NovelToon NovelToon
Real Dreams

Real Dreams

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:82.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nur Banda Wijaya

Seorang penulis novel bernama Bagas sedang bertemu dengan titik jenuh nya. Kehidupan nyata terasa sangat membosankan bagi nya, sehingga hanya dunia imajinasi lah yang bisa membuat nya bahagia. Hingga suatu ketika, ia mendapatkan sebuah masalah yang membuat nya sulit untuk kembali ke dunia imajinasi. Novel pun terpaksa berhenti di tengah jalan. Hingga pada suatu hari, sebelum tidur ia berdoa pada tuhan.

"Semoga mimpi malam ini, lebih indah dari kehidupan nyata" kata Bagas.

Semenjak saat itu, ia masuk kesebuah dunia yang asing bagi nya. Setiap ia tertidur di dunia nyata, ia terbangun di dunia tersebut, begitu juga sebaliknya. Hingga semua itu menjadi mimpi yang nyata bagi nya.

Apakah yang ia temukan di dunia itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Banda Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bimbang

Di perjalanan Anna hanya diam saja, sedangkan Tiara terlihat senang bisa kembali bersama dengan Bagas. Karena sudah malam mereka pun beristirahat.

"Bagas, ini masih jauh gak?" tanya Tiara sambil memakan apel.

"Kurang tau, gue tanya Anna dulu"

Bagas menghampiri Anna yang sedang duduk sendirian.

"Anna" sapa Bagas.

"Iya ada apa?" tanya Anna cemberut.

"Kira-kira rumah Ki Sanjaya masih jauh atau sudah dekat?" tanya Bagas.

"Paling satu hari perjalanan lagi"

Tiara pun datang, ia duduk di sebelah Anna. Kemudian mengulurkan tangannya.

"Aku Tiara, tadi belum sempat kenalan langsung"

"Anna" kata Anna menjabat tangan nya.

"Makasih yaa" kata Tiara melepaskan tangan nya.

"Makasih buat apa?"

"Ya makasih ... Lo kan udah bantuin Bagas untuk nyelametin gue"

"Tiara ... Jangan pake bahasa gaul" tegur Bagas.

"Oh, maaf. Maksudnya terima kasih udah bantuin Bagas menyelematkan ku"

"Iya sama-sama" jawab Anna dengan ekspresi senyum terpaksa. Dalam hati Anna berkata.

"Anna, kau adalah wanita yang bodoh. Membantu seorang yang kau cintai untuk menyelamatkan wanita lain. Hebat sekali"

"Anna?"

"Kok diam?"

"Tidak apa-apa, aku mengantuk. Mau tidur dulu"

"Bagas, bantu aku mengambil beberapa daun pisang untuk alas tidur dan selimut"

"Iya Anna" jawab Bagas terlihat bingung.

Bagas dan Anna mengambil beberapa daun pisang. Tiara ikut membantu mereka.

"Sini biar aku saja yang siap kan" kata Tiara mengambil daun pisang tersebut. Lalu ia menyiapkan alas mereka untuk tidur.

Anna langsung tidur dengan posisi miring membelakangi mereka, sedangkan Bagas dan Tiara masih terjaga. Mereka mengobrol.

"Bagas"

"Iya Tiara, gimana?" tanya Bagas.

"Gapapa, aku kangen kamu"

"Eee ... Aku juga" jawab Bagas.

Anna langsung membuka mata nya, ia terlihat sedih.

"Kita tuh, udah balika—"

"Eee ... Ini bukan yang tepat buat ngomongin itu" kata Bagas sambil melihat Anna yang sedang tertidur.

Tiara langsung terdiam.

"Kamu suka sama dia?" tanya Tiara melihat ke arah Anna. Sontak Bagas pun terkejut mendengar nya.

"Tiara ... Udah deh. Aku harus nyelametin dunia ini"

"Dulu aku kalah sama novel, kamu sibuk. Aku sendirian terus. Sedangkan kamu nulis terus, gak mikirin aku. Sekarang ... Kamu pasti bakal lebih sibuk lagi"

"Itu kan pekerjaan aku Tiara, bukan berarti aku gak mikirin kamu waktu itu. Dan sekarang ... Ini takdir aku"

"Iya gapapa kok, aku selalu dukung kamu. Meskipun aku bukan pendekar cewek yang bisa berantem. Tapi aku bantu kamu semampu aku"

"Aku minta maaf sama kamu, aku yang dulu bikin kamu kecewa, tapi sekarang bukan saat yang tepat"

"Bukan nya sebelum aku di culik, kamu setuju kalo kita mulai dari nol lagi"

Bagas hanya diam, ia terlihat bingung.

