Edward yang dikenal sebagai playboy, dan selalu mempermainkan wanita dalam hidup nya mengatakan bahwa cinta nya telah mati saat orang yang mengkhianati nya telah tiada. Miranda yang selalu memperhatikan Edward dalam diam dan mencintai nya sejak dulu terus berusaha membuka hati Edward dan mendapatkan cinta setia dari si playboy itu, Apakah Mira bisa mendapatkan hati dan cinta dari Edward? Apa kah cinta Miranda bisa menumbuhkan hati Edward yang telah mati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 22 - TAMAK ?
Ibu Edward terus memeluk Mira yang menangis dengan kencang. Mira tersedak - sesak dan kehilangan suara nya karena menangis dengan sangat dalam.
"Tenang kan dirimu nak! Ambil nafas dalam - dalam, Slowly.....satu....dua.....Tarik nafas.....Keluar kan......" Ibu Edward mengulang - ngulang kalimat itu hingga Mira merasa tenang.
Hati Mira terasa hancur dan sangat gersang ketika tahu bahwa Edward tak sedikit pun mencintai nya. Ada rasa sakit yang menekan hati nya. Rasanya hidup nya hampa dan kesedihan menyelimuti nya dengan dalam. Ia tak mampu lari dari kesedihan itu. Edward tak ingin membagi hidup nya dengan Mira.
"Ibu.....hiks.....ibu, Apa aku salah menginginkan bahwa hal kecil sedikitpun Edward akan membagi hal itu bersama ku?" Mira menanyakan hal itu dengan air mata nya yang terus mengalir.
"Kamu tidak salah, tidak ada yang salah dengan menginginkan cinta, kamu sudah sangat berusaha sayang"
Ibu Edward menenangkan Mira hingga Mira tertidur. Bahkan Mira masih menangis dalam tidur nya. Ibu Edward berfikir jika hal ini sulit dikatakan Edward, seharusnya ia membawa Mira. Jika tidak ingin membawa gunakan lah alasan lain untuk membujuk Mira. Wanita itu sederhana, mereka hanya butuh perhatian, dan sikap yang Edward berikan pada Mira tidak terdapat perhatian sama sekali.
"Maaf ya Mira....anak ku, Aku yakin Edward mencintai mu, tapi aku tidak tahu kenapa anak itu tidak mau mengatakan nya padamu, diantara banyak wanita yang ia punya hanya kamu yang bisa membuat Edward tersenyum dengan cerah, bahkan saat bersama Lily pun, ia tidak pernah seperti itu"
Ibu Edward mengatakan itu sambil terus mengelus kepala Miranda. Miranda tidak mendapatkan kasih sayang yang layak dari orang tua nya namun Mira bisa menjadi wanita yang sangat memikat dan memiliki banyak kasih sayang, hal itu membuat ibu Edward sangat kagum.
Dra....dra....drakkkk.....
"Ibu!!! Dimana si sial itu!! Aku akan membunuhnya untuk Mira!!!" Violet berteriak keras ketika sampai di kamar Mira.
"Shuuuttt!!!" Ibu nya menyuruh agar violet diam dan menarik nya keluar kamar.
Pletaakkkkk.......Kepala Violet berhasil di sentil ibu nya dengan kuat.
"Ibuuuuuuu" Violet sangat merasakan kesakitan di kening nya.
"Mira sedang tidur!! Kamu ini, bagaimana bisa masuk ke rumah orang tanpa sopan santun dan berteriak di rumah orang lain!!" Ibu violet memarahi nya habis - habisan.
"Emang nya ini rumah orang lain? Ini rumah Sahabat ku Mira! Dan ini rumah si brengsek itu"
Pletaakkkkk...... Sentilan ke dua mendarat di kening violet lagi.
"Ibu!!! Sakit!!!"
"Brengsek? Biar brengsek pun itu Abang mu juga!! Edward itu Abang mu, Abang kandung mu"
"Aku tidak mengakui nya jadi Abang ku!!"
"Yang penting!! Rumah Mira dan Edward adalah rumah orang lain! Selama bukan kamu yang punya rumah, tetap rumah itu milik orang lain!!" ibu violet mengatakan hal itu dengan sangat tegas.
"Jadi? Dimana dia? Kata ibu dia bikin Mira nangis? Emangnya apa yang terjadi? Aku langsung berlari dari tempat kerjaku, ketika mendengar hal ini"
Ibu violet berencana menyuruh violet datang karena ingin violet membantu nya menenangkan Miranda, namun sepertinya dirinya sendiri juga cukup tanpa bantuan Violet.
