NovelToon NovelToon
Suara Hati Aluna

Suara Hati Aluna

Status: tamat
Genre:Pembaca Pikiran / Si Mujur / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:246.9k
Nilai: 5
Nama Author: samudra lee

Di kehidupan sebelumnya, Aluna dibenci dan dikucilkan oleh keluarga kandungnya sendiri karena hasutan Chika–anak yang diadopsi oleh Keluarga Anggara hingga tewas mengenaskan. Tidak hanya itu, Chika yang memang sudah mengincar harta kekayaan Keluarga Anggara pun akhirnya menghabisi semua anggota keluarga Anggara tanpa sisa. Hal tersebut membuat Aluna menyesal akan sikapnya yang selalu diam dan menerima saat ditindas.

Saat takdir memberi Aluna kesempatan untuk hidup kembali, Aluna berjanji untuk mengubahnya.

"Aku pasti bisa melindungi dan mempertahankan keluargaku! Pasti!" ucap Aluna penuh keyakinan.


Tapi, lho kok? Kenapa sikap semua orang tidak sama seperti di kehidupan sebelumnya? Sebenarnya apa yang terjadi?



Yuk, ikuti kisah SUARA HATI ALUNA. Jangan lupa like, komen, dan rate bintang 5 nya ya. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 – Masih Tentang Marvin

Marvin memang telat masuk sekolah saat SD, namun ketika ia SMP – SMA, ia mulai mengejar ketertinggalan. Apalagi ia bersekolah di sekolah yang menawarkan program akselerasi.

Dan saat berusia 22 tahun ia sudah lulus S1 jurusan management dan bisnis. Marvin langsung ikut mengelola perusaan milik Sang Ayah. Dia sibuk mengembangkan perusahaan ayahnya selama 1 tahun. Tepat di usia.23 tahun, Marvin yang dulunya lebih sering tinggal di Luar Negeri akhirnya memilih mengelola Grup Kaisar yang berada di negara tempat ia dilahirkan–Indonesia.

Marvin langsung mengingat janjinya untuk datang ke panti asuhan guna melamar gadis itu. Sayangnya, Aluna sudah tak lagi tinggal di panti asuhan. Gadis itu sudah tinggal bersama Keluarga kandungnya dan Marvin ikut senang karena keinginan Aluna memiliki ayah dan ibu sudah terpenuhi.

"Pak Edwin, tolong cari tahu dimana Aluna tinggal sekarang dan bagaimana kehidupan keluarganya!" pinta Marvin pada orang yang menjadi asisten pribadinya itu. "Aku ingin mengetahuinya dalam waktu paling lama 3 hari," tambah pemuda itu.

"Baik, Tuan Muda. Saya akan memberikan laporan secepatnya," jawab Edwin yang memang selalu bisa diandalkan.

Marvin menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Menarik napas panjang kemudian menghembuskannya.

"Luna bagaimana kabarmu sekarang? Apa kamu bahagia karena akhirnya keinginanmu memiliki orang tua terpenuhi? Apa kamu juga masih takut gelap seperti dulu?" gumam Marvin sambil mengenang saat dirinya dan Aluna diculik.

Waktu 3 hari seolah lama bagi Marvin untuk mengetahui bagaimana kondisi Aluna sekarang.

Dan sesuai janjinya, setelah 3 hari Edwin datang untuk memberikan laporan tentang Aluna. Asisten pribadi Marvin itu meletakkan map berisi dokumen tentang Aluna berikut foto gadis itu sekarang.

"Nona Aluna ternyata adalah putri kandung dari Keluarga Anggara yang hilang saat berusia 5 tahun. Beberapa bulan yang lalu keluarga itu akhirnya menemukannya dan membawa Nona Aluna pulang. Dia memiliki dua kakak laki-laki dan satu saudara angkat perempuan. Tuan Abimana adalah nama ayah kandung Nona Aluna, ibunya bernama Aruan. Dua kakaknya bernama Andi dan Armand, serta saudara angkatnya bernama Chika."

