Kisah cerita Cinta Dua Alam dimulai ketika Ana menemukan sebuah botol yang didalamnya terdapat tulisan Arab seperti ukiran Jawa berpadu padan dengan bahasa Arab. Tanpa Ana sadari bawah didalam botol itu ada jin yang selama ini disembah orang tua Ana, tanpa sepengetahuan Ana. Glen adalah jin yang ada di botol yang ditemukan Ana. Ana dan Glen saling jatuh cinta.
Glen makhluk gaib yang sangat mencintai Ana sehingga siapapun laki laki yang mendekati nya akan mati.
Ana sering disiksa Glen jika ada laki laki yang mendekati Ana. Ana dibanting, dicakar, dicekik bahkan dilempar keluar jendela hingga Ana mengalami patah tulang yang cukup parah.
Ana tidak boleh menikah jika menikah laki laki yang dinikahi Ana akan mati. itu janji Glen pada Ana tapi Ana tidak pernah memperdulikan Glen.
Ana 2 kali menikah dengan dokter dan kepala desa dan Glen membunuh semua suami Ana dengan caranya.
yuk baca selengkapnya di cinta dua alam
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dini Sulistyowati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 22
Sesampainya dirumah, Ana langsung mengambil makanan dan membawanya kekamar, Glen hanya mengikuti Ana dari belakang.
"Glen kamu tidak makan" Ucap Ana
"Tidak Ana" Ucap Glen
"Kenapa?" Ucap Ana
"Hanya dengan melihatmu, sudah cukup membuatku kenyang" Ucap Glen
"Ha ha dasar" Ucap Ana
Diluar kamar, Ibunya Ana mendengar Ana tertawa sangat kencang, Ibu Ana pun bertanya kepada Ana.
"Ana, kamu tertawa dengan siapa?" Ucap Ibunya Ana
"Tidak siapa-siapa Bu, aku hanya sedang menelepon" Ucap Ana berbohong
"Oh, ya sudah kamu jangan banyak gerak-gerak dulu ya Nak, tulang mu masih belum sembuh total loh" Ucap Ibunya Ana.
"Iya Bu" Ucap Ana didalam kamar
"Ana, apa Ayahmu sudah pulang?" Ucap Ibunya Ana
"Ana tidak tau Bu, Ana juga baru sampai" Ucap Ana
"Oh ya sudah, kalau gitu Ibu pergi mengantar cucian dulu ya Nak" Ucap Ibunya Ana.
"Jangan lama-lama ya Bu" Ucap Ana sambil mengunyah makanannya
"Iya, Ana kamu makan dikamar lagi?" Ucap Ibunya Ana
"Iya Bu, maaf aku lupa" Ucap Ana
"Ana, tidak boleh makan dikamar Nak, pamali" Ucap Ibunya Ana
"Iya Bu, besok enggak lagi" Ucap Ana
"Ana, pintunya Ibu kunci dari luar ya, kalau kamu mau keluar lewat pintu belakang saja" Ucap Ibunya Ana
"Iya Bu" Ucap Ana
Ibu Ana pun pergi, Ayah Ana masih di sawah, Ana dan Glen masih didalam dikamar Ana, Glen terus memandangi Ana sembari sesekali Glen mengelus rambut Ana.
"Glen aku cuci tangan dulu ya, nanti kita lanjutkan" Ucap Ana sambil berjalan keluar kamar.
"Apa sudah selesai?" teriak Glen dari dalam kamar
"Sebentar masih minum" teriak Ana dari dapur
"Sayang" Ucap Glen memeluk Ana dari belakang
"Glen, aku sedang minum" Ucap Ana
"Sayang, maafkan aku ya, maukah kamu memulainya lagi denganku" Ucap Glen
"Glen.." Ucap Ana
Ana ingin menjelaskan bahwa mereka tidak mungkin bisa bersatu, namun Ana tidak sanggup merusak momen itu, karena Ana sebenarnya juga sangat rindu dengan belaian lembut Glen.
"Iya sayang" Ucap Ana sambil mencium bibir Glen dan melingkarkan tangannya dileher Glen.
"Ana.." Ucap Glen sambil melingkarkan tangannya di pinggang Ana.
"Glen..." Ucap Ana
"Ana, aku akan mencoba lembut kepadamu" Ucap Glen mengangkat Ana keatas meja dapur.
