Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.
Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAYANGAN MASA LALU YANG KEMBALI
Pada pagi hari setelah mereka kembali ke kompleks guild, Patti terbangun dengan rasa sakit yang menusuk di bagian belakang kepalanya. Dia merasa lelah meskipun telah tidur cukup lama, dan ada bayangan-bayangan yang tidak jelas mengganggu pikirannya gambar-gambar dari masa lalunya yang dia coba lupakan selama bertahun-tahun.
Dia berdiri dengan susah payah dari tempat tidur, mencoba menggosok mata dan menghilangkan rasa sakit tersebut. Tapi bayangan-bayangan itu semakin jelas dia melihat wajah ibunya yang menangis, ayahnya yang penuh dengan kesedihan, dan wajah seorang anak kecil yang dia kenal sebagai dirinya sendiri, berdiri di depan rumah yang terbakar.
“Tidak… jangan kembali lagi,” bisik Patti dengan suara yang bergetar, mencoba menutup telinganya. Tapi suara-suara dari masa lalunya semakin keras di dalam kepalanya tangisan orang-orang, suara nyala api, dan kata-kata yang menyakitkan yang tidak bisa dia pahami saat itu.
Dia meraih gelas air di sebelah tempat tidur, tapi tangannya gemetar sehingga sebagian air tumpah ke lantai. Pada saat yang sama, pintu kamarnya terbuka dengan tiba-tiba dan Luminarianna masuk dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran.
“Patti, kamu baik-baik saja? Aku mendengar suara dari luar dan…” Kata-katanya terhenti saat melihat kondisi Patti. “Wahai Dewa, kamu berkeringat banyak dan wajahmu sangat pucat. Apa yang terjadi?”
Patti mencoba menjawab, tapi hanya bisa mengeluarkan suara bisikan yang tidak jelas. Dia merasa seperti sedang tenggelam dalam lautan kenangan yang menyakitkan, dan semakin sulit untuk tetap sadar akan dunia sekitarnya. Luminarianna segera berlari keluar untuk memanggil bantuan, sementara Corviniann dan Borthworgiann yang sedang lewat mendengar keributan dan masuk ke kamarnya.
“Apa yang terjadi dengan dia?” tanya Borthworgiann dengan suara yang penuh dengan perhatian, segera mendekati Patti untuk membantu. Dia menyentuh dahinya dan terkejut karena panas yang luar biasa. “Dia demam tinggi padahal kemarin malam dia masih baik-baik saja.”
Corviniann menggunakan sihir informasinya untuk memeriksa kondisi Patti, wajahnya menjadi semakin serius seiring dengan apa yang dia temukan. “Ini bukan demam biasa,” katanya dengan suara yang rendah. “Ada energi magis yang kuat mengganggunya energi yang berasal dari masa lalunya. Sepertinya ketika kita menghadapi sihir gelap di Gua Bayangan, itu membuka kembali luka emosional yang belum sembuh.”
Sebelum mereka bisa melakukan apa pun, Patti tiba-tiba mulai berbicara dengan suara yang tidak seperti dirinya sendiri. “Kamu harus pergi… sebelum terlambat… api akan menghancurkan segalanya…” Ucapnya dengan mata yang tertutup, tubuhnya bergoyang-goyang seperti sedang mengalami kesulitan bernapas.
Luminarianna kembali dengan cepat bersama dengan Aetherlynn, penyihir penyembuh senior guild. “Pindahkan dia ke tempat tidur dengan hati-hati,” perintah Aetherlynn dengan suara yang tenang namun tegas. “Kita perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mencoba menstabilkan kondisinya sebelum energi tersebut menyebabkan kerusakan yang lebih parah.”
Mereka dengan hati-hati membawa Patti ke ruang perawatan guild, di mana peralatan medis magis sudah siap digunakan. Aetherlynn mulai melakukan ritual penyembuhan sambil meminta bantuan dari Corviniann untuk mengidentifikasi sumber energi yang mengganggu Patti.
“Ada memori yang terkunci dengan kuat di dalam benaknya,” ucap Corviniann setelah beberapa saat memeriksa dengan cermat. “Memori tentang kebakaran yang menghancurkan rumahnya ketika dia masih kecil. Sepertinya seseorang menggunakan sihir gelap untuk menyebabkan kebakaran tersebut, dan trauma itu telah terkunci di dalam dirinya selama bertahun-tahun.”
