Ibrahim harus terjebak dengan wanita yang hamil berstatuskan istri pria lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
"Jangan menangis," bisik suara maskulin yang selama ini Gulla rindukan. Gulla terperanjat kaget ia menegakkan wajahnya menatap pria itu yang sedang tersenyum jahil kepadanya.
"Kau? Jadi kau tidak?" Gulla kehabisan kata-kata melihat Ibrahim bukan seperti orang sakit melainkan mengerjainya. Gulla baru menyadari jika tidak ada luka satupun di tubuh Ibrahim, pikiran Gulla berkelana mempikirkan hal yang barusan terjadi. Lalu ia merasakan jari manisnya diselipi benda yang ia yakini sebuah cincin.
Gulla terkesiap baru saja ia ingin menarik tangan itu. Ibrahim menggenggam erat tangan mungil itu lalu menciumnya. Mata gulla berkaca-kaca ia tidak menyangka jika Ibrahim akan melakukan ini. Gulla mengelus cincin itu, walau hatinya sedikit kesal karena Ibrahim telah mengerjainya, tapi ia bahagia jika Ibrahim tidak benar-benar meninggalkan nya. Gulla tidak bisa membayangkan hidup tanpa pria itu.
"Kita akan menikah." Ucap Ibrahim dengan nada tak terbantahkan. Pria itu melamar Gulla lebih tepatnya memaksa Gulla agar mau menikah dengannya. Ia sengaja melakukan hal ini agar Gulla mau menerima diri nya sebagai suami. Kalau tidak dengan paksaan Gulla pasti menolak nya habis habisan bahkan pura-pura tidak mendengar.
Gulla tersenyum mendengar itu, "Apa aku bisa menolak?" canda Gulla. Ia melihat Rahang Ibrahim mengeras mendengarnya, dengan cepat Gulla meralat ucapannya. Ia benci mendengar perkataan tidak. Yang ia inginkan hanya menikah dengan Gulla.
"Tanpa persetujuanku kau pasti akan tetap nekat menikahiku." Lanjut Gulla. Ibrahim tersenyum mendengarkan itu, ia merasa aneh dengan lamaran yang telah ia siapkan, tapi tujuannya hanya satu mengetahui perasaan Gulla padanya.
Jika Gulla tidak mencintainya maka Ibrahim akan mundur untuk memenangkan gadis itu, jika Ia maka tidak ada lagi alasan Gulla untuk menolak kehadirannya. Karena hanya Ibrahim maliklah pria yang pantas untuk Gulla, bahkan ia tidak peduli dengan kekurangan Gulla, ia mencari pendamping hidup bukan mencari kesempurnaan wanita yang bisa dia manfaatkan untuk kehidupannya. Tapi seorang wanita yang membuatnya nyaman menemani kisah hidupnya, dan wanita itu adalah Gulla.
Ibrahim bangun dari tidurnya. Ia melepaskan genggaman tangan itu. "Karena kau telah mengatakan mencintaiku, maka tidak ada alasan lagi untuk menolakku. Jika kau berusaha menolakku sekali lagi maka aku tidak akan tanggung-tanggung mengendongmu dan membawaku ke KUA (Kantor Urusana Agama) sekarang juga untuk menikah." Gulla tertawa mendengar itu, matanya menatap Ibrahim malu-malu.
Gulla berjanji akan mencintai pria itu sepenuhnya dan tidak akan meninggalkan pria itu lagi. Ia akan selalu bersyukur kepada Allah karena telah menciptakan pria sebaik Ibrahim. Pria yang Sudi mencintainya. Pria yang mau berdekatan dengan nya. Dan mencintai nya tanpa tapi. Bahkan masih tetap berada di sisi nya disaat pria itu tahu betapa hina nya diri nya.
"Aku mencintaimu Ibrahim, sangat mencintai-cintai dirimu." gumam Gulla sambil memeluk tubuh pria itu erat seakan takut kehilangan. Akhirnya ia bisa mendapat cinta seperti manusia lain nya. Ia kira ia akan terus menderita. Ibrahim adalah malaikat pelindung nya. Ia bahagia bisa hidup bersama pria ini.
"Aku juga mencintaimu my sugar.. jadilah istriku hingga di surga kelak...."
****
gimana cerita ini suka nggak.. hudft.... aku agak rumit nulisnya semoga aja kalian suka ya.. doain skripsi ku lancar ya.. love love love youuu temen-temen
ijin promo, mampir juga yukkkk
di " Cinta berawal dari kapal pesiar mr.police "
terimakasih... salam hangat 🤗