Berawal dari sebuah desa, Seorang ibu telah membuat perjanjian dengan wanita iblis.
Dia meminta kekayaan untuk dirinya yang sudah lelah dihina oleh semua orang yang memandangnya dengan sebelah mata.
Anaknya yang ternyata memiliki rahasiapun sedang diambang kematian.
Dia adalah Sumitri yang membuat perjanjian dengan wanita iblis harus membayarnya dengan tumbal darah perawan di setiap malam bulan purnama.
Sumitri menyanggupinya dan tumbal demi tumbal telah ia berikan pada wanita iblis itu, Sampai di suatu hari wanita iblis itu meminta pada sumitri untuk menumbalkan anaknya.
Lalu bagaimanakah kelanjutan nasib anaknya?? Dan rahasia apa yang dimiliki oleh anaknya??
Cerita ini hanyalah fiktif belaka.
semoga dapat menghibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKHIR DARI GADIS.
Sumitri palsu mempersilahkan Ayu dan Dita masuk lalu mempersilahkan keduanya untuk duduk, Sumitri masuk kedalam dan kembali lagi dengan membawa minuman dingin.
"Silahkan diminum"
Tanpa curiga Ayu dan Dita langsung meminumnya, beberapa saat kemudian keduanya tertidur.
Entah sudah berapa jam Ayu dan Dita tertidur, mereka membuka matanya melihat kecelah ventilasi di ruangan itu ternyata hari sudah gelap ditambah keduanya dalam keadaan terikat di kursi kayu.
Ayu dan Dita panik, "Ayu, apa yang terjadi?"
"Entah dit, tidak mungkin kan ibunya Dinda ngeprank kita kaya gini. Ini nggak lucu Dit."
"Kalian sudah bangun?" Tanya Gadis yang baru saja masuk membubarkan percakapan antara Ayu dan Dita.
"Kamu siapa dan sedang apa disini? Dimana Dinda?" tanya Ayu dengan sedikit berteriak.
"Plaakk" Gadis menampar Ayu yang meneriakinya.
"Cih, siapa sih lo jangan beraninya main iket-iket kaya gini, lepasin kalo berani ayo satu lawan satu"
Ucapan ayu terasa menggelitik dipendengaran gadis sehingga membuat Gadis tertawa terbahak-bahak, "Hahaahaaaaa, silahkan nikmati saja sisa hidup kalian yang hanya tinggal sebentar lagi" ucap Gadis kemudian meinggalkan Dita dan Ayu yang sedang terperangah.
Sebelum pergi dari ruangan tersebut Gadis merubah dirinya terlebih dulu menjadi Sumitri kembali, Ayu dan Dita sama-sama berteriak, "Aaaaaaaa"
"Dit, ayo kita harus bisa pergi dari sini" kemudian Ayu dan Dita berusaha saling melepaskan ikatan ditangan mereka, Ayu mendekatkan kursinya ke kursi Dita.
______
Dikaki gunung, Sumitri terus mendaki walau sudah gelap tidak membuat Sumitri mengurungkan niatnya. Sumitri terus berjalan walau matanya melihat sesuatu yang berwarna putih melayang dari pohon ke pohon tentunya diiringi dengan tawa yang khas yaitu tawa nona kunti.
Bergidig merinding sepanjang perjalanannya mendaki, Sumitri terus melihat penampakan demi penampakan.
Sumitri juga seperti mendengar panggilan dari arah belakangnya, tetapi Sumitri tidak menghiraukan panggilan tersebut, Sumitri terus berjalan mendaki gunung dengan tangan yang menggenggam belatinya.
Sesampainya didepan goa yang gelap dan hanya mengandalkan cahaya rembulan Sumitri langsung masuk kedalam, Sumitri melihat sosok Gadis yang buruk rupa sedang duduk bersila diatas batu, Sumitri merasa mual melihat belatung yang mengerogoti wajah Gadis.