“Sihir gelap yang digunakan di Gua Bayangan memiliki frekuensi yang sama dengan sihir yang menyebabkan kebakaran itu,” tambah Aetherlynn sambil terus melakukan penyembuhan. “Ketika Patti terpapar energi tersebut, itu membangkitkan kembali trauma yang telah dia sembunyikan selama ini. Kita tidak bisa hanya menyembuhkan fisiknya kita perlu membantu dia menghadapi masa lalunya dan menyelesaikan masalah tersebut dengan benar.”
Selama beberapa jam, mereka bekerja tanpa istirahat untuk menjaga kondisi Patti tetap stabil. Namun meskipun semua upaya mereka, suhunya tetap tinggi dan dia terus berbicara tentang api dan kehilangan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Marthandelion datang untuk memeriksa kondisinya, wajahnya penuh dengan kekhawatiran saat mendengar penjelasan dari Aetherlynn dan Corviniann.
“Kita tidak bisa memaksanya untuk menghadapi ini jika dia belum siap,” ucapnya dengan suara yang penuh dengan empati. “Tetapi jika kita tidak melakukan sesuatu, trauma ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada kemampuan sihirnya dan bahkan kesehatannya secara keseluruhan.”
Pada saat yang sama, di dalam pikiran Patti, dia sedang mengalami kembali momen menyakitkan dari masa lalunya. Dia melihat rumahnya yang terbakar dengan nyala api yang tinggi, mendengar tangisan ibunya yang memanggil namanya, dan merasa ketakutan yang luar biasa karena tidak bisa melakukan apa-apa. Di tengah kobaran api tersebut, dia melihat sosok berjas hitam yang berdiri dengan tenang, mata yang menyala dengan cahaya merah gelap sedang memandangnya dengan ekspresi yang tidak bisa dia pahami.
“Kenapa kamu melakukan ini?” teriakan Patti dalam dunia bawah sadarnya, mencoba mendekati sosok tersebut tapi selalu terhalang oleh tembok api yang tinggi. “Kami tidak pernah menyakiti kamu!”
Sosok tersebut hanya tersenyum dengan cara yang menjijikkan. “Kamu tidak mengerti apa-apa, anak kecil,” suara nya terdengar seperti bisikan yang menusuk ke dalam jiwanya. “Kamu dan keluargamu adalah ancaman bagi rencana kita. Dan suatu hari nanti, kamu akan menyadari bahwa semua yang kamu lakukan hanyalah sia-sia.”
Di dunia nyata, teman-temannya melihat kondisi Patti semakin memburuk. Suaranya menjadi semakin keras, dan tubuhnya mulai bergoyang dengan kekuatan yang luar biasa. “Kita harus melakukan sesuatu sekarang juga,” ucap Luminarianna dengan suara yang penuh dengan kegelisahan. “Kita tidak bisa hanya berdiri dan melihat dia menderita seperti ini.”
Corviniann berpikir sejenak, kemudian melihat ke arah teman-temannya dengan ekspresi yang penuh dengan tekad. “Ada satu cara yang bisa kita coba,” katanya dengan suara yang rendah. “Kita bisa masuk ke dalam dunia bawah sadarnya bersama-sama. Dengan bekerja sama, kita bisa membantu dia menghadapi trauma tersebut dan menemukan kebenaran tentang apa yang sebenarnya terjadi pada masa lalunya.”
“Itu sangat berbahaya,” peringatkan Aetherlynn dengan suara yang serius. “Jika kita tidak berhati-hati, kita bisa terjebak di dalam sana atau bahkan terpengaruh oleh trauma nya.”
“Kita tidak punya pilihan lain,” jawab Borthworgiann dengan suara yang tegas. “Dia akan melakukan hal yang sama untuk kita jika posisinya terbalik. Kita adalah tim, dan kita harus saling membantu satu sama lain dalam keadaan apa pun.”
Setelah beberapa diskusi singkat, mereka memutuskan untuk melaksanakan rencana tersebut. Aetherlynn membantu mereka mempersiapkan ritual yang akan membawa kesadaran mereka ke dalam dunia bawah sadar Patti, sambil menjaga tubuh fisik mereka tetap aman di dunia nyata.
