NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Murid SMA

Terpaksa Menikahi Murid SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Keluarga & Kasih Sayang / Menikah Karena Anak / Terpaksa Menikahi Murid
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: Kara_Sorin

Yessi Rossalia, seorang guru muda yang menelan pil pahit kehidupan. Pernikahan sempurna yang diimpikannya harus kandas.

Di hari pernikahannya, dia terpaksa menikahi murid SMA yang berusia belia. Demi buah hati yang telah tumbuh dirahimnya.

Kisah berliku dengan konflik batin dan tatapan cemoohan dari orang-orang di sekitarnya harus siap Yessi hadapi kedepannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kara_Sorin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keinginan Hati yang Tertunda

Rumor yang beredar di sekolah SMABHASKA mengenai kehamilan seorang guru dan menikahi muridnya sendiri mulai memudar. Berganti dengan berita Nico yang ditangkap polisi menjadi gunjingan seisi sekolah. Wajib melapor pada pihak berwenang harus Nico lakukan setiap hari.

Pihak sekolah mulai mengeluarkan peringatan keras. Jika sampai Nico sekali lagi melanggar peraturan sekolah. Maka pihak sekolah tidak akan segan mengeluarkan Nico. Meski dia putra seorang Bupati sekalipun. Ajang pemilihan Putra Putri sekolah jadi berantakan karena pesan berantai yang beredar. Tetapi apakah Nico menyesali semua tindakannya? Jelas tidak akan..

Seusai wajib melapor, Nico terlihat berjalan di lorong rumah sakit. Menuju sebuah kamar perawatan. Saat pintu terbuka, seorang pemuda sedang duduk bersandar di tepi ranjang. Pemuda itu tak lain lawan Nico yang tempo hari dipukul habis-habisan. Seulas senyum tersungging di sudut bibirnya. Nico membawa sebuah paper bag. Menyerahkan pada pemuda itu. Si Pemuda tersenyum lebar dan melihat isi paper bag yang tepat berada di depannya. Beberapa gepok uang ratusan ribu terlihat berkilau di matanya.

“Apa itu cukup?” tanya Nico.

Si pemuda mengulas senyum, “lebih dari cukup. Senang berbisnis denganmu Bos.”

Nico tidak mengatakan apapun dan melangkah keluar ruangan. Namun sebelum benar-benar pergi. Suara pemuda itu kembali terdengar.

“Ah…aku sudah mencabut laporannya. Jika kamu membutuhkan bantuan lagi, tinggal mencariku.”

***Flashback***

Saat mendengar Yessi baik-baik saja. Nico bergegas keluar dari rumah sakit. Dia berusaha mencari jalan keluar dari masalah ini. Satu-satunya cara yang terpikirkan adalah mengalihkan rumor atau isu yang beredar dengan menjadikan dirinya sebagai sasaran. Nico rela jika harus dicap sebagai remaja nakal bermasalah. Baginya, keselamatan calon keponakannya lebih utama dari pada apapun. Di sisi lain, entah kenapa dia juga tidak ingin terjadi apapun pada Yessi. Hatinya tidak akan sanggup melihat Yessi jauh menderita setelah kehilangan kakaknya.

Rupanya Nico menemui pemuda yang menjadi lawannya. Pemuda itu bernama Excel.

“Aku akan membayarmu berapapun. Asal aku bisa menghajarmu sepuasnya.” ucap Nico serius.

“Berapapun?” tanya Excel setengah tak percaya.

Nico mengangguk dengan yakin.

Excel mengulas senyum, “apa aku hanya perlu dipukuli saja?”

“Ya… ikuti saja rencanaku.”

Nico sangat hafal dengan Excel. Dia akan melakukan apapun demi mendapatkan uang. Meski harus terluka sekalipun. Maka dimulailah aksi balapan liar yang berakhir dengan perkelahian antara Nico dan Excel.

Keduanya sudah merencanakan bersama, skenario apa yang harus dilakukan. Termasuk menyebarluaskan video perkelahian, maupun menjadi provokator di media sosial. Supaya dapat menggiring opini masyarakat. Memandang Nico sebagai anak bupati yang bermasalah. Tugas itu dilakukan oleh Bayu dan Yosi, teman sekolah Nico. Semua kejadian itu hanyalah akal-akalan Nico untuk mengalihkan isu.

Flashback End

Sudah seminggu Yessi meminta cuti dari sekolah dengan alasan kesehatan. Hari ini Yessi berencana pergi ke suatu tempat bersama Andini. Dia perlu menghirup udara segar dan menenangkan pikiran.

Tidak lama berselang, terdengar suara deru mobil terparkir di depan Villa yang ditinggali Yessi. Guru muda tersebut buru-buru keluar. Andini menyambutnya dengan tawa renyah.

“Apa sudah siap? Ayo segera berangkat.” ajak Andini.

Yessi mengangguk dan bergegas masuk ke dalam mobil. Dia memasang sabuk pengaman. Tanpa Yessi duga, tiba-tiba seseorang masuk dan duduk dibangku pengemudi. Yessi kebingungan, kenapa Andini malah tidak masuk ke dalam mobil. Justru Nico yang berada di bangku kemudi.

“Bersenang-senanglah!” teriak Andini sembari melambaikan tangan. Senyum sumringah terlihat jelas terlukis diwajahnya.

“Eh…ke..kenapa tiba-tiba?” tanya Yessi merasa kebingungan.

Nico tidak perduli dan segera melajukan mobilnya menuju suatu tempat. Rupanya, Nico dan Andini sudah terlebih dahulu bekerja sama. Nico merasa gengsi jika harus mengajak Yessi duluan. Dia takut, ajakannya akan ditolak mentah-mentah. Nico sedikit banyak paham tabiat Yessi. Jika bisa menghindari Nico. Maka dia akan memilih menghindar. Yessi yang berada dalam mobil tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah. Kemana Nico akan membawanya.

Seusai berkendara beberapa saat. Mobil itu berhenti di sebuah perbukitan. Udaranya bersih dan terasa menyegarkan.

“Keluarlah.” ajak Nico.

“Apa yang sebenarnya kamu rencanakan bersama Mbak Andin?” tanya Yessi yang sedikit kesal, karena rencana semula yang ingin pergi bersama Andini malah diganti Nico.

Nico memilih diam dan keluar dari mobil. Yessi semakin kesal dibuatnya. Kenapa Nico malah mengabaikan pertanyaannya.

“Jangan membuatku kesal.” ucap Yessi seusai mengikuti Nico turun dari mobil.

Lagi-lagi Nico mengabaikan Yessi. Dia memilih berjalan menyusuri jalanan setapak.

“Hei! Nico! Junico Mandala!” panggil Yessi berulang kali.

Dia sangat kesal dengan kelakuan pemuda itu. Nico yang membawanya ke tempat ini. Malah dirinya berakhir diabaikan. Yessi buru-buru menyusul Nico. Setelah menyusuri jalanan setapak yang dikelilingi tanaman bunga pancawarna. Hingga saat tiba di penghujung jalan, mata Yessi terkesiap menatap hamparan kebun bunga krisan warna-warni. Ada krisan berwarna putih, kuning, ungu dan warna pink. Semuanya seperti pelangi yang mempesona.

“Waah!!!” mulut Yessi seketika terngaga.

Dia tidak pernah melihat pemandangan hamparan bunga seluas ini. Terlihat cantik dan membuat hati merasa gembira tatkala menatapnya. Berkali-kali rasa decak kagum keluar dari mulut guru muda tersebut.

“Kampungan sekali, seperti tidak pernah melihat bunga saja. Ini hanyalah kebun bunga. Tidak ada yang istimewa.” ledek Nico.

Yessi melempar senyum sinis.

“Terserah apa katamu.” balas Yessi.

Sedetik kemudian, dia tersenyum lebar. Lantas berjalan menyusuri jalan setapak diantara tumbuhan bunga krisan.

Tangannya menyentuh setiap kelopak bunga yang berwarna-warni. Nico hanya mengekor di belakang.

“Tidak perlu kekanak-kenakan begitu. Ini hanya bunga biasa.” lagi-lagi Nico meledek Yessi.

Yessi menghentikan langkahnya tanpa menoleh.

“Aku tidak perduli, apa yang kamu katakan. Bagiku ini bukan sekedar bunga. Ini seperti kebahagiaan yang telah lama hilang. Aku sangat menyukai hamparan bunga yang indah ini.” binar keceriaan terlihat nyata diwajah Yessi.

Diam-diam Nico merasa senang, karena apa yang dilakukannya dengan mengajak Yessi ke tempat ini tidaklah sia-sia.

“Terimakasih.” ucap Yessi tiba-tiba.

Membuat Nico terpengarah. Hanya mendengar ucapan terimakasih saja, membuat hati Nico terasa berdesir.

“A…apa? Katakan sekali lagi.” ucap Nico.

“Tidak mau, salah sendiri tidak mendengarnya.” balas Yessi.

Lalu melangkahkan kakinya kembali dengan riang.

“Hei! Jangan pelit! Katakan sekali lagi!” pinta Nico.

Yessi tidak menggubris panggilan Nico. Dia malah asyik menyusuri kebun bunga krisan. Kupu-kupu terlihat beterbangan. Angin berhembus sepoi-sepoi. Yessi masih terlihat begitu menikmati keindahan alam. Sedangkan Nico dengan setia mengikutinya dari belakang.

“Jika kamu, sangat menyukai tempat ini. Lain kali, mari pergi bersama lagi.” ajak Nico.

Mendengar ajakan Nico, seketika Yessi menghentikan langkahnya. Dia mengerti, Nico pasti mengkhawatirkan bayi yang ada dalam kandungannya.

“Jangan khawatir mengenai bayi ini. Aku pasti akan menjaganya dengan baik.” jawab Yessi sembari mengelus perutnya perlahan.

“Terimakasih… sudah mengajakku ke tempat ini.” imbuh Yessi tanpa menoleh ke belakang.

Entah kenapa, tiba-tiba degup jantung Nico terdengar bertalu.

“Aku percaya padamu. Kamu akan menjaga bayi itu. Tetapi… aku mengajakmu kemari bukan karena hal itu saja. Ada alasan lain kenapa aku mengajakmu kesini.”

Yessi mengernyitkan keningnya. Tidak mengerti arah pembicaraan Nico. Dia hendak menoleh, saat tiba-tiba gerimis mulai turun.

“Hujan?!” teriak Yessi.

Dia bergegas kembali dan mencari tempat berteduh. Nico terlihat kesal karena gagal mengatakan sesuatu. Diapun mengikuti kemana Yessi melangkah.

Tepat di depan pintu keluar. Hujan semakin bertambah deras. Yessi melihat sekeliling. Semua rata oleh hujan. Nico yang belakangan datang segera berdiri di samping Yessi. Di balik tangannya yang tersembunyi, Nico membawa sesuatu.

Keheningan melanda keduanya. Diiringi suara rintikan hujan yang terdengar nyaring. Hingga beberapa saat lamanya, suara Nico kembali terdengar.

“Apa kamu mengetahui apa arti bunga krisan berwarna merah muda?” tanya Nico pada Yessi.

Keduanya berdiri berdampingan, sembari menatap hujan. Yessi menggelengkan kepala pertanda tidak mengetahui jawabannya.

“Bunga krisan berwarna merah muda, mewakili perasaan kasih sayang, cinta yang lembut dan rasa ketertarikan. Bunga krisan merah muda juga melambangkan cinta yang baru.” ucap Nico.

