NovelToon NovelToon
CLBK Couples

CLBK Couples

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ichageul

Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan

Kisah cinta tiga pasangan yang harus kandas namun belum sepenuhnya usai.

Kisah cinta Regan dan Sarah sampai di pernikahan. Keduanya hidup bahagia sampai ujian datang menerpa rumah tangganya. Mereka terpaksa berpisah saat kehilangan anak tercinta dengan cara yang tragis.

Irzal dan Poppy dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Di saat cinta mulai tumbuh, masalah datang menerpa. Seseorang dari masa lalu memporak porandakan biduk rumah tangga yang baru seumur jagung.

Berawal dari sebuah permainan. Rasa cinta antara Ega dan Alea mulai tumbuh. Sejarah kelam dan permusuhan orang tua membuat keduanya harus terpisah.

Sekian lama berpisah, ketiga pasangan ini bertemu kembali. Takdir mempertemukan mereka semua terhubung dalam ikatan yang sulit dijelaskan. Akankah mereka dapat bersatu kembali dengan orang yang dicintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Complicated Couple (14) Siapa Dia?

April 2014

Poppy duduk terdiam di sofa, belakangan ini otaknya tak pernah berhenti memikirkan Della. Hatinya gundah setiap kali memikirkannya. Dia bingung harus bagaimana. Di satu sisi ingin mendapat kejelasan tentang Della dari Irzal. Tapi di sisi lain dia juga takut mendengar kebenarannya.

Rena mengetuk pintu kamar sambil memanggil Poppy namun tak ada jawaban. Dia membuka pintu kamar lalu masuk ke dalam, mencari Poppy. terlihat Poppy sedang duduk di balkon. Rena langsung menghampiri.

“Kak Poppy,” panggil Rena.

Poppy terkejut. Saat menoleh dia melihat Rena sudah ada di belakangnya.

“Lagi ngelamun ya, pantesan dari tadi Rena panggil diem aja.”

“Oh.. ada apa Ren?”

“Bantuin aku ngerjain PR dong kak,” pinta Rena dengan wajah memelas.

“Boleh,” jawab Poppy sambil tersenyum. Dia lalu berdiri lalu berjalan menuju kamar Rena sambil merangkulnya.

Poppy membantu Rena mengerjakan PR matematika. Beberapa kali dia salah memberi pengarahan karena tidak bisa berkonsentarsi. Rena melihat kakak iparnya ini, ada yang aneh dengannya akhir-akhir ini. Setelah beberapa kali mengganti-ganti jawaban, akhirnya PR Rena selesai. Rena menutup bukunya, lalu dengan cepat menyiapkan buku pelajaran untuk besok. Dia penasaran ingin mencari tahu penyebab kegalauan Poppy.

“Kak.. kakak lagi berantem sama kak Irzal?” tanya Rena begitu selesai membereskan buku.

“Ngga.. emangnya kenapa?”

“Belakangan ini kak Poppy tuh aneh, sering bengong, suka ga fokus kalau diajak ngomong.”

Poppy terdiam, Rena sepertinya tahu ada yang dipikirkannya belakangan ini.

“Tuh kan bengong lagi, ada apa sih kak?”

Poppy memandang Rena sejenak. Dia memutuskan untuk mencari tahu jawaban atas pertanyaannya tentang Della dari Rena.

“Ren, kamu tahu Della ga?” tanya Poppy ragu-ragu. Rena terkejut bagaimana Poppy tahu soal Della.

“Kak Poppy tau Della dari siapa?” pertanyaan Rena barusan semakin menegaskan kalau memang ada sesuatu antara Irzal dan Della.

“Waktu kak Poppy sama kak Irzal jalan-jalan ngga sengaja ketemu dia” jelas Poppy.

“Oh my God.. terus kak Poppy udah tanya ke kak Irzal siapa Della?” Poppy hanya menjawab dengan anggukan.

“Kak Irzal bilang apa?”

“Temen. Tapi kakak merasa kalau ada sesuatu di antara mereka. Sebenernya Della itu siapa sih?” Rena terdiam, dia ragu apakah harus menceritakan tentang Della pada Poppy.

“Ren.. ayo dong jangan bikin kakak penasaran.”

“Tapi kak Poppy janji ya, jangan bilang sama kak Irzal kalau Rena kasih tau.”

Poppy mengangguk cepat, hatinya berdebar menunggu penjelasan Rena.

“Kak Della tuh mantannya kak Irzal.”

Lemas tubuh Poppy mendengar jawaban Rena. Benar kecurigaannya selama ini, ada sesuatu di antara mereka berdua.

“Sebenernya ngga bisa disebut mantan juga, karena mereka ngga pernah pacaran. Kak Irzal tuh anti sama yang namanya pacaran. Pertama kali kak Irzal ketemu kak Della waktu yayasan ngadain baksos. Rena tahu karena ikut bantuin. Kak Dela jadi relawan yang bantu menyalurkan bantuan dari pihak sponsor. Dia tuh emang cantik, ramah dan sopan, banyak yang seneng sama dia, termasuk kak Irzal. Cuma ngga tau kenapa Rena ngga suka sama dia. Rena ngerasa dia fake aja, pura-pura baik karena mau deketin kak Irzal.”

Rena terdiam, melihat ke arah Poppy sebentar lalu melanjutkan ceritanya.

“Abis baksos mereka sering kontakan. Pernah mereka jalan bareng dan kak Irzal ngajak Rena. Ih nyebelin banget deh kak, pas kita jalan bareng dia pengennya ada di tengah mulu, dia ngga mau Rena deket-deket kak Irzal, duduk juga gitu. Kak Irzal ngga boleh di tengah, di pikirannya Rena tuh saingan dia kali.”

“Kok gitu sih?” kali ini Poppy mengomentari.

“Tau, nyebelin kan. Nah terus kak Irzal ngajak dia ke rumah, dikenalin sama abi juga ummi. Kak Poppy tau sendiri kan ummi kaya gimana, kalau dia seneng sama seseorang pasti baik banget kaya ke kak Poppy, tapi kalau ngga, judesnya kumat deh. Ummi tuh ngga suka sama kak Della, kalau abi sih woles, ngga banyak ngomong. Tiga bulan kenal kak Della, kak Irzal langsung ngomong ke ummi dan abi mau ngelamar kak Della. Ummi kaget dong dan langsung nolak. Ummi denger ada yang bilang kalau kak Della itu pecandu narkoba dan sering bolak balik masuk panti rehabilitasi, tapi kak Irzal ngga percaya dan tetep keukeuh mau nikah sama kak Della.”

Setengah nyawa Poppy serasa melayang mendengar cerita Rena. Segitu spesialnya Della di mata Irzal sampai dia ingin segera menikahinya.

“Dengan berat hati akhirnya ummi setuju. Kak Irzal ngajak lagi kak Della ke rumah dan ngomong langsung ke kak Della kalau dia serius ngajak kak Della nikah di depan abi dan ummi, dan nanya kapan kak Irzal bisa ngelamar ke keluarga kak Della secara resmi. Tapi emang dasar doa ibu tuh mujarab ya kak. Tiga hari setelah kak Irzal ngelamar, tiba-tiba kak Della ngilang tanpa kabar. Kak Irzal udah cari kemana-mana tapi ngga ketemu. Ke rumahnya ngga ada, ke temen-temennya ngga ada yang tau, kaya hilang ditelan di bumi, seperti jin masuk ke lampu ajaib gitu, ngga ada jejaknya”

“Habis itu kak Irzal gimana?”

“Ya udah pasrah, kecewa pasti tapi mau gimana lagi, orangnya ngga ketemu juga, kak Irzal nyerah. Semenjak itu kak Irzal ngga pernah bawa perempuan ke rumah atau ngenalin perempuan lain ke ummi sampai akhirnya ummi ngejodohin kak Irzal sama kak Poppy dan kalian nikah.”

Poppy menghela nafasnya, terjawab sudah teka-teki sosok Della yang selama ini menghantui pikirannya.

“Makasih ya Ren udah kasih tau kakak.”

“Sama-sama, tapi inget ya kak jangan bilang ke kak Irzal. Nanti abis kuping Rena dijewer sama dia.”

“Iya tenang aja,” setelah itu Poppy keluar dari kamar Rena dan masuk ke dalam kamarnya.