"Edward sedang menemui Rona menanyakan suatu hal, mungkin menanyakan kebenaran tentang anak yang di kandung wanita itu" Jawab ibu nya.
"Dia memang brengsek! Harus nya dia tidak menemui wanita itu! Apa memang benar anak itu anak Edward?"
"Hush! Kamu nggak boleh sembarang ngomong, kit harus dengar dulu dari Edward yang sebenarnya" Ibu nya tak ingin menyimpulkan sembarangan sebab ibu nya tahu betapa sayang nya Edward kepada Mira sehingga mustahil untuk Edward menyimpang dari Mira.
"Tapi ibu tau kan kalau Edward menemui wanita itu dan membeli nya di bar, gosip itu telah tersebar satu kota, semua orang tahu dalam malam itu banyak wanita yang Edward temui"
"Sayang, kita harus mendengar dulu dari Edward. Bisa saja kita salah paham"
"Semoga saja kita salah paham, apapun yang terjadi aku hanya mengkhawatirkan Mira, dia pasti akan sangat terluka mau benar atau tidak nya tentang hal itu" Violet hanya merasa bahwa sekarang Mira pasti sangat bersedih dan ia tak ingin menambah hal lain nya.
"Benar sayang, itu hal yang harus kita prioritaskan dulu, semoga saja kedatangan kamu ke sini, bisa membantu mengurangi kesedihan Mira" Itulah yang ibu nya harapkan dari kedatangan violet si tukang bikin onar.
"Tapi ibu, apa ibu yakin anak itu bukan anak Edward? Biar bagaimanapun juga malam itu...."
Brakkkkk......Sebuah gelas jatuh, syukur nya gelas itu tidak pecah sama sekali karena gelas itu terbuat dari lapisan kaca yang tebal.
"Mi....Mira?!" Violet terkejut, ternyata Mira mendengar pembicaraan mereka.
"Sayang, kamu sudah bangun? Sejak kapan kamu ada disana?" Ibu nya berusaha mengambil alih pembicaraan.
"Sejak Violet berteriak datang ke sini"
Nada yang Mira ucapkan terdengar aneh. Violet tahu betapa terluka nya Mira. Violet mengerti perasaan Mira. Karena ia seorang wanita dan juga seorang istri, violet tahu betapa sakit nya ketika tahu bahwa suami kita menemui wanita lain tanpa memberikan penjelasan apapun melihat reputasi buruk yang dimiliki oleh nya.
"Oh Mira" Violet segera memeluk Mira. Ia ingin Mira tahu bahwa apapun yang terjadi violet akan selalu mendukung pilihan Mira.
"Apa kamu tidak sibuk Vi?" Tanya Mira.
"Tidak, aku hanya ingin menemui mu, kamu baik - baik saja?"
"Ya" Mira hanya menjawab nya dengan suara yang lemah.
Violet memandangi Mira dengan sangat khawatir begitu juga dengan ibu nya. Mira terlihat sangat berbeda dan sangat - sangat dingin.
"Mungkin aku terlalu tamak ya, ini lah akibat nya jika kita tamak akan suatu hal" Ucap Mira tiba - tiba.
"Tamak?" Violet dan Ibu nya serentak menanyakan hal yang sama.
"Ya, aku sangat tamak, seandainya aku bisa lebih mengontrol emosi ku dan tidak menginginkan lebih"
"Mira itu tidak benar, apapun yang terjadi pikiran seperti itu tidak benar" Violet langsung menenangkan Mira dengan menggenggam tangan Mira dengan erat.
"Aku.....aku seperti terbangun dari mimpi ku, pernikahan kami awal nya diterpa oleh berbagai macam badai sampai akhirnya Edward ingin berubah...."
"Tapi Edward sungguh berubah nak" Ibu nya menjawab perkataan Mira.
"Benar, setelah itu dengan semua perhatian dari Edward, aku menginginkan lagi dan lagi, aku menginginkan cinta nya dan diri Edward hanya untuk ku, sehingga aku tak ingin dia menemui rona"
"Mira....." Violet ikut merasakan perasan Mira.
"Bagaimana aku harus bertahan jika anak itu memang anak Edward? Lalu bagaimana dengan anak ku? Aku tak sanggup berbagi cinta dan tubuh Edward bersama wanita lain"
-bersambung-
di tunggu season selanjutnya ya thor
kirain spongebob 😂