Darah dibalas dengan darah begitupun nyawa dibalas dengan nyawa dan rasa sakit dibalas dengan rasa sakit.
Tak ada kata kasihan pada diri Lea Meowni,dendam yang ada pada dirinya sudah menutup mata dan hatinya untuk menerima kalau musuhnya adalah papa kandungnya sendiri.
Bagi Lea Meowni atau biasa dipanggil Meow, Air mata mamanya adalah kesakitan untuknya,siapapun yang menyakiti mamanya akan habis ditangannya termasuk papanya sendiri.
Banyak nyawa yang sudah melayang ditangan seorang Lea Meowni tapi siapa sangka demi membalaskan dendam kepada sang papa dia bisa berpura-pura menjadi cewek polos nan lugu.
Lea bertemu dengan CEO kulkas 99999999 pintu yang sangat dingin dan mau menjadi pacar bohongan dari pria itu untuk memperlancar rencananya menghancurkan papanya.
Cinta yang dulu hanya sebuah bohongan kini tumbuh nyata dihati seorang CEO KULKAS.
Bagaimana kisah mereka?
MARKICA( Mari kita baca)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENJELASAN
Ruang rawat Fano
"Kalian ini pada kemana si? lo juga Fan udah tau sakit masih klayaban aja,diem dulu ngapa." Omel Aril yang sudah menunggu Fano disitu cukup lama.
"Muka lo sepet amat Fan kaya baju belom disetrika?" ledek Reza.
"Itu kusut kak kusut." jawab Jenni.
Fano melenggang naik keatas kasurnya lalu memunggungi semua orang."
" Kumat apanya tu kakak lo Dan?"
"Biasalah kak bucin mah maunya deket mulu ama pacar,eh dimarahin dokter suruh istirahat jadi ngambek noh."
"Emang Lea tadi dateng?
" Lea dirawat disini juga,kita barusan abis dari sana." jawab Rendra.
"Emang Lea kenapa kok sampai dirawat?" tanya Aril.
"Kalian gak nonton berita apa gimana kok bisa gak tau."
"Mana sempet nonton berita,kerjaan numpuk." Jawab Reza.
"Gue juga kemaren pulang anterin Fano terus suruh nemenin papa mancing terus tadi sibuk nganterin mama belanja jadi gak sempet nonton berita lah." jawab Aril.
" Nih mending kalian lihat sendiri aja." Fanya menyerahkan hp-nya yang sudah dia bukakakan Video konferensi pers Jebi kemarin.
Reza dan Aril menonton Video itu sambil nganga.
"Gak usah nganga juga kak,ada lalet masuk tau rasa lo."
"Gimana gak nganga Dan,om Darel yang selama ini kita kenal baik kok tega banget nyelakain Lea cuma karna Zoe mencabut kontrak kerja sama."
"Tapi gue heran kenapa Jebi gak langsung menjarain Darel aja,kalau gini dia bisa kabur?"tanya Aril
"Eh Ril apa yang tadi kita lihat itu om Darel lagi kabur makanya sampai bawa koper gede sama ngumpet-ngumpet jalannya.
"Eh iya masuk akal juga."
"Kalian liat si bang*at dimana?" Fano langsung duduk dan bertanya dengan tatapan penuh kemarahan.
"Sabar Fan sabar lo lagi sakit." pinta Reza.
"Bilang sama gue lo lihat dia dimana?"
"Kita lihat dia ke salah satu mall deket Joybook."
................
"Ma,papa mana? kok papa gak ikut jagain Gita?" 2 jam lalu Gita baru saja sadar,dia dirawat dirumah sakit yang sama dengan Lea dan Fano.
"Papa lagi keluar bentar,ntar kesini lagi,kamu tidur ya biar cepet sembuh." pinta Lisa.
'Maaf sayang mama harus bohong,mama gak mau kamu kepikiran papa kamu yang sekarang jadi buronan.' Batin Lisa sambil mengelus kepala Gita agar dia cepat tidur.
"Ntar kalau papa kesini bangunin aku ya ma!"
"Iya nanti mama bangunin."
Perlahan Gita memejamkan matanya dan terlelap karna sebelumnya dia baru meminum obat yang didalamnya mengandung obat tidur.
