NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Tidak Sempurna

Menikahi Pria Tidak Sempurna

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Pengganti / Cerai / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: BumbleBee

Freya tidak pernah menduga ia harus melepaskan sang kekasih, menyakiti perasaan pria yang ia cintai dan juga mengubur dalam perasaannya demi menikah dengan seorang Billionaire yang tidak ia kenal sama sekali.

Takdir seperti apa yang akan Freya jalani dan apa alasan dibalik ia bersedia menikah dengan pria asing tersebut? Lalu bagaimana jadinya jika ternyata pria yang sudah menjadi suaminya ternyata memiliki seorang istri yang artinya Freya hanya dijadikan sebagai istri kedua. Akankah Freya mempertahankan pernikahannya atau justru mengakhirinya dan kembali kepada kekasihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BumbleBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir

Daniel mengendarai mobilnya seperti orang kesurupan, bunyi klakson pengendara lain ia abaikan. Tidak pernah terlintas di dalam benaknya bahwa kejantanannya tidak benar-benar jantan. Keperkasaannya tidak mampu menghasilkan keturunan. Sungguh ia sangat berkecil hati dan tentu saja itu sangat melukai harga dirinya. Selama ini ia selalu menjaga kesehatannya, menjaga pola makannya, dan sebelum menikah ia juga jarang menghambur-hamburkan air maninya di liang wanita lain. Ia tidak suka main perempuan, tapi bukan berarti ia tidak main perempuan, karena kembali ke ucapan Will, semua pria mempunyai sisi brengsek.

Daniel meminggirkan mobilnya di sebuah danau yang sepi penghuni. "Argghhh.." teriaknya seraya melayangkan tinjunya ke setir kemudi, meluapkan amarahnya dan mengabaikan bunyi klaksonnya yang memekakkan telinga akibat tinjunya. Apa yang akan dikatakan Clara nanti? Apakah wanita itu akan meninggalkannya? Apa jika dia memohon, Clara mau bertahan di sampingnya? Pertanyaan demi pertanyaan memenuhi otak Daniel, ia tidak siap menerima jika Clara meninggalkannya hanya karena ketidak sempurnaannya.

Ponselnya yang berdering dari tadi ia abaikan, baik itu panggilan dari Neneknya atau pun juga Clara. Ia butuh waktu sendiri. Ia butuh tenaga dan ia perlu mengumpulkan keberanian untuk bertemu dengan Clara. Sepertinya ia harus mempersiapkan diri untuk hal terburuk dalam hidupnya.

Di tengah kepanikannya, Daniel mendengar suara ketukan di kaca mobilnya. Ia menurunkan mobilnya dan melihat seorang gadis dengan pakaian santai sedang menatap ke arahnya. Daniel menoleh ke samping, depan, belakang, sepi dan sunyi itulah yang menggambarkan tempat mereka sekarang. Lalu kenapa ada gadis muda yang kesasar kemari? batinnya.

Daniel kembali menatap gadis itu. "Kau sedang tersesat, Nona kecil?" tanyanya menyuarakan pertanyaan batinnya.

Gadis itu menggelengkan kepalanya segera, dan tanpa di duga ia menyodorkan satu botol air mineral. Daniel mengernyit, ia menatap botol tersebut lalu mengambilnya. Ia pun segera keluar dari dalam mobilnya. "Kenapa kau memberiku ini" Daniel membuka tutup botol air mineral tersebut, lalu meneguknya hingga menghabiskan setengahnya. Tidak ia pungkiri tenggorokannya memang terasa kering setelah ia berteriak tadi. Oo...ia menyesalkan tindakannya itu. Tindakan kekanakannya. Akan sangat memalukan jika ada yang mendengarnya, pria matang dengan wajah tampan sedang berteriak frustasi. Ck! ia berdecak.

"Aku yakin tenggorokanmu butuh itu, setelah berteriak, dan percayalah uncle, teriakanmu yang feminim itu membuatku terkejut. Tidak bisakah kau membuat mobil mahalmu ini kedap suara, dengan begitu akan meminimalisir rasa malumu" cerecosnya datar.

Shit. Apa lagi yang lebih memalukan dari ini.

"Adakah aturan seorang pria dilarang berteriak?" Daniel bersedakap, menatap gadis di hadapannya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Gadis itu mengingatkannya pada Liora.

"Tidak" Gadis itu menggelengkan kepalanya cepat.

"Lalu kenapa kau protes?"

"Uncle, aku hanya mengatakan teriakanmu membuatku terkejut, aku bukannya protes hanya memberi tahu, demi kenyaman bersama"

"Apa tempat ini milikmu?"

Kembali gadis itu menggelengkan kepalanya.

"Lalu apa pedulimu tentang kenyamanan, dan kenyataan di sini hanya ada kau dan aku, kau tinggal pergi saja, dan tidak perlu mendengarkan teriakanku" Dan sumpah demi apa pun, Daniel mencemooh dirinya sendiri dalam hati yang memilih beradu mulut dengan gadis di hadapannya itu, ya Daniel meluapkan kekesalannya pada gadis tersebut.

"Apa tempat ini milikmu?" kini gadis itu bertanya hal demikian.

Daniel hanya bungkam tidak menjawab.

"Jika ini bukan tempatmu, lalu kenapa kau mengusirku, Uncle. Dan aku di sini sebelum kau datang" kini gadis itu juga bersedekap, melakukan seperti yang dilakukan Daniel, dan bahkan gadis itu mendongak dengan angkuhnya, yang membuat Daniel mau tidak mau akhirnya tersenyum melihat tingkah gadis itu. Tangannya bahkan terulur mengacak gemas rambut gadis itu.

"Kau merusak tatanan rambutku, Uncle" gadis itu menepis tangan Daniel dari kepalanya, membuat Daniel seketika tergelak.

"Kau masih terlihat cantik" pungkasnya asal, walau gadis itu memang terlihat cantik. Daniel terkekeh seketika begitu melihat semburat merah di wajah mulus gadis itu. "Kua merona?!" godanya semakin tergelak.

"Tidak ada yang mengatakanku cantik sebelumnya, jadi wajar saja aku merona" gadis itu membela dirinya. "Apa kau mempunyai kekasih, Uncle?"

"Kenapa kau penasaran?" kembali Daniel menggodanya.

"Jika kau tidak mempunyai kekasih, aku akan mencalonkan diri untuk menjadi kekasihmu, dan memutuskan kekasihku"

Daniel lagi dan lagi tergelak dibuat oleh ucapan terang-terangan gadis itu. "Itu tindakan tidak terpuji, Nona muda" kembali tangan Daniel terulur mengacak rambut panjang gadis itu.

"Hmm, dia tidak pernah mengatakan aku cantik, sebelum menjadi kekasihku, dia adalah sahabatku" jelas gadis itu.

"Oo sahabat jadi cinta" pungkas Daniel. "Lalu apa yang kau lakukan di sini?" tanya Daniel penasaran, untuk sesaat ia melupakan kegundahan hatinya, kehadiran gadis itu sedikit menghiburnya. Daniel mengernyit begitu melihat air wajah yang tadinya terlihat ceria kini berubah jadi sendu.

"Aku mengunjungi makam ibuku" gadis itu menunjuk sebuah makam yang terlihat tidak jauh dari tempat mereka. Daniel terkesiap sesaat.

"Jadi danau ini memang milikmu?"

Gadis itu menggeleng, "Ini milik ibuku"

Apa bedanya, batin Daniel.

"Ini hari ulang tahun ibumu? aku melihat ada kue di sana?" Ya, dari tempat mereka berdiri, sebuah kue tart dengan lilin yang masih menyala terlihat dengan jelas.

"Ulang tahunku, tapi bahkan ayahku tidak mengingatnya" lirihnya seraya menundukkan kepalanya. "Dia pergi berlibur dengan istri barunya begitu juga dengan putri mereka" Gadis itu menarik napas sesaat, ia pun mengangkat kepalanya secara perlahan, sebuah senyuman terpatri di wajahnya. Bukan senyuman indah yang terlihat, tapi senyuman tipis yang menyiratkan kekecewaan, "Ulang tahun yang sangat mengerikan, kejadian yang berulang setiap tahun, tapi tetap saja terlihat menyedihkan walau sudah terbiasa" ujarnya masih dengan senyum terpaksanya.

"Siapa namamu?"

"Freya"

"Nama yang bagus" puji Daniel tulus. "Selamat ulang tahun, Freya. Semoga kedepannya kau mendapatkan kebahagiaan yang berlimpah" Daniel mengusap lembut kepalanya. "Aku tulus mendoakanmu" Daniel mempersembahkan senyum terhangatnya.

"Aku berharap doamu terkabul, Uncle" kekeh gadis yang bernama Freya tersebut. "Lalu katakan apa masalahmu? Sepertinya masalahmu sangat rumit, Uncle" gadis itu mengeluarkan bukunya dari dalam tasnya, lalu meletakkannya di bawah menjadikannya alas tempat ia duduk. "Kau bahkan tidak malu untuk berteriak, dan berhubung aku lagi senggang ceritakan masalahmu, aku akan menjadi pendengar yang baik" gadis itu tersenyum lebar. Senyuman yang sangat indah, hingga membuat Daniel terpana untuk sesaat. Tidak seperti senyuman pahit beberapa waktu lalu, senyumannya kali ini sangat menawan. Senyum orang yang sedang bersedih memang paling menawan, karena ia tidak menginginkan orang merasakan derita yang sama. Dan senyuman Freya pun menular, sudut bibir Daniel terangkat membentuk sebuah senyuman.

"Kemarilah" Daniel menepuk kap mobilnya. "Duduklah di sini" Daniel sudah mendaratkan bokongnya di kap mobil depannya.

"Kau tidak takut mobil mahalmu lecet?" gadis itu menaikkan alisnya.

"Seperti yang kau katakan, mobil ini mahal, tidak akan mudah lecet begitu saja" Daniel menyombongkan diri. Ia mengulurkan tangannya untuk membantu Freya naik ke kap mobilnya. Gadis itu menepis tangannya dengan kasar, lalu segera mendaratkan bokongnya di sana dengan sukses.

"Gadis keras kepala" imbuhnya.

"Lalu apa masalahmu, Uncle?"

"Kau tidak akan mengerti, ini urusan orang dewasa"

"Aku sudah mempunyai kartu identitas, itu artinya umurku sudah masuk kategori dewasa dan sekedar pemberitahuan, hari ini aku genap berusia 20 tahun"

"Masalah wanita?" tebak Freya dan Daniel hanya bungkam tidak menanggapi.

"Sepertinya kau memang tidak ingin bercerita, baiklah Uncle, aku tidak ingin membuang-buang waktuku hanya untuk menemanimu dalam diam, sebaiknya aku pergi, dan nikmati waktumu di sini selama yang kau inginkan, aku membebaskanmu ke sini kapanpun kau mau, kau cukup menyebut namaku kepada penjaga depan saat kau masuk kesini. Kemana Uncle tua itu tadi, sehingga kau bisa lolos masuk kemari" Freya segera turun dari kap mobil tersebut.

"Aku kira danau ini untuk umum?"

"Tidak" jawab Freya cepat. Hanya aku yang bisa masuk, dan sekarang kau juga bisa masuk jika kau mau, karena kau sudah mendoakan kebahagiaanku" kembali wajah itu mempersembahkan senyum terindahnya.

"Terima kasih" ucap Daniel tulus, ia tidak yakin ia akan kembali lagi ke sini. Ia hanya tidak sengaja memasuki danau ini dan tentu saja ia tidak menyesalinya.

"Jika masalahmu tentang wanita, kau cukup menunjukkan perasaanmu dengan jujur dan tulus, dengan begitu wanitamu tidak mungkin akan berpaling darimu" Freya mengerling jenaka. "Aku pergi. Kuharap kita tidak akan pernah bertemu kembali lagi." Daniel mengernyit bingung.

"Bukankah tadi kau berharap ingin menjadi kekasihku?"

"Kuharap kau tidak serius menanggapinya" kekeh Freya. "Aku mempunyai kekasih, Uncle. Aku benci pengkhianat" sinisnya dengan wajah serius yang kembali membuat Daniel terhenyak melihat perubahan air wajah itu.

"Aku benci tatapan ibamu, Uncle. Aku tidak suka dikasihani. Kau menatapku seperti itu tadi" tegas Freya. "Aku datang ke sini saat ulang tahun ibuku dan juga ulang tahunku. Jadi kalau kau memang ingin datang lagi kemari pastikan itu bukan di bulan ini dan bulan selanjutnya, selain itu kau bebas kemari" Freya tersenyum tipis.

Dan siapa yang akan menyangka pertemuan itu sesungguhnya adalah awal takdir mereka, karena beberapa tahun kemudian mereka kembali dipertemukan di depan altar. Manusia memang bisa saja berkata apa, tapi pada akhirnya suratan takdirlah yang menentukan semuanya. Dalam hidup ini tidak yang namanya kebetulan, semuanya sudah di suratkan. Dan percayalah, sesungguhnya takdir yang kau hadapi itu adalah inginmu saat berada di dalam rahim, dan tentunya seperti apa pun takdirmu ke depannya, Tuhan tidak tinggal diam, ia menjanjikan kebahagiaan kepada setiap hambanya.

1
moemoe
Freya dlu klo marah jg kebut2n tpi freya pandai nyetir memang hobby balap kekny. Klo angel gak bs nyetir
palupi
top
Bunda Natan
antara menangis dan tertawa
nobita
semoga perselingkuhan Clara dan Javier segera di ketahui Daniel...
nobita
ooo begitu ceritanya...
nobita
oooh ternyata Daniel yg tahu bahwa Sean menghianati Freya...
nobita
ya ampun ya ampun hubungan yg sangat ruwett
nobita
ini karyamu yg ke 5... sampai aku gk bisa move on dari semua karya karyamu thor... keren
nobita
kocak... Freya... gadis yg lucu
Dinda Nur Fadhillah
Luar biasa
Andi Nurfiana
salam2an🤣
HyunNieta
Luar biasa
paty
bodoh lo angel tdk menggunakan otak bisa2nya percaya sm omongan bella, ya masalah terdapat pd angel percuma daniel lo asuh si angel dr awal kirim sj ke panti
paty
bodoh si lucas harusnya lo tangkap dulu si bella malah dilepaskan
paty
thor kek sinetron ikan terbang, seorang mantan mafia bisa diusik oleh perempuan spt bella gak level, aneh saja
paty
freya dan lucas terlalu cepat bertemu dan membahas angel di tempat terbuka
paty
suka sm tokoh angel, ketika ditolak dia tegas dan punya prinsip
paty
aneh sj, clara bisa culik freya benar2 sinetron ikan terbang
paty
liora jg sama, klu freya masih tidak terima dg kelakuan daniel, buang ke laut sj
paty
freya harusnya bisa memahami apa yg dilakukan daniel mmg clara dan anna sdh keterlaluan wajar jika daniel seperti itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!