NovelToon NovelToon
Aku Hanya Karakter Pendukung

Aku Hanya Karakter Pendukung

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Isekai / Cinta Beda Dunia / Mengubah Takdir / Persahabatan / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur
Popularitas:667.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: ji hj

Nana, adalah namaku. Seorang siswi SMA biasa. Hobi: berkhayal dan percaya hal-hal mistis.

Suatu hari, dia menemukan situs aneh yang menjelaskan ritual untuk masuk ke dalam dunia fantasi.
"Gapai mimpimu untuk menjadi seorang putri" begitu lah iklan nya.
Gadis bodoh itu percaya dan mencobanya.

Ternyata berhasil!!
Dia tiba di tubuh berbeda dan tempat yang berbeda!

Tapi, setelah mengamati situasi, dia sadar bahwa dia masuk ke dalam komik shoujo yang dia baca kemarin malam.

"Apa-apaan ini?? Kenapa aku hanya menjadi karakter pendukunggg!!!"

Ya, dia hanya menjadi karakter pendukung dalam komik.
Lebih buruknya lagi, perannya hanya muncul tiga kali dalam komik itu.
Kenapa?
Karena dalan komik, perannya hanya sebagai anak buah si antagonis wanita. Yang langsung dihancurkan setelah satu kali adegan.

Antagonis wanita punya tiga anak buah. Setidaknya kalau menjadi anak buah pertama dan kedua, dia bisa memiliki lebih banyak adegan. Tapi perannya hanya sebagai anak buah ketiga, yang bahkan tidak penting...

"Ya sudahlah" dia berkata pasrah.
"Ini sudah terlanjur"

Lalu dia menetapkan beberapa tujuan untuk bersenang-senang saat transmigrasi ke dalam komik
1. Menjadi sangat kaya ( dia sudah kaya, tapi tidak sekaya tokoh utama, harus menjadi lebih kaya lagi )
2. Liburan dan keliling dunia
3. Kumpulkan pria-pria tampan ( tidak apa-apa kalau bukan protagonis utama yang penting tampan)
4. Menikmati alur cerita ( Menjadi penonton langsung drama 3D)

Selamat membaca~
Kalau kalian suka, tolong dilove dan dilike yah 😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ji hj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Acara dimulai

Setelah kedua pria itu pergi mengambil barang, aku melirik Rin. "Bagaimana dengan nyanyianmu? Apa kau sudah menyiapkan lagunya?"

Aku sangat penasaran dengan nyanyian anak ini.

Aku tidak pernah tahu Rin bisa menyanyi. Jadi aku menantikannya.

"Aku tidak buruk saat menyanyi" kata Rin dengan nada percaya diri. "Aku pikir lagu "Ibu" cocok dengan kondisi anak-anak. Tapi itu akan membuat suasananya menyedihkan. Aku memikirkan lagu yang lebih riang agar dapat menghidupkan suasana. Ada saran?"

"Hmm...kukira lagu anak-anak yang umum sudah cukup bagus" kataku langsung.

"Kau benar juga. Kalau itu hanyalah lagu anak-anak, kurasa tidak perlu berlatih."

"Ya, memang tidak harus. Kau hanya perlu mengajak anak-anak itu bermain. Lagipula kita hanya harus bersenang-senang" kataku semangat sambil mengangkat tanganku.

Aku tidak masalah dengan kostum monster itu. Kau ingin membuatku terlihat lucu bukan nenek sihir? Maka aku akan menjadi semakin lucu dan memeriahkan suasana.

"Yeah! Semangat" kataku sambil memberikan tos pada Rin.

PLAK! Rin menyambutnya dengan senang hati.

Tak lama kemudian dua orang pria itu muncul lagi. Aku melihat Shin sibuk membawa kotak besar yang berisi alat musik. Lalu Darwin menyusul di belakang dengan membawa properti kursi. Setelah kedua orang itu membawa barang itu masuk, mereka kembali mengambil barang lainnya. Setelah beberapa kali bolak-balik, akhirnya kedua orang itu berhasil memindahkan semua barang.

Aku melihat Shin dan Darwin kelelahan. Napas mereka terengah-engah dan wajah mereka pucat.

Aku cukup prihatin. Jadi aku segera mengambilkan dua orang itu air dingin. "Ini ambil!" aku menyodorkannya dengan masing-masing tangan kiri dan kananku.

"Terima kasih kelinci~" Darwin mengambilnya dan menempelkan botol minuman itu di pipinya

"Terima kasih" Shin juga mengambilnya dan langsung meminumnya dengan rakus.

Aku termenung melihat dua orang pria tampan di depanku. Mereka benar-benar seksi. keringat mereka membuat baju mereka basah. Aku bisa melihat lekuk tubuh mereka secara gratis!

Ah, lihatlah tulang selangka itu~

Ternyata mereka menyembunyikan otot di balik tubuh mereka yang kurus~

Shin sadar bahwa dia sedang diamati karena dia merasakan perasaan dingin di seluruh tubuhnya. Saat dia mencari sumbernya, ternyata adalah gadis bodoh itu. Dia mengamatinya dengan mata berbinar dan mata bergerak dari atas ke bawah. 'Apa yang dilihatnya?'

"Hei, kenapa kau melihatku seperti itu?" Shin tidak bisa menahan kegelisahannya dan menegurnya.

"Eh?" khayalan singkatku langsung hancur berantakan. "Tidak apa-apa" aku langsung mengalihkan wajahku, tidak berani menatap mereka.

Darwin mendengar perkataan Shin dan dia langsung menatap Nana. "Kelinci, kau terpesona padaku bukan?"

"Sedikit" kataku mengakuinya dan membuang urat maluku.

"Maksudku, siapa yang tidak tertarik dengan pria tampan? Aku orang yang menikmati keindahan apa pun. Bahkan aku terpesona saat melihat aktor atau pun idol yang ada di tv"

Mendengar jawaban Nana, Darwin terdiam."....."

Dan mulut Shin berkedut.

Aku mulai merasa tidak nyaman setelah mengatakan pernyataan itu. Karena aku melihat Shin dan Darwin bertingkah aneh. Mereka pasti tidak nyaman dengan perkataanku bukan?

"Ahh, Rinnn aku akan menemanimu berlatih" kataku sambil mengalihkan fokusku ke Rin yang sedang memegang mic nya.

"Eh? Oke" Rin menjawab dengan patuh.

Aku pun meninggalkan kedua orang itu. Aku harus cepat-cepat pergi sebelum suasana menjadi lebih aneh dan tidak nyaman.

Aku segera mendekati Rin dan melihatnya berlatih. Sebenarnya, itu bahkan bukan disebut latihan. Rin hanya menghapalakan liriknya lalu mengetes apakah microphone nya berjalan dengan baik. Hal itu bahkan hanya memakan waktu sepuluh menit.

"Kalian sudah siap? Tamunya sudah mau datang" Lista tiba-tiba menampakkan dirinya di sudut ruangan.

Kami menoleh dan mengangguk, lalu Lista segera pergi.

Aku diam-diam mengintip dari balik layar dan melihat para anak-anak kecil itu sudah datang. Walaupun gedung ini belum terisi penuh tapi sudah banyak yang datang.

"Wah, ternyata banyak juga ya" seseorang berbicara di dekat telingaku, dan hembusan napasnya membuatku tergelitik.

"Ah!" Aku menjerit kaget dan segera menghindar.

Darwin menatapku dengan senyum konyolnya. "Ah, sayang sekali kau tidak gagap hahaha" katanya dengan santai.

Hmph! Kenapa dia selalu menjahiliku sih?!

Aku ingin berteriak lalu memukul bocah ini. Tapi aku berusaha menahan keinginan berapi-api itu.

"Bukankah kau bertugas menyambut tamu? Kau benar-benar melupakan pekerjaanmu dan bersantai di belakang panggung?" kataku tidak senang.

"Ah! Kau benar! Tapi aku sudah menyuruh pelayanku untuk melakukan tugas itu. Tidak mungkin kan, seorang tuan muda sepertiku harus berdiri di depan selama beberapa jam" jawabnya.

Ahhh...dia benar-benar tidak tahu malu! Pemalas! Narsistik!

"Darwin" tiba-tiba Lista mengintip sambil melambaikan tangannya. "Kemari" katanya serius.

Darwin sebenarnya tidak ingin. Melihat wajah serius Lista, dia yakin ada tugas buruk yang menantinya. Dan ternyata benar.

Beberapa menit kemudian, acara di buka dan dipimpin oleh seorang MC. Darwin adalah MC itu. Untung saja dia mempunyai kepribadian ramah dan banyak bicara, sehingga posisi itu cocok untuknya.

Sebelum acara hiburan dimulai, para anak-anak dan juga pengasuh panti mereka dipersilahkan untuk makan terlebih dahulu. Mereka disuguhkan dengan film kartun lucu layar lebar yang menghiasi panggung selama sesi makan. Sehabis makan malam, acara pertunjukan hiburan akan dimulai. Lalu dilanjuti dengan acara pemberian hadiah dan bingkisan untuk setiap anak. Dan acaranya selesai. Anak-anak itu dipersilahkan pulang, tapi para pengawas panti atau wali mereka diminta untuk menunggu terlebih dahulu. Karena kami akan memberikan perlengkapan sekolah, bahan-bahan sembako dan pakaian untuk masing-masing panti.

