mikayla seorang gadis yang cantik, periang dan ceria, hingga kejadian satu malam membuat dia kehilangan orang2 yang di sayangi nya dan terpaksa menikahi bos tunangannya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mimihnya_dimas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keputusan
setelah pemeriksaan dokter keluar dan meminta perawat untuk memanggil orang yang bertanggung jawab atas pasien nya,..
perawat itu keluar memanggil alan yang sedang menunggu di luar ruang perawatan,...
" maaf tuan apa tuan yang bertanggung jawab atas pasien bernama mikayla satya hooda " tanya perawat itu
" iya benar sus, saya kakak nya, bagaimana dengan adik saya " jawab alan
" tuan di minta untuk menemui dokter yang menangani pasien, mari ikut saya " ucap suster itu
" baik lah, " alan pun mengikuti perawat itu ke ruangan yang di tunjukan nya,
" tuan masuk lah, dokter sudah menunggu tuan, " ujar perawat itu dan berlalu meninggalkan nya,
alan tidak menjawab dia hanya mengangguk mengiyakan dengan segera dia pun masuk ke ruang dokter tersebut.
" permisi dokter, saya yang bertanggung jawab atas pasien mikayla, dokter memanggil saya, " ucap alan
" duduk lah tuan, ..." balas dokter itu
" apa hubungan anda dengan ny. Mikayla satya hooda,... " tanya dokter
" saya kakak kandung nya dokter,. " jawab alan
" dimana suami nya, " tanya dokter lagi
" katakan saja,..... apa yang ingin dokter katakan ,." ucap alan menatap tajam dokter seolah mengintimidasi nya,..
" begini tuan keadaan adik anda sangat kritis, kami tidak bisa memutuskan tindakan apa yang harus kami lakukan tanpa persetujuan dari keluarga pasien, jadi kami membutuhkan tanda tangan tuan " ujar dokter
" apa maksud anda, anda kan dokter bagaimana bisa anda bicara seperti ini ,." ucap alan mulai emosi dia panik setres dan khawatir perasan nya campur aduk, trauma kehilangan kembali mengahantui nya,
" tuan tenang dulu, biar saya menjelaskan nya,
keadaan pasien saat ini tidak stabil, nona mika tidak bisa melahirkan secara normal bahkan dengan oprasi pun berisiko sangat besar,maka dari itu kami meminta persetujuan dari keluarga pasien untuk melakukan tindakan " tutur dokter itu menjelaskan
" baiklah dokter lakukan yang terbaik untuk adik saya, saya mohon selamatkan ibu dan bayinya, ... " balas alan
tapi dokter hanya diam, membuat alan geram dia pun terpaksa menanyakan lagi,
" apa lagi masalah nya, bukan kah aku sudah menandatangani nya," .tanya alan kesal
" maaf tuan kami hanya bisa menyelamatkan salah satu di antara mereka, jadi siapa yang ingin tuan selamat kan.?" tanya dokter itu gugup dan takut
" Apa.....???!!!" teriak alan
alan sangat terkejut mendengar kenyataan yang baru saja di dengar nya
" bagaimana ini, apa yang harus dia lakukan ?" bathin alan,.
Bingung harus memilih di antara dua nyawa , alan kebingungan ,.siapa yang harus dia selamat kan adik nya kah atau keponakan nya,.
" kasih saya waktu sebentar dokter , tidak mudah bagi saya memilih salah satu di antara mereka,... " ucap nya meminta waktu kepada dokter
" baiklah saya akan memeriksa pasien terlebih dahulu,." ucap dokter
alan masih bertarung dengan pikiran nya,.
tak lama dokter itu pun kembali menghampiri alan dia mengatakan,
" tuan kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi, keadaan adik anda semakin lemah, kalo kita tidak segera bertindak tuan akan kehilangan dua dua nya, katakan apa keputusan anda tuan,? " tanya dokter
" selamat kan adik saya dokter, dia akan mempunyai anak lagi tapi saya tidak bisa kehilangan dia,... " suara alan melemah
keputusan alan sudah bulat, adik nya harus tetap hidup,..
" baiklah, jika itu keputusan tuan, saya akan sesegera mungkin bertindak, berdoa lah tuan,.... " ucap dokter itu
dokter itu pun berlalu dia dan tim nya segera menyiapkan segala nya untuk operasi mikayla
tak lama setelah dokter pergi asisten alan datang dia menghampiri nya,..
" tuan saya turut prihatin dengan keadaan nona, saya harap tuan bisa sabar, maaf kan saya karna terlambat datang " ucap mondy asisten alan
" tidak apa mon, saya mengerti,.." ucap alan lalu mengusap wajah nya frustasi,
" maaf kan kakak mika, kakak tidak bisa menyelamat kan anak mu ,... " erang alan
alan bersedih untuk sesaat dan di saksikan oleh asisten nya,. tapi setelah itu dia tertawa, dengan kencang nya,..
" hahahahhaaaa,..." alan tertawa dengan keras, tak peduli semua orang memperhatikan nya
wajah alan seketika saja berubah, kesedihan di wajah nya sudah tidak ada lagi,.malah di gantikan dengan raut kebahagiaan dan itu tak luput dari penglihatan mondy asisten nya dan membuat asisten yang melihat nya merasa heran,.
