NovelToon NovelToon
PESONA ANAK PEMBANTU

PESONA ANAK PEMBANTU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Lari Saat Hamil / Playboy / Single Mom / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Beda Usia / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:10.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: istia akhtar

SEQUEL dari kisah 'WANITA IDAMAN LAIN'

Kenan Nayaka Mahardhika sang play boy legendaris di kampusnya, di usianya yang memasuki angka 22 tahun, telah melakukan kesalahan besar dengan menghamili anak dari pembantu di rumahnya, Anjani Syafa Zulaikha yang masih sekolah dan berusia 17 tahun. Anjani juga satu sekolah dengan adik Kenan, Kania Nayaka Mahardhika.

Kepergian Anjani di awali dari perkataan ayah kenan, tuan Fandyka yang meminta Anjani untuk menggugurkan kandungannya dengan janji akan menikahkan mereka seusai menempuh pendidikan mereka nanti. Begitu juga Kenan yang mengucapkan kalimat seolah merendahkan Anjani di hadapan keluarga Mahardhika.

Anjani yang selama ini bersekolah karena di biayai keluarga Mahardhika, akhirnya tidak berani membantah perkataan tuan Fandy sebagai majikan. Pergi adalah pilihan terakhir Anjani demi mempertahankan janinnya.

Terlebih lagi, bi Tarsih ibu Anjani mengatakan hal yang sama seperti tuan Fandyka hingga Anjani pergi jauh seorang diri dari keluarga Mahardhika.

Hidup Anjani pun hidup luntang-lantung di jalanan dan penuh kekurangan. Begitu juga Kenan yang baru menyadari bahwa ia jatuh cinta pada anak sang pembantunya.

Kenan yang merasakan kehilangan dan rindu serta rasa bersalah yang kian membesar pada Anjani, pada akhirnya memutuskan mencari Anjani.

Mampukah Kenan menemukan Anjani yang pergi jauh dari mereka?

Mungkinkah Anjani bersedia pulang? Atau semakin membenci Kenan setelah Kenan menemukannya?

Yuk ikuti kisahnya dan jangan lupa dukung saya dengan tinggalkan jejak like, love, dan komen ya.... Setiap dukungan kakak-kakak readers mampu membangkitkan semangatku buat up terus yaa😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istia akhtar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Pagi menyambut...

Anjani bangun dari tidurnya, Ia melirik Kenan yang masih tidur dan terdengar dengkuran halus. Anjani tersenyum dan rasa bersalah mulai muncul perlahan menjalar dalam sisi hatinya yang rapuh.

Anjani bangkit dan tiba-tiba saat telapak kakinya menyentuh lantai, perutnya mengeras seperti semacam kram. Entahlah, belakangan ini, Anjani sering mengalami kram perut.

"Aaaarrgggggghhh....." Pekik Anjani tertahan, sebisa mungkin Anjani menahan suara agar Kenan tak terbangun. Namun sayang, Anjani terlanjur mengusik tidur Kenan.

Ken yang mendengar suara Anjani seperti menjerit, namun tertahan segera bangun dan membelalakkan matanya saat mendapati Anjani meluruh ke lantai sembari memegangi perutnya.

"Nja..., kamu kenapa, nja? Kamu jatuh?".

Anjani menggeleng dan masih meringis menahan sakit, wajahnya pucat pasi.

"Aku biasa kram perut seperti ini tiap pagi, mas. Kamu jangan khawatir. Aku nggak apa-apa".

"Nggak apa-apa gimana, nja? Kalau di biarin bisa bahaya" Kenan heran dengan Anjani, Dalam keadaan sakit pun Anjani masih bisa berkata bahwa dia baik-baik saja. Dan kram seperti ini, ia alami setiap pagi.

Ken sadar, ternyata, tidak lah mudah mengandung buah cinta, apa lagi di usia muda. Kenan kembali merasa bersalah yang entah ke berapa kalinya.

Tanpa kata, Kenan segera membopong istrinya itu dan merebahkannya pelan di ranjang. Anjani pun tidak bisa menyembunyikan rona keterkejutan di wajahnya.

"Mas, kamu.....".

"Buang egomu kali ini, nja. Aku nggak mau kamu di lantai".

.................

Anjani bahagia saat ini, Ia berfikir biarlah saat ini ia menikmati saat-saat bersama suaminya.

Jika sudah tiba waktunya nanti mereka berpisah, ia harus benar-benar siap dan ikhlas melepas Kenan. Menurut Anjani, Ia tak akan selamanya bersama Kenan. Suatu saat nanti, Kenan pasti akan membuangnya setelah Ken bosan.

Mengingat kejadian pagi tadi, Anjani menangkap sinar ketulusan dari netra mata Kenan yang hitam legam. Hatinya tiba-tiba menghangat saat ia berada dalam rengkuhan Kenan.

Malam ini, Kenan pergi ke distro miliknya karna ada beberapa masalah di sana. Ada customer yang komplain. Jadi, Ken memutuskan untuk ke distro setelah mendapat izin dari Anjani tentunya.

Saat ini, Anjani tengah duduk di balkon kamarnya dengan sepiring melon di meja kecil sebelah kursi yang di tempatinya. Sebuah notif pesan membuyarkan lamunan Anjani. Tertera nama kenan Nayaka❤️ di sana.

'Nja, Habis ini aku pulang. Kamu mau aku bawain oleh-oleh nggak? Kali aja kamu mau apaaaa gitu😚'

Anjani tersenyum-senyum sendiri membaca pesan itu. Ken bersikap sangat manis setelah resmi menjadi suaminya. Andai pernikahan mereka tidak karna insiden hamil dulu, pasti kebahagiaan Anjani akan sangat sempurna.

Anjani mencoba menerima niat baik Ken dengan akan membalas pesannya.

'Aku mau makan siomay batagor dong'

'Siap nyonya Kenan😍'

Begitulah balasan Kenan. Anjani merasa ragu sekarang dengan keputusan nya yang akan bercerai setelah melahirkan. Sepertinya, Ken sangat tulus padanya. Entahlah, perlahan Anjani akan mencoba membuka hatinya kembali.

Anjani berjalan pelan hendak turun dan menyambut Kenan di lantai bawah. Suasana hatinya sangat baik saat ini. Senyum dan binar bahagia tidak lagi ia pendam.

setelah Anjani turun ke lantai bawah, ia berpapasan dengan ibu mertuanya.

"Nja, Kamu mau kemana?".

"Nunggu mas Ken pulang, ma. Anja nitip pengen di beliin batagor". Nawal berbinar karna mendengar Anjani sepertinya sudah mulai berusaha menerima pernikahannya. Fandy dan Kania saling lirik kemudian mereka tersenyum.

"Ohh, cucu Oma mau makan batagor ya....?", ucap Nawal sembari mengusap pelan perut Anjani.

Anjani hanya tersenyum simpul. Tak lama, suara klakson mobil terdengar dari halaman.

"Kayaknya itu suamimu datang, nja". Kata Fandy.

"Iya, pa". Dan benar saja, Kenan muncul dengan membawa kantong plastik di tangannya. Ada beberapa bungkus batagor di sana. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya.

"Assalamualaikum", ucap Ken.

"Wa'alaikum salam".Jawab semua orang secara serempak.

"Nja, ini pesenan kamu.....". kata Ken dengan menyerahkan kantong plastik yang Ken bawa. Anjani menerimanya dengan mata berbinar.

"Makasih, mas". Kenan mengangguk.

"Ciye ciyeee.... yang lagi pengantin baru.... Jadi baper deh ah.....", Suara Kania lolos begitu saja dari bibir indahnya. Sontak Anjani merona di buatnya. Sedang Ken, ia sama sekali tak terusik dengan kalimat adiknya.

Nawal dan Fandy pun terkekeh melihat interaksi anak-anaknya.

"Adek...", ujar Fandy untuk menegur putrinya.

"Dulu, papa sama mama pas pengantin baru gitu, Apa kayak mas Ken dan kak Anja?", Nawal dan Fandy saling memandang. Dengan ringan, Nawal pun menjawab.

"Kurang lebih, seperti itu kali ya, pa?", Fandy pun terkekeh dan mengangguk mengiyakan.

"Papa sama mas Ken, lebih manis mana?".

"Kelamaan kapan kita makannya?" Sahut Kenan lirih.

Dan, berbagai obrolan ringan mulai menjadi bahan perbincangan mereka. Anjani bersyukur dalam hati, ia masih bisa di beri kebahagiaan. Meski harus melalui lautan diri, Semuanya tidak sia-sia karna kini, kebahagiaan dengan suka rela menghampirinya.

"Ken, Kapan rencana mu untuk mengunjungi makam mertua mu?", Tanya Nawal setelah makan malam berakhir.

"Kalau nggak besok ya lusa kali mah", jawab Ken dengan melirik Anjani. "Itu pun kalau Anja udah lebih baik keadaannya. Yang penting Anja sehat dulu".

Anjani tersentuh mendengar penuturan suaminya. Baginya, perhatian kecil yang di nilai sepele inilah, justru membuat Anjani mampu luluh hatinya. Anjani hanya bisa mengulas senyum tipis.

"Kalau kamu besok nggak sibuk, ya udah mas besok juga boleh. Aku udah sehat kok".

Ken mengangguk. "Besok aku bisa luangkan waktu. Tenang aja. Aku kan bosnya".

"Bos? Bos macam apa yang ninggalin usaha distro nya Sampek mau bangkrut cuma gara-gara sakit hati?", Sahut Nawal cepat. Kenan pun hanya bisa pasrah kalau sang mama sudah bersuara.

"Jangan di bahas lah, ma". Jawab Ken yang di sambut gelak tawa dari semuanya.

Selesai makan malam, Anjani segera di bimbing menuju kamarnya. Ken benar-benar tidak membiarkan Anjani mengerjakan pekerjaan dapur. Ia benar-benar takut terjadi sesuatu pada Anjani dan bayinya.

"Aku cuma hamil kan, mas? Enggak sakit. Kalau kurang gerak juga nggak bagus", ucap Anjani yang sudah mulai duduk di ranjang.

"Nja, Jangan bantah. Aku nggak mau kamu kelelahan". Jawab Kenan yang segera menyambar bantal dan hendak beranjak duduk di sofa, Namun segera Anjani menahan tangan Kenan agar tidak tidur di sofa lagi.

Kenan yang melihat Anjani pun terlihat bingung. Ia menaikkan kedua alisnya, "Kenapa, nja?". Anjani menggigit bibir bawahnya dan menunduk.

"Kamu, tidur disini aja, mas".

🌹🌹🌹🌹

Hai para readers yang Budiman. Terima kasih sejauh ini masih bersedia mengikuti cerita ini.

Bagi yang udah boom like dan berpartisipasi dalam cerita ini, ku ucapkan terima kasih banyak.

Bagi yang meminta part-nya di panjangin, mohon maaf saat ini kesibukan sedang melanda, jadi neng Tia nggak terlalu panjang up nya.

Tapi tetep akan di usahakan up tiap hari.

Mungkin setelah kesibukan neng Tia kelar

in reallife, Neng Tia usahain akan up panjang kali lebar kali tinggi deh pokoknya😂😂

Sekali lagi, terima kasih banyak para readers tercinta😚😚

Salam damai dari neng tia.

~

1
Desy Septianawulan
kebanyakan typo nih authorr
Diana
sebagai keluarga yang menyayangi anak, istri dan saudara, harusnya mendukung, menasihati bukan mendiamkan!
masala tidak selesai malah menimbulkan masalah baru!
kaburkan si Kania!
Diana
😁😁😁😁😁
Kania, Kania, dasar sableng!!
Diana
tetap semangat author!!!
Diana
hadeuh......
Anjani, Anjani, itukan masa lalu.
jangan sampai kamu menyesal dengan keputusanmu Anjani!!
bijaklah berpikir dan berbuat!
Diana
Bagus Anjani, bukalah hatimu untuk menerima suamimu yang pernah menyakiti hatimu karena dalam perjalanan hidup pasti ada pelangi 🌈 sehabis hujan!
kiranya kebahagiaan menjadi milik keluarga kecilmu Anjani!
Diana
Kenan gak takut karma, dia gak sadar kalau punya adik perempuan.hhmmm
Sapna Anah
aku salut sama Anika dapat suami jga dan bodohnya Vanya dapat bekasnya anika
Sapna Anah
Uda gatel x s Vanya bispun cinta mati s dewakan suami sepupunya ga mikir apa
Sapna Anah
bodoh aja s Vanya klu mau Nerima s dewa
Sapna Anah
kenapa Vanya ga Risen aja y
Sapna Anah
katanya Kania d manja ko ksnia bilang perhatiannya/ ngebanghainya cuma kenen sslh tapsir tu kania
Mazree Gati
nggak mungkin anjani nolak kenan yg kaya raya, klo kenan kere pasti nolak, hhh
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Kania blm rasa lagi hamil mcm mna ngidam mcm mna sakit melahirkn juga sbb tu dgn semangat mau punya ank 9🤣🤣🤣
TongTji Tea
fandy juga ...kalo awalnya Nggak maruk,Nggak mungkin Mila ada .Salah Fandy juga Mila .
Syahrini Cacha
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, cerita nya maa syaa Allah bagus 👍🏻
Cuma sedikit mengingatkan, kita sebagai umat muslim di larang bersujud selain pada Allah Subhana wa'taala 🙏🏻
Syahrini Cacha
Luar biasa
falea sezi
males uda ciuman ma cwek lain bibirnya bekassss
falea sezi
bodoh aja harusnya balikin omongan Fandy gmna klo anak ini besar dan tau kakeknya menyuruh menggugurkan dia wkt dalam kandungan biar skak mat Fandy
falea sezi
kania aja di hamilin laki biar bacot si Fandy gk sembarangan ngomong mau gugurin cucu sendiri waras gk lo anak loe nurun kelakuan mu gk busukkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!