Rambutnya yang keriting mengembang kulitnya yang berwarna hitam. Sumitri hendak menancapkan belatinya namun seseorang mendorong Sumitri dari belakang, Sumitri tersungkur dan melihat siapa yang mendorongnya, "Gadis," ucap Sumitri dengan mata yang membulat sempurna.
Gadis mencengkeram kerah baju Sumitri, diangkatnya tubuh sumitri ke udara "Kamu, Berani-beraninya!" lalu gadis melempar sumitri hingga terjatuh.
"Aakhh" Pekik sumitri.
Sumitri melontarkan kata-kata yang pedas untuk gadis membuat gadis semakin mengingat masa lalunya.
Gadis seperti mengalami dejavu.
Gadis menangis menutup telinganya karena tidak tahan dengan ocehan Sumitri yang terus mengatai Gadis yang sangat buruk rupa.
"Kalau Dinda mati kamu juga harus mati," teriak Sumitri yang mengira kalau Dinda sudah menjadi tumbal Gadis.
Gadis mendekat kearah Sumitri dan mencekiknya "Nenek-nenek tidak tau diri, kamu lebih kasihan dari pada aku, kamu membesarkan anak orang lain dan mau melakukan apapun sehingga kamu rela mengambil jalan yang salah"
"Apa karna kamu jelmaan iblis jadi bisa mengetahui siapa Dinda,?" ucap Sumitri dengan nafas yang sudah diujung tanduk.
Flashback on
Setelah kepergian Gadis, Dinda masuk kedalam ruangan dimana Gadis menyekap Dita dan Ayu.
"Dita, Ayu" seru Dinda
"Din, lo baik-baik aja kan"
"Aku baik-baik aja," lawab Dinda dan kemudian berusaha membuka ikatan Dita dan Ayu. Setelah terlepas ketiganya keluar dari ruangan, baru saja akan menuruni anak tangga Gadis sudah berdiri dan menatap ketiganya dari bawah.
"Baguslah, malam ini aku akan mendapatkan tiga perawan sekaligus. Malam yang spesial untukku hahaaahaa"
Dinda berada didepan kedua sahabatnya dengan tangan yang membentang mencoba menghalangi Gadis agar tidak menyentuh sahabat-sahabatnya.
Dinda, Dita dan Ayu mulai panik saat gadis menunjukan wajah aslinya yang buruk rupa. Melihat itu membuat dinda mengingat mimpinya yang sedang dikejar oleh wanita yang terlihat persis dengan wanita yang sekarang sudah ada didepannya.
Dinda mencoba meraih vas yang terletak didekat pintu, mengarahkannya ke wajah Gadis dan Gadis menangkisnya.
"Benda kecil seperti itu tidak akan mampu untuk menyakitiku" ucap Gadis.
Gadis mendorong tubuh Dita dan Ayu menggunakan ilmu hitamnya sehinya keduanya terpental.
"Aaakhh," pekik Ayu dan Dita, keduanya kesakitan dan ada darah yang keluar dari mulut mereka.
"Ayu,Dita" teriak Dinda yang melihat kedua sahabatnya terpental.
Kemudian gadis menarik rambut Dinda yang sedang menoleh kearah sahabatnya, Gadis menyeretnya, Dinda menahan tangan gadis yang sedang berada di kepalanya.
Dinda merasakan kalau tangan gadis sangat dingin, "Sebenarnya mahluk apa ini ya tuhan" batin Dinda.
Kemudian Dinda menendang Gadis dibagian perutnya membuat gadis terpental dan melepaskan tangannya dari rambut Dinda.
Lalu Dinda mencoba membantu kedua sahabatnya, "Kalian nggak pa-" ucapan Dinda terpotong saat Gadis kembali menarik rambut Dinda.
"Aakkh, lepaskan wanita sialan" Dinda berteriak walau Gadis tidak mendengarkan dan terus menyeret Dinda, Gadis menunjuk semua pintu dan jendela, Gadis menguncinya agar tidak ada yang melarikan diri.
Asisten rumah tangga Dinda sudah tidak ada, Sudah dipecat oleh Sumitri palsu.
Gadis tidak mau membuang-buang waktunya lagi dengan bermain-main dengan calon tumbalnya.