"Baiklah Glen, lakukanlah" Ucap Ana
"Ana, aku seperti menemukan sumber air di gurun pasir" Ucap Glen
"Glen, apa kamu senang"bUcap Ana
"Iya sayang, nikmatilah" Ucap Glen
Sore itu Ana dan Glen melakukannya di dapur, semua sendok dan garpu pun ikut bergoyang, seakan mereka mengiringi Ana dan Glen memadu cinta.
"Awas piringnya!" Ucap Ana sambil memegangi piring dipinggir meja
" Tidak apa-apa Ana" Ucap Glen
"Glen...Glen....Glen..." Ucap Ana
"Iya Ana sayang" Ucap Ana
"Glen... jangan berhenti" Ucap Ana
"Iya, tapi Aku akan coba pindah posisi" Ucap Glen
"Baiklah Glen, ayo kekamar ku saja" Ucap Ana
"Baiklah" Ucap Glen
Dan mereka pun melakukannya dari jam 17:45 sampai jam 20:45.
Hari sudah mulai gelap, Jam sudah menunjukkan pukul 18:45 artinya Ayah dan Ibunya Ana sudah kembali, Ibu Ana menyiapkan makanan untuk Ayah Ana, namun Ibu Ana tidak sengaja menemukan pakaian dalam Ana dibawah meja dapur.
"Ana ini kebiasaan kalau mau taruh baju kotor, pasti lupa" Ucap Ibunya Ana dalam hatinya
"Ana..." Ucap Ibunya Ana dari dapur
"Iya Bu, ada apa" Ucap Ana dari dalam kamar
"Kamu sudah mandi?" Ucap Ibunya Ana
"Belum Bu" Ucap Ana
"Ya sudah biar Ayahmu yang mandi dulu, baru kemudian kamu" Ucap Ibunya Ana
"Iya Bu" Ucap Ana
Kamar mandi dirumah Ana hanya ada satu didekat dapur, keluarga Ana memang miskin namun hidup mereka selalu cukup, ya karena keluarga Ana mempunyai beberapa Kambing pemberian Neneknya begitupun dengan mobil kecil milik Ana yang diberikan oleh Neneknya.
"Ana, apa kamu tidak akan keluar dari kamar" Ucap Ibunya Ana
"Glen, berhentilah dulu" Ucap Ana berbisik pelan kepada Glen
"Lanjutin saja sayang, aku belum..." Ucap Glen tapi terpotong oleh Ana
"Huss.. sebentar Glen, aku jawab Ibuku dulu" Ucap Ana
"Sebentar Bu, Ana masih sibuk membereskan buku-buku" Ucap Ana
"Ana, kamu sudah libur sekolah kan, tinggal tunggu pengumuman kelulusan ya kan, jadi kamu liburan kemana kali ini?"bUcap Ibunya Ana
"Entahlah Bu" Ucap Ana
"Oh, kalau begitu Ibu pergi ke dapur" Ucap Ibunya Ana
"Iya Bu" Ucap Ana
Ana dan Glen seperti tidak kenal lelah mereka terus menikmati hari itu dengan indah, hingga waktu menunjukkan pukul 20:14 Ana masih belum keluar juga dari kamarnya, Ana terus menikmati malam itu, malam dimana Glen bersamanya.
"Glen, aku senang jika kamu seperti ini" Ucap Ana
"Hmmm" Ucap Glen
"Glen, suatu saat jika kita tidak bisa bersama, kuharap kamu akan mengerti"bUcap Ana
"Apa maksudmu" Ucap Glen menghentikan permainannya
"Glen, sungguh kita tidak bisa terus seperti ini, Glen" Ucap Ana
"Ana, jangan pernah kamu berpikir aku akan melepaskan mu, bahkan sampai kau mati aku tetap tidak akan melepaskan mu!" Ucap Glen sambil mencengkram kaki Ana
"Auuhh sakit Glen" Ucap Ana kesakitan
"Apa kamu memang sengaja mau meninggalkan aku!" Ucap Glen
"Glen, jangan Glen, hentikan Glen" Ucap Ana
"Tidak akan ku henti kan, akan ku buat kamu tidak bisa melupakanku, lihat saja!" Ucap Glen
"Auuhh Glenn, sakit Glenn" Ucap Ana dengan suara lirih
"Benihku sudah ada pada rahimmu, lihat saja tidak akan lama lagi kamu akan mempunyai Anak dariku" Ucap Glen
"Glen, apa maksudmu, hentikan, aku sudah tidak menikmatinya lagi" Ucap Ana
"Baiklah" Ucap Glen
"Glen, kenapa kamu seperti ini lagi" Ucap Ana
"Ana dengarkan aku, aku tidak akan mengulangi ucapan ku lagi, dengar baik-baik siapapun laki-laki yang dekat denganmu, dia akan mati" Ucap Glen
"Glen, apa maksudmu, kamu jangan menghancurkan hidupku" Ucap Ana
Hari itu adalah awal dari sumpah Glen terhadap Ana, Ana tidak pernah menganggap apa yang diucapkan Glen akan terjadi, hingga suatu malam, 5 hari setelah Ana memadu asmara dengan Glen, Ana merasa perutnya sangat sakti dan Ana merasa dia seperti mengalami kram perut, Ana saat itu sedang dirumah Ica sahabatnya, ya mereka sedang membicarakan rencana tentang liburan bersama, Ana sangat kesakitan malam itu, Ana berkeringat dan menangis.
