NovelToon NovelToon
Ketulusan Suami Pengganti

Ketulusan Suami Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: nur danovar

Aurora sudah terlihat cantik dengan riasan wajah natural flowles dan glowing. ia mengenakan gaun pengantin impiannya rancangan sahabatnya sendiri Vera.

Di sudut ruangan rias Maxime yang tak lain sahabat Aurora berdiri mengamati kecantikannya dengan takjub.

Tiba-tiba sebuah kabar buruk datang jika pengantin pria yaitu Andre tidak datang melainkan pergi tanpa kabar sejak semalam. kepanikan seketika melanda terutama Aurora sampa jatuh pingsan dan harus di tenangkan oleh teman dan keluarganya. hingga waktu yang di tentukan Andre tak juga datang. demi menyelamatkan nama keluarga besar akhirnya Maxime bersedia menikahi Aurora.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23 Akankah Terjadi

Maxime pulang ke rumah ia masih meeting dengan Wisnu. mereka duduk di ruang tengah membahas laporan keuangan perusahaan otomotif. ada kejanggalan yang Wisnu temukan dalam pembukuan tahunan perusahaan.

Aurora yang belum tidur mendengar samar-samar pembicaraan Maxime dan Wisnu.

"Ada kejanggalan dalam pembukuan akhir tahun bos" kata Wisnu menyerahkan dokumen keuangan ke hadapan Maxime.

"Ada apa?"

Maxime bertanya sembari mencermati deretan angka yang tercetak pada dokumen itu. sebenarnya sudah lama Max tahu ada ketidak beresan di perusahaan otomotif miliknya.

"Ada kasus korupsi di perusahaan bos, terkait dana distribusi sperpart dan beberapa komponen kita. karena masalah itu perusahaan menerima kerugian besar bos"

"Berapa jumlah kerugian kita?"

"Lima puluh miliar bos"

Maxime terdiam wajahnya tetap terlihat tenang mendengar nominal besar yang tadi di sebutkan Wisnu. sementara Aurora yang tidak sengaja mendengar percakapan itu sampai terkejut hingga menutup mulutnya dengan tangan. ia tidak menyangka jika saat ini Maxime sedang terkena masalah besar di perusahaan.

"Cari tahu siapa saja yang terlibat dan urus mereka seret ke kantor polisi! mereka tidak perlu mengganti uang itu aku ingin mereka menebus di penjara" kata Max dingin.

Karena Max tahu akan percuma meminta ganti rugi pada para penjahat korupsi itu. uang tidak akan kembali justru reputasi perusahaan jadi taruhan di mata kolega.

"Ganti uang itu dengan dana pribadi saya, kau urus besok dan adakan meeting besar pagi jam delapan tepat"

"Baik bos" Wisnu prihatin dengan permasalahan ini.

"Bos, maaf saya tidak bisa mencegah masalah ini terjadi. tapi saya janji akan membantu menuntaskan masalah ini sesuai perintah bos" kata Wisnu merasa bersalah.

"Pulang lah"

"Baik bos"

Maxime melepas jasnya dan mengendurkan dasinya. ia merebahkan diri di sofa menengadah menatap lampu kristal gantung yang bersinar indah di ruang tengah.

Aurora berhati-hati mendekati Maxime. ia membawakan segelas air putih lalu meletakkannya di atas meja.

"Max..." panggil Rora pelan

Maxime bangkit dan duduk bersandar sofa. Aurora duduk tepat di sampingnya memegang paha Maxime.

"Semua baik-baik saja?" tanya Rora.

Maxime menatap Aurora lalu tersenyum samar.

"Aku ingin ke kamar beristirahat" kata Max tidak menjawab pertanyaan Rora.

Sebelum beranjak Max meraih segelas air putih yang di suguhkan Rora tadi. ia menegak sampai tandas lalu berjalan menuju kamarnya di lantai dua. Aurora memasuki kamar Max mereka tidur bersama selama beberapa hari ini.