Pak Edwin mulai melaporkan hal yang ia ketahui.

"Keluarga itu memiliki perusahaan bernama Grup Anggara. Saat ini perusahaan itu sedang mengajukan tender kerja sama dengan Perusahaan Kaisar," lanjut Pak Edwin.

"Kalau aku menyerahkan tender itu langsung pada perusahaan Anggara, menurut bagaimana?" Marvin meminta pendapat dari Edwin.

"Maaf, Tuan Muda. Tapi, perusahaan kita terkenal dengan keadilannya. Tak peduli saudara atau kerabat, jika proposal yang diajukan tudak memenuhi kriteria perusahaan Kaisar, maka tetap akan kita tolak. Jadi, jika kita tiba-tiba menerima tender dari perusahaan itu tanpa melihat proposal perusahaan lain, takutnya akan menjadi bomerang bagi perusahaan Kaisar nantinya," jawab Edwin dengan penjelasan masuk akalnya.

Marvin menghela napas. Dia bingung bagaimana caranya agar bisa mendekati Aluna tanpa membuat gadis itu terkejut.

"Lalu menurutmu aku harus bagaimana agar bisa mendekati Aluna?" tanya Marvin meminta pendapat.

"Tuan Muda, dari hasil penyelidikan saya terhadap Nona Aluna, akhirnya saya tahu kalau saudara angkatnya yang bernama Chika pernah satu kelas dengan Anda waktu SMP. Saya rasa tidak ada salahnya Anda meminta pendapat darinya. Mungkin saja dia bisa memberikan Anda solusi." Edwin memberikan ide.

"Kamu segera cari kontaknya! Aku sudah tidak sabar untuk melamar Aluna," seru Marvin.

Pemuda itu terlihat sangat antusias. Ia tidak sabar ingin menampakkan diri di hadapan Aluna untuk segera memenuhi janji masa kecilnya.

***

Chika begitu terkejut ketika dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai asisten pribadi Tuan Muda Kaisar itu.

Awalnya Chika mengira kalau orang itu menghubunginya karena Marvin tertarik padanya. Tapi ternyata, ia salah. Marvin mencarinya hanya untuk menanyakan hal-hal yang disukai dan tidak disukai oleh Aluna. Tentu saja ia segera memberikan informasi yang salah. Bagaimana mungkin dirinya rela membiarkan Marvin mendekati Aluna–wanita yang dianggap sebagai pesaing. Apalagi ia sudah berhasil membuat orang tua kandung dan kedua kakak Aluna membenci gadis itu. Jika mereka tahu bahwa Aluna disukai oleh putra mahkota Grup Kaisar, maka usahanya selama ini akan menjadi sia-sia. Dan ia tidak mungkin membiarkannya.

Saat Marvin berencana menampakkan diri pada jamuan makan malam perusahaan, Chika melarangnya hadir dengan alasan Aluna tidak menyukai orang kaya bahkan cenderung benci. Chika bahkan mengatakan pada Marvin bahwa Aluna paling menyukai laki-laki berpenampilan aneh dan sederhana.. Jadi, ia menyarankan agar ketika Marvin datang untuk melamar Aluna, pemuda itu harus berpenampilan seperti yang disarankan.

Marvin yang sudah tidak sabar ingin muncul di hadapan Aluna pun langsung menerima saran tersebut tanpa menyeledikinya terlebih dulu. Hingga pada akhirnya, saat ia datang ke rumah Keluarga Anggara untuk melamar gadis itu, Aluna menolak. Gadis itu bahkan terlihat ketakutan saat melihatnya. Dan akhirnya dengan membawa kekecewaan Marvin kembali ke luar negeri. Ia memilih fokus untuk mengelola perusahaan yang ada di sana untuk memulihkan hatinya. Tanpa Marvin tahu, Chika menakuti Aluna dengan mengatakan kalau Marvin bukan pria baik yang terlibat dalam sindikat perdagangan manusia. Lelaki itu berpenampilan seperti orang aneh untuk menyembunyikan identitasnya. Itulah sebabnya, Aluna ketakutan saat melihat Marvin.

