NovelToon NovelToon
Finding Elina

Finding Elina

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta
Popularitas:63.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erna Surliandari

Elina san Rafa besar di panti asuhan yang sama. Suatu hari mereka berpisah karena Elina diadopsi oleh sebuah keluarga kaya yang menginginkan anak perempuan dalam keluarganya.
Lima belas tahun kemudian mereka bertemu kembali dalam kondisi yang sudah amat berbeda. Rafa lah yang paham jika itu Elina dan kemudian memberinya cinta yang Elina butuhkan selama ini dengan kesederhanaan yang dimiliki.
Namun bukan itu masalahnya. Ternyata Rafa sudah bergabung dengan sekelompok mafia dengan tugasnya sebagai seorang pembunuh bayaran. Bahkan Rafa adalah yang terbaik disana.

Hingga suatu hari kenyataan pahit menghampiri keduanya, bahwa target terbesar Rafa adalah keluarga yang membesarkan Elina selama ini.
Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Bertahan dan Rafa berhenti dari dunia Mafia, atau Elina mengkhianati keluarga yang sudah membesarkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elina dan Rafa 22

“Maafin Ina, Rafa… Ina ngga peka karena tak bisa mengenali Rafa selama ini.”

“Apa buktinya jika kau adalah Inaku?” tanya Rafa masih tak percaya. Ia sudah beberapa kali di tertipu selama pencariannya sejauh ini.

“Ini…” Elina menyibak rambutnya kebelakang untuk memperlihatkan bekas luka masa kecilnya ketika dikejar orang gila. “Tapi pudar, karena mama mau ilangin itu. Dan gelangnya hilang ketika Ina pindah rumah. Ina ngga bohong, ini Inanya Rafa.”

Rafa lantas menjatuhkan tas yang ia bawa saat itu dan mengulurkan tangan memeluk Elina dengan begitu eratnya seolah tak ingin melepaskannya sekali lagi untuk selamanya. Ia juga merasa bodoh karena tak mengenali Elina sejak awal, mungkin karena mereka terpisah Sudah begitu lama. Apalagi Elina tak pernah memakai gelang yang ia berikan selama ini. Padahal ia sudah sempat merasakan persamaan antara keduanya.

“Ina, ini benar-benar kau? Maaf jika aku bodoh karena tak pernah menyadari kehadiranmu selama ini, Ina.” Bahkan Rafa ikut menangis dalam pelukannya saat itu sangking rindunya Rafa dan nyaris putus asa.

Rafa meraih wajah Elina dengan tangan kokohnya hingga mereka saling bertatap mata saat ini. Meski sama-sama menangis, namun keduanya bahagia karena takdir masih memberikan mereka kesempatan untuk bersama.

“Aku tak akan pernah meninggalkanmu lagi setelah ini, Ina. Kau tak akan pernah pergi lagi dariku sampai kapanpun.” Elina menganggukkan kepalanya dengan uluran senyum manis. Mereka berpelukan lagi hingga beberapa saat sampai Rafa dengan gemas melumaat bibir indah Ina dengan segala rasa rindunya.

Ina tak segan, ia mengalungkan lengannya dileher Rafa untuk memperdalam panguutan keduanya.

Tak tahu lagi apa yang harus di ekpsresikan saat ini, yang jelas mereka hanya dipenuhi rasa bahagia tiada tara. Rafa sampai lupa dan tak ingin kemanapun, hanya ingin menghabiskan waktu didalam rumah bersama Ina dengan semua cerita yang keluar dari mulutnya tentang apa saja yang terjadi selama berpisah.

Mereka duduk berdua disofa dengan posisi Elina Rafa bersandar di sisi ujung dan Elina bersandar didada Rafa. Atau bahkan bisa dibilang, jika Elina tengah tidur diatas tubuh Rafa saat itu dan Rafa tengah menautkan kedua tangan mereka berdua.

“Sejak mama meninggal, Ina memilih tingga di Singapore demi ketenangan. Ina masih susah sekali move on dari meninggalnya mama saat itu.” Hingga akhirnya pertemuan mereka terjadi di dalam pesawat dan bersama pulang menuju Indonesia.