Sudah jam sembilan malam, tapi Irzal belum pulang juga. Poppy duduk menyender di kasur, pikirannya masih melayang pada cerita Rena tadi. Mereka berpisah secara tiba-tiba saat Irzal sudah melamarnya, bukan tidak mungkin Irzal masih memendam perasaan pada Della.

Poppy mulai berpikir yang bukan-bukan. Bagaimana kalau sikap Irzal selama ini padanya karena ummi yang menyuruhnya. Bagaimana kalau dia melakukan itu hanya karena kewajiban dia sebagai seorang suami tanpa dilandasi rasa sayang dan cinta. Atau bisa juga karena rasa kasihan. Poppy semakin resah, dadanya terasa sesak.

Jam sepuluh malam Irzal sampai di rumah. Hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan. Tubuhnya benar-benar lelah. Irzal masuk ke dalam kamar, melihat Poppy sudah tertidur. Setelah membersihkan diri dan mengganti baju dia naik ke atas ranjang. Dia melihat Poppy yang tidur membelakanginya.

Sebenarnya Poppy hanya berpura-pura tidur, sedikit pun dia tak dapat memejamkan matanya. Pikiran dan hatinya terus saja dihantui ketakutan. Takut kalau Irzal akan kembali pada cinta lamanya, Della.

Irzal mematikan lampu, lalu berbaring di samping Poppy. Tangannya meraih pinggang Poppy lalu memeluknya dari belakang, merapatkan tubuhnya pada istrinya. Kemudian memejamkan matanya. Poppy merasakan kehangatan dalam pelukan Irzal, dalam hatinya berdoa.

Ya Allah tolong lindungi pernikahan kami. Aku ngga mau kehilangan dia. Ijinkan dia menjadi imamku seumur hidupku.

Seiring dengan doanya dalam hati, airmatanya mengalir membasahi pipinya.

❤️❤️❤️

Irzal baru saja selesai mandi. Poppy sudah menyiapkan pakaian kerjanya di atas kasur. Dengan cepat dia mengenakan pakaiannya, lalu menyisir rambutnya. Poppy masuk ke dalam kamar dan langsung menghampiri. Dia membetulkan kerah kemeja Irzal.

“A, kalau Della itu siapa?” tanya Poppy sambil merapihkan pakaian Irzal. Dia berusaha sesantai mungkin bertanya tentang Della.

Irzal terkejut mendengarnya, tak menyangka Poppy masih mengingatnya. Padahal itu sudah beberapa minggu yang lalu. Poppy melihat ke arah suaminya, menunggu jawaban darinya.

“Kan aku udah bilang, temen. Kenapa?”

“Ngga apa-apa, penasaran aja, kok kayanya beda aja dari cara aa melihat dia.”

“Kamu cemburu ya,” Irzal berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Kalau iya kenapa? Ngga boleh?”

Irzal tertawa, dia senang melihat istrinya cemburu seperti ini. Dia menarik Poppy dalam pelukannya kemudian berbisik di telinganya.

“Cemburu boleh aja tapi jangan berlebihan sayang,” lalu mencium pipinya.

“Bener cuma temen? Ngga ada hubungan spesial?” Poppy kembali mendesak. Irzal menghela nafas.

“Seumur hidup, aku ngga pernah pacaran sama perempuan manapun.”

“Kalau ta’aruf pernah kan?”

Irzal terdiam, menatap penuh curiga pada Poppy. Jangan-jangan istrinya sudah tahu soal Della.

“Sebenernya kamu kenapa sih? Pagi-pagi udah ngebahas soal Della. Aku udah pusing dengan urusan kantor sekarang ditambah kamu yang seperti ini.”

“Aku cuma pengen tau soal Della aja. Apa susahnya sih aa jawab.”

“Aku udah bilang kalau dia cuma temen tapi kamu tetep ngga percaya. Terus kamu mau jawaban yang seperti apa?”

“Aku mau jawaban jujur. Apa bener dia cuma sekedar teman atau ada sesuatu yang lain?”

“Kamu tuh menanyakan sesuatu yang ngga penting.”

“Kenapa sih aa selalu menghindar. Aa selalu mengalihkan pembicaraan setiap aku tanya soal Della. Jawaban aa yang seperti ini yang bikin aku tambah curiga kalau memang ada sesuatu di antara kalian.”

Irzal tidak mau melanjutkan lagi perdebatan. Segera menuju meja kerjanya lalu mengambil tas kerjanya, kemudian beranjak pergi. Poppy yang belum merasa selesai dengan pembicaraan ini menahannya kembali.

“Ini terakhir kalinya aku tanya ke aa, Della itu siapa. Aku bisa aja ke tanya ummi atau Rena, tapi aku mau dengar jawaban langsung dari aa.”

“Della itu teman aku, dan dulu aku emang pernah punya niatan untuk menikahinya. Puas kamu sekarang!”

Setelah itu Irzal langsung keluar kamar. Dengan kesal dia menuruni anak tangga. Ummi yang melihat Irzal terburu-buru pergi memanggilnya.

“Zal, sarapan dulu.”

“Nanti aja ummi di kantor, assalamu’alaikum,” jawab Irzal tanpa menoleh atau bersalaman dengan ummi.

Rena yang melihat sikap Irzal langsung bisa menebak kalau mereka habis bertengkar dan pasti gara-gara Della. Tanpa sadar Rena menepuk-nepuk mulutnya, menyesali kenapa menceritakan soal Della pada Poppy. Ummi yang melihat kelakuan Rena langsung menyadari kalau telah terjadi sesuatu.

“Eh kamu pasti tahu kan, ayo cerita ke ummi.”

“Ngga.. ngga tau.”

“Ya udah.. kalau ngga mau kasih tau, berarti tiket nonton Afgan batal,” ancam ummi.

Rena terdiam. Dia paling sebel kalau sudah di posisi seperti ini karena pasti ujung-ujungnya pasti bakalan buka mulut, demi melihat Afgan.

“Kemarin kak Poppy nanya ke Rena soal Della,” ummi terkejut. Bagaimana nama yang sudah ingin dia buang jauh-jauh dari keluarga ini muncul kembali.

“Poppy tau darimana soal Della?”

Rena pun menceritakan pada ummi pembicaraannya kemarin dengan Poppy. Pertemuan tak sengaja mereka dengan Della dan kecurigaan Poppy soal Della sampai akhirnya dia yang menceritakan pada Poppy siapa Della. Ummi gemas pada Rena, dia langsung menjewer telinga Rena.

“Kamu juga ngapain kasih tau.”

“Aduh sakit ummi.. aku tuh ngga tega lihat kak Poppy makanya aku cerita. Lagian udah ngga penting juga, kak Irzal kan sekarang udah nikah sama kak Poppy,” Rena mengelus-elus telinganya.

“Kamu masih kecil mana ngerti,” ummi tak meneruskan ucapannya saat melihat Poppy masuk ke ruang makan.

“A Irzal udah berangkat kerja ummi?” tanya Poppy yang tak melihat Irzal di ruang makan.

“Iya, katanya mau sarapan di kantor. Biasa Pop, kalau lagi sibuk di kantornya Irzal emang jarang sarapan di rumah,” ummi mencoba untuk bersikap biasa dan berpura-pura tidak mengetahui pertengkaran mereka.

Rena yang telah menghabiskan sarapannya segera pamit ke sekolah. Merasa tak enak hati sudah menyebabkan pertengkaran antara Irzal dan Poppy. Seperginya Rena, ummi membereskan meja makan, Poppy pun ikut membantu.

“Eh kamu ngga mau sarapan?”

“Nanti aja ummi,” pertengkarannya dengan Irzal tadi membuatnya kehilangan selera makan.

Poppy membawa piring dan gelas bekas sarapan ke dapur lalu mencucinya. Ummi pun menyusul ke dapur, dia akan menyiapkan bahan masakan. Sesekali ummi melihat pada Poppy, wajahnya terlihat sedih. Ummi sebenarnya penasaran dan ingin berbicara dengannya. Tapi dia juga tidak mau disebut mertua yang selalu ikut campur urusan rumah tangga anaknya. Ummi pun memilih untuk diam.

Selesai mencuci piring, Poppy menghampiri ummi dan membantunya menyiapkan bahan masakan untuk makan siang nanti. Sejenak dia melihat ke arah mertuanya.

“Ummi.”

“Ya.”

“Hmm… aku boleh tanya sesuatu ngga?”

“Soal apa?”

“Ummi tahu Della?” tanya Poppy dengan suara pelan. Ummi terdiam, melihat Poppy sebentar.

“Apa yang kamu mau tahu?”

