NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewi Takdir

Reinkarnasi Dewi Takdir

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Iblis / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:23.1k
Nilai: 5
Nama Author: ShinZa_17

Sejak ribuan tahun lalu, dunia telah diatur oleh sang Dewi Takdir. Namun sang Dewi harus mengorbankan kehidupannya yang pada saat itu tengah terjadi perang di alam dewa, antara kubu dewa dewi dengan kubu iblis.

Namun, pengorbanannya itu tidak bertahan lama, sang Dewi harus melakukan reinkarnasi untuk kembali menyeimbangkan dunia.

Akankah sang Dewi Takdir mampu kembali menyatukan takdir yang telah dijaganya beribu tahun yang lalu?

ikuti kisahnya dalam bab berikut ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShinZa_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"... Kenapa mirip dengan Platypus?" gumam Ling Xi.

"Ini makhluk purba penyeimbang api dan tanah. Ia tidak hanya menjaga Phoenix Api karena perintah, tetapi karena sumpah kuno," jelas Lian.

"Jadi... ini beneran Platypus?" gumam Ling Xi.

Mereka yang mendengar pun mengernyitkan dahinya. Karena mereka baru mendengar nama hewan itu.

"Paltipus?" tanya Paman Yun.

"Bukan paltipus, paman. Tapi platypus. Nah, seperti yang berada di depan kita ini, namanya platypus," jelas Ling Xi.

"Oh..." mereka semua membulatkan mulutnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.

Platypus itu membuka matanya sepenuhnya. Sepasang mata coklat nya menatap langsung ke arah Ling Xi.

Tanpa peringatan, ekornya menghantam keras ke tanah yang kering itu.

BUUMMM!

Gelombang kejut bercampur panas dan debu melesat ke arah mereka.

"Berpencar!" teriak Lian sambil menghilang dan kemudian muncul kembali di belakang platypus itu.

Sedangkan Ling Xi melompat ke belakang, Bai Hu berputar cepat menahan gelombang kejut dengan tubuhnya. Dan Paman Yun langsung mengaktifkan formasi array pelindung agar tanah tidak runtuh.

Platypus itu bergerak cepat, tidak seperti tubuhnya yang gemuk terlihat berat untuk bergerak.

Dalam sekejap ia muncul di depan Bai Hu, paruhnya menyala merah membara.

SSSSHHHH!

Semburan api bercampur dengan tanah panas menghantam Bai Hu begitu keras, sehingga memaksanya untuk mundur beberapa langkah.

Bai Hu menggeram keras, Kakinya di tancapkan ke tanah untuk menahan tubuhnya.

"Platypus ini kuat... dan juga cerdas," ujar Lian sambil muncul di samping Ling Xi. "Ia tidak menyerang secara membabi buta."

Ling Xi menatap Platypus itu. Ia tidak merasakan adanya niat untuk membunuh seperti iblis. Tapi yang ia rasakan... seperti ujian untuk masuk ke Universitas.

"Jangan serang sembarangan," ucap Ling Xi melalui telepatinya. "Ia sedang menguji niat kita."

Mereka yang mendengar ucapan Ling Xi, terkejut. Sebab daritadi Platypus itu menyerang mereka.

"Lalu, kita harus melakukan apa? Dia terus menyerangku," ucap Bai Hu.

Platypus yang melihat Bai Hu tengah melamun, langsung kembali menghantamkan paruhnya ke tanah. Retakan besar pun terbuka, memuntahkan lava tipis yang mengalir cepat ke arah mereka.

"Kita harus cepat menghentikannya sebelum Gunung Yanhuo bereaksi!" seru Paman Yun.

Bai Hu pun menampilkan wujud aslinya kembali. Ia langsung meloncat tinggi dengan aura yang meledak penuh. Cakarnya yang diselimuti cahaya putih keemasan menghantam punggung Platypus.

BUGGHHH!

Platypus itu terhuyung, namun tidak terluka parah, hanya goresan yang terlihat. Ia berbalik dan mengayunkan ekornya ke udara, menghantam Bai Hu dan membuatnya terlempar jauh.

"Bai Hu!" seru Ling Xi.

Dalam sekejap, Ranah Ilahi Takdir mengalir ke seluruh tubuh Ling Xi. Cahaya merah keemasan menyelimuti dirinya. Namun, kali ini tidak menekan - melainkan selaras dengan tanah sekitar.

Ling Xi melangkah maju.

"Hati-hati Ling Xi/Xi'er," ucap mereka bersamaan.