"Semoga kamu gak ketahuan disana mas." gumam Lisa.
................
"Bos dia kabur."
"Kabur kemana? ada yang ngikutin dia kan?" tanya Zoe sambil berbisik karna Lea sedang tidur.
"Dia ke mall deket Joybook, dia ada disalah satu ruangan bawah tanah mall itu."
"Kita punya akses masuk ngak?" tanya Desi.
"Ada bu,orang kita ada yang sudah menemui pemilik mall dan meminta kunci ruangan itu."
"Bagus,pantau dia 1 minggu ini,kalau dia masih gak nyerahin diri kalian boleh seret dia tapi jangan digebugin,langsung bawa kekantor polisi aja!" perintah Desi tapi anak buahnya malah menatap Desi aneh.
Seakan mengerti arti dari tatapan dari semua orang diruangan itu,Desi menjelaskan maksud dari ucapannya barusan.
"Kalian jangan salah paham dulu,maksud saya kalau kalian gebugin dia pas dibawa kekantor polisi kalian bisa kena kasus penganiayaan."Jelas Desi agak gagap.
'Ada raut cinta yang tertutup kelamnya kebencian dimata tante.'Batin Jebi..
"Kita percaya kok tante gak usah gugup gitu." Jawab zoe
"Kita akan lakukan sesuai permintaan ibu."
"Bagus,kamu bisa pergi sekarang." Orang itu keluar kamar Lea.
"Tante kalau Darel kabur lagi gimana?" tanya Jebi.
"Kemanapun dia pergi bahkan kelubang semut juga bakal saya cari." Sekarang tatapan itu penuh kemarahan dan semua bayang masalalu pahitnya kembali lagi membuat amaran Desi tak bisa terkontrol.
" Ingin rasanya saya bunuh dia kalau saja membunuh itu bukan suatu dosa." ucap Desi lagi dan disambut seringai Jebi dan Zoe.
..........
Kembali keruangan Fano.
"Kok lo tau dia kesana?" tanya Fano
"Tadi gue dijemput Reza suruh nemenin dia makan,pas sampai didaerah rumahnya om Darel kita berhenti nungguin si Fina mau nitip barang buat adek gue dan disana gue lihat om Darel keluar dari mobil,masuk rumah ngendap-ngendap kaya maling,pas keluar bawa koper gede banget,karna penasaran kita ikutin dah,dan nyampai di Mall itu tapi pas kita masuk Mall kagak ketemu,gak tau kemana lagi dah tu orang." Jelas Aril.
"Tapi udah kita tungguin sampai sore juga gak keluar-keluar dan ah mending kita pergi aja." Tambah Reza.
" Masa ngumpet di Mall,bukannya semua orang juga udah tau siapa dia?" tanya Zidan sambil mengeryitkan jidat.
"Lo nanya gue terus gue nanya siapa?" sahut Reza.
"Kemanapun dia pergi pasti bakal ketangkep juga kok."
" Dari mana papa tau?" tanya Jenni
" Bekingan Lea itu Beyond sama Cat,koneksi mereka banyak dan sekali ada yang bikin masalah sama Cat sampai kelubang semut juga bakal dicari." Jelas Rendra.
"Cat devil? dari mana Lea kenal mereka?" tanya Aril
"Zoe itu ketua Cat dan Zoe itu sahabatnya Lea,udah pasti mereka kenal kak." jawab Zidan dan dibalas anggukan sama Aril.
" Ngeri ya,dari Tarex sampai Cat semua tunduk sama Lea." Celetuk Aril dan mendapat pukulan dari Reza.
"Ngak bukan gitu,jangan didengerin,asal ngomong doang." Ucap Aril gelagapan karna mendapat tatapan penuh tanya dari 4 orang dan tatapan tajam dari 2 orang sahabatnya.
"Maksud lo apa Ril?" tanya Jenni dengan tatapan mengintimidasi memaksa Aril untuk menjawab.
Aril yang masih mendapat tatapan tajam dari Reza dan Fano semakin gelagapan. "gak ada maksud kok,gue asal ngomong doang soalnya Cat aja tunduk apa lagi Tarex yang jelas dibawah Cat,iya gitu." jawab Aril sambil nyengir.
