Ayra, Kendra terpaksa berbohong dengan pingsan di kamar Ayra supaya tak diusir lagi oleh gadis itu. Walaupun sebenarnya, tubuh Kendra sudah lemah dan kelelahan karena mencari Ayra kesana kemari.
Ayra yang melihat Kendra sangat lemah pun menjadi tak tega. Karena izin dari enyak sang pemilik kontrakan, akhirnya tubuh lemah Kendra di tidurkan di kamar kontrakan Ayra. Dan Ayra pun harus merawat Kendra yang berpura-pura pingsan.
Huuuh, menyebalkan!
Semoga mama nya cepet sembuh ya kak Machan
Semangat dan sukses Machan 🥰
Kisah yang kamu tulis ini sudah sangat bagus. Semua tokohnya bahagia. Dan semoga kebahagiaan juga menaungi othornya.
Bunga-bunga untuk Bang Kend dan Ayra 🌹
Selamat Ayra - Kendra, Mela -Andra. Semoga kebahagiaan selalu menaungi kalian 🥰
juga untuk Thor nya 😍😍