NovelToon NovelToon
ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:535.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: FRESH NAZAR

BACAAN 18+ Harap tidak dibaca oleh yang di bawah umur tersebut.
Pernikahan Saras yang indah berubah mengerikan karena suaminya Aidan ternyata seorang monster galak. Lebih parah lagi Aidan dan Papanya menyimpan rahasia kelam terhadap Mama Aidan. Tapi kenapa Saras yang hidup tersiksa akhirnya bisa meraih bahagia? Yuk, baca biar gak penasaran....
PERINGATAN: Beberapa tokoh di novel ini tidak biasa. Jangan baper dengan tingkah Aidan dan Papanya yang raja tega. Masih ada tokoh Nerissa, Jhon dan Emaknya Jhon yang rada gila tapi lucu. Baca sampai habis biar tau serunya Emak si Jhon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FRESH NAZAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22. Perempuan Tidak Boleh Hanya Diam

 “He he he…” Wanita itu tertawa terkekeh. “Kau setan yang baik Nerissa…!”

Nerissa menatap perempuan itu lekat-lekat. “Aku akan melakukan apapun untuk kakakku. Termasuk menjadi setan untuk sebuah kebaikan!”

Nerissa lalu bangkit. Ia mengenakan sendal santai lalu memakai kimono handuk menutupi tubuhnya yang tadi hanya berbikini.

Jhon yang masih mengawasi sedikit kecewa karena  dia berjaga  sambil menikmati pemandangan indah tubuh Nerissa.

Nerissa membuang sisa rokoknya yang hampir habis.  PLUK. Dijatuhkannya puntung  rokok ke lantai lalu diinjaknya dengan gemas memakai sendalnya.

“Setelah mengalami sendiri kekerasan yang dilakukan suami buleku, aku tau Kak.” Nerissa bicara lagi ke kakaknya. “Kita, perempuan tidak boleh diam. Perempuan tidak boleh hanya pasrah jika suaminya menganiaya. Perempuan tidak boleh hanya duduk meratap kala suaminya melakukan kekerasan secara fisik atau verbal!”

Perempuan di depan Nerissa terdiam. Nerissa menunduk,  lalu menggenggam tangannya. “Kak Lia terlalu pasrah dengan suami. Apapun yang Argajaya lakukan kak Lia hanya membiarkannya. Termasuk saat dia mulai memukul dan menghajar Kak Lia. Padahal kakak berniat baik mengingatkan dia agar berbisnis dengan cara yang baik tanpa menjahati orang lain!”

Mata wanita yang dipanggil Kak Lia itu tiba-tiba berkaca-kaca.

Nerissa meneruskan ucapannya. “Mestinya Kak Lia kasih tau aku  waktu Argajaya mulai melakukan kekerasan ke kakak. Waktu itu aku memang masih di Amerika. Tapi kakak kan bisa kirim pesan chat ke aku. Kasih tau aku. Karena aku juga di Amerika mengalami hal yang sama, Kak! Suamiku menyiksaku! Tapi bedanya, aku melawan!”

Nerissa terlihat geram.

“Awalnya aku diam waktu Gerald mulai bersikap kasar. Tapi aku tau, saat dia melakukannya lagi aku harus melawan. Aku cuma ibu rumah tangga biasa waktu itu. gak punya kemampuan untuk bela diri. Tapi saat itu aku

sadar. Aku harus berubah!”

Nerissa menuangkan sedikit minuman keras di botol ke gelas di meja. Lalu ditenggaknya lagi dalam satu tegukan.

“Aku mulai latihan bela diri dengan serius. Aku berlatih beban agar tubuhku kuat. Dan ketika Gerald menyiksaku lagi, aku hajar dia sampai giginya rontok dan minta ampun!  Lalu gantian.  dia yang sering kuhajar kala dia menghinaku secara verbal." Nerissa tertawa kecil. "Ya lumayan, akhirnya kami sama-sama gak tahan dan memilih bercerai....’

Nerissa tersenyum pahit. “Meski kami bercerai, paling enggak aku masih mendapat sebagian harta Gerald. Uangnya kubelikan rumah dan tanah luas disini dan sebagian kuputar untuk bisnisku!”