“HArusnya sejak saat itu aku mengenalimu,” sesal Rafa, karena saat itu ia terlalu fokus kembali untuk tugasnya sembari mencari Ina kecil yang sebenarnya sejak awal sudah ada didepan mata.

“Sekarang, kau tinggal dengan siapa?”

“Sama kakak, sama ayah. Kakak Ina ada Dua, mereka urus perusahaan ayah dibidang property, sekarang. Ayah lebihh banyak di rumah karena fisiknyya sudah mulai lemah,” jawabnya.

Ina lantas membalik tubuhnya menghadap Rafa dan meraba lengannya yang begitu kekar dan kuat saat ini. “Rafa kerja apa?” tanyanya.

Rafa berfikir sejenak saat itu. Ia tak mungkin menceritakan secara detail dan jujur mengenai pekerjaannya di dunia hitam yang begitu jahat sebenarnya, terutama sebagai seorang pembunuh bayaran professional.

“Aku…”

“Intel kah?” tebak Ina saat itu, dan Rafa mau tak mau menganggukkan kepalanya.

“Tapi janji, tak boleh menceritakannya pada orang lain, terutama keluargamu sendiri.” Rafa menjulurkan kelingkingnya saat itu dan Elina menyautnya seperti masa kecil mereka berdua.

Elina jatuh lagi kedalam peluk hangat Rafa dan terasa benar-benar nyaman disana bersamanya. Andai Ina tak punya mereka, pasti Ina akan lebih nyaman disana dan tinggal dengan Rafa.

Tapi semua itu tak mungkin terjadi secepat dan sesuai dengan apa yang ia inginkan. Bahwa ketika Ina melirik jam, maka ia seperti Cinderella yang harus segera pulang ketempat asalnya. Ia lantas pamit pada Rafa untuk segera pulang saat itu juga.

“Aku belum puas bersamamu,” ucap Rafa yang mendadak manja memeluk Elina dari belakang dan menaruh dagunya disana.

“Besok Ina kesini lagi jika kuliah selesai. Ina janji,” bujuknya dengan lembut. Ia menyandarkan kepala belakangnya pada Rafa saat itu, begitu mesra dan hangat rasaya.

Setelah diskusi yang cukup alot hingga berakhir dengan sebuah kecupan dari mereka berdua, akhirnya Ina pergi dari sana dan menyetir pulang kerumahnya. Ia sepanjang jalan tersenyum bahagia seolah semua perasaan yang ia pendam terjawab tanpa harus menunggu lama. R adalah Rafa. Dan ia tak perlu menyesali karena sempat ingin ingkar dari janji masa kecil mereka selama ini.

Hari-hari Ina pasti akan lebih berwarna lagi setelah ini dengan adanya Rafa.

“Kakak Sayang!” pekik Ina yang masuk kedalam rumah dan langsung memeluk erat kakaknya. Padahal Zacky saat itu tengah duduk dimeja kerja dan tengah melakukan Zoom meeting dengan beberapa pegawainya.

“Ina kenapa?”

“Ngga papa, Ina lagi seneng aja sekarang. Kakak lagi…. Oppps!” Ina membungkam mulutnya sendiri saat itu ketika melihat ke layar laptop yang tengah menyala, dan disana banyak orang yang tengah mempertanyakan kelakuan absurdnya.

“Om Wawan, Om Jaka, Om Roma.” Ina langsung menyapa mereka semua meski tak tahu nama yang lainnya, sementara ayah tak ada diantara mereka.

“Hay Ina Sayang, kamu baik?” tanya Om Jaka padanya.

“Ina baik, Om. Ina pamit ke kamar dulu, ya?” pamitnya saat itu kemudian pergi meninggalkan mereka semua disana.

Zacky hanya bisa menghela napas panjang dengan tingkah adiknya itu, tapi mereka disana sudah amat paham dan menganggukkan kepalanya paham dengan tingkah Ina selama ini.

**

“Bagaimana bisa kau gagal, R?”

“Aku tak pernah gagal, Ayah. Tapi ada seseorang yang mendahuluiku dalam penembakan itu. Bukan orang Storm, kan?” tanya Rafa pada ayahