NovelToon NovelToon
Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:743.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nita.P

Sebuah kisah yang menceritakan tentang seorang gadis cantik yang tidak pernah di anggap oleh keluarganya.

Hingga Asyila menemukan seorang pria yang mau menjadi suaminya dan Asyila pun sangat mencintai nya. Tapi lagi dan lagi Asyila harus kecewa karna pria yang Dia cintai ternyata ada maksud tertentu padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22

Kiren sedang di sibukan dengan pekerjaan nya. Sebentar lagi adalah jam makan siang dan Dia harus segera menyelesaikan laporan yang sedang di kerjakan nya saat ini.

"Udah belum Ki? Udah jam makan siang ni" kata Tika teman satu devisi dengan nya

"Bentar dikit lagi ni" Kiren masih fokus pada layar laptop di depan nya

"Gue duluan deh kalo gitu ya, lama nungguin lo selsai mah"kata Tika

"Iye lo duluan aja sana, kaya yang gak makan satu tahun aja" kata Kiren masih fokus pada layar di depan nya

"Yee gua gak sempet sarapan tadi" Tika membantah ucapan Kiren

"Ahh elo mah sarapan gak sarapan sama aja"kata Kiren

"Udah ah gue duluan ya. Bye" Tika pun berlalu pergi

Kiren kembali fokus pada pekerjaan nya. Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya. Kiren tak memperdulikan nya Dia berfikir mungkin orang yang mau ke kantin. Tapi langkah kaki itu berhenti tepat di depan meja kerjanya. Kiren mendongak dan melihat malas pada orang di depan nya.

"Kenapa kau belum makan siang?" tanya Ferdi

"Kerjaan saya belum selesai Pak, nanggung" kata Kiren fokus pada laptopnya tanpa memperdulikan keberadaan Ferdi.

"Kan bisa nanti, makan itu lebih penting biar kita semangat bekerjanya" kata Ferdi

"Ck"

'Ni orang kenapa jadi banyak ngomong si'

"Bapak duluan saja, saya nanti nyusul" kata Kiren

"Siapa juga yang mau ngajakin kamu makan. Percaya diri sekali kamu" kata Ferdi berlalu pergi

"Huu dasar orang aneh, terus ngapain nyamperin coba kalau gak ngajak makan siang. Eh tapi kenapa gue ngarep banget Dia ajakin makan siang ya. Aduh Kiren lo kenapa si" gerutu Kiren sambil menggeleng gelengkan kepalanya

"Saya mendengarnya" kata Ferdi yang memang belum berjalan jauh dan Dia mendengar semua yang Kiren ucapkan.

"Hah" Kiren mendongak dan matanya langsung terbelalak karna ternyata Ferdi masih berada disana.

"Nanti kapan kapan saya ajakin kamu makan siang" Ferdi berbalik lalu tergelak tanpa suara

"Ishhh" Kiren mengepalkan tangan nya karna kesal juga merasa malu

Setelah semuanya selesai Kiren pun segera menuju kantin untuk makan siang. Dilihat teman teman nya sudah pada selesai makan. Sekarang mereka hanya mengobrol sambil menghabiskan minuman yang mereka pesan.

"Kenapa tuh wajah kusut banget kaya gorengan keinjek" kata Rega

"Lagi kesel gue" jawab Kiren sambil terus memakan makanan yang tadi sudah Dia pesan.

"Kesel sama siapa?" tanya Rega

"Siapa lagi? Pasti sama Pak asisten. Hahaha" kata Tika tertawa mengejek

"Maksudnya Pak Ferdi?" tanya Rega ada nada tidak suka dari nada bicaranya

"Ya siapa lagi asisten paling nyebelin di dunia ini kalau bukan asisten bermuka datar itu" kata Kiren kesal

"Shuttt" Tika menggerakan bibirnya seolah memberitahu Kiren kalau ada seseorang di belakangnya

"Apaan si" Kiren tidak mengerti kode dari Tika

"Itu " kali ini Tika melirikan matanya ke arah belakang Kiren

"Apaan si lo gak jelas banget. Pokonya gue lagi kesel sama asisten bermuka tembok itu. Hah rasanya pengen gue tabok tuh muka ngeselin itu" kata Kiren

"Haduhh" Tika menunduk kan kepalanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal

"Ki udah" Rega membekap mulut Kiren yang akan mengeluarkan kata kata lagi.

Rega dan Tika tahu betul bagaimana Kiren kalau lagi kesel pasti akan ngomel ngomel gak jelas sampai Dia puas.

"Ekhem" Ferdi berdehem bukan karna omelan Kiren tapi karna melihat tangan Rega yang membekap mulut Kiren.

Mata Kiren melotot dan langsung melepaskan tangan Rega yang masih membekap mulutnya. Kiren menoleh ke belakang benar saja Ferdi berdiri dengan wajah datarnya. Tapi sorot mata nya sangat tajam mengintimidasi.

