NovelToon NovelToon
Geranium

Geranium

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Aku Abhinav Ruchir mencintaimu dengan cara yang mungkin membuatmu sesak aku menginginkan seluruh perhatianmu, seluruh waktumu, dan seluruh duniamu hanya untukku. Cintaku padamu seperti geranium yang tumbuh liar ia menuntut ruang untuk terus berada di dekatmu, terkadang melupakan batasan, hanya karena ia takut kehilangan tempatnya di sisimu.

Aku tahu caraku mencintaimu mungkin terasa dominan. Aku tidak ingin berbagi satu detik pun darimu dengan dunia lain, karena bagiku, kamu adalah satu-satunya nutrisi yang membuat hatiku tetap bertahan hidup. Ada kalanya aku merasa egois karena ingin memilikimu seutuhnya.

Namun, inilah caraku menjaga hubungan ini tetap bersemi dengan memegangmu seerat mungkin, meski aku tahu keegoisan ini mungkin akan melukai kita berdua.

Biarkan aku menjadi orang yang paling 'membutuhkanmu' di dunia ini. Bukan karena aku lemah, tapi karena di antara segala kesibukanmu, aku selalu ingin menjadi alasan utama mengapa kamu harus pulang dan tetap tinggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Suara langkah kakiku menggema di lantai aula yang dingin saat aku melangkah maju, memutus rentetan daftar nama yang ia bacakan. Air mata tidak lagi bisa kutahan, jatuh begitu saja di hadapan ratusan pasang mata yang menatap ngeri, namun hatiku jauh lebih kuat daripada rasa takutku saat ini.

​Caca " Bhi, sudah cukup. Hentikan," suaraku bergetar, namun tegas memotong udara.

Caca " Jangan libatkan mereka semua. Aku akan pulang. Aku akan berhenti saat ini juga. Aku mohon, hentikan semua ini."

​Dia terdiam. Senyum tipis yang tak sampai ke matanya muncul di sudut bibirnya senyum yang dipenuhi dengan dominasi dan kepuasan yang bengis. Dengan satu isyarat mata yang dingin, ia memerintahkan orang-orang kepercayaannya untuk mengambil alih podium. Ia tidak membuang waktu dengan langkah yang tenang namun mengintimidasi, ia menuruni panggung satu per satu, mendekat ke arahku.

​Setiap langkahnya terasa seperti menekan sisa ruang gerakku. Saat dia berdiri tepat di hadapanku, dia tidak tampak terkejut. Justru, dia terlihat seperti predator yang baru saja memojokkan mangsanya ke titik yang ia inginkan.

​Aku menatapnya langsung, meski air mata masih membasahi pipiku. Dengan suara yang hampir tak terdengar, namun sarat akan ancaman yang terpendam, aku berbisik.

Caca " Aku pulang... dan aku akan menerima konsekuensinya, Bhi."

​Dia tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru mendekat, merendahkan suaranya hingga hanya aku yang bisa mendengar, dan membalas dengan bisikan yang membuat darahku membeku.

Abhi "Kamu pikir kamu bisa pergi begitu saja setelah ini? Permainannya baru saja dimulai."

Cengkeraman tangannya di lenganku terasa begitu kuat, seolah dia ingin memastikan aku tidak punya celah untuk melarikan diri atau menarik kembali ucapanku. Dia menyeretku keluar dari aula, mengabaikan tatapan tajam, bingung, dan marah dari ratusan orang yang masih terpaku di sana.

​Tepat saat kami tiba di lorong yang lebih sunyi, langkah kaki terburu-buru terdengar memecah keheningan. Dokter Akhtar, bersama jajaran direksi rumah sakit, muncul dengan wajah yang sarat akan ketegangan. Mereka tampak berusaha menahan amarah, menuntut penjelasan atas kekacauan yang terjadi, namun langkah mereka terhenti saat melihat bagaimana Bhi mencengkeramku.

​" Apa yang sebenarnya terjadi di sini?!" Dokter Akhtar berseru, matanya beralih dari Bhi ke arah air mataku yang masih mengalir.

Dokter Akhtar " Apa maksud dari semua pembersihan ini? Kamu tidak bisa bertindak sewenang-wenang di rumah sakit ini! "

​Bhi tidak menunjukkan sedikit pun rasa gentar atau hormat pada jajaran direksi tersebut. Dia justru berhenti, memutar tubuhnya dengan perlahan, dan menatap mereka dengan tatapan yang dingin dan merendahkan, seolah mereka hanyalah gangguan kecil yang tidak berarti.

​Dia tidak memberikan penjelasan medis atau administratif seperti yang diharapkan oleh para direksi. Sebaliknya, dia hanya menatap Dokter Akhtar, lalu melirikku sekilas dengan seringai tipis yang mengerikan sebelum berkata dengan nada datar namun penuh penekanan.

​Abhi " Dia tunanganku. Apa yang kami lakukan adalah urusan pribadi, dan di rumah sakit ini, keputusan saya adalah hukum. Urus pekerjaan kalian dan berhenti mencampuri apa yang bukan menjadi hak kalian."

​Dunia seolah berhenti sejenak. Pengakuan itu yang diucapkan dengan begitu enteng di depan orang-orang yang selama ini menghormatiku sebagai profesional seketika meruntuhkan reputasiku. Dia tidak hanya memecat orang-orang yang dekat denganku, dia baru saja melakukan langkah strategis untuk memutus ikatan profesionalku dengan semua orang, membuat mereka ragu apakah mereka harus membelaku atau menjaga jarak karena status yang dia klaim secara sepihak.

​Dokter Akhtar terdiam, terpaku oleh klaim tersebut. Sementara itu, Bhi kembali menatapku, tatapannya seolah berkata.

Abhi "Sekarang, siapa lagi yang berani membelamu jika mereka tahu siapa dirimu bagiku? "

1
Umi Fitriani
semangat thorr
you see me: Terima kasih kakak /Whimper/😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!