HIDUP KEMBALI!!! atau lebih tepatnya mengulang kembali, siapa yang percaya akan hal ini, hanya orang tidak waras saja yang percaya.
Tetapi percaya atau tidak percaya itulah yang Viola rasakan sekarang, gadis bernama lengkap Viola Arayla Queensya berusia 22 tahun itu hidup kembali setelah dirinya mengalami kematian akibat ke perbuatannya sendiri.
Di kehidupan sebelumnya Viola adalah gadis yang sangat jahat dan suka menyelingkuhi suaminya yang bernama Sean Algala Frendolem, bahkan dia dan kekasih selingkuhannya yang bernama Deanra berniat ingin menyingkirkan Sean.
Sedangkan Sean adalah pria yang menaruh semua perasaannya pada Viola, Sean rela melakukan apapun agar Viola bisa mencintainya. Tetapi perasaan cintanya itu di balas dengan luka, Viola bahkan secara terang-terangan selingkuh di depannya. Dengan kembalinya Viola ke masa lalu, apakah dirinya bisa memperbaiki semuanya atau tidak?
Selamat membaca..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ray yang Malang
Jam kini sudah menunjukkan pukul 2 malam, terlihat sepasang suami istri tengah tertidur tetapi lebih tepatnya hanya sang istri yang tidur sedangkan sang suami tengah cemberut melihat istrinya yang tertidur pulas.
'Aku sungguh ingin makan buah melon" ucapnya sambil mengelus perutnya
'Sayang" panggil Sean mengguncang lengan Viola
Viola mengerjabkan matanya kemudian kembali tidur, seharian dirinya begitu lelah membantu Ray mengurus file file kantor Sean karena Sean tidak memungkinkan untuk bekerja melihat dirinya yang selalu lemas setiap saat.
Kehamilan Viola membuatkannya harus berbaring sepanjang hari di atas tempat tidur.
Berita kehamilan Viola sudah diketahui oleh dua keluarga besar itu, dan Viola juga tengah memantau apa yang akan diperbuat oleh ibu mertuanya mengingat sebentar lagi keturunan pertama dari Sean yang darahnya masih mengalir keturunan Clinton, sudah pasti posisi kedua saudara kembar Sean akan bergeser.
'Sayang" panggil Sean lebih kuat membuat Viola terbangun
'Ada apa?" tanya Viola serak
'Aku lapar, aku pengen makan buah melon" rengek Sean manja
Viola menatap meja kecil di sampingnya dan melihat jam yang kini menunjukkan pukul 2, suaminya sungguh keterlaluan membangunkan dirinya di jam segini, dan apa tadi katanya? dia lapar dan ingin makan buah melon? padahal siang tadi bahkan sebelum tidur Sean makan buah itu.
'Kamu mendengarku sayang?" tanya Sean serius
'Besok saja makan buahnya, ini masih jam 2 Sean, sebaiknya kamu tidur" ucap Viola membuat Sean menggerutu
'Tidak bisa sayang, aku sungguh ingin makan buah melon. Apa kamu tidak mengerti kondisiku" ucap Sean bahkan kini dirinya meneteskan air mata
Viola menyipitkan matanya melihat tingkah laku Sean, kini tidak ada bedanya dirinya seperti ibu ibu hamil yang tengah ngidam di tengah malam. Kalau tau begini Viola lebih memilih dirinya saja yang ngidam bukan Sean.
'Buahnya sudah habis sayang, besok pagi baru di beli. Sekarang kamu tidur saja ya" bujuk Viola
Memang benar jika buah melon di kulkas sudah habis, padahal baru dua hari yang lewat stok buah melon datang tetapi sudah habis saja karena Sean memakannya setiap saat. Viola curiga bayi yang di kandungannya itu tengah mengerjai Sean saja.
'Tidak mau, aku mau sekarang sayang, ayolah" rengek Sean sedih
'Malam-malam begini tidak ada toko buah yang buka sayang, besok saja. Hanya beberapa jam lagi, kamu tidur saja ya" Viola masih membujuk suami manjanya itu tetapi nampaknya Sean tidak perduli dia hanya ingin segera makan buah melon sekarang
'Beli dimana? toko buah atau pun swalayan mana ada buka jam sekarang" guman Viola tetapi ucapan Viola terdengar jelas di telinga Sean
'Hubungi Ray" ucap Sean serius
'Kamu ini, Ray juga butuh istirahat. Akhir-akhir ini dia sibuk di kantor karena kamu tidak bisa ke kantor, besok saja ya" Viola bingung mau berkata apa sekarang
Ray adalah orang yang paling sibuk setelah acara ngidam Sean, semuanya di alih tugaskan padanya membuatnya susah mencari jam tidur, bahkan matanya sudah seperti hewan panda. Mengingat itu membuat Viola sedih.
