Mengisahkan tentang hidup seorang wanita muda yang bernama Najwa Febri Anggreani yang terpaksa menikahi lelaki tampan kaya raya. penuh lika liku dan melewati banyak ujian sebelum ahirnya mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.. banyak konflik dan banyak hal yang menguras emosi dan airmata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DSI 22
*Kamu terlalu sempurana untukku dan aku merasa tak berdaya berada di dekatmu*.
Abee mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sedang. Abee mengikuti mobil Najwa dari belakang entah apa maksud dan tujuannya.
Abee senyum senyum sendiri mengingat perlakuannya pada Najwa pagi tadi, dia berharap Najwa mau menerima dia dengan sepenuh hatinya.
Najwa yang sadar bahwa Abee mengikutinya pun menghentikan laju mobilnya. Abee yang melihat itupun langsung berhenti dan menghampiri Najwa.
"Kenapa" ucap Abee sembari mengetuk kaca mobil Najwa.
"Kamu kenapa mengikutiku" ucap Najwa sembari menurunkan kaca mobilnya.
"Aku pengin nganterin kamu" ucap Abee dengan raut muka yang sok manis.
"Aku bisa jalan sendiri, dan aku akan baik baik saja" ucap Najwa yang sebel dengan tingkah Abee.
"Kamu gak suka ya di antar suami sendiri?" ucap Aber sambil cemberut.
"Suami?" ucap Najwa. Sejak kapan aku kau anggap istri. ucap Najwa kemudian.
Abee hanya diam, sejak kapan dia mulai menyukai Najwa? Yang pasti sekarang telah ada cinta untuk Najwa.
"Sejak hari ini dan seterusnya" ucap Abee dengan serius.
Najwa yang mendengar itupun hanya tersenyum, sepertinya Najwa masih blm percaya tentang ungkapan perasaan Abee.
"Apakah kau juga telah mencintaiku" ucap Abee mengagetkan Najwa.
"Apa" ucap Najwa sepontan, Entahlah ucap Najwa kemudian.
"Aku harap kau juga akan mencintaiku melebihi aku mencintaimu" ucap Abee dengan sangat percaya diri.
Dalam hati Najwa berkata " Kau benar Kak aku memang telah mencintaimu sebelum kau menyatakan cintamu padaku, namun aku lebih memilih untuk tak berharap karena aku tak sanggup jika nanti aku akan terluka begitu dalam."
"Kok kamu bengong" ucap Abee mengagetkan Najwa.
"Enggak kok" ucap Najwa ya udah aku jalan dulu ya, udah telat ini. ucap Najwa kemudian.
"Iya udah kamu hati hati ya sayang, mana hp kamu?" ucap Abee.
"Buat apa?" ucap Najwa bingung sembari memberikan hpnya.
"Aku kan belum save nomer kamu" ucap Abee sembari memasukan nomernya dan memencet tombol Call. Ok sudah masuk ya sayang" ucap Abee kemudian.
Setelah memberikan handphone Najwa kembali Abee mencium kening Najwa dan pergi meninggalkannya.
"Kamu hati hati ya" ucap Abee sebelum pergi meninggalkan Najwa.
"Iya kak" ucap Najwa masih belum percaya dengan perubahan sifat Abee yang mendadak menjadi manis.
Abee merasakan kebahagiaan yang tiada duanya dimana dia telah berhasil mengunggapkan perasaannya walaupun hanya di pinggir jalan.
Najwa melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Hati Najwa berbunga bunga dia bahagia mendapatkan perlakuan manis dari Abee.
Sesampinya dirumah sakit Najwa pergi menuju ruangannya, belum sampai ke ruangannya dia mendapatkan telfon dari seseorang.
"Hallo Assalamualaikum" ucap Najwa.
"Hallo Waalaikumsalam sayang" ucap Abee dari ujung telfonnya. Kamu sudah sampai? ucap Abee kemudian.
"Iya kak sudah, ini baru saja sampai" ucap Najwa.
"Ya udah kamu jaga diri baik baik ya" ucap Abee kemudian menutup telfonnya.
Abee menjadi posesiv kepada Najwa, mungkin hatinya telah dimiliki oleh Najwa sehingga dia selalu saja memikirkan Najwa dan Najwa.
Najwa tersenyum senang mendapatkan perlakuan baik dari suaminya.
Hari itu dilewati dengan senyum manis sang penguasa hati..
Maurent POV
Maurent bertemu dengan kekasihnya Roy di sebuah hotel bintang lima di Jakarta, mereka menghabiskan waktu berdua, memuaskan birahi yang mereka punya.