“Ingat,” ucapnya dengan suara yang jelas sebelum mereka memulai. “Kalian hanya bisa membantu dia yang harus membuat keputusan untuk menghadapi masa lalunya dan melepaskan beban yang dia bawa selama ini. Jangan mencoba mengambil alih atau membuat keputusan atas nama dia. Ini adalah perjuangan yang harus dia lalui sendiri, meskipun dia tidak sendirian.”
Dengan itu, mereka mulai melakukan ritual bersama. Cahaya lembut menyelimuti tubuh mereka, dan secara bertahap kesadaran mereka mulai melayang dan memasuki dunia bawah sadar Patti sebuah dunia yang penuh dengan api, asap, dan bayangan dari masa lalunya yang menyakitkan.
Mereka menemukan diri mereka berdiri di depan rumah Patti yang sedang terbakar, dengan nyala api yang tinggi menghalangi jalan mereka. Di tengah kobaran api tersebut, mereka bisa melihat sosok Patti yang kecil sedang berteriak dan mencoba mencapai orang tuanya yang terkurung di dalam rumah.
“Patti!” panggil Luminarianna dengan suara yang jelas, berusaha melewati tembok api tersebut. Tapi nyala api tersebut terlalu panas dan kuat untuk dilalui dengan mudah.
“Kita harus bekerja sama,” ucap Corviniann dengan suara yang penuh dengan fokus. “Saya akan menggunakan sihir ilusi untuk menciptakan jalan melalui api. Luminarianna, kamu gunakan kekuatanmu untuk mengendalikan nyala api agar tidak menyakitinya. Borthworgiann, kamu siapkan diri untuk membantu jika ada bahaya yang tidak terduga.”
Dengan kerja sama yang luar biasa, mereka berhasil menciptakan jalan yang aman melalui kobaran api. Mereka berlari menuju Patti yang kecil, yang masih terus berteriak dengan penuh ketakutan. Ketika mereka akhirnya mencapai dia, mereka melihat bahwa dia sedang dihadapkan pada sosok berjas hitam yang sama yang Patti lihat sebelumnya.
“Jangan datang lebih dekat!” teriakan sosok tersebut dengan suara yang penuh dengan kemarahan, mengeluarkan gumpalan api ke arah mereka. Tapi Luminarianna dengan cepat mengendalikan api tersebut dan membawanya ke arah yang aman.
“Kamu tidak bisa menyakitinya lagi!” ucap Borthworgiann dengan suara yang penuh dengan kekuatan, melangkah ke depan sebagai benteng untuk melindungi Patti yang kecil. “Kita tidak akan membiarkanmu menyebarkan lebih banyak penderitaan lagi.”
Pada saat yang sama, di dalam diri Patti yang dewasa, dia mulai merasakan kehadiran teman-temannya. Suara mereka yang memanggil namanya mulai menerobos kegelapan yang mengelilinginya, dan perlahan-lahan dia mulai sadar akan apa yang sedang terjadi.
Dia melihat diri yang kecil sedang dikelilingi oleh teman-temannya yang sedang melindunginya dari sosok berbahaya. Rasa terima kasih yang luar biasa memenuhi hatinya, dan dengan tekad yang baru, dia mulai bergerak untuk bergabung dengan mereka.
“Kau tidak akan menyakiti siapa pun lagi!” suara Patti yang dewasa terdengar dengan kuat di seluruh dunia bawah sadarnya. Sosok berjas hitam berbalik dengan ekspresi yang penuh dengan kejutan, tidak menyangka bahwa Patti bisa bangkit dan menghadapinya dengan keberanian.
“Kamu tidak bisa mengalahkan aku,” kata sosok tersebut dengan suara yang penuh dengan keyakinan palsu. “Aku adalah bagian dari masa lalumu yang tidak bisa kau lupakan!”
“Kamu benar kamu adalah bagian dari masa laluku,” jawab Patti dengan suara yang tenang namun penuh dengan kekuatan. “Tetapi kamu tidak mengendalikan diriku lagi. Aku telah menemukan teman-teman yang mencintaiku dan keluarga yang menerima diriku apa adanya. Dan dengan bantuan mereka, aku siap untuk menghadapi masa laluku dan melanjutkan hidupku!”
Dengan kata-kata tersebut, Patti mengeluarkan energi penyembuhan yang kuat dari dalam dirinya energi yang tidak hanya menyembuhkan luka fisik tapi juga luka emosional. Cahaya putih bersih menyelimuti seluruh dunia bawah sadarnya, dan kobaran api mulai mereda perlahan-lahan. Sosok berjas hitam mulai menghilang seperti uap, dengan ekspresi yang penuh dengan kekalahan di wajahnya.
Ketika api benar-benar padam, Patti melihat rumahnya yang sekarang sudah tidak terbakar lagi. Di depan rumah tersebut berdiri orang tuanya dengan wajah yang penuh dengan cinta dan pengertian. Mereka mengangkat tangan untuk memanggilnya, dan dengan hati yang penuh dengan emosi, Patti berlari ke arah mereka dan meraih pelukan yang hangat.
“Kita selalu ada di sini untukmu, sayang,” ucap ibunya dengan suara yang lembut. “Kamu tidak perlu membawa beban ini sendirian lagi.”
“Kita mencintaimu dengan segala sesuatu yang kita miliki,” tambah ayahnya dengan suara yang penuh dengan kasih sayang. “Dan kita tahu bahwa kamu akan menjadi orang yang luar biasa dengan teman-teman yang kamu miliki sekarang.”
Setelah berbicara dengan orang tuanya dan melepaskan beban masa lalunya, Patti merasa seperti ada beban berat yang terangkat dari pundaknya. Dia berbalik untuk melihat teman-temannya yang sedang menunggu dengan senyum hangat, dan dengan rasa terima kasih yang mendalam, dia berjalan ke arah mereka dan bergabung dengan pelukan bersama.
“Terima kasih banyak,” ucapnya dengan suara yang penuh dengan emosi. “Tanpa kalian, aku tidak akan bisa melewati ini.”
“Kita selalu ada untukmu,” jawab Luminarianna dengan senyum lembut. “Kita adalah tim, dan tim tidak pernah meninggalkan satu sama lain.”
Dengan itu, mereka mulai perjalanan kembali ke dunia nyata, dengan hati yang penuh dengan kedamaian dan pemahaman yang baru. Ketika mereka kembali ke tubuh fisik mereka, mereka melihat bahwa kondisi Patti sudah membaik dengan signifikan. Suhunya kembali normal, dan dia sedang terbuka mata dengan ekspresi yang penuh dengan kedamaian dan kejernihan.
Aetherlynn mengeluarkan napas lega saat melihat kondisi Patti. “Alhamdulillah,” ucapnya dengan suara yang penuh dengan lega. “Kamu telah berhasil melewati ujian terbesar dalam hidupmu, Patti. Dan sekarang, kamu siap untuk melanjutkan hidup dengan beban yang lebih ringan dan hati yang lebih kuat.”
Teman-temannya berkumpul di sekitar tempat tidurnya dengan wajah yang penuh dengan kegembiraan dan rasa lega. Mereka tahu bahwa perjuangan Patti belum selesai sepenuhnya masih banyak hal yang perlu dia pelajari tentang masa lalunya dan siapa yang sebenarnya menyebabkan kebakaran tersebut. Tapi mereka juga tahu bahwa dengan dukungan mereka dan kekuatan yang dia miliki dari dalam dirinya sendiri, tidak ada yang bisa menghentikannya untuk mencapai tujuan hidupnya.
Pada sore hari yang sama, ketika matahari mulai mulai bergeser ke arah barat dan memberikan warna keemasan yang indah pada langit guild, Patti duduk di tempat tidurnya dengan teman-temannya yang sedang duduk di sekitarnya. Mereka berbicara tentang masa lalu, masa sekarang, dan masa depan yang penuh dengan harapan. Patti merasa bahwa dia telah mencapai tahap baru dalam hidupnya tahap di mana dia bisa menerima masa lalunya, menghargai masa sekarang, dan melihat ke masa depan dengan optimisme yang baru.
Dia tahu bahwa masih banyak tantangan yang akan datang dan masih banyak misteri yang perlu diapecahkan tentang masa lalunya. Tapi dengan teman-temannya yang setia di sisinya dan kekuatan yang dia miliki dari dalam dirinya sendiri, dia merasa siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang. Karena dia telah belajar bahwa sejatinya, kita tidak bisa mengubah masa lalu kita, tapi kita bisa memilih bagaimana cara kita menghadapinya dan bagaimana cara kita membangun masa depan yang lebih baik untuk diri kita sendiri dan orang-orang yang kita cintai.