Jhon mengangguk-angguk sambil mendengarkan. Ia paham bisnis yang dimaksud Nerissa. Karena Jhon adalah orang yang bekerja untuk melancarkan bisnis tersebut.

Nerissa mendekati kakaknya. Ia mengusap tangan kakaknya dengan lembut. “Itu sebabnya aku ajak Kakak kesini dari  tempat rahasia kakak disekap Argajaya. Aku akan bantu Kakak. Akan aku perjuangkan kakak untuk mendapat sebagian harta Argajaya. 10 Milyar ini hanya uang muka yang  pantas  dia berikan ke kakak!”

Tubuh wanita di depannya tiba-tiba bergetar. Perempuan itu menangis sesenggukan.

“Sudah, kak. Jangan menangis.”

Perempuan itu masih terisak meski Nerissa menghiburnya.

“Yang penting sekarang kakak masih hidup. Kakak cuma depresi berat. Aku akan bantu kakak pulih lagi dengan olah raga dan konsultasi ke psikiater. Aku yakin Kakak akan segera pulih kembali. Nanti  kita buktikan bahwa kakak bersama aku yang akan lebih kaya raya dari Argajaya dan Aidan!”

Lia terisak. “Hu hu hu hu… Aku kangen Aidan. Dia dulu tidak jahat seperti Papanya….”

“Ya. Aidan dulu tidak jahat. Tapi Argajaya mendidik anak kakak jadi jahat!” Sinis Nerissa.

“Itu yang sangat kusesali. Aidan  yang dulu anak manis kini ikut berubah sikap ke aku. Aidan membiarkan Argajaya menyiksaku. Dia bukan lagi anak manis yang bisa kupeluk sayang saat masih kecil.”

“Sekarang sudah terlambat kalau  ingin mengembalikan Aidan jadi anak manis seperti dulu. Karena dia sudah terlalu sering melakukan kejahatan yang disuruh Argajaya lakukan.”

Wajah Nerissa mengeras. “Aidan sekarang sudah sama jahatnya dengan Argajaya! Itu sebabnya aku mengkhawatirkan istrinya Saras akan selalu tersiksa selama mendampingi Aidan!”

*

Saras tersenyum manis.

“Merci…” Ia mengucap terima kasih kala seorang gadis bule pelayan kereta memberinya gelas berisi jus apel.

“De rien…” Gadis pelayan menyahut singkat. “Ya, sama-sama…”

Saras lalu menyesap jus apel itu. Sungguh, rasanya enak, segar sekali.

Kereta TGV (Train Grande Vitasse, bahasa Perancis yang artinya High Speed Train dalam bahasa inggris) bertuliskan Lyria itu melaju kencang di jalan rel. Suara mesin kereta berwarna putih beraksen garis merah itu  halus tak berisik.

Saras terus minum jus sambil menikmati pemandangan di luar kereta. Ia tengah menaiki kereta dari Paris menuju kota Zurich di Swiss atau biasa disebut Switzerland dalam bahasa Inggris. Perjalanan ini akan memakan waktu 4 jam lebih.  Cukup membosankan. Untungnya   Saras terhibur dengan pemandangan khas Eropa yang indah di luar kereta.

Saat itu kereta tengah menyusuri daerah pinggiran Perancis. Saras mengagumi area pedesaan dengan ladang-ladang perkebunan yang menghampar luas. Rumah pertanian yang rapi dan desa yang asri. Banyak sapi terlihat di beberapa tempat.

Aidan muncul. “Aku lagi urus pindah tiket dari  Zurich ke Lucerne gak pake kereta. Aku lebih suka naik bus.”

“Dapat tiket busnya?”

“Untung masih dapat. Pas dapat di detik terakhir, buat 2 orang.”

“Oh syukurlah.” Saras senang.

“Iya, aku belain naik bus dari Zurich ke Lucerne meski perjalanan itu hampir 2 jam. Tapi kan naik bus kita bisa melihat pemandangan leluasa. Kalau naik kereta lagi, kita  gak bebas menikmati pemandangan. Padahal sepanjang Zurich ke Lucerne pemandangannya bagus banget.”

Saras mengangguk.  “Kamu yang tau Swiss, sayang. Aku yakin kamu pasti memilihkan yang terbaik buat perjalanan kita.’