"Eh gue penasaran tapi apa yang Jebi lakuin ke Gita?" tanya Fano untuk mengalihkan pembicaraan.
"Oh iya tadi Jebi bilang Gita bakal ngalamin yang lebih parah dari apa yang Lea alamin,kira-kira dia diapain dan kenapa jadi Gita ikut kena."
"Apa karna Gita yang nyuruh orang jebak Lea?"tanya Reza
"Jadi yang jebak Lea itu Gita?" tanya Fano sambil mengepalkan tangan.
"Lah Fan lo gak tau emangnya?" tanya Reza heran.
"Gue cuma tau kalau Lea dijebak gitu doang."
"Kan kemaren Fano udah kita anterin pulang jadi dia mana denger."Jawab Reza
"Oh iya lupa."Jawab Aril
"Emang apaan? bukannya tadi bilang abis nganterin gue Aril mancing terus Reza kerja ya?"
" Itu setelah kita bener-bener pulang,setelah kita anterin lo kita sempet mampir makan dulu terus gue denger ada 2 orang yang dulu kerja di Club itu lagi ngobrol,intinya mereka bilang kalau yang kemaren nyuruh pemilik club jual Lea itu Gita sama Darel gitu." jelas Reza.
Tatapan semua orang seperti tak menyangka,Darel dan Gita yang selama ini mereka kenal baik ternyata punya hati busuk.
"Bang*at." Tangan Fano menggenggam kencang,matanya merah menunjukkan kemarahan disana.
"Nahkan busuknya kebongkar."
" kak,jangan bilang kakak selama ini cuma pura-pura suka sama Gita?" tanya Zidan pada Jenni dan dijawab dengan senyum miring sembari dia duduk di sofa sambil memakan buah.
"Untung papa gak setuju Fano dijodohin sama Gita."
"Kalau dulu setuju mah langsung papa putusin ma,buat apa melihara cewek berhati busuk kaya dia."
"Melihara dong." ucap Aril.
Mereka melanjutkann obrolan santai sambil bercanda ria tapi tidak dengan Fano,dia masih memikirkan semua yang terjadi dan bagaimana dia bisa jagain Lea pastinya.
.........
"Aman gue disini,gak akan ada yang tau ada ruangan kaya gini dibawah tanah Mall."
Darel merasa bebas dan sudah lepas dari kejaran anak Cat,dia tak tau kalau orang Cat ada diatas ruangan itu memantau dia dari jauh,mereka siap kapan aja meringkuk Darel sesuai perintah dari Desi dan Meow cuma sepertinya 2 orang wanita itu ingin membuat Darel bahagia dulu baru nanti akan di jatuhkan sejatuh-jatuhnya.
.......
2 hari kemudian
Fano sudah diperbolehkan pulang dan sekarang dia sedang mengajak Lea jalan-jalan ditaman rumah sakit.
Fano mendorong kursi roda Meow sambil bercerita pengalaman konyolnya saat kecil,begitu juga dengan Lea yang menceritakan kenakalan dia dan 2 sahabatnya dulu.
Mereka berhenti didekat air mancur,menatap matahari yang mulai tenggelam dengan sangat indah.
" Fano,mataharinya indah banget ya?" tanya Lea sambil masih menatap matahari yang semakin menghilang.
Fano tak menjawab bahkan mungkin dia tak mendengar pertanyaan Lea karna dia sibuk memandang wajah Lea sambil terus tersenyum.
"Cantik." Gumam Fano.
" Apa Fan? kamu ngomong apa?"
"Eh ngak,gpp kok."Seperti maling yang tertangkap masa,begitulah keadaan Fano,gelagapan ngak karuan.
Benih cinta itu dateng sangat cepat dihati Fano padahal sebelumnya dia sangat susah melupakan Zalea sang mantan kekasih yang sudah meninggal,tapi benih cinta itu tidak terlihat tumbuh dihati Lea,dia masih nyaman dengan kejombloannya.
'Gue bakal perjuangin lo biar bisa gue milikin lo seutuhnya.' batin Fano penuh semangat.
...BERSAMBUNG...
...Jangan lupa komen,like san kasi dukungan pena ya...
...Papay,salam pena...
tapi jangan pakai saya kamu kesannya kaku
saran aja sich✌️