"Udah deh gapapa. Gausah di pikirin Gas. Gimana pun kamu, aku selalu siap bantu kamu"

"Iyaa Tiara makasih yaa"

"Hehe iya, udah ya. Geli aku kamu, aku kamu. Gue mau tidur dulu" kata Tiara.

"Iya lo tidur dulu aja"

Tiara berbaring melihat ke arah Bagas.

"Bagas" panggil Tiara.

"Iya, selamat tidur"

"Selamat tidur juga" jawab Tiara dan Anna bersamaan.

Mendengar Anna ikut menjawab, ia melihat Anna.

"Cuma ngigau paling" kata Bagas.

Mereka pun tidur, Anna membuka mata nya kemudian menghela nafas. Dalam hati Anna berkata.

"Untung saja tidak ketahuan"

***

Alvin menceritakan kepada Dharma perihal Ki Candra yang akhirnya memberikan kepercayaan pada Dharma.

"Jadi gini ceritanya ... Waktu malam, aku di panggil sama Ki Candra. Ia langsung terus terang, jika dia akan mewariskan pusaka itu pada mu. Selama ini, bapak mu mengetes kalian. Kau dan Bara ...."

"Sudah ku duga" sahut Brata.

"Kau dan Bara di tes kesabaran nya. Dan kau lihat sendiri kan, kakak mu itu tidak sabaran."

"Iya dia memang seperti itu"

"Dan Ki Candra pun memutuskan untuk memberikan nya pada mu."

"Lalu kenapa bapak selalu bilang kalau pusaka itu untuk sang penyelamat"

"Nah, ternyata ... Ki Candra ingin memberikan kejutan untuk mu. Dia mau sang penyelamat yang memberikan pusaka itu padamu. Namun, karena Bagas tidak bisa hadir disini. Ki Candra memberikan ku amanah untuk menyerahkan pusaka ksatria Ganjur untuk mu." jelas Alvin.

Dharma pun menitikan air mata.

"Sabar yaa, Ki Candra pasti sudah tenang di sana" kata Alvin.

"Mau tambah tambah teh?" tanya Alvin.

Mereka tertawa, Dharma pun sudah terlihat lebih tegar.

"Aku harus tabah ... Nama nya juga takdir" kata Dharma.

"Iya bener tu" sahut Alvin.

"Dharma, sekarang kau yang memimpin desa ini" kata Jaka.

"Tentu saja, aku harus meneruskan bapak"

"Besok kami akan kembali ke tempat Ki Sanjaya. Kau mau ikut?" tanya Brata.

"Seperti tidak dulu, suasana desa masih berduka. Alvin saja" jawab Dharma.

"Iya aku pasti ikut. Mau jalan-jalan, pengen liat dunia luar" kata Alvin.

"Tenang saja, nanti kau akan diperlihatkan pemandangan mayat-mayat siluman" kata Brata.

"Eh, jangan itu lah. Apa kek, air terjun, gunung, atau pantai"

"Ya pokoknya kau ikut saja, semoga Bagas sudah pulang membawa pusaka itu" kata Jaka.

"Amiiiinnnn" kata Alvin.

"Eh Jaka, panah ini bagaimana?" tanya Alvin.

"Kau tidak perlu lagi?" tanya Jaka.

"Ya perlu sih"

"Ya sudah pakai saja, itu milik Bagaskara. Bukan punya kami" jelas Jaka.

"Hehe mantul, oke dahh"

***

Di saat Bagas dan Tiara sudah tertidur lelap, Anna bangun kemudian duduk sambil melihat bulan. Tiara terbangun, ia pun duduk di samping Anna.

"Kamu kok melamun?"

"Tidak apa-apa, aku terbangun"

"Ooh begitu"

Anna hanya diam saja, Tiara pun juga diam tanpa suara. Namun, Tiara merasa tidak enak dan meminta maaf pada nya.