Aidan mengecup kening Saras. “Aku ingin  membuat istriku senang menikmati bulan madunya. Dan kita segera akan ke Lucerne lalu ke Mount Titlis yang bersalju. Kita akan melihat salah satu tempat  paling indah di dunia….”

Saras terbuai. Mendengar ucapan Aidan ia nyaris lupa bila suaminya sering bersikap buas dan kasar di ranjang.

Aidan yang bersamanya kini adalah seorang suami tampan dan gagah yang terlihat sangat sayang dan suka membahagiakan istrinya. Dan Saras juga ingin menghibur dirinya dengan menikmati bulan madu yang romantis  di 3 negara terindah di Eropa:  Perancis, Swiss dan Italy.

“Yang benar…?!”

Pak Argajaya menatap Sam, kepala security yang dia percaya.

Sam mengangguk. “Semua pembantu dan supir sudah kami tanyai. Hanya Simin supir Bapak yang punya kemungkinan menaruh bahan peledak di mobil. Pembantu  lain pasti akan ketahuan atau ditegur oleh dia jika mendekati mobil yang biasa disupirnya.”

Pak Argajaya mengangguk. “Memang saya dari awal sudah curiga sama Simin. Dia tadi gelagapan waktu saya tanyain.”

Pak Argajaya dapat ide. Ia menatap Sam si kepala security. “Bawa Simin ke ruang belakang! Dia harus dipaksa menceritakan,  siapa orang yang menyuruhnya menaruh bahan peledak di mobil!”

“Siap, Pak…” Sam mengangguk.

Supir yang masih dikumpulkan bersama pembantu lainnya di halaman terkesiap ketika namanya dipanggil Pak Argajaya

“Simiinnn…!”

“Ya,  Pak?” Supir langsung deg-degan.

“Ikut saya…!” Pak Argajaya menarik Simin dengan kasar.

“Kita mau kemana Pak? Sa.. saya mau diapakan Pak?” Simin ketakutan.

Sementara pembantu lain jadi cemas melihat simin takut. Para pembantu tau  Simin akan menghadapi sesuatu yang menyakitkan!

BUUKK!

Simin didorong Pak Argajaya ke dalam sebuah gudang yang agak luas. Simin terjatuh ke lantai.

“Sa… Saya gak ada salah apa-apa, Pak. Saya gak tau kenapa mobil bapak meledak.” Supir itu menghiba. Ia mau keluar ruangan.

Mendadak Simin terdiam ketakutan.

BERSAMBUNG…….

1
Fitri Yuli
Lumayan
Ani Mendur
biasa jo
Irfan Idris
si Aidan hiperseks
玫瑰
lucu nya 🤭🤣😂😂😂
玫瑰
🤣🤣
玫瑰
Setuju
玫瑰
materialistic..huh
玫瑰
setelah membaca komen dan rekomen dari NT,aku singgah di sini.
Kalee Chan
yaa Alloh gustii...
kui si emak ganggu wae.
sak.e cah cah.. lgi panas panass.e diganggu.. gek Rasane wiiih Ra karuan.. sabaaar yaa narissa.🤭🤭
Jro Ratih
judul sm cerita nggak nyambung banget....
Balqis Shopp
klau aku jadi rama... setelah kejadian itu biar saras di buang sama adian dan mau balikan ke Rama lagi ..gue ogah... biar nangis darah juga saras nya gak sudi balikan termasuk cewe matre ihh benci 🤬
Suryani
lanjut
Umisah Asther
Q suka karyamu thor
choirunissa
mulai bqcq
@Ani Nur Meilan
mampir lagi Dan like

sambil nunggu Boss Barton Up lagi 🤗🤗🤗
Yani mulyani
giru trus bosenn
Yani mulyani
ga ada romantis" nya ..sllu d skip...konflik trus isinya
Yani mulyani
harusnya tadi pendarahan pas d dorong sama c aiden jd biar dia merasa bersalah...bkn don rama ..jd kan nyalahin rama ...
Yani mulyani
knp selalu ada kata JREENG sihhh galfok jd ga enak bacanya
Istri pangeran
sebel jg nih wanita keriput...napa ggu org mlulu kyk gak ada kerjaan
emang dl gak pernah gituan gitu??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!