maaf yah semuanya itu yg di atas bab satunya gx nyambung karna itu bukan , termasuk dalam bagian cerita yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elin yudia ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Assalamualaikum pembaca setiaku, terimakasih yang udah mau, setia sama cerita ini, pokonya autor mau bilang terimakasih...
Banyak-banyak lah... buat para pembaca setia novel ini🙏🙏🙏...
Yaudah di lanjut atuh baca nya.
Wassalamualaikum wr. wb.
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊
"Bukan nya itu semua, udah jelas. Apa lagi yang mau anda jelas kan tuan?"
"Jika anda ingin bersama dengan nya, sebaik nya anda lepaskan saja aku tuan... hiks.... hiks..."
"Tidak Sar, ini semua tidak benar. Kamu salah paham, Sar."
"Apa yang salah paham tuan?"
"Itu semua udah jelas, aku tidak butuh lagi penjelasan dari mu tuan, itu semua udah terbukti."
"Gak, Sar. Kamu harus dengerin aku, Sar!."
"Tuan apa perlu, saya pergi dulu dari anda. Dan setelah saya pergi apa kah anda akan berubah, tuan. Dan apa kah anda akan mencari ku tuan?"
"Pasti tidak kan, hiks.... hiks....."
"Gak, Sar aku gak mau kamu pergi lagi dari aku Sar. Aku ingin kamu tetap ada di samping ku, Sar. Ketika aku susah mau suka, kamu harus ada di sisi ku, Sar. Aku mohon sama kamu."
"Tuan jika, anda ingin aku ada di saat suka mau pun duka. Tolong kasih aku waktu untuk menenang kan diri dan biar kan aku pergi jauh, agar aku bisa menerima mu tuan."
"Tidak, Sar. Aku tidak akan melepaskan mu. Dan aku juga tidak ingin kau pergi jauh dari ku, Sar. Aku gak bisa."
"Maaf kan aku tuan jika aku..."
"Jika aku apa, Sar?..."
"Jawab,Sar."
"Tidak, tuan."
"Cukup tuan, sebaik nya tuan keluar. Dan biar kan aku menenag kan diri dulu, aku mohon tuan."
" Baik lah, aku akan keluar. Tapi aku mohon sama kamu Sar, jangan tinggal kan aku."
"Tuan, aku mohon tuan keluar dulu, dan biar kan aku menenag kan diri dulu."
"Baik lah."
Reyhan keluar dari kamar Sarah, dengan gontai. Reyhan tidak ingin kehilangan, Sarah lagi untuk yang kedua kali nya. Dan sekarang Sarah meminta pergi dari nya, ini membuat nya sangat takut aka kehilangan separuh nafas nya, separuh hidup nya. Yang selalu ia sakiti, dan selalu membuat nya menangis, melukainya.
Reyhan duduk di sofa, depan tv. Sambil memegangi kepala nya, yang terasa amat sakit, pikiran nya kacau ia tidak tahu lagi, bagaimana cara nya menjelaskan pada Sarah.
"Sayang kenapa kamu, di situ?"
"Aku cari in, malah duduk disinih, lagi mikirin apa sih?"
"Apa lagi mikirin pernikahan kita?"
Natali terus saja melontarkan berbagai pertanyaan yang membuat kepala nya tambah sakit, dan berat.
"Stop,Nat!."
"Kenapa?"
"Aku mohon jangan, bahasa itu dulu. Aku lagi kacau, kepala ku sakit. Tapi kamu tidak pernah memikirkan bagaimana rasa nya, jadi aku Nat." Reyhan berusaha tidak, meneriaki, Natali.
"Tapi kenapa sayang, kenapa kamu tiba-tiba, bicara kasar sama aku?"
"Aku mohon Nat, tolong kali ini kamu ngerti in aku."
"Iya, tapi kenpa, Rey. Apa kamu udah mulai cinta, sama perempuan dekil itu. Atau jangan-jangan kamu mau batalin pernikahan kita. Kamu jahat, Rey. Kamu jahat, hikss..... hiks....."