" apa yang terjadi dengan tuan alan, kenapa tiba tiba dia sangat bahagia bukan nya dia tadi sedang bersedih, aneh sekali, kenapa kesedihan nya begitu cepat menghilang,.? " gumam asisten mondy
mondy terus memperhatikan raut wajah tuan nya,...
" bagaimana akting ku mondy,.... apa sudah menyakinkan " ..? tanya alan dengan tiba tiba
" haaaahh...... akting, maksud tuan, ini hanya akting,... " tanya mondy keheranan , mondy masih bingung dengan sikap tuan nya,.
" kau ini bodoh sekali masa kau tidak tau kalo tuan mu ini sedang akting, mana mungkin aku bersedih yang jelas ini kabar membahagiakan buat ku,.." tukas alan mengembangkan bibir nya
" jadi, ini semua..???" belum sempat mondy meneruskan , alan sudah memotong perkataan nya,.
" tentu saja aku cuma pura pura, kau pikir apa,? aku lebih memilih adik ku hidup dari pada bayi sialan itu, aku senang karna tuhan berpihak kepada ku kali ini, keadaan mika ini sangat menguntungkan, aku bisa menyingkirkan bayi itu tanpa harus mengotori tangan ku sendiri, dan mika tidak punya alasan untuk melarang ku melenyapkan keluarga samudra , akhirnya mika juga bisa kembali ke keluarga hooda,dan rencana ku tidak sia sia,." ucap alan dengan senyum jahat nya
" Apa ini tuan, ? apa kau tidak merasa kasihan dengan mereka, nona mika adik mu kenapa kau ingin memisahkan mereka ?!" tanya mondy
"Kau tidak akan mengerti, ikutlah dengan ku," perintah alan yang langsung di iyakan oleh mondy....
mondy POV...
aku terkejut mendengar pernyataan tuan ku, aku pun hanya bisa menggerutu di dalam hati,
" Astaga manusia macam apa yang menjadi tuan ku ini, dia begitu kejam bahkan kepada adik nya sendiri,. kalo bukan karna kakak aku tidak mau menjadi asisten nya, aku terpaksa menggantikan nya karna kakak sedang sakit,."
ini kah sipat asli tuan hooda, sungguh tak ku sangka tuan hooda begitu kejam
.......
....
...
beberpa menit pun berlalu......
mondy masih mengikuti langkah alan yang entah mau kemana,
" Apa kakak juga terlibat dengan ini semua,." gumam mondy bertanya sendiri
mondy terkejut mendengar pertanyaan alan tiba tiba
" bagaimana keadaan asisten firman , asisten mondy " tanya alan
" haah , iya tuan .kenapa ??" mondy gelagapan aksi nya di ketahui alan
" apa kau melamun asisten mondy? , apa yang kau pikirkan ,! apa kakak mu tidak memberitahu mu,?! " ucap alan bicara dengan nada emosi
" tidak tuan, maaf kan saya, asisten firman sudah memeberitahu saya semua nya, sekali lagi maaf kan saya, dan bisakah tuan mangulangi nya lagi, saya hanya kurang fokus " ucap mondy beralasan dan alasan mondy terdengar masuk akal membuat alan percaya
" hhmmmm,... bagaimana keadaan asisten firman,.. ??!! ulang alan lagi
" sudah lebih baik tuan, asisten firman juga menitip salam kepada tuan, " jawab mondy
asisten firman adalah kakak dari mondy, karna sakit, jadi untuk sementara mondy lah yang menggantikan kakak nya,.
" baiklah, kau kembali lah ke kantor handle semua pekerjaan, aku akan kembali setelah mika selasai operasi,... dan bilang kepada asisten firman kalo aku akan segera mengunjunginya,.. " ucap alan
" baik tuan kalo begitu saya permisi, tuan.. " ucap mondy pamit
mondy membungkuk memberi hormat lalu meninggalkan tuan muda nya,.
setelah berada jauh dari tuan muda nya, mondy bernafas lega,.
" gila.....gila....... baru kali ini gue nemuin orang kaya gitu, gue harus bertanya sama kakak, tentang ini,." mondy terus mengumpat tuan muda nya,.
tanpa mondy sadari kalo sepasang mata telah menyaksikan nya,
dia tidak menyadari kalo perbuatan nya itu sudah di ketahui dan di lihat langsung oleh alan,.
alan mengepalkan kedua tangan nya, rahang nya mengeras,.....
" coba saja kau bocah,.. berani sekali kau menjelekan ku di belakang ku, bos mu sendiri,... " ucap alan sarkatik
" Apa perlu kita beri pelajaran tuan, " ucap salah satu pengawal nya
" tidak perlu, biar ini jadi urusan asisten firman, hubungi dia minta selesaikan juga hari ini,... " perintah alan
" dan hubungi juga samudra,... " alan kembali memerintah pengawal nya
setelah mengucapkan itu alan pun berlalu dia kembali ke tempat di mana mika di oprasi,..
" baik tuan,..." pengawal menyauti nya meski alan sudah pergi meninggalkan nya
tapi pengawal nya pun segera melaksana kan perintah tuan nya
.....
....
....
...
....
....
....
....
....
....