NovelToon NovelToon
Love Sign

Love Sign

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:101.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurwahidah Bi

Teruntuk kau yang terlambat mengatakan cinta.

Aku di sini, di tempat tanda cinta berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurwahidah Bi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21: Let Me Go

11 November 2011.

Deringan telepon membangunkan Jin Hee dari tidur malamnya, seorang wanita menelepon ingin bertemu dengannya. Keesokan paginya Jin Hee bertemu dengan perempuan berwajah cantik. Cha Soo Yi datang ke hotel tempatnya bekerja.

Gadis bernama Soo Yi, orang yang tak asing namun tak begitu dikenalnya membuat Jin Hee canggung seketika. Penuh percaya diri gadis yang lebih tua darinya itu, melemparkan granat kekecewaan. Ucapan dan ungkapannya bersifat provokatif, membuat Jin Hee terkejut.

Sebuah cincin yang sama ada di jari manis Soo Yi. Jin Hee mengerti segala ucapan yang dimaksudkan gadis berambut cokelat itu. Selain kabar tentang rencana pernikahan Soo Yi dan sang kekasih, Jin Hee sudah terlebih dulu menggoreskan luka yang lebih besar dalam hatinya.

***

"Aku benar-benar tidak tahu apa itu cinta, setahuku seperti yang kukatakan. Itu saja ...," lanjut Yoon membuyarkan ingatan Kim Jin Hee tentang masa lalunya.

"Oh ya, kau mau menemaniku?" tanya Jin Hee tiba-tiba.

"Ke mana? Jangan katakan kita akan kembali ke Korea? Untuk apa?" tolak Yoon.

"Ada sesuatu yang harus kuselesaikan dan aku rasa harus segera mengembalikan cincin ini juga!" ujar Jin Hee berdengus.

"Bukankah beberapa minggu yang lalu Nona baru saja pergi ke sana?"

"Kali ini aku ingin mengajakmu ke suatu tempat!" jawab Jin Hee menggenggam tangan Yoon.

"Aku rasa Professor Kim tak akan mengizinkannmu kali ini! Kau sudah pergi ke sana sebanyak tiga kali, ditambah kau sudah membuat keributan dengan meninggalkan acara penting tadi!"

"Kita akan pergi diam-diam," saran Jin Hee berbisik. Yoon pun menolak dengan tegasnya. "Bukankah kau bilang, sudah empat tahun kau tidak bertemu dengan keluargamu di Korea? Terakhir kita ke sana dan kau—"

"Nona!" seru Yoon tampak malu.

"Yoon ... jika aku ada di rumah dia pasti akan memaksaku untuk berkencan lagi! Kumohon tolong aku." Hohon Jin Hee terlihat tulus.

"Ahh ... aku tidak tahu!" serunya.

"Yoon? Apa kau tidak merindukan orang tuamu?" tanya Jin Hee dengan nada merayu.

"Tentu saja! Aku rindu, tapi—"

"Kau bisa beritahu mereka bahwa sebenarnya kau tidak meninggal dalam kecelakaan itu." Yoon akhirnya setuju dengan rencana Jin Hee, dengan beberapa syarat terutama meminta izin ayahnya.

Tak lama berselang Professor Kim datang melewati batas amarahnya, ia tertahan menatap Jin Hee yang memelas menolak perjodohan.

Ingin rasanya memarahi puteri semata wayang yang telah membuatnya malu. Namun, dia tak sanggup memarahi Jin Hee yang terlihat serius dengan keputusan untuk menolak orang itu. Dia benar-benar tak sanggup menolak keinginan puteri yang telah lama hilang.

***

14 November 2013.

Hari ini Professor Kim hanya memerhatikan Jin Hee dengan wajah yang tak ikhlas. Jin Hee terlihat begitu sibuk dan bersemangat karena tengah bersiap-siap untuk pergi ke Korea Selatan. Dengan wajah memaksa, sang ayah tetap tersenyum demi keinginan sang puterinya. Semalam Jin Hee telah berhasil mengutarakan keinginan untuk kembali ke seoul.

"Apa kau yakin akan baik-baik saja di sana?" tanya ayahnya terlihat khawatir.

"Tentu saja! Lain kali kita akan pergi bersama-bersama, kau harus datang untuk melihat ibuku."

"Aku mengerti," ucapnya mengelus kepala Jin Hee,"bagaimana jika mereka menemukanmu dan melakukan hal yang tidak-tidak padamu?" lanjutnya kembali menampakkan kekhawatirannya.

"Untuk itu aku minta bantuanmu ayah," jawab Jin Hee memeluk ayahnya itu, "tolong biarkan para pengawal untuk tetap ikut bersamaku! Sama seperti sebelumnya," bujuknya.

"Tentu saja, tanpa kau meminta pun aku pasti akan melakukannya."

"Terima kasih ayah ...," ujarnya memeluk sang ayah.

"Jadi, kali ini kau akan ke sana secara terang-terangan?" tanya ayahnya tersenyum yang dibalas dengan senyuman meminta kepercayaan yang berasal dari bibir Jin Hee, "tapi Jin Hee, ayah rasa itu berbahaya! Bagaimana jika mereka masih mengincarmu?"

"Aku rasa tidak lagi! Percayalah padaku! Ini sudah dua tahun." Keperceyaan diri wanita ini meningkat pesat.

Professor Kim mengantarkan Jin Hee, Yoon serta dua pengawal pribadinya pergi ke bandara. Maklum saja anak dari seorang Professor yang kini bekerja sebagai pelukis itu sangat dipuja penggemarnya, selain untuk melindungi Jin Hee dari orang-orang yang dulu mengejarnya para pengawalnya juga berfungsi untuk melindungi Jin Hee dari para penggemar Lukisan Butterfly.

"Oh ya, Ayah karena ini sudah bulan November jadi jaga kesehatanmu dan jangan lupa makan! Aku akan kembali sebelum tahun baru!" ujar Jin Hee peduli. Professor Kim mendaratkan ciuman musim gugur pada kening Jin Hee.

"Yoon! Jangan biarkan pria itu menyakiti berlianku ini, eoh!" ucap Professor Kim melepaskan kepergian Jin Hee.

"Aku mengerti Professor Kim! Aku akan menjaganya seperti bayi," jawab Yoon santun.

"Oh ya, salamku pada kedua orang tuamu!" lanjut Professor Kim memegang pundak Yoon meletakkan kepercayaannya di pundak kecil Yoon.

"Yaak... Yoon!" teriak Jin Hee yang terlihat buru-buru.

"Terima kasih, Guru!" ucap Yoon pergi menghampiri Jin Hee yang sedang melambaikan tangan kepada ayahnya.

***

Diantarkan oleh dingin malam yang menyambut Kim Jin Hee juga rekan-rekan yang tiba dengan selamat di Seoul, membuat siapa pun yang merindukan kampung halaman mampu merasakan bau tanah dan angin yang berbeda. Meskipun tidak lahir di Korea, bagi Jin Hee satu-satunya tempatnya merindu adalah di sini, jam pun sudah menunjukkan pukul 20:45 KST.

Jin Hee akhirnya menghubungi Ayahnya. Terdengar panik karena baru meneleponnya, Ayah Jin Hee terus brcuap. Dengan sedikit alasan Jin Hee berahsil menenangkannya.

Setelah menghubungi ayahnya, dia terlihat sibuk di depan laptop kecil di kamar hotel yang nyaman dan hangat itu.

"Layanan hotel!" seru petugas dari luar pintu kamar hotelnya.

"Yoon?" panggilnya mengisyratkan bahwa pintu itu meminta dibuka, tak lama kemudian Yoon datang membawa semeja makanan.

"Apa mereka berdua sudah memesan makanan?" tanya Jin Hee.

"Sudah ...," jawab Yoon.

"Baiklah ... besok kita akan pergi ke suatu tempat dan minta mereka untuk mencarikan data tentang orang-orang ini," ucapnya sembari memberikan sebuah flash disk.

"Harus kuberikan sekarang?" tanya Yoon.

"Apa aku harus selalu mengulangi perkataanku?" Tatapnya menyindir.

"Aku mengerti!" jawab Yoon bergegas.

***

13 November 2013

—Seminggu lagi diramalkan akan menjadi salju pertama yang jatuh untuk mengawali tahun depan, banyak wisatawan dan turis asing yang akan melihat momen setahun sekali ini. Diharapkan kepada seluruh warga untuk tidak lupa membawa payung dan memakai pakaian yang cukup tebal. Untuk mencegah datangnya salju pertama di pagi hari beberapa kantor akan menutup lebih awal. Berikut ulasannya.— Ungkapan teratur itu tersajikan dari TV besar menganggur, yang ada di kamar seorang wanita.

***

Bersambung

*Hai, semuanya. Assalamualaikum.

Kak Bi mau mengucapkan terima kasih kepada pembaca setia Love Sign ya. Terima kasih atas like, komentar, vote dan dukungnannya. Terima kasih sudah membantu Love Sign untuk tumbuh perlahan-lahan.

Tokoh dalam cerita ini hanyalah fiksi, visualisasi karakter yang ada hanyalah pemanis bagi orang-orang yang kesulitan membayangkan tokoh dalam cerita dan juga hasil reqeust-an beberapa pembaca.

Jangan lupa untuk tinggalkan Like, Komentar, Voting poin biar bisa masuk ranking, Voting Koin biar bisa nambah penghasilan Author, biar bisa lebih semangat berkarya. Daaan, share cerita Love Sign ke teman-teman Kpopers dan K-drama Lovers-mu ya.

Oh iya, selamat datang untuk pembaca yang baru bergabung usai mendapati Love Sign di Daftar Cewek Impian.

Terima kasih*.

1
Eka Suryati
Wanita yang tetap memiliki sisi lembut dan feminim
Eka Suryati
Sepeetinya seru
cerita yg menarik karena kekuatannya ada pada kata2 yg indah
Eka Suryati
Kata2nya puitis
Oshin
cerita yg unik
Nada Cika Cika
.......
Jalanyang Luruss
Masih berharap ada extra partnya sayang author sibuk banget yak kayanya
Kak Mira Diki
ceritanya bagus ya, rapi banget
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Sukma Wati
Kak bi.......
Dewi Suci
Next
Dewi Suci
Helo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!