"Penjaga Gunung Yanhuo," ucap Ling Xi lantang namun penuh hormat. "Kami datang bukan untuk mengambil dan bukan untuk menghancurkan. Kami datang ke sini untuk meminta Phoenix Api untuk membantu kami menjaga keseimbangan dunia."

Platypus itu berhenti.

Paruhnya masih menyala, tapi gerakannya mulai melambat. Tanah di sekitar pun berhenti bergetar.

Ling Xi mengangkat tangannya perlahan, memperlihatkan segel rahasia kekaisaran yang diberikan ayahnya pada dirinya.

"Ini, dengan segel ini kami meminta Phoenix Api untuk membantu kami melawan suku iblis yang sudah meresahkan kekaisaran."

Platypus itu menatap Ling Xi tajam. "Kenapa aku harus percaya pada dirimu? Sedangkan sekarang banyak yang mengincar Phoenix Api termasuk orang-orang yang tamak akan kekuasaan."

"Aku bisa menunjukkan bahwa aku reinkarnasi dari dewi takdir, Tianming Shennu," jawab Ling Xi.

"Apa buktinya kalau kamu reinkarnasi dewi takdir?" tanya platypus itu.

Ling Xi pun mengangkat tangannya sekali lagi dan menggulungkan lengan bajunya.

"Dengan tanda ini, apakah kau percaya?" jawab Ling Xi.

"Bisa saja itu cuma hanya lukisan yang digambar oleh seseorang," ucap Platypus masih tidak percaya.

Ling Xi pun menahan napas kesal. Karena platypus itu masih saja tidak percaya.

"Lalu, apa yang membuatmu bisa percaya kalau aku reinkarnasi dewi takdir?" tanya Ling Xi.

"Coba kamu jelaskan, bagaimana dewi takdir mati dan bagaimana dia bisa bereinkarnasi,"

"Baik, akan ku jelaskan," jawab Ling Xi.

Ling Xi pun menjelaskan awal mulai kejadian yang pada saat itu dewi takdir melawan pasukan Raja Iblis hingga akhirnya ia meminta pada dewa Agung untuk bereinkarnasi.

Ia menjelaskan sangat detail, hingga platypus itu menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

"Mendengar penjelasanmu, kau mungkin betul-betul reinkarnasi dewi takdir, karena selama ini tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana dewi takdir berakhir dan harus bereinkarnasi."

"Tapi, itu masihlah belum cukup. Kau harus melewati ujian terakhir seorang diri."

"Baiklah," jawab Ling Xi.

Kemudian platypus itu mengaum keras. Api di sekitar kaki gunung menyala tinggi, lalu perlahan mereda.

Platypus itu pun menurunkan tubuhnya, bersiap untuk satu serangan terakhir - sebuah ujian penentu.

Paman Yun mengepalkan tangannya pada tongkatnya. "Xi'er... ini penentuan terakhir. Jika kau ragu, ia akan menghancurkan kita."

Ling Xi menarik napas dalam-dalam, melangkah maju satu langkah lagi.

"Kalau begitu," ucapnya mantap dengan tekad yang kuat, "aku akan menjawab ujianmu... dengan tekadku."

Aura emas Ling Xi bersinar semakin terang, menyatu dengan merah api dan coklat kehitaman tanah.

...... to be continued ......

1
Ita Xiaomi
Auto shock 😁
Ita Xiaomi
Lg digendong 😁
Alia Chans
🌹✍️👈😉
Mamah Nissa
wooow
🌹Widian,🧕🧕🌹
permaisuri dan raja sudah setuju....jadi aman kau berteman dengan rubah dan membuat kontrak .
🌹Widian,🧕🧕🌹
putri Lin xi akhirnya punya teman meskipun seekor rubah
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: done... aku kurang ngerti bola jadi pusing/Cry//Pray//Pray/
total 1 replies
Senja
😍 keren banget
SANG
Semangat, jangan kendor, pantang mundur👍💪
SANG
Lanjutkan aksimu Thor👍💪
SANG
Like, iklan plus komentar👍💪
ANDANA
semangat kk
SANG
Lanjutkan aksimu👍💪
SANG
Lanjut👍💪
SANG
Semangat👍💪
SANG
Seri ceritanya👍👍....
SANG
Mampir Thor👍
SANG
Aku kasih like, beserta semangat.
SANG
Aku kasih suka, ya thor
Dewi Payang
Xue Yun Jun, daku kehilangan satu iblis ganteng nahhhhh🙈🙈🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!