Hingga beberapa bulan kemudian Marvin dikejutkan dengan kabar meninggalnya Aluna. Pria tidak percaya kalau gadis yang dicintainya dan menolak lamarannya itu meninggal. Apalagi beredar kabar kalau Aluna ditemukan meninggal di dalam gudang dalam kondisi mengenaskan.

"Pak Edwin, cari tahu apa penyebab sebenarnya Aluna meninggal! Aku ingin mendapatkan laporan itu secara lengkap dan cepat!" suruh Marvin dengan hati yang berkecamuk. "Kamu boleh menggunakan koneksi kita yang ada disana untuk memperoleh laporan tersebut," tambahnya.

"Baik, Tuan Muda," jawab Pak Edwin tegas.

"Luna, sebenarnya apa yang terjadi dengan keluargamu setelah kepergianku? Kenapa kamu pergi secepat ini? Harusnya kamu tunjukkan padaku betapa bahagianya hidupmu bersama keluargamu," gumam Marvin.

Hatinya ikut hancur mendengar kabar kematian itu. Ia ingin melihat Lunanya bahagia dengan siapa pun itu. Tapi, sekarang justru yang didapatkan adalah kabar kematian gadis itu.

***

Pak Edwin menyerahkan berkas yang berisi tentang penyebab kematian Aluna. Marvin membaca laporan itu dengan teliti.

"Sebelum meninggal Nona Aluna dikurung di gudang tanpa diberi makanan dan disiksa dan semua itu atas instruksi Chika. Sebelumnya gadis itu memanipulasi seluruh keluarga Anggara untuk membenci Aluna dan membuat Aluna terasingkan. Dia tidak dipercaya keluarga sendiri," ujar Pak Edwin menjabarkan isi laporannya. "Tapi, setelah itu dia juga menghancurkan seluruh Keluarga Anggara satu per satu," tambahnya.

"Dan satu lagi, Tuan Muda. Ternyata alasan Nona Aluna menolak lamaran Anda karena Chika mengatakan bahwa Anda adalah orang jahat dan terlibat dalam sindikat perdagangan manusia," lanjut Pak Edwin.

Marvin mengepalkan tangan. Dia juga tertipu, harusnya ia menyelidiki semuanya terlebih dulu sebelum meninggalkan negara itu.

"Suruh orang menyiapkan pesawat pribadiku! Aku ingin kembali kesana dan memberikan keadilan untuk Luna!" suruh Marvin.

Pak Edwin segera menyiapkan segalanya. Dia mempersiapkan penerbangan dan mengantar Marvin ke tempat Aluna dimakamkan.

"Pak Edwin, pergilah! Aku ingin disini sebentar! Bawa juga anak buahmu!" seru Marvin.

Dia ingin sendiri di sana bersama Luna-nya.

"Tapi, Tuan Muda–"

"Aku akan menelponmu saat sudah selesai," potong Marvin.

Dengan terpaksa Edwin pun setuju. Pria itu pergi sambil membawa pengawal yang lain–membiarkan Marvin sendiri di makam tersebut. Ia tahu, Tuan Mudanya butuh waktu.

Setelah kepergian Edwin dan anak buahnya yang lain, Marvin duduk bersimpuh di depan makam Aluna. Pria menangis meratapi kepergian Aluna.

"Luna, maaf, karena aku langsung pergi tanpa menyelidiki semuanya. Aku tidak tahu kalau kamu selama ini menderita. Jika saja aku tahu lebih awal, aku akan membawamu pergi. Papa dan mamaku pasti akan sangat menyayangimu. Dulu mereka tidak sabar untuk bertemu denganmu saat aku bilang akan melamarmu. Seharusnya aku tetap melamarmu, jadi kamu bisa merasakan bagaimana rasanya disayangi oleh kedua orang tua. Luna, aku menyesal pergi begitu saja. Seandainya ada kesempatan kedua, aku pasti tidak akan membiarkanmu sendiri," ucap Marvin.

