NovelToon NovelToon
Jalan Pedang Xiao Chen

Jalan Pedang Xiao Chen

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Di tengah kehidupan yang penuh hinaan dan kesulitan, Xiao Chen kecil hanya memiliki satu mimpi—menjadi pendekar pedang terhebat di dunia.

Tanpa bakat luar biasa maupun latar belakang kuat, ia menapaki jalan pedang dengan tekad yang tak pernah padam. Bagi Xiao Chen, pedang bukan sekadar senjata, melainkan guru yang mengajarkannya tentang rasa sakit, pengorbanan, dan arti kehidupan.

Namun di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mampukah seorang anak dari keluarga buruk mengukir namanya hingga mengguncang langit dan bumi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Terheran-heran

"Aku menyerah."

​Suaranya yang santai terdengar jelas di tengah keheningan arena.

​"Aku terlalu malas jika harus menjadi juara satu."

"Hadiah untuk peringkat dua sudah lebih dari cukup bagiku."

"Lagipula... bertarung denganmu di tempat terbuka seperti ini sekarang... rasanya terlalu merepotkan."

​BOOM!

​Seluruh tribun penonton seketika gempar karena pernyataan sepihak itu. Xiao Chen sendiri berdiri mematung dengan ekspresi bingung, pedang kayunya masih terangkat setengah.

Para murid di bangku penonton berteriak marah karena merasa ditipu oleh laga final, sementara para Tetua di panggung utama tampak sangat kesal dengan sikap meremehkan yang ditunjukkan Gu Tian.

Namun, aturan resmi sekte memang memperbolehkan seorang kontestan untuk mengundurkan diri secara sadar sebelum pertarungan dimulai.

​Dengan demikian, Xiao Chen resmi dinobatkan sebagai juara pertama Turnamen Seleksi Murid Luar. Ia berhak mendapatkan:

​Satu kantung Batu Qi Kualitas Menengah.

​Gulungan kitab Teknik Bela Diri Tingkat Ahli.

​Hak istimewa untuk dipromosikan menjadi Murid Dalam.

​Gu Tian juga menerima hadiah besar sebagai peringkat kedua dengan ekspresi acuh tak acuh.

Namun, di balik kemenangan mutlak ini, Xiao Chen sama sekali tidak merasa senang.

Ada rasa ganjil yang mengganjal di dadanya, ia tahu betul bahwa Gu Tian sengaja menyerah bukan karena malas, melainkan karena sedang menghindari sesuatu dari dirinya.

​Saat ia berjalan kembali ke ruang tunggu, suara dingin Roh Pedang bergema di kepalanya.

​"Waspadalah pada anak berambut berantakan itu, Xiao Chen. Dia berbahaya. Dan yang lebih penting... dia tampaknya sudah tahu bahwa kau juga adalah sosok yang berbahaya."

​Setelah pembagian hadiah selesai, atmosfer kemenangan segera disapu bersih.

Seluruh murid yang berhasil menembus jajaran dua puluh besar dikumpulkan kembali di tengah lapangan utama. Seorang Tetua berwajah kaku melangkah maju, memandang mereka semua dengan tatapan sedingin es.

​"Jangan mengira kalian sudah bisa bersantai setelah memenangkan turnamen ini," suara Tetua itu menggelegar, menekan mental para murid. "Ini adalah ujian terakhir sebelum kalian resmi menginjakkan kaki di wilayah Murid Dalam. Sebuah ujian sejati untuk melihat apakah kalian mampu bertahan hidup, bekerja sama, atau membuat keputusan hidup-mati di bawah tekanan ekstrem!"

​Tetua itu menjentikkan lengannya, memunculkan sebuah peta proyeksi spiritual di udara.

​"Seluruh kandidat dua puluh besar akan dibagi menjadi beberapa tim kecil yang terdiri dari empat orang. Kalian semua akan dikirim masuk ke dalam Lembah Seribu Roh sebuah wilayah berbahaya yang dipenuhi oleh monster buas dan lingkungan yang mematikan. Ujian ini akan berlangsung selama satu bulan penuh! Tugas kalian adalah bertahan hidup, mengumpulkan token perak sekte yang tersebar di sana, dan bersaing melawan tim lain!"

​Tetua itu berhenti sejenak, memberikan senyum yang membuat bulu kuduk berdiri sebelum melanjutkan aturan terburuk dari ujian ini.

​"Aturan di dalam Lembah Seribu Roh sangat sederhana: Token milik tim lain bisa direbut dengan paksa. Tidak ada larangan pertarungan antar tim di dalam lembah. Dan ingat... Sekte Pedang Langit sama sekali tidak akan bertanggung jawab atas cacat atau kematian yang menimpa kalian selama ujian berlangsung!"

​Wajah seluruh murid luar yang berada di lapangan langsung berubah pucat pasi. Ini bukan lagi sebuah ujian kompetisi, melainkan sebuah pertarungan eliminasi berdarah di mana nyawa mereka kembali dipertaruhkan demi ambisi sekte.

​Saat pengumuman pembagian kelompok sihir muncul di papan pengumuman batu, Xiao Chen melihat nama-nama anggota timnya: Xiao Chen, Bao Hu, Qian'er, dan Gu Tian.

​"Kenapa kita harus satu kelompok dengan orang aneh yang malas ini, Xiao Chen?" Bisik Bao Hu dengan wajah cemas saat mereka berempat berkumpul di sudut lapangan.

​Qian'er berdiri di belakang Xiao Chen dengan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi, tangannya secara tidak sadar meraba kantong jarum beracun di pinggangnya saat menatap Gu Tian.

​Gu Tian sendiri berjalan mendekati mereka dengan langkah terseret, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku jubah abunya yang longgar.

Matanya yang mengantuk menatap Xiao Chen dengan sorot memicing yang intens, seolah sedang menelanjangi seluruh rahasia di dalam tubuh Xiao Chen.

1
Maul
👍👍
Maul
latihan keras 😢
Maul
/Panic//Panic/
Maul
/Scare//Scare/
Maul
kenapa nih🤔
Maul
Benar-benar membingungkan Patriark itu🤭
Maul
/Smile/
Maul
Sepertinya Patriark baik🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
Agen One
Bab 37 sabar guys/Sleep/
Agen One
Kakek roh/Whimper/
Agen One
jadi juga murid dalam/Frown/
Agen One
🤕🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees boos 🌽🔥
Maul
keputusan apa ituh
Maul
takut itu wajar Qianer
Maul
/Frown/
Agen One
selamat Idul Adha ya semuanya/Smile//Pray/
Agen One
Bab 35 sabar ya/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!