Aurora menunggu Max yang masih mandi, ia sudah berganti piama pendek dan longgar untuk tidur.

Max keluar dari kamar mandi ia hanya mengenakan handuk sebatas pinggang. Aurora menyerahkan kaos berwarna abu-abu dan celana pendek hitam untuk Max.

"Thanks.." ucap Max sembari melirik piama yang di kenakan Aurora membuat istrinya itu terlihat menggoda.

Max menggelengkan perlahan kepalanya. ia tidak tahu sampai kapan dirinya bisa menahan hasrat melihat kecantikan dan keindahan yang di pamerkan Aurora.

Max berbaring di sofa ia tidak banyak bicara karena sedang memikirkan pekerjaan yang sedang ada masalah. Rora berbaring di ranjang ia memandang Max dari tempatnya berada. Max sadar Rora sedang melihat ke arahnya ia lalu memiringkan tubuhnya menatap Rora sambil tersenyum tipis.

"Kenapa disana? kemarilah" kata Rora masih menatap Max.

Max bangkit dari sofa berjalan perlahan mendekati ranjang. ia menghindari menatap Rora dan memilih berbaring di samping Rora.

Rora tahu Max sedang mengalihkan pandangannya tidak mau menatapnya. ia justru mendekat ke arah Max. aroma wangi khas Rora tercium. itu adalah aroma parfum Chanel yang di gemari Rora dan di sukai juga oleh Max. wanginya sedikit manis dan menggoda.

"Kenapa menjauh dariku?" tanya Rora mendekatkan wajahnya pada wajah Max yang berbaring terlentang menatap langit-langit kamar. Max menelan ludah memberanikan diri menatap mata Rora.

"Aku...aku...takut" jawab Max gugup.

"Takut? takut apa?" Rora mengerutkan keningnya heran, Max yang pemberani tiba-tiba menghindarinya karena takut.

"Takut tidak bisa mengendalikan diriku saat melihat mu Rora" jawab Max dengan wajah memerah.

Aurora tersenyum ia menggenggam tangan Max yang besar dan terasa hangat. pria yang selalu menjadi pahlawan untuknya setelah papa Antoro. Rora menyandarkan kepalanya di dada bidang Max. jantung Max berdetak kencang mungkin Rora bisa merasakannya. genggaman tangan Rora semakin erat menelusup diantara jemari Max.

Max mulai bergerak memiringkan tubuhnya dan menarik Rora ke dalam pelukannya.

"Aurora..." Max menyebut nama Rora setengah frustasi karena darahnya serasa memanas saat Rora meraba dada bidangnya dengan lembut.

"Hmmm?" gumam Rora terdengar manja dan seksi.

max mengacak dan meremas rambutnya dengan gemas. rasanya seluruh tubuhnya seperti sedang kesetrum.

"Rora menjauhlah atau aku tidak bisa menahan diri" Max memejamkan matanya mencoba menahan hasrat yang mulai timbul mendesaknya.

Rora diam tidak bergeming entah apa yang sedang ada di pikirannya. rasanya nyaman sekali berada di pelukan Max hingga ia malas beranjak menjauh.

"Aku tidak mau" kata Rora membenamkan wajahnya di ceruk leher Max, aroma parfum yang terkesan maskulin membuat Rora mabuk rasanya.

"Jangan menyesal jika malam ini terjadi sesuatu antara kita" nafas Max serasa putus-putus karena perasaan gugup menderanya. ia menggenggam tang Rora lembut tapi erat.

1
StAr 1086
mampir... kayaknya seru cinta segitiga...
Dew666
💄💄💄💄
Dew666
💝💝💝
Dew666
☀️☀️☀️
Dew666
😍😍😍😍
Dew666
💃💃💃
Dew666
💄💄💄
Dew666
🔮🔮🔮🔮
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!