'Kamu makan melon lain saja ya" ucap Viola kehabisan akal
'Memang ada melon lain?" tanya Sean polos seperti bukan dirinya
'Tentu saja, ini ada dua buah melon. Kamu makan mereka saja ya" bujuk Viola sambil menurunkan tali bajunya sehingga memperlihatkan kedua buah dadanya membuat Sean gelap mata
'Makanlah setelah itu kamu tidur" Viola meletakkan tangan Sean pada kedua buah dadanya
Sean mendekatkan wajahnya dan langsung meraup ujung bukit kembar Viola dan menghi*sapnya, kebetulan dirinya sudah beberapa hari tidak menyentuh kedua buah menggiurkan itu.
'Akhirnya diam juga" guman Viola sambil menutup matanya membiarkan Sean yang terus menerus memainkan buah dadanya
Baru beberapa menit menutup matanya tiba-tiba Sean kembali mengguncang lengannya.
'Ada apa lagi sayang?" tanya Viola jengah
'Aku sudah bosan dengan buah ini sayang, aku hanya ingin buah melon. Ayolah ambilkan untukku" rengek Sean membuat Viola kehabisan kata
'Kalau tidak mau buah ini aku kasih Ray saja!" ancam Viola
'Yasudah kasih saja, aku tidak peduli" ucap Sean gambang membuat Viola terdiam
'Terserah kamu saja Sean, aku tidak peduli lagi, jangan ganggu aku!" ucap Viola kesal dan langsung menutup tubuhnya dengan selimut
'Apa salahku?" tanya Sean polos
Sean meraih ponselnya dan mencari nama asistennya itu, keinginannya untuk makan buah melon tidak bisa di ganggu gugat. Rasanya dia ingin mandi di kolam penuh buah melon. Membayangkannya membuatnya berbinar-binar.
'Carikan aku buah melon yang banyak, aku tidak mau lama harus cepat!" ucap Sean setelah panggilan tersambung dan langsung mematikan ponselnya setelah mengatakan kata-kata yang mungkin saja membuat Ray kebingungan di ujung sana
Hampir satu jam dirinya menunggu hingga pintu kamarnya di ketuk, dengan cepat Sean bangkit dari ranjang meninggalkan Viola yang tertidur pulas.
'Ada apa?" tanya Sean pada seorang pelayan yang menundukkan kepalanya
'Di bawah ada tuan Ray, tuan" ujar si pelayan membuat Sean langsung berlari karena sudah lama dirinya menunggu kedatangan Ray
Dan benar saja terlihat Ray yang duduk di sofa dengan sebuah troly berisi buah melon, hal itu membuat mata Sean berbinar.
'Kupaskan untukku" perintah Sean membuat Ray menghela nafas berat
'Tuan, bahkan saya tidak bisa tidur hanya karena buah tidak jelas ini" batin Ray
'Kamu mendengarkan aku Ray, segera buka buahnya!" Sean kembali mengulang kata-katanya dan menatap Ray tajam
'Baik Tuan" patuh Ray
'Resiko jadi suruhan ya begini, andai bukan sahabat sudah ku cincang, istrinya yang hamil tapi yang ngidam dirinya, entah seperti apa nanti anaknya karena suka mengerjai orang, aku berharap bayinya tidak nakal" celotehnya tanpa menghiraukan Sean yang duduk di meja makan sambil menatap buah yang tengah Ray kupas dengan tatapan berbinar
'Silahkan di nikmati tuan" ujar Ray menyodorkan buah yang dirinya kupas
'Kamu boleh pergi" ucap Sean tidak perduli dengan wajah keputus asahan di wajah Ray
Tanpa perduli Ray langsung pergi, dia sudah bertekad jika Sean mengganggunya tengah malam lagi maka dirinya akan mengundurkan diri sebagi asisten Sean.
'Apes banget hidupku jadi bawahannya" ucapnya sambil memijit pelipisnya
'Sebaiknya aku tidur disini saja" putusnya membaringkan tubuhnya di atas sofa mahal Sean tidak peduli besok yang bisa saja dirinya dimarahi Sean
Beberapa menit kemudian terlihat Sean berjalan kearah sofa dan melihat Ray yang tidur sambil telungkup.
Sean mengguncang badan Ray dan menyuruhnya tidur di kamar tamu saja hal itu membuat rasa kesal Ray menghilang begitu saja melihat betapa baiknya Sean.
💕💕💕
Sean dan Ray sepertinya cocok jadi kucing dan tikus ya guys...
riri-can