Dalam hubungan mereka tak ada keseriusan semua hanya untuk bersenang senang. Bahkan ketika Roy mengirim Maurent untuk mendekati Abee pun dituruti.
Roy merencanakan sesuatu untuk menjebak dan menghancurkan nama baik Abee di mata bisnis, Roy menyuruh Maurent untuk menemui Abee dan memberinya obat yang akan menghancurkan nama baiknya.
"Sayang bagaimana kalau Abee tahu" ucap Maurent mulai ragu.
"Tenang sayang si bodoh itu tak akan curiga, dia kan sangat mencintaimu" ucap Roy dengan mantap.
"Baiklah aku akan menjalankan semua rencanamu" ucap Maurent.
Abee yang sebenarnya sudah mengetahui niat licik Roy pun mengikuti permainan Maurent. Hari itu Maurent mengajak Abee untuk bertemu di sebuah restorant untuk sekedar makan siang.
Abee pun datang tanpa rasa curiga.
"Sayang" ucap Abee berbasa basi.
"Sayang aku kangen" ucap Maurent sembari bergelayut manja.
"Iya aku juga kangen" ucap Abee. Dalam hati Abee sangat muak harus berpura pura di depan Maurent.
Sial itu selalu menemani hidup Abee, disaat Abee bertemu dengan Maurent lagi Najwa melihatnya untuk kesekian kalinya.
Hal itu sudah pasti sangat melukai hati Najwa, terlebih lagi perlakuan manis Abee membuatnya merasa tak ada artinya.
Mata Najwa berkaca kaca hampir saja buliran bening menetes di pipinya untung saja Intan memanggilnya.
"Najwa" ucap Intan yang hari itu janjian untuk bertemu dengan Najwa di resto.
"Intan sahabatku" ucap Najwa merekapun berpelukan saling melepas rindu.
Abee yang menyadari kehadiran Najwapun menjadi salah tingkah, Abee takut Najwa menjadi cemburu dan marah kepadanya. Lalu Abee pun berinisiatif untuk mengirim pesan ke Najwa.
"Sayang semua tak seperti yang kau lihat" tulis Abee di pesan WA.
Tak ada balasan dari Najwa, karena pesannya sudah centang biru itu tandanya Najwa telah membuka pesannya.
"Kok gak balas" tulis Abee lagi.
Lagi lagi hanya centang biru. Itu membuat Abee stress.
"Maafin aku nanti aku pasti akan jelaskan semuanya" tulisnya lagi.
Karena terlalu banyak pesan yang Abee kirim membuat Najwa merasa tak nyaman. Hatinya sedih melihat suaminya bersama wanita lain, namun dia menyadari posisinya.
"Lanjutin aja gak papa kok, aku mah apa" tulis Najwa. Membuat Abee benar benar merasa sangat bersalah.
Najwa berbincang dengan Intan, mereka berbicara berbagai hal. Mulai dari pekerjaan hinga tentang seorang lelaki.
"Na gimana hubunganmu dengan Willy" ucap Intan. Intan sangat tahu kalau Willy sangat mencintai Najwa, bahkan Willy sanggup berubah menjadi orang yang sangat baik buat Najwa.
"Maksudmu apa" ucap Najwa.
"Aku tahu kalau Willy itu sayang sama kamu" ucap Intan lagi.
Najwa kaget mendengar pernyataan sahabatnya. Abee pun yang mendengarnya di makan cemburu yang teramat besar sehingga membuat matanya memerah menahan emosi.
"Kamu tahu dari mana? Aku dan Willy hanya berteman" ucap Najwa.
"Hemss padahal Willy lelaki yang sangat tampan Na, masa kamu mau menolaknya si?" ucap Intan menimbang nimbang perkataan Najwa.
"Udah ah gak usah ngomongin cowok" ucap Najwa tmyang tengah melirik ke arah Abee, disana Najwa dapat melihat amarah yang tertahan dari raut wajah Abee.
Terima kasih buat kalian yang telah setia mebdukung author, dukungan kalian adalah Motivasi buat Author untuk berkembang. Maaf kalau masih banyak kekurangan karena author masih dalam tahab belajar.
Jangan lupa ya tinggalin jejak di sini, seperti Like, komen dan vote seikhlasnya.
Mari saling mendukung..
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
masa pemindahan dokter tampa rekomondasi dr dirut Rs nya..??
ya tanya dnk k bagian atas nya
maaf ya..🙏🙏