Lelaki terus terisak.

Setelah satu jam berada di makam, akhirnya Marvin memutuskan untuk pergi. Dia harus menyelesaikan tugas terakhirnya membalas dendam pada Chika dan orang-orang dibaliknya. Ia yakin, Chika tak mungkin bergerak sendiri, pasti ada orang lain di belakangnya yang ingin menguasai Grup Anggara.

Marvin berjalan kaki menuju ke tempat Pak Edwin memarkirkan mobil mereka. Ia tahu, kalau ia minta dijemput, asistennya akan langsung datang menjemput.

Marvin mengangkat panggilan di ponselnya saat nama mamanya yang muncul di layar.

"Iya, Ma. Aku baik-baik saja. Tapi, sepertinya aku tidak akan langsung pulang. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan," jawab Marvin.

"Iya, Ma. Pak Edwin ada itu–"

Belum selesai Marvin menjawab, sebuah mobil menghantam nya dari belakang. Pak Edwin dan anak buahnya yang lain yang kebetulan berada tidak jauh darinya langsung berlari menghampiri sambil berteriak, "TUAN MUDA!"

"Luna, aku pasti akan membalaskan dendammu, pasti!"

****

Marvin terbangun dengan napas tersengal setelah mendengar panggilan dari Pak Edwin–asistennya.

"Tuan Muda, Anda tidak apa-apa?" tanya Edwin.

Pria itu menatap Marvin bingung.

Marvin yang masih dalam tahap mencerna situasi kembali tersadar.

"Aku tidak apa-apa," jawab Marvin.

"Tuan Muda, apa saya masih harus mencari tahu tentang Nona Aluna?" tanya Pak Edwin.

"Tidak perlu karena saya sudah tahu segalanya," jawab Marvin.

Dahi Pak Edwin mengkerut.

"Maksudku, tidak perlu karena aku akan ke Indonesia dan menghadiri perjamuan makan perusahaan kita."

Marvin meralat perkataannya.

"Baik, Tuan Muda. Saya mengerti."

Pak Edwin keluar dari ruang kerja Marvin.

"Luna, kali ini aku pasti akan melindungimu!"

Flash Back Marvin off.

***

MAAF YA BARU UP, TADI SIANG HARUS MENEMANI ANAK KONTROL DI RUMAH SAKIT.

JANGAN LUPA, LIKE, KOMEN, DAN VOTENYA. TERIMA KASIH.

1
Kikin
bgs
Erna Masliana
cctv cek atuh
Erna Masliana
atuh kalian diem tangkap s Chika interogasi.. bego banget sih
Erna Masliana
kenapa nyuruh istri nya pulang sama s Nenek iblis
Erna Masliana
emang gak ada tombol??
Erna Masliana
enak bener selingkuh 10th gampang dimaafin
Erna Masliana
mantap
Erna Masliana
kenapa🤔 kamu nanyeak?? kamu juga pria iblis udah punya istri baik selingkuh
Erna Masliana
Lun yang bener dong.. gimana sih.. ini jadi susah mau ngambil tindakan apa
Erna Masliana
wajib tagih lah rugi banget
Erna Masliana
bukan gercep lagi kilat express
Erna Masliana
pelan pelan.. berdamai itu tidak bisa instan butuh proses dan waktu
Erna Masliana
heh reinkarnasi juga kah🤔
Erna Masliana
jelek 🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣mata kayak ikan koki lubang hidung kayak kerbau 🤣🤣
Erna Masliana
20th😱 masih di panti
Sulati Cus
👍🏻
Siti Solikah
wah Luna disekap semoga bisa ketemu
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!