Sita adalah gadis yang sangat menjauhi percintaan. Kenangan masa lalu yang meninggalkan noda dalam hatinya.
Erick datang menyelamatkan Sita dari kekangan sang ayah yang ingin menjualnya. Untuk mengajak menjadi istri hanya untuk membuktikan kalau ia bisa melupakan mantan kekasihnya.
Sebuah kepura-puraan membawa luka pada hidup Sita. Lelaki yang ia harapkan bisa membawanya dalam kebahagiaan justru menyakitinya.
"Kamu sangat indah Sherena ...."
Seketika hati Sita seperti di iris-iris. Bagaimana tidak, di saat Erick sedang menikmati tubuhnya justru menyebut nama orang lain yang telah pergi darinya.
Saat Erick menyadarkan semua telah terlambat. Sita telah pergi dari hidupnya. Akankah dengan seiring berjalannya waktu mereka akan dipertemukan lagi oleh takdir?
Folow Ig author @Samar_Jenny1
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terikat dengannya
Dua hari berlalu kini saatnya hari pertunangan Erick dan Sita. Acara diselenggarakan tidak begitu mewah, hanya di rumah Erick dan mengundang beberapa teman mama Lisa dan beberapa kerabat.
Erick memang tidak menyukai acara yang berlebihan selain itu tidak berguna ia juga menganggap ini hanya pertunangan palsu belaka, jadi buat apa perlu mengadakan acara besar-besaran.
Para tamu berdatangan ada yang berbincang ada yang menyantap makanan. Mama Lisa sangat sibuk ke sana dan ke mari untuk menemui teman-temanya walau hanya sekedar basa-basi mempersilakan untuk menyantap hidangan.
Selain para teman-teman dan kerabat. Mama Lisa juga mengundang seseorang yang spesial kali ini. Orang itu adalah ibu dari perempuan yang bernama Sherena. Lisa ingin membuktikan pada wanita itu kalau anggapannya tentang Erick adalah salah.
Ibu Sherena selalu menganggap kalau alasan Erick selama ini tidak mau menikah hanya karena belum bisa melupakan Sherena, putrinya yang menikah dengan lelaki yang lebih tua dan kaya kewarganegaraan Prancis.
Sherena meninggalkan Erick di saat begitu sangat mencintainya. Dengan tiba-tiba Sherena meninggalkan di saat usaha Erick sedang menurun. Sherena tiba-tiba menghilang tanpa kabar atau berita. Ia bersekongkol dengan ibunya untuk tidak memberitahukan keberadaannya sampai saat ini.
Wanita yang ditunggu-tunggu oleh Lisa pun datang. Dengan berjalan elegant perawakan sedikit sombong mengenakan dres panjang dengan belahan sampai ke atas lutut wanita itu datang menghampiri Lisa.
“Hai, ternyata kamu datang juga.” Mama Lisa menyeringai memandang sinis ke arah ibunya Sherena.
“Tentu saja aku akan datang, Lisa. Aku penasaran dengan wanita yang akan bertunangan dengan Erick. Aku rasa perempuan itu tidak akan benar ada. Atau kalau memang ada mungkin itu hanya bayaran Erick. Aku masih yakin Lisa, kalau putramu tidak benar-benar bisa melupakan putriku,” ucap wanita itu dengan sombong.
“Ck ck, begitu percaya dirinya kamu tentang putrimu.” Lisa mencebik. “Apa kamu tahu, siapa perempuan yang akan menikah dengan Erick?” Ia semakin ingin membuat wanita merasa dipermalukan.
“Kenapa kamu berpikir anakmulah yang paling terbaik di dunia ini. Apa kau tidak tau, ada banyak perempuan murahan seperti anakmu itu. Bahkan di pinggir jalan ada ribuan perempuan seperti Sherena.” Lisa berucap dengan suara tinggi sehingga membuat orang di sekelilingnya menoleh.
Ibu Sherena merasa malu. Mengepal kuat tangannya hingga wajahnya merah meredam. Ia tidak terima karena putrinya disamakan dengan wanita murahan di pinggir jalan oleh Lisa.
“Aku permisi dulu, ya. Gak ada waktu, karena tunangan Erick sebentar lagi akan sampai. Aku enggak mau calon menantuku itu menunggu.” Lisa lalu pergi dari hadapan wanita itu meninggalkan mengajak orang lain bicara.
Sedangkan ibu Sherena mendengkus kesal mengentakkan kaki ke lantai. “Cih! Buat apa dia mengundangku kalau hanya mempermalukan seperti ini,” gerutunya. Ia pun segera berbalik akan memilih pergi dari sana.
Namun, saat ia baru berbalik mengarah ke pintu ternyata melihat Sita dengan mengenakan gaun warna silver bagian atas sedikit terbuka dan panjang sampai mata kaki gaun itu memperlihatkan lekuk tubuh Sita. Mama Lisa memang memesan gaun yang pas untuk tubuh Sita. Dengan rambut disanggul modern diikuti sedikit hiasan bando yang berhiaskan kristal membuat gadis itu sangat memukau.
Ibu Sherena sangat tercengang saat melihat kedatangan Sita. Kenapa dia ada di sini? Batinya.
Erick yang baru saja menuruni tangga sangat terpesona melihat perempuan yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya itu. Mata Erick bahkan tidak bisa beralih memandang Sita hingga tidak berkedip. Ternyata Sita yang selama ini sering ia lihat hanya mengenakan pakaian formal kantor, kini ia dibuat terpukau dengan dandanan yang luar biasa terlihat cantik.
Tanpa sadar kaki Erick melangkah dengan sendirinya karena matanya fokus ke wajah Sita. Lelaki itu menghampiri dan menadahkan sebagai sambutan ingin membawa ke tengah-tengah di mana acara akan dilangsungkan.
Sebenarnya Sita canggung, ia belum diajari Erick berakting seperti ini. Melihat Erick tersenyum tipis ia meletakkan tangannya di atas tangan Erick. Blus ... Seketika pipi Sita memerah jantungnya berdegup kencang saat Erick menggenggam tangannya dengan erat.
Setelah mc memberi sambutan dan segala macam kini saatnya acara pertukaran cincin. Mama Lisa dengan wajah bahagia berdiri di antara mereka. Lisa membawa cincin untuk Erick menyematkan ke jari Sita dan begitu sebaliknya.
“Ayo Erick tunggu apa lagi,” ucap mama Lisa sudah tidak sabar.
Erick segera mengambil satu cincin lalu menyematkan di jari Sita.
“Sekarang giliran kamu, Sita.”
Sita dengan gugup tanyanya seperti kaku tidak bisa bergerak. Apa ini pilihan yang benar? Bagaimana kalau suatu saat mama Lisa mengetahui kalau mereka hanya sandiwara?
Ia menghela napas panjang memantapkan pilihannya. Semoga akan baik-baik saja suatu saat. Perempuan itu segera mengambil cincin itu lalu menyematkan di jari Erick.
Para tamu bersorak surai setelah cincin melingkar di jari mereka. Lisa memeluk Sita sebagai ucapan terima kasih karena sudah mau menjadi tunangan Erick dan sebentar lagi akan menjadi istri.
Setelah acara pertukaran cincin itu selesai. Pemandu acara membawa supaya seluruh tamu yang hadir kini saatnya berdansa untuk menambah meriahnya acara. Sebelum para tamu berdansa pembawa acara tersebut menyuruh Erick dan Sita terlebih dulu berdansa sebagai pembukaan.
“Kamu kan enggak kasih tau aku, sebelumnya kalau ada acara dansa,” desis Sita di dekat telinga Erick.
“Aku juga enggak tau, kalau ada acara seperti ini.” Erick berucap sambil tersenyum pada para tamu yang memberi selamat pada mereka.
“Jadi harus bagaimana?”
“Yaudah, kita berdansa saja.” Erick menadahkan tangannya.
“Tapi aku enggak pernah berdansa, Mas. Dan aku juga enggak pernah melihat acara seperti ini.”
“Sudah ikuti saja aku, Sita.” Erick meraih tangan Sita dan membawanya ke tengah-tengah mengajaknya untuk berdansa.
Sita berdiri kaku tidak tahu harus berbuat apa. Ia terlihat seperti patung hidup ditengah-tengah kerumunan para tamu.
Erick segera menarik pinggang Sita sehingga tubuh mereka saling menempel. Untuk menambah kedekatan Erick menautkan jari-jarinya ke tangan Sita lalu membawanya bergerak mengikuti alunan lagu.
“Mudah, bukan?” goda Erick menatap Sita yang grogi itu.
“Tapi ....”
“Setttt....” Erick menutup bibir Sita dengan jari melarangnya untuk tidak banyak bicara. “Nikmati saja alunan musiknya di dalam dekapanku, Sita.”
Mereka berdua terlihat sangat romantis bagai Romeo dan Juliet. Kemesraan yang mereka tampilkan sangat membuat para tamu iri.
Sedangkan di ujung tidak jauh dari posisi Sita dan Erick. Raka dan Zia tampak bahagia menyaksikan kedua sahabatnya itu berdansa. Ternyata tidak sia-sia mereka berusaha untuk menyatukan selama ini, nyatanya mereka memang pasangan serasi.
Raka memeluk Zia dari samping seraya menatap ke arah Erick dan Sita.
sukses
semangat
mksh
keren