NovelToon NovelToon
Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Laluna Roselyn memiliki karier yang sempurna sebagai aktris terkenal, sampai sebuah pengkhianatan menghancurkan hidupnya. Ia memergoki kekasihnya berselingkuh dengan asistennya sendiri. Dalam amarah yang tak terkendali, Laluna menyerang keduanya hingga kejadian itu terekam dan tersebar luas.

Dalam sekejap, citranya hancur. Dunia hiburan berbalik meninggalkannya, dan karier yang ia bangun bertahun-tahun berada di ujung kehancuran karena skandal tersebut.
Saat tidak memiliki pilihan lain, Laluna menerima perjodohan dari ibunya dengan Nathan Adikara, seorang pengusaha kaya yang terkenal dingin, kejam, dan sulit didekati.

Pernikahan mereka seharusnya hanya menjadi kesepakatan untuk menyelamatkan nama Laluna. Namun, hidup bersama Nathan membuatnya menemukan sisi lain dari pria itu. Di balik sikap dinginnya, Nathan ternyata adalah satu-satunya orang yang berdiri di sisinya ketika seluruh dunia menentangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Syuting

Nathan masih terdiam beberapa detik setelah melihat Laluna berjalan menjauh bersama Rina. Entah kenapa, pemandangan sederhana itu membuat pikirannya berhenti sejenak.

Biasanya Laluna selalu tampil dengan gaya yang percaya diri, penuh energi, dan terkadang membuatnya kesal karena tingkah cerobohnya. Namun hari ini berbeda. Dengan dress berwarna pink sederhana dan rambut yang dihiasi jepit bunga kecil, wanita itu terlihat jauh lebih lembut.

"Apa yang kamu lihat, Tuan?" suara Jordi menyadarkan Nathan.

Nathan segera mengalihkan pandangannya. Ia kembali mengambil cemilan di meja, berusaha menyembunyikan ekspresi wajahnya.

"Tidak ada."

Jordi hanya menahan senyum. Ia sudah mengenal tuannya cukup lama. Pria itu mungkin bisa menyembunyikan perasaannya dari banyak orang, tetapi tidak dari orang-orang terdekatnya.

"Tidak ada, tapi Anda menatap Nona Laluna sejak dia keluar dari kamar," godanya pelan.

Nathan menatap tajam asistennya itu.

"Kamu terlalu banyak bicara. Saya potong gaji kamu 2 persen. "

Jordi langsung menunduk. Namun sudut bibirnya masih terlihat menahan tawa.

'Dasar pria gengsi,' batin Jordi.

Sementara itu, Laluna yang sudah berada di dalam mobil bersama Rina masih terus memikirkan kejadian tadi. Kenapa Nathan bisa membuatnya merasa aneh seperti ini?Ia menggelengkan kepala, mencoba membuang pikirannya.

Rina yang menyadari sikap aneh dari sahabat sekaligus rekan kerjanya itu segera menoleh.

"Kenapa dari tadi kamu bersikap aneh seperti itu? Terus juga kenapa kamu baru bilang kalau kamu sudah menikah," ujarnya.

Laluna segera menoleh ke arah sahabatnya itu, ia menghela nafas kasar saat mengingat momen dimana ia harus menikah dengan Nathan atas perintah ibunya, sekaligus untuk menyelamatkan karirnya.

" Aku melakukan ini agar pria itu membantuku membersihkan namamu sekaligus menuruti keinginan mama. Lagi pula kemarin mama ku tidak mau membantuku menyelesaikan skandal besar itu, beliau malah memintaku untuk menikah."

Rina terdiam mendengar penjelasan Laluna. Ia tahu betapa beratnya masa yang dilalui sahabatnya itu. Dari seorang aktris yang sedang berada di puncak karier, tiba-tiba namanya hancur hanya karena satu kejadian yang tersebar di internet.

"Jadi... kamu benar-benar menikah karena perjanjian?" tanya Rina memastikan.

Laluna mengangguk pelan. Tatapannya mengarah ke luar jendela mobil.

"Iya. Awalnya aku hanya berpikir tentang karierku. Aku membutuhkan bantuan Nathan untuk membersihkan namaku. Nathan juga membutuhkan bantuan ku untuk mengambil warisannya."

Rina memperhatikan wajah Laluna yang terlihat berbeda ketika menyebut nama pria itu.

"Tapi sekarang?"

Pertanyaan singkat itu membuat Laluna menoleh. "Sekarang apa?"

"Apakah kamu masih melihat pernikahan itu hanya sebagai sebuah perjanjian?" tanya Rina, penasaran.

Laluna langsung terdiam. Ia ingin menjawab iya. Ingin mengatakan bahwa hubungannya dengan Nathan hanyalah sebuah kesepakatan antara dua orang yang saling membutuhkan. Namun entah kenapa, kata-kata itu terasa sulit keluar dari mulutnya.

"Aku..." Laluna menggigit bibir bawahnya. "Nathan memang menyebalkan. Dia dingin, suka memerintah, dan terkadang membuatku ingin melempar sesuatu ke arahnya."

Rina tertawa kecil mendengar itu.Laluna kembali terdiam, sebelum menentukan kalimat apa yang cocok untuk melanjutkan ucapannya.