Natali langsung berlari keatas, ia menangis karna ia pikir Reyhan akan membatal kan pernikahan nya. Natali juga tidak ingin kehilangan Reyhan untuk yang ke tiga kali nya, cukup yang kemaren itu juga sudah membuat nya gila, dan ia juga sudah berusaha menjalin kasih dengan lelaki-lelaki kelas atas. Tapi tetap saja, hati nya hanya ada Reyhan dan Reyhan saja yang selalu ada di sana.
"Argghh... kenapa semua nya jadi rumit seperti ini." Teriak Reyhan prustasi. Reyhan berjalan menuju anak tangga kamar nya, ia masuk kekamar nya dan menemui, Natali. Reyhan ingin menenag kan, Natali.
"Aku minta maaf, Nat. Aku gak bermaksud nyakiti hati kamu."
"Tapi kamu keterlaluan, Rey. Aku sakit kamu gitu in, harus nya kamu sadar Rey. Aku itu cinta banget sama kamu, aku datang jauh-jauh, cuman untuk kamu seorang Rey, gak ada yang lain. Tapi kenapa kamu tega, nikahin perempuan lain, yang kamu jadi kan istri mu, hiks.... hiks....."
"Dengerin aku dulu, Nat. Aku bisa jelasin semua nya, sama kamu. Tapi aku mohon setelah aku jekasin sama kamu, kamu jangan sakiti, Sarah. Dan aku minta sama kamu, jangan pernah kamu bertindak yang aneh-aneh sama, Sarah. "
"Tapi kamu sama aja, gak ngebolehin aku buat nyingkirin perempuan, itu. "
"Aku itu cinta mati banget sama kamu, harus nya kamu sadar Rey."
"Iya aku tau kamu cinta banget sama aku, Nat.
Tapi aku juga mohon sama, kamu. Tolong ngerti in aku, untuk kali ini aja Nat."
"Aku gak bisa, Rey. Itu sama aja aku ngerelain kamu, sama perempuan itu. Aku gak bisa diam aja, Rey. "
"Oky, Nat. Terserah kamu mau lakuin apa, tapi jangan pernah kamu harap aku akan menikahi mu, jika kamu bertindak yang tidak-tidak sama , Sarah."
"Kamu kenapa Rey, kamu kok malah ngancam aku."
Tanpa mereka sadari, ada yang mengintip pembicaraan mereka berdua, di balik pintu kamar nya, Reyhan. Iya orang itu adalah Sarah, sedari tadi Sarah terus menguping pembicaraan Reyhan dan Natali.
Sarah sedih, ternyata Reyhan akan menikahi Natali juga. Sarah tidak mau di madu, Sarah hanya ingin menjadi istri satu-satu nya.
"Kenapa anda tega tuan, hikss..... hikss...."
"Kenapa.......?" Sarah menangis, tidak mungkin ia akan bisa kuat berlama -lama bersama, kedua orang itu. Sakit, kecewa, semua nya menjadi satu, tidak tau harus bagaimana. Sarah juga tidak memikirkan, diri nya sendiri. Rambut acak-acakan, muka sembab, perut yang terus meronta-ronta, ingin di isi. Tidak ia hirau kan sedikit pun.
Sarah, terduduk di lantai yang teramat dingin, sambik terisak. Pikiran nya entah kemana, raga nya pun tak berdaya lagi.
"Nona, kenapa anda terduduk di lantani?"
Tanya Dina, pelan. Dina tidak tau apa yang terjadi pada nona nya, Dina kasihan melihat nona nya, seperti ini.
" Nona sebaik nya, anda kekamar yah. Biar saya bantu nona ke kamar."
"Tidak perlu, Din." Ucap nya lemah.
"Tapi, nona terlihat pucat nona."
"Tidak, Din. Aku tidak, apa-apa kok, aku mau kekamar aja, Din."
"Baik lah nona, nati akan saya antar kan makan untuk nona makan."
"Iya terimakasih,Din."
"Iya sama-sama noan."
Sarah jalan kekamar nya, dengan keadaan tubuh yang lemah, tidak berdaya. Ia langsung masuk ke kamar mandi dan berendam, semoga saja setelah berendam, pikiran nya akan tenang, dan tubuh nya akan kembali vit lagi.
"Semoga saja..."