Aku benar-benar berdebar. Aku belum pernah berdiri di depan orang banyak dan sebenarnya aku tidak menyukai keadaan itu. Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah terjadi. 'Tenanglah, mereka masih anak-anak, tenanglah'. Begitulah aku menenangkan diriku sendiri.

Aku melihat ke arah Rin. Aku penasaran apakah dia juga gugup sepertiku. Tapi aku langsung disugguhkan pemandangan tidak terduga!

Aku melihat Rin dan Shin duduk bersebelahan. Shin memegang note musik. Lalu Rin juga melihat ke arah note itu sambil memegang mic nya. Lalu aku melihat Shin berbicara dan Rin terus mengangguk.

Aku berpikir sebentar. "Hmmm...."

Pemandangan ini tidak buruk. Padahal ceritanya sudah menyimpang dari komik, tapi kedua orang itu tetap dekat. Apakah ada benang-benang takdir yang menarik mereka ya? Inilah yang dinamakan jodoh ya, benar-benar tidak bisa dipisahkan...

Rin menoleh dan sadar bahwa aku mengamati mereka. Dia langsung melambaikan tangan dengan sugesti 'ayo ke sini'.

Aku mengangguk dan menghampiri kedua orang itu.

"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanyaku sambil mengambil posisi duduk disamping Rin.

"Ah Nana. Apa kau punya saran? Shin ingin aku mengaransemen lagunya. Hanya sedikit" katanya malu-malu.

"Oh? Kenapa?"

"Karena tidak menarik" jawab Shin datar.

CTARR! Dia langsung memfokuskan tatapannya padaku. "Bagaimana denganmu? Apa konsepnya?"

Aku membelalak kaget. Konsep? Konsep apa?

"Konsep apa? Aku tinggal memakai kostum itu lalu ke panggung kan?"

"Hmm...mungkin aku akan menceritakan beberapa lelucon" kataku serius.

"Bodoh!" gerutu Shin.

"hahaha" Rin tertawa kecil. "Memang Nana haa..." katanya pengertian sambil menghela napas.

"Lagipula tergantung aku juga kan. Siapa tahu ada ide yang tiba-tiba muncul saat aku berada di atas panggung. Aku akan melakukannya sesuai dengan panggilan alam"

Benar sekali! Aku sama sekali tidak terpaku  dengan konsep. Aku hanya perlu melakukan apa pun yang kumau. Lagipula kostum itu sudah sangat lucu. Aku yakin anak-anak itu akan tertawa. Aku hanya tinggal improvisasi di atas panggung saja.

"Dan masalah mengaransemen lagu, aku tidak tahu apa pun tentang itu" kataku santai.

"Baiklah, bersiap-siap" Tiba-tiba Shin berdiri. Membuatku dan Rin tersentak kaget.

Shin menyerahkan note musik itu pada Rin. "Aku sudah menandai bagian yang diubah. Kau hanya harus menimprovisasi di bagian itu" kata Shin sambil menunjukkan coretannya pada buku note.

Lalu dia menatap tajam Nana "Kau ikut aku"

"Eh? eh?" aku bergumam bingung.

Kenapa tiba-tiba dia menyuruhku untuk mengikutinya?

Karena Nana tidak merespon, Shin mendekatinya, menarik tangannya dan membawanya ke suatu tempat. "Ikut aku. Aku akan melatihmu. Kalau dibiarkan begini bisa-bisa acaranya menjadi kacau" katanya frustasi.

"Ehhhh?!"

Aku menjerit kaget dan dengan pasrah ditarik olehnya.

1
redrose
kakak kangen
redrose
kakak kamu dmnnnn
redrose
2026 kemana kah dirimu kakak
Driya Ahmad
ya ampun kamu kmn thor kok ya dr q hamil sampe aku lahiran lho kamu masih gak kelihatan....
Nayyara
kakk lanjut dongg😭
aku udh nunggu setahunn😭😭😭
Aster
comeback dong author, pen tau endingnya
Tita S
masih nunggu:)
Chiyaa
sayang banget ceritanya bagus, tapi ngak dilanjutin lagi 🥺🥲
redrose
kakkkkkkk
Tegus Saputra
lanjut min kok gak pernah update
redrose
kakak aku kangen
redrose
kak
redrose
kak kakak dimana
Ciel
lanjut dongg
redrose: kak kangen huhu
total 1 replies
Aegis
sesama orang bodoh jangan saling mengatai.
Aegis
aku suka.
Chity Hungkul
Kecewa
Chity Hungkul
Buruk
ayaya
Thor aku kombek nyariin kamu(。Ó﹏Ò。)
Intan Amalia
unik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!