Mira seorang gadis yang terpaksa harus mengubah penampilannya untuk menghindari pembulian yang terjadi padanya tapi bukanya terhindar dari pembulian malahan dia tambah di buly.
setelah dia masuk ke sebuah universitas yang cukup terkenal Mira bertemu dengan seorang pangeran kampus yang terkenal sangat play boy, seiring berjalannya waktu Mira memiliki rasa kagum pada pangeran kampus itu, tapi dia harus memendam rasa itu karena dia sudah mempunyai tungangan, hati Mira hancur saat mendengar kalau ternyata sang tunggangan ternyata selingkuh dengan Ratu kampus..
bagai manakah kisah selanjutnya dari Mira? apakah Mira bisa menerima kenyataan yang pahit itu dan harus rela melupakan tangannya yang sudah terjalin selama bertahun-tahun??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sarianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Setibanya di kelas Mira langsung duduk di tempat duduknya. Mira pun memutuskan untuk tidur sejenak, baru saja beberapa menit ia tertidur sudah ada yang membuat keributan.
" Hey kalian semua yang ada di dalam kelasss aku punya pengumuman... " Kata seorang pria.
" Ada apa? " Tanya Seorang wanita.
" dosen hari ini gak bakalan ada yang masuk. " Jawab pria itu sambil joget-joget di depan.
Semua orang yang berada di kelas semuanya bersorak, semua orang mulai keluar kelas dan menyisakan Mira seorang diri di dalam kelas.
" Akhirnya sepi juga, lagi malas pulang atau ke butik mendingan aku tidur aja dulu deh. " Ucap Mira kemudian terlelap hingga ia tidak sadar kalau sedari tadi ada seseorang yang menatapnya dari jauh.
" Dia mengapa sangat cantik walau menggunakan kacamata, memangnya dia tidak takut apa tidur seorang diri di dalam kelas yang kosong?, gak peduli yang penting menangkan tantangan dan dapatkan " Dia" , tunggu aku aku akan kembali. " Batin Rafael kemudian berjalan pergi meninggalkan kelas Mira.
Setelah satu jam Mira tertidur akhirnya ia pun membuka matanya tanpa merubah posisinya, dengan malasnya ia meraba meja untuk mencari keberadaan tasnya karena tidak kunjung mendapat keberadaan tasnya akhirnya dengan berat ia mengangkat kepalanya dan mencari tasnya yang ternyata sedaritadi ia jadikan bantal.
Mira melihat jam tangannya dan betapa terkejutnya dia ketika melihat jam sudah pukul 10:20, Mira langsung bergegas menuju toilet untuk mencuci muka karena sebentar lagi dia ada janji Rahel untuk nonton bioskop.
Setelah selesai mencuci muka dan memperbaiki mek upnya Mira langsung bergegas ke parkiran dan melajukan mobilnya kearah butik karena mereka akan bertemu di butik barulah mereka pergi bersama ke bioskop.
Setibanya di butik Mira melihat Maudi berjalan mesra bersama Radit menuju parkiran, Mira pun memutuskan untuk menghampiri mereka berdua.
" Kalian mau kemana? " Tanya Mira.
" Kita mau ke hotel. " Jawab Maudi dengan senyuman manisnya.
Mira terkejut mendengar jawaban dari Maudi, pukiranya sudah kacau, untuk apa seorang pria dan wanita pergi ke hotel berduaan.
" Bikin apa kalian di sana? " Tanya Mira.
" Kita mau menghadiri aniverseri pernikahan orang tuanya Radit, apa kakak lupa hari ini pestanya. " Jawab maudi.
" Ummm aku tidak ingat. " Jawab Mira. " Kamu! jaga baik-baik Maudi, awas kalau dia pulang dengan keadaan marah apalagi menangis. " Sambung Mira menunjuk kearah Radit.
" Siap laksanakan, tenang saja aku akan menjaganya dengan baik, jika ada yang berani membuatnya sedih makan berhadapan dengan ku. " Kata Radit dengan percaya diri.
" Cie ternyata kakak menghawatirkan aku juga. " Kata Maudi sambil memeluk lengan Radit.
" Maudi jaga sikapmu, jika Mamah dan Papah tau akan sifatmu saat ini pasti akan mengirimmu kembali ke prancis. " Kata Mira.
" Hasss, karena itu kakak jangan memberitau Mamah dan Papah. " Kata Maudi.
" Aku tidak akan memberitau Mamah dan Papah tapi kamu harus menjaga diri kamu sendiri aku mau pergi ke bioskop dengan Rahel jadi aku tidak bisa menjaga kamu. " Kata Mira.
" Emang aku masih kecil apa harus di jaga, aku udah dewasa kali jadi kakak tenag aja. " Kata Maudi.
" Kamu emang udah besar tapi bagiku kamu adalah adik kecilku yang manja. " Kata Mira.
" Miraaa. " Teriak Rahel dari pintu butik karena jarak antara parkiran dan butik sedikit jauh.
Rahel pun berlari kearah mereka bertiga, setelah sampai Rahel langsung menarik Mira karena filem yang mereka mau nonton sudah hampir mulai.
Kini Maudi dan Radit sudah berada di dalam hotel dimana acaranya akan di adakan, Radit membuka sebuah pintu dan saat pintu terbuka nampak seorang pria dan wanita yang tengah tertawa bahagia.
" Selamat hari aniverseri mah pah. " Ucap Radit kemudian memeluk mamah dan papahnya.
" Mengapa kamu terlambat sayang, papah sama mamah udah nunggu dari tadi loh? " Tanya Muti Mamah Radit.
" Maaf mah tadi aku singgah mengambil sesuatu. " Jawab Radit.
" Apa itu? dan dimana hadiah untuk mamah? " Tanya Muti.
" Hadiah untuk mamah akan aku ambilkan dan ada sesuatu yang ingin aku beritau pada mamah dan papah. " Jawab Radit.
Radit pun berjalan kearah pintu dan mengambil kado yang sudah mereka bungkus di butik tadi dan Radit juga membawa masuk Maudi.
" Mah pah ini adalah hadiah untuk mamah dan papah. " Kata Radit kemudian memberikan sebuah kado besar.
" sayang siapa dia, apakah kamu tidak bermaksud untuk memperkenalkannya pada kami? " Tanya Tomo papah Radit.
Tiba-tiba saja Maudi merasa malu dan menundukkan kepalanya, Radit yang menyadari kalau Maudi sedang gugup, Radit pun mengenggam tangan Maudi agar Maudi merasa sedikit tenang.
#penaAutoon
#penaAutoon