"Kalian tunggulah, sebentar lagi kalian akan menyusul temanmu di akhirat." setelah mengucapkan kalimat itu Gadis membawa Dinda masuk kesalah satu kamar, "Ibuuuuu" teriak Dinda.
"Ibumu tidak akan mendengar, mungkin sekarang ibumu sudah mati" ucap Gadis dengan mendorong Dinda hingga terpentok kedinding.
Gadis mendekat mencoba mengambil energi dari Dinda melalui mulutnya, Dinda memberontak mendorong Gadis, kini Gadis sudah tidak bernafsu lagi pada Dinda, Gadis ingin mengahabisi nyawanya. Gadis mengeluarkan kuku-kuku panjangnya dan siap menancapkannya dileher Dinda saat itu pula gadis melihat liontin milik Dinda, Gadis mengenal siapa pemilik liontin itu dimasa lalu.
"Tidak, Tidak mungkin" Gadis berteriak lalu meninggalkan Dinda begitu saja.
Dengan terseok-seok gadis kembali mendaki gunung dimana dirinya menyembunyikan raganya, diperjalanan Gadis terus mengingat kebaikan sipemilik liontin tersebut.
Kebaikannya selalu diingat oleh Gadis, karena hanya dialah yang memperlakukan Gadis dengan baik.
Waktu itu, tujuh belas tahun yang lalu Gadis sedang mengorek tempat sampah mencari sesuatu yang bisa dimakan, lalu datanglah ibu muda dengan menggendong bayinya menyentuh pundaknya "Ka, sedang apa?"
Gadis menyingkirkan tangan wanita tersebut dari pundaknya dengan kasar, tetapi wanita itu terus bersikap lembut pada Gadis, "Ini saya ada makanan, terimalah jangan sungkan. Besok dan seterusnya saya akan membawakan makanan untuk kaka, kita bisa bertemu disini setiap hari" ucap wanita itu.
Gadis meneteskan air matanya terharu baru kali ini ada manusia yang bersikap baik padanya.
Wanita itu mengusap air mata diwajah Gadis tanpa rasa jijik, tidak seperti yang lainnya.
Gadis mengangguk mendengar ucapan wanita itu, Gadis berfikir mungkin akan bisa berteman dengannya. Gadis ingin memiliki teman dihidupnya. Gadis juga memperhatikan bayi yang sedang digendongnya sangat lucu menggunakan liontin yang terlihat kebesaran bagi bayi seusianya. Bayi itu tersenyum pada Gadis. Dan saat itulah Gadis menyayangi ibu dan anak itu.
Setelah itu si ibu dan bayi pamit untuk melanjutkan perjalanan, baru beberapa langkah Wanita dan bayinya itu tertabrak oleh mobil yang melaju kencang, wanita itu terlental dan terguling dijalanan tangannya terus mendekap bayinya dengan erat sehingga bayi tersebut tetap selamat.
Gadis menyaksikan itu didepan matanya, Semua orang yang melihat itu menyalahkan gadis dan mengatakan kalau gadis pembawa sial, "Sudah buruk rupa pembawa sial lagi! Jangan sampai dekat-dekat dengan gadis itu kalau tidak ingin bernasib sial,"
Gadis berlari tidak tahan dengan penderitaanya, bahkan Gadis harus menyaksikan kematian tragis wanita yang sudah berbuat baik padanya.
Sampai akhirnya Gadis masuk kedalam hutan dan ingin mencari tebing, Gadis ingin bunuh diri lalu dirinya bertemu dengan jarot yang menunjukan jalan agar Gadis bisa membalas dendam.
Flasback off.
Sumitri hampir kehabisan nafas lalu datanglah sesorang memukul Gadis dari belakang "Bugh,"
Bersambung.
Terimakasih kaka sudah mampir ya.
Jaga kesehatan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.
Jangan lupa terus dukung author dengan like, love, rate dan votenya yaa., Bya bye sampe jumpa di next episode. Salam hangat dari aku.
tumbal lagi dan lagi... iblis2