"Anna, aku minta maaf yaa"

"Untuk apa?" tanya Anna.

"Mungkin kehadiran ku membuat mu tidak nyaman" jawab Tiara.

"Tidak kok, tidak masalah. Kau tidak perlu meminta maaf"

"Eee ... Kamu ...." Belum selesai Tiara berbicara, Anna mengeluarkan pedang. Sontak Tiara terkejut.

Anna mendorong Tiara, kemudian ia memotong kepala ular yang hampir mengigit kaki Tiara.

"Kau ini kenapa si—" Tiara membersihkan baju nya yang kotor lalu melihat Anna membuang ular tersebut.

"Hampir saja kaki mu di gigit ular itu" kata Anna mendekati Tiara.

"Terimakasih ya, maafkan aku sudah berburuk sangka"

"Iya sama-sama"

"Apakah aku boleh ikut dalam misi kalian? aku janji tidak akan merepotkan kalian, sebisa mungkin aku akan membantu"

"Kamu tidak perlu repot-repot membantu, kami akan membawamu ketempat yang aman"

"Tapi Bagas ...."

"Bagas calon ksatria yang hebat, dia pasti bisa. Aku dan para pendekar lain nya akan membantu nya" potong Anna.

Tiara pun mengangguk.

"Kamu tidak lanjut tidur lagi?" tanya Anna.

"Tidak, aku sudah tidak ngantuk" jawab Tiara.

"Tenang saja, biar aku yang menjaga kalian" kata Anna.

"Aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Tiara.

"Memang mau tanya apa?" Anna bertanya balik.

"Tapi kamu jangan marah yaa"

"Tidak, mau tanya apa?"

"Kamu jawab jujur yaa" kata Tiara.

Tiara melihat ke arah Bagas kemudian menatap Anna dan bertanya.

"Kamu cemburu ya liat aku sama Bagas?"

***

1
Reaz
semangat .../Ok//Good/

jangan lupa mampir.../Coffee//Coffee/
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk kenovelku.Judulnya "Ray stardust."

Kutunggu kedatanganmu.

Terima kasih
Loli bunting
lh kok nggantung....
El Olivia
semangatt up thorr
El Olivia
salam semangatt Kakak
World_Simulator🍁
Aku sarankan, untuk memakai tanda spasi untuk dialog percakapan.

Agak bingung ngembacanya karena terlalu rapat.

...dan next up date 👍👍👍
Darah Biru (Bangsawan)
Hidangan beralas daun pisang memang mantap 👍🏻
btw, Ki Candra kok bingung 😅 sebelumnya tanya dulu Ki.. di pimpin siapa ✌️
ayam bakarnya satu ya Thor 😂😂✌️✌️
Bara! kenapa kamu jadi anak durhaka 😳 gara-gara pusaka sampe nusuk jantung Ki Candra😳
astaghfirullah 😥 cerita si Alvin ternyata 😭
next like mantap👍🏻 sambungan jejak Penduduk bunian..
saling mendukung thor
sarie
Hadir lagi kak,like buat kakak♥️♥️👍👍,salam hangat dari kusentuh cinta dalam diam dan Alzheimer
Je si bod👀
Fighting
Jeon Ji-Yeong
yuhu sesuai permintaa aku mampir ni udah aku like juga
Ace Blue Charlotte
Hadir.....

Mampir dicerita ku kak "Bunga Magnolia"
Ucy (ig. ucynovel)
Mana kelanjutannya thor...

Semangat 💪💪up lagi thor

Aku mendukungmu 👍👍
Marya Juliani Jawak
Lanjut Thor... Soalnya nanggung ni...

Lagi seru"nya.
Marya Juliani Jawak
Kejam....
Marya Juliani Jawak
Ayo Bagas... Smangat....
Marya Juliani Jawak
Jangan" ula siapa yg Ratu jahat tu. Lupa aq namanya....

Tapi asli Thor, kata"nya keren habis....
Dhina ♑
hah, Doni siluman buaya??
Marya Juliani Jawak
Aku yg degdegan Thor...
Siti sa'adah😊
33 bomlike mendarat untuk mu thor

terus ikuti karya aku ya thor

makasih😊
Siti sa'adah😊
like😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!