"Ca, aku nggak kuat Ca, tolong ca" Ucap Ana
"Kamu kenapa An?" Ucap Ica khawatir
"Ca, panggilkan Ahmad Ca, panggilkan" Ucap Ana
"Iya An sebentar, sayang coba kamu ambilkan hp ku dikamar"bUcap Ica kepada Reno
"Nih sayang" Ucap Reno memberikan hp Ica
Ica pun segera menelepon Ahmad dan meminta Ahmad untuk datang, setelah mendengar kabar dari Ica, Ahmad langsung menuju rumah Ica, Ahmad datang dengan cepat.
"Sayang, aku tidak kuat" Ucap Ana merintih kesakitan
"Kamu kenapa sayang" Ucap Ahmad memeluk Ana
"Sayang, antar kan aku pulang" Ucap Ana
"Baiklah, ayo kita pulang sayang" Ucap Ahmad
Ahmad segera membawa Ana pergi, setelah beberapa menit Ana kesakitan akhirnya rasa sakit itu redah, ditengah jalan Ana tiba-tiba seperti kerasukan, Ana berubah menjadi wanita ganas, dua mencium bibir Ahmad dan duduk dipangkuan Ahmad, Ahmad sangat terkejut, bahkan dia langsung menghentikan laju mobilnya.
"Ana, kamu kenapa seperti ini" Ucap Ahmad
"Nikmati saja" Ucap Ana terus menciumi seluruh tubuh Ahmad
"Ana, berhentilah, aku sedang menyetir" Ucap Ahmad sambil mencoba melepaskan kepala Ana dari lehernya.
"Sayang, buka bajumu" Ucap Ana
"Ana, heeh jangan disini" Ucap Ahmad
Ana menarik tangan Ahmad dan memaksa Ahmad untuk membuka pakaiannya, malam itu Ahmad terpaksa menuruti kemauan Ana, Ana mengajak Ahmad untuk berhenti dipinggir jalan disebuah gubuk di persawahan, ya di desa memang banyak ditemui gubuk-gubuk disepanjang jalan persawahan.
"Ana..." Ucap Ahmad
"Bagaimana, apa kamu menyukainya" Ucap Ana
"Hmmm" Ucap Ahmad
Beberapa menit berlalu begitu cepat, Ana dan Ahmad belum juga menyelesaikannya urusannya, Ana membisikkan sesuatu kepada Ahmad yang membuat Ahmad sangat terkejut.
"Sayang, hamil lah aku, cepat!" Ucap Ana
"Ana, apa maksudmu" Ucap Ahmad melepaskan badannya dari Ana.
"Kumohon, cepatlah, tidak ada waktu, cepatlah!" Ucap Ana terus merayu Ahmad.
"Jika kamu tidak mau, aku tidak akan menemui mu lagi" Ucap Ana mengancam Ahmad.
"Ana, sabarlah, tunggu hasil kelulusan mu beberapa Minggu lagi" Ucap Ahmad
"Tidak, tidak ada waktu" Ucap Ana
Malam itu Ahmad tidak ada pilihan selain menuruti permintaan Ana dan Ahmad pun melakukannya.
bersambung....
walaupun ceritanya pendek tp ada hal yg bisa kita ambil adalah ga ada satu kekuatan pun yg bisa melewati kekuatan dan kebesaran Allah swt