Karena suatu kesalahan, Anastasia Lambert terpaksa menikah dengan Paman angkatnya, Henry Theodor, di usianya yang masih delapan belas tahun.
Semua bermula karena kebaikan dan perhatian Paman angkatnya, membuat Anastasia, yatim piatu yang diadopsi Henry, diam-diam jatuh cinta pada Henry, hingga hubungan mereka yang tadinya baik-baik saja menjadi dingin.
Dan, sampai datangnya orang ke tiga dalam kehidupan mereka, membuat hubungan mereka menjadi sangat jauh, seperti jarak antara terbitnya matahari dari timur, hingga matahari terbenam di barat.
Saat Anastasia menyadari telah salah mencintai Paman angkatnya, dan membuka hati untuk mengenal pria lain, sikap Henry tiba-tiba berubah menjadi hangat padanya.
Apakah hubungan mereka yang tadinya baik-baik saja, akan kembali seperti dulu lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22.
Tanpa sadar Henry mengepalkan tangannya dengan erat.
Ia merasa apa yang dikatakan George memang benar adanya, karena Anastasia menjadi takut berdekatan dengannya, sejak ia memarahi dan menolak Anastasia pada hari itu.
"Tuan mengatakan Nona Tasia kekanak-kanakan, dan hanya panas sesaat, apakah Tuan tidak tahu bagaimana dia berupaya menyembunyikan perasaan sakit hatinya, saat Tuan tolak dan marahi tidak seperti biasanya?"
Henry semakin erat mengepalkan tangannya, ia merasa sangat tidak nyaman dalam hatinya.
"Arthur mengatakan padaku, dia tidak sengaja melihat Nona Tasia diam-diam menangis, saat berangkat kuliah di dalam mobil!"
Tubuh Henry sontak membeku mendengar apa yang dikatakan George.
Dia pikir Anastasia tidak akan cengeng, melihat sikap acuh tak acuh Anastasia melihatnya bersama Ivana.
"Gadis muda yang masih belum memasuki usia dua puluh tahun, yang Tuan remehkan itu bukanlah gadis kekanak-kanakan! dia pasti sudah mempertimbangkan keputusannya untuk melupakanmu, Tuan!"
Henry merasa ada semacam perasaan, yang tiba-tiba menusuk hatinya.
"Dan waktu kemarin malam, saat sakit Tuan kambuh di tengah malam, Nona Tasia terlihat begitu tenang melihat Nona Ivana datang, dan naik ke atas tempat tidur Tuan, untuk menemani Tuan tidur, agar sakit Tuan mereda!"
Brak!
"Apa katamu?!" Henry tanpa sadar bangkit berdiri dari duduknya.
Ia begitu terkejut mendengar apa yang dikatakan George.
Ia tersadar dengan penjelasan Ivana malam itu, kalau Anastasia memang benar melihat Ivana tidur menemaninya malam itu.
Sikap tenang Anastasia membuatnya seketika merasa terganggu, karena Anastasia sama sekali tidak merasa cemburu melihat pria, yang disukai Anastasia bersama dengan wanita lain.
Henry merasa, apakah Anastasia memang menyukainya atau tidak sama sekali.
"Kenapa Tuan terkejut?" George memandang lekat Henry, "Aku mengatakan yang sebenarnya!"
Henry meraih dokumen di atas mejanya lalu melemparkannya ke badan George, dengan wajah yang berubah menjadi marah.
Plak!!
"Kalian membiarkan Anastasia melihat perempuan itu naik ke atas tempat tidurku?!"
"I.. iya, Tuan! Nona Tasia tidak marah, dia diam saja melihat Nona Ivana berbaring disamping Tuan!"
Plak!!
Kembali dokumen lainnya melayang menghantam badan George, dan George kali ini mencoba menghindari lemparan Henry.
"Kalian memang keterlaluan! aku sengaja menempatkan Ivana di sampingku, untuk membuat Anastasia tidak menyukaiku lagi! bukan membiarkan perempuan itu dilihat Anastasia tidur ditempat tidurku!!"
Henry menaikkan suaranya memarahi George, dan ia tidak tahu tiba-tiba merasa panik sendiri, mendengar penjelasan George.
Perasaannya seketika menjadi tidak tenang, mengetahui Anastasia tidak menunjukkan perasaan marah sedikit pun, melihat wanita lain naik ke atas tempat tidurnya.
"Cepat minta pada Arthur, di mana alamat mereka saat ini!!"
Henry meraih jasnya dari sandaran kursi kerjanya, dan bergegas memakainya dengan tidak sabaran.
"Ha?! oh.. baik!"
George merasa heran dengan perubahan sikap Henry, yang tiba-tiba tidak senang mengetahui Anastasia tidak cemburu melihat Ivana tidur menemaninya malam itu.
Sementara di kafe.
Perbincangan Anastasia dengan Diana dan kakak Diana, perlahan membuat Anastasia merasa nyaman.
Anastasia baru tahu Diana ternyata sudah lama ingin dekat dengannya, sejak ia tanpa sengaja membayar makan siang Diana.
Kalau tidak diceritakan Diana, ia tidak tahu sudah pernah tanpa sengaja menolong Diana.
"Aku lupa bawa uang waktu itu, untung kamu berada di sebelahku, dan membayar pesananku!"
"Aku tidak ingat sudah pernah menolongmu, yang aku tahu kamu itu sangat pendiam, tidak pernah bergabung dengan siswi lainnya!"
Diana tersenyum mendengar jawaban Anastasia, "Mulai sekarang aku ingin berteman dengan kamu, dan berharap menjadi teman kakakku juga!"
Anastasia tidak dapat menjawab Diana, begitu Diana menyinggung soal Harry, yang juga ingin lebih dekat dengannya.
Bersambung........
lma2 up thor tk inak menunggu n klau up yg buanyk n hrs tiap hri
nie malah berbeilit²🙄🙄🙄🙄
kalo ragu, untuk apa minta ketemuan sama henry🙄🙄🙄