NovelToon NovelToon
Lovely Rain, Sweet Heart

Lovely Rain, Sweet Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:601
Nilai: 5
Nama Author: Liana29

Diantha dan Althaf saling mengenal dan menjadi sahabat di bangku SMA..
di sekolah, mereka benar benar tidak terpisahkan, bahkan satu sekolah mengira mereka pacaran.
sebenarnya mereka sama sama memiliki perasaan cinta, hanya saja , mereka sepakat untuk selalu menjadi sahabat dan tidak akan pernah pacaran, agar persahabatan mereka langgeng..
Sayangnya Diantha tidak sanggup untuk menahan perasaannya lagi hingga membuat jarak di antara meraka..
bagaimana kisah Diantha dan Althaf dalam cinta yang rumit dan persahabatan yang ingin di jaga..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sinyal yang tak terbaca

Begitu masa orientasi berakhir, kehidupan sekolah yang sesungguhnya pun dimulai.

Hari-hari berlalu membawa dinamika baru bagi Althaf, Diantha, Rian, dan Sari..

Keempatnya kini resmi menjadi satu kelompok sahabat yang paling solid di kelas. Di mana ada Althaf dan Rian, di situ pasti ada Diantha dan Sari..

Jika ada jam pelajaran kosong, rumah Sari yang lokasinya hanya selemparan batu dari sekolah menjadi "markas" utama.

Aromanya selalu berganti, dari kepulan uap mi instan kuah pedas lengkap dengan telur setengah matang, sampai aroma segar rujak mangga muda dengan sambal gula jawa yang bikin merinding.

Di teras rumah Sari itulah, tawa mereka pecah tanpa beban.

Di antara riuhnya canda tawa itu, ada satu ikatan yang diam-diam tumbuh kian lebat.. Althaf dan Diantha..

Mereka tak perlu banyak mengumbar kata-kata manis.. Cukup lewat cara Althaf yang selalu memastikan Diantha dapat porsi mi lebih banyak, atau cara Diantha yang refleks menyodorkan gelas air es tiap kali Althaf kepedasan.

Tatapan mata mereka menyimpan bahasa rahasia yang cuma dimengerti berdua..

Namun, di luar lingkaran hangat itu, ada Reyhan yang masih terus membentur tembok tebal.

Reyhan, yang begitu fokus pada ambisinya mengejar Diantha, benar-benar buta akan percikan asmara di antara Althaf dan gadis kesayangannya itu.

Ia masih menganggap Althaf sebagai 'adik' yang setia membantunya dari belakang. Bahkan, Reyhan makin gencar memanfaatkan Sari untuk melancarkan aksinya..

Sore itu, di tempat rahasia belakang kantin yang rindang, Althaf, Rian, Diantha, dan Sari sedang duduk santai menikmati angin sepoi-sepoi.

Tiba-tiba, langkah kaki terburu-buru terdengar mendatangi mereka.

Reyhan muncul dengan senyum lebar, membawa empat kantong plastik berisi es boba kekinian.

"Nih, buat kalian! Tadi aku sengaja beli di depan," ujar Reyhan ceria, langsung menyodorkan satu cup rasa favorit Diantha yang sempat ia tanyakan pada Sari kemarin. "Nih, Tha... khusus buat kamu, taro cheese.."

Diantha menatap cup es boba itu sebentar, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Sari sebelum akhirnya tersenyum tipis, senyum formalitas yang sangat dingin.

 "Makasih, Kak. Tapi aku lagi nggak mau minum manis-manis."

"Loh, masa? Sayang banget, Tha, ini enak loh," bujuk Reyhan, wajahnya sedikit berubah lunglai.

Sari yang merasa tak enak hati, mengingat ia sudah berjanji membantu Reyhan, segera mengambil alih cup tersebut.. "Eh, buat aku aja deh Kak Rey! Diantha emang lagi agak batuk kemarin. Makasih ya, Kak!" ujar Sari berusaha mencairkan suasana yang mendadak agak kaku.

"Oh... gitu. Ya udah deh," gumam Reyhan. Ia lalu menepuk bahu Althaf pelan sambil berbisik pendek, "Thaf, ingetin dia minum air hangat ya kalau lagi batuk."

Althaf hanya mengangguk singkat. "Sip, Kak."

Begitu Reyhan pamit pergi karena harus ada kumpul organisasi, hembusan napas lega terdengar serempak dari tempat itu..

"Duh, kasihan juga sebenarnya sama Kak Reyhan," celetuk Sari sambil menyeruput boba taro-nya.

"Tapi Diantha-nya makin ditarik makin mundur. Jujur, aku makin bingung mau bantu Kak Rey kayak gimana lagi."

Diantha menghela napas pelan, menyandarkan punggungnya ke sandaran bangku kayu..

"Sar, aku kan udah bilang... jangan dipaksa. aku cuma nganggap Kak Reyhan itu kakak kelas, nggak lebih. Malah makin dia ngejar, akunya makin risih."

Diantha lalu melirik ke arah Althaf. Tatapannya mendadak melunak, kehilangan seluruh hawa dingin yang baru saja ia perlihatkan pada Reyhan.

Althaf yang sejak tadi diam, menangkap lirikan itu. Ia meraih cup es bobanya sendiri, rasa cokelat biasa, lalu menggesernya pelan ke arah Diantha..

"Nih," kata Althaf pelan. "Bukan taro, cuma cokelat. Tapi tadi aku minta esnya dikit doang, jadi nggak bikin makin gatal di tenggorokan."

Sari dan Rian langsung berpandangan. Rian tertawa kecil tanpa suara sambil menggelengkan kepala, sementara Sari tersenyum penuh arti melihat pemandangan di depannya.

Diantha menerima cup dari Althaf dengan binar mata yang sangat berbeda. "Makasih, Thaf," bisiknya halus, lalu meminumnya santai.

Di saat Reyhan berdarah-darah memberikan segalanya namun selalu tertolak, Althaf cukup menjadi dirinya sendiri—menjadi sosok yang selalu ada, paham, dan tenang—untuk membuat hati Diantha sepenuhnya menetap.

Althaf tersenyum tipis menatap Diantha. Namun jauh di dalam hatinya, sebuah pertanyaan besar mulai berbisik kian nyaring..

 Sampai kapan ia bisa menyembunyikan perasaan ini dari Reyhan, sebelum rahasia manis ini akhirnya meledak?..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!