Lanjutnya lagi, “aku menyadari, pernikahan kita hanyalah keterpaksaan semata. Sesungguhnya dalam benakku sekalipun tidak menginginkan pernikahan ini juga terjadi. Kamupun tau alasanku menikahimu. Namun lambat laun saat menghabiskan waktu bersama. Aku merasakan perasaan yang aneh. Perasaan itu terus menggelitik. Aku tidak mungkin dapat menggantikan cinta mendiang Mas Al. Tetapi, perasaan ini membuatku menginginkan sesuatu yang lebih darimu.” nafas Nico terdengar semakin tidak beraturan. Diantara derasnya hujan yang turun, jantung Nico semakin berdetak kencang.

“Katakan saja intinya? Aku tidak begitu mendengarmu.” ucap Yessi setengah berteriak karena deru suara hujan yang cukup deras.

Nico mengatur nafas dan mencoba mengungkapkan apa yang ada dalam isi hatinya.

“Bisakah kita mencoba menjadi pasangan yang sebe……”

Kalimat Nico berhenti begitu saja. Saat terdengar suara seseorang berulang kali memanggil nama Yessi.

“Rossa! Ros! Rossa!”

Yessi yang tadinya berusaha fokus mendengar ucapan Nico. Mengalihkan pandangan ke tempat lain. Mencari arah sumber suara yang terus memanggil namanya. Suara yang tidak asing ditelinganya.

Diantara derasnya hujan. Yessi menyipitkan mata. Tak jauh dari sana, seorang pemuda berusia matang melangkahkan kakinya. Berjalan diantara derasnya hujan sembari mengenakan payung. Langkahnya pasti menuju ke tempat Yessi dan Nico berada.

Saat jarak mereka tak terpaut jauh. Seketika mata Yessi terbelalak. Dia menutup mulutnya dan setengah menjerit.

Nico mengikuti arah pandangan Yessi. Sedetik kemudian, sebuket bunga krisan berwarna merah muda terlepas dari balik genggaman tangan Nico.

“Mas Al?!Mas Alfatih?!” pekik Yessi diantara derasnya hujan.

1
Defi
🌹
Defi
Nico sabar ya, berikan ruang untuk Yessi mungkin saja dia belum menyadari kalau sebenarnya dia telah mencintaimu.. Thor lanjut up 💪
Defi
Yessi yuk kuat yuk, demi calon bayi yang dalam kandunganmu..
Defi
Nyeseknya hidup kamu Yes 😟
Baiq Athun Sulawesi
sudah selesai..? tdk seru🙁
Lili Novita
up nya dh TK ada ....jdi cerita ny TK ada ujung TK best
Harni 1977
semoga yesi tahu kalau itu bukan mas al
Lili Novita
up knp lama ...cerita jadi nanggung
Kara: iya, ini berusaha melanjutkan. Terimakasih sudah menanti 😆
total 1 replies
Lili Novita
up sampai selesai lah....
Kara: siap, diusahakan 😁 terimakasih sudah mendukung
total 1 replies
Lili Novita
ya
Kara: Terimakasih banyak dukungannya
total 1 replies
Ira Fira
alur'y enak di Baca
Kara: Wah, terimakasih banyak dukungannya. Semoga betah baca ceritanya ya😁
total 1 replies
Ira Fira
siapa itu yg berdiri di depan rumah yessi. ??
Kara: Siapa hayo?? 😁
total 1 replies
G
harus up ini
Kara: Iya, diusahakan. Tapi maaf belum bisa up rutin
total 1 replies
Light
PU ceweknya tegas😁
Kara
kirain garis khatulistiwa
Jiang Yingxia
eleh..ntar ujung"nya juga pelukan 🤣
Jiang Yingxia
garis batasan 🤣
Jiang Yingxia
ya..terus menghantuinya, dj rumah, bahkan di sekolah
Kara: kayak vira berarti ya?
total 1 replies
Jiang Yingxia
tetap merasa kesepian 😞
Jiang Yingxia
alurnya keren
Kara: terimakasih kakak author. karya kakak jauh lebih keren. pokoknya semangat ya😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!