“Hubungan Della dengan a Irzal.”

“Soal Irzal pernah melamar Della, itu yang kamu mau tahu?”

Poppy terdiam, sepertinya ummi sudah tahu arah pembicaraannya. Ummi menghentikan pekerjaannya, melihat pada Poppy lalu memegang tangannya.

“Irzal memang pernah melamar Della di depan ummi dan abi. Tapi dia belum melamar secara resmi ke orang tua Della, karena entah mengapa dia tiba-tiba menghilang. Jujur ummi bersyukur dia pergi dari kehidupan Irzal, karena ummi ngga suka sama dia dan ummi yakin dia bukan perempuan baik-baik . Bagi ummi satu-satunya perempuan yang pantas mendampingi Irzal ya cuma kamu. Bukan karena kamu anaknya sahabat almarhum abi, tapi karena memang kamu anak yang baik.”

Poppy hanya diam, ummi kembali melanjutkan.

“Ummi mengerti perasaan kamu. Kalian menikah karena perjodohan yang kami atur, ditambah sikap Irzal yang acuh dan dingin mungkin membuat kamu bertanya-tanya dan khawatir. Della memang pernah singgah dalam kehidupan Irzal tapi kamu adalah pelabuhan terakhirnya. Dari cara Irzal melihat kamu, ummi sudah tahu kalau perasaan sayang dan cintanya tulus bukan karena paksaan apalagi pura-pura.”

Poppy melihat ummi, mendengar ucapan ummi hatinya menjadi tenang sekaligus merasa bersalah pada suaminya.

Ya Allah aku sudah menjadi istri durhaka, membuat suamiku pergi kerja dalam keadaan marah, astaghfirullahaladzim…

“Pop.. malah melamun.”

Ucapan ummi membuyarkan lamunan Poppy.

“Makasih ya ummi. A Irzal marah karena kecurigaan aku yang berlebihan.”

“Suami istri bertengkar itu hal biasa, sesudah bertengkar pasti tambah mesra.”

Memerah wajah Poppy mendengar ucapan ummi kali ini.

“Irzal itu kelihatannya aja dingin, cuek, tapi sebenernya hatinya gampang luluh, kalau bahasanya Rena, mellow.”

Poppy tertawa, adik iparnya memang ajaib, selain banyak akalnya dia juga sering menciptakan kosa kata baru yang jarang ditemukan di kamus. Perbincangan mereka pun berlanjut. Ummi menceritakan tentang masa kecil Irzal, bagaimana Poppy dulu selalu mengikuti Irzal kalau mereka sedang berlibur di Bogor.

Perbincangan ummi dan Poppy terhenti saat ada panggilan masuk ke ponsel Poppy. Dia meminta ijin pada ummi untuk mengangkat ponselnya. Setelah berbicara beberapa saat, dia kembali menghampiri ummi.

“Ummi.. aku mau ke kampus, barusan dosen pembimbing yang telpon. Katanya aku bisa langsung lanjutin skripsi,” ujar Poppy senang.

“Alhamdulillah.. ummi doain semuanya lancar.”

“Aamiin,” sambung Poppy.

“Tapi kamu harus ijin dulu sama Irzal ya.”

“Iya ummi.. aku siap-siap dulu ya ummi,” ummi mengangguk. Poppy bergegas naik ke kamarnya.

Selesai berdandan dia memasukkan laptopnya ke dalam tas, setelah itu mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Irzal.

A, aku ke kampus dulu ya, mau ketemu dosen pembimbing.

Poppy duduk terdiam menunggu jawaban dari Irzal, tak lama pesan balasan masuk. Dia hanya membalas singkat. Walaupun sedikit kecewa namun Poppy menghibur diri mungkin Irzal sedang sibuk. Dia pun mengambil tasnya dan keluar kamar. Sesampainya di bawah dia langsung berpamitan pada ummi dan berangkat ke kampusnya.

❤️❤️❤️

Jarak rumah ummi ke kampusnya lumayan jauh, memakan waktu satu setengah jam. Sesampainya di kampus dia langsung menemui bu Yanti, dosen pembimbingnya. Bu Yanti baru saja selesai membimbing salah satu mahasiswanya ketika Poppy masuk ke dalam ruangan.

“Assalamu’alaikum.”

“Waalaikumsalam.. ya ampun Poppy,” bu Yanti menyambut Poppy dengan hangat. Dia senang mahasiswinya yang telah lama mengambil cuti akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan kuliahnya.

Cukup lama Poppy dan bu Yanti berbincang. Mereka tidak hanya berbicara tentang kelanjutan skripsi Poppy tetapi hal lain juga. Poppy menceritakan kegiatannya selama cuti, termasuk pernikahannya dengan Irzal.

“Wah selamat ya Poppy kamu sudah menikah. Tapi ibu kecewa kenapa ngga diundang.”

“Maaf ya bu, pernikahannya mendadak jadi ya ngga kepikiran mau ngundang siapa.”

“Ngga pa pa, ibu ikut bahagia. Oh ya suami kamu setuju kamu beresin kuliah?”

“Iya bu, malah dia yang minta aku beresin kuliah.”

“Bagus dong, karena didukung sama suami makanya kamu harus semangat. Ibu pasti akan bantu kamu.”

“Makasih ya bu.”

Selesai berkonsultasi dengan bu Yanti, Poppy pamit pulang. Mendengar apa yang dikatakan dosennya tadi, dia menjadi semakin bersemangat menyelesaikan skripsinya. Poppy melihat jam tangannya, sudah jam 12 siang. Adzan dzuhur terdengar dari masjid kampus. Dia bergegas menuju masjid.

Selesai menunaikan shalat dzuhur Poppy memutuskan untuk mengunjungi kantor Irzal. Poppy berjalan menuju halte busway. Semenjak menikah dia sudah jarang sekali berpergian menggunakan transportasi umum. Tak lama busway yang ditunggunya datang, dia segera naik. Satu jam kemudian dia sampai di kantor suaminya. Poppy mampir dulu ke toko kue, membelikan camilan dan minuman untuk Irzal dan anggota timnya.

❤️❤️❤️

**Hai para readers kece.. Jangan bosen ya ikutin pasangan ini. Ditunggu komennya. Kira-kira Irzal bakal kegoda lagi ngga ya sama Della🤔

Tinggalkan jejak kalian ya, dengan like, comment dan vote nya. Hatur nuhun😘😘**

1
aurora
otw sah ini🤭🤭
aurora
kalau yang muncul part Ega udah auto cengar cengir 🤣🤣
Lina Suwanti
keren Poppy,anaknya nakal lsg bicara ma orang tuanya
Lina Suwanti
tuh kan part ini tentang kepergian ummi😭😭
Lina Suwanti
iyalah bukan Ega,,kayaknya Ega dikasih obat tidur nah klo Soraya baru dikasih obat perangsang
Lina Suwanti
kak author bikin laper iih bahas nasi liwet dkk😁
Lina Suwanti
pasti Sarah yg kena,,ya Allah kak author jgn pisahkan Regan dgn Sarah baru jg mereka menikah kembali
Lina Suwanti
Alhamdulillah.....ga perlu buka google translate 🤣
Lina Suwanti
akhirnya Ega n Alea akan segera menikah dgn restu para ayah
Lina Suwanti
ternyata Adit n Rizal orang yg sama😁
Lina Suwanti
secret admirer Debby itu bisa jd Adit atau Afrizal....
Lina Suwanti
dibikin penasaran sm author tentang siapa pelaku sebenarnya 🤔
Lina Suwanti
klo menurut saya bagus kok kak alurnya,,nyambung....jd tau kisah awal persahabatan antara Regan,Irzal n Ega jg Sarah,Poppy,Alea n yg lain walau suka greget klo ada couple yg mist komunikasi jd salah faham
Lina Suwanti
apakah orang yg sama yg modus merampok Sarah?
Lina Suwanti
kurang deh kayaknya kak🤣
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Lina Suwanti
beginilah klo blm kenal maka jd salah faham antara Poppy n Alea😄
Lina Suwanti
awal hubungan persahabatan ya kak
Lina Suwanti
awal mula pertemanan antara Regan,Irzal n Ega nih karena seringnya pertemuan tak sengaja
Lina Suwanti
lah kenapa pada berpisah ini kak....😭
CORTIS
tahun 2026 ad yg mampir thor🗿😄
CORTIS: wah combo gitu ya bagus, kreatif banget author ny💞
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!