"Tapi dia tidak seburuk yang aku bayangkan," lanjutnya pelan.

Rina tersenyum tipis. Ia sudah menduga hal itu akan terjadi. Selama ini Laluna selalu menilai seseorang berdasarkan kesan pertama. Namun ketika ia mulai mengenal seseorang lebih dalam, wanita itu akan menyadari bahwa tidak semua orang seperti yang terlihat.

"Sepertinya kamu mulai mengenal suamimu."

Laluna langsung menatap tajam. "Jangan bicara seperti itu. Aku tidak peduli kepadanya, lagi pula ini hanya untuk satu tahun."

Rina hanya tersenyum mengejek ke Arah Laluna. "Dasar gengsian," sindir Rina.

"Rina! Aku tidak menyukainya." Laluna segera memalingkan wajahnya, menutupi pipinya yang sudah merah merona.

Setelah berkendara beberapa menit, sampailah mereka di lokasi syuting. Laluna segera turun dari mobilnya, dibelakangnya Rina masih setia mengikutinya. Laluna segera berjalan menuju ke tempat dimana tuan Rangga berada.

"Tuan Rangga, kita mulai syuting dari bagian mana?" tanyanya.

Rangga yang sedang membaca naskah langsung menoleh ketika mendengar suara Laluna. Pria itu tersenyum kecil melihat kedatangan aktris utama dalam filmnya.

"Kita mulai dari adegan di restoran. Adegan ketika karakter kamu bertemu dengan mantan kekasihmu dengan selingkuhannya pertama kalinya," jawab Rangga sambil menunjukkan halaman naskah di tangannya.

Laluna menerima naskah tersebut dan membacanya sekilas. Matanya bergerak mengikuti setiap dialog yang tertulis.

"Jadi hari ini kita langsung mengambil adegan berat?" tanyanya.

Rangga mengangguk. "Benar. Aku ingin melihat bagaimana perkembangan aktingmu setelah beberapa waktu terakhir. Karakter ini cukup mirip dengan keadaanmu."

Laluna sedikit terdiam mendengar kalimat itu. Ia tahu maksud Rangga. Karakter yang ia perankan adalah seorang wanita yang kehilangan kariernya karena sebuah kesalahpahaman besar. Sama seperti dirinya yang harus menghadapi hujatan publik setelah video pertengkarannya tersebar.

Namun kali ini, Laluna tidak ingin lari.

"Aku mengerti," jawabnya pelan. "Aku akan berusaha memberikan yang terbaik."

Rangga tersenyum puas. "Itu yang ingin aku dengar."

Beberapa jam kemudian, suasana lokasi syuting mulai berubah serius. Para kru sudah bersiap di posisi masing-masing. Laluna berdiri di depan kamera dengan pakaian yang sesuai dengan karakter yang ia perankan.

"Camera ready!"

"Rolling!"

"Action!"

Dalam sekejap, ekspresi Laluna berubah. Tidak ada lagi wanita ceroboh yang sering bercanda dan membuat orang di sekitarnya kesal. Yang terlihat di depan kamera hanyalah seorang wanita yang terluka, tetapi berusaha tetap kuat.Rina yang memperhatikan dari kejauhan tersenyum kecil.

Namun baru saja ia melangkah menuju tempat dimana suami dan selingkuh nya berada ia tampak terkejut. Ia melihat Kevin bersama Selena yang menerangkan dua pengkhianat itu.

'Kenapa film ini malah menceritakan hidupnya?' pikirnya.

"Cut! Cut!" teriak Rangga saat melihat Laluna malah terdiam.

Rangga segera berjalan ke arah Laluna yang masih diam membeku, ia menepuk bahu Laluna ayang membuat gadis itu segera menoleh.

"Ada apa Luna? Kenapa kamu diam saja?" tanyanya.

Laluna segera menggeleng, ia menatap ke arah Selena dan Kevin yang berada di hadapannya.

"Hai Luna," sapa Selena, senyum miring terukir di wajahnya.

Laluna menatap Selena dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Meskipun ini hanya sebuah adegan film, melihat wajah wanita itu di hadapannya tetap membuat luka lama yang ia kubur kembali terasa. Ia mengepalkan tangannya.

"Luna?" panggil Rangga sekali lagi ketika melihat Laluna masih terdiam.

Laluna tersadar. Ia segera mengalihkan pandangannya dari Selena dan kembali menatap Rangga.

"Maaf," ucapnya pelan. "Aku hanya terlalu terbawa suasana. Bisa kita ulang lagi?"

Rangga memperhatikan ekspresi Laluna. Ia tahu ada sesuatu yang berbeda. Namun ia tidak bertanya lebih jauh.

"Kalau begitu, kita ulang dari awal. Ingat, ini adalah karakter kamu. Jangan biarkan emosi pribadi mengambil alih."

Laluna mengangguk. Namun sebelum ia kembali ke posisi, suara Selena terdengar.

"Laluna aku akan merenggut semua yang kamu miliki," bisiknya.

1
Sri Sulastri
ceritanya bagus .sngga bosan untuk membacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!