"Kenapa lo berdua gak bilang si" lirih Kiren sambil menunduk

"Gue udah ngasih lo kode tadi, lo nya aja gak peka" kata Tika pelan

"****** gue" kata Kiren lirih

"Kirena Saputri ikut ke ruangan saya" kata Ferdi tegas

"Ba..baik Pak" Kiren segera bangkit dari duduk nya dan mengikuti langkah Ferdi

"Semangat Ki" kata Tika tanpa suara sambil mengepalkan tangan ke atas memberi semangat pada Kiren yang menoleh ke arah nya.

Kiren hanya menunduk dan mengikuti langkah kaki Ferdi menuju lif.

Kini Ferdi dan Kiren sudah berada di dalam ruangan Ferdi. Kiren hanya diam menunduk di depan meja kerja Ferdi.

'Kenapa tatapan nya sangat menakutkan si'

Ferdi duduk di kursi kebesaran nya sambil bersidekap dada. Menatap tajam pada Kiren. Terlihat Dia sangat marah dari tatapan matanya.

"Kamu tau apa kesalahan mu?"

Setelah cukup lama saling diam akhirnya Ferdi membuka mulutnya memulai pembicaraan.

"Iya Pak, maafkan saya karna sudah membicarakan bapak di belakang" kata Kiren semakin menunduk

'Cih Dia benar benar tidak tahu apa alasanku marah padanya'

Ferdi berdiri dan berjalan ke arah Kiren. Dia menyandar pada meja kerjanya masih dengan bersidekap dada menatap pada Kiren yang hanya menunduk.

"Kenapa menunduk ? Mana Kiren yang berani mengomeli ku tadi" kata Ferdi sinis

"Maafkan saya Pak" kata Kiren mendongak menatap pada Ferdi

"Berani kau menatap ku setelah apa yang kau lakukan tadi" kata Ferdi setengah berteriak

'Cih tadi katanya kenapa menunduk. Di saat aku menatapnya Dia malah bicara seperti itu. Dasar manusia aneh '

"Kau harus menjadi budak ku selama satu bulan karna kesalahan kau sangat fatal" kata Ferdi tegas

Kiren mendongak dan membelalak kan matanya "Tapi Pak saya...."

"Berani kau melotot padaku, tidak ada penolakan atau negosiasi apapun. Mulai sekarang kau harus menuruti apa yang ku katakan" kata Ferdi tegas

Kiren hanya bisa menelan salivnya membayangkan selama sebulan Dia akan terus terikat dengan Ferdi lelaki yang selalu membuatnya kesal.

Bersambung

1
Acih Sukarsih
bapak dan suami sama saja
Aries suratman Suratman
Jadi kesimpulan dalam cerita ini: jangan berlebihan dalam sesuatu (Dalam soal: Benci, Suka Dll) karena pada akhirnya Kamu Akan menyesali
Aries suratman Suratman
🙋 Thor, ceritanya sebenarnya menarik, cuma .... Alur ceritanya terlalu banyak kesamaan dengan cerita sebelah jadi udah ketebak Endingnya kaya Apa... Itu semuanya tergantung pada Author cara membuat pembaca merasa tidak bosan dan saran saya kasih Tokoh karakter lainnya biar ceritanya lebih seru dan tidak monoton...🙏✌️👍....🫶🫶🫶🌹🌹🌹
Najwa Najwa
Luar biasa
Ita Zarah
Biasa
Wen Afriwelti
cepat alur nya jadi senang baca nya..
My atee
Luar biasa
Hardin Andini
ya alloh syila udah sengsara dirumah bapaknya eee kok yo sengsara dirumah suaminya thor bikin bahagia napa syila nya
Sri Wahyuni
minta mf tudak smudah itu ferguso
Amri Parapat
iaya kah😩🤣
Nur Liana
nyesek thor😢😢😢
Desi Andita
😢😢😢
Dias Neng
banyak yg ufah says baca.
Nita.P: Terimakasih..
total 2 replies
Qiza Khumaeroh
akhiry bner2 happy ending jd bsa bca ulang lgi nnt biar ngga bingung,,
Dinarra
happily akhirnyaa 😁😁

Lanjut kak
Qiza Khumaeroh
thoorrrr jujur ya thoorrr aq msih bgung dg critay krn udh hampir lupa krn alury tp nnt klo ini udh bner2 end aq akn bca ulag lgi,,
Qiza Khumaeroh: iy kak udh sbagian karyamu yg sudh aq bca thoorrr,,
total 2 replies
Cek Dety
lanjut thor
Qiza Khumaeroh
babby boy,, wah kiren siap2 kna hkuman dr ferdi auto ngga bsa jlan nih kiren,,😁😁😁😁😁😁
Partini Pupuk
lanjut thor sampai baby nya besar
Dinarra
Happy Family forever after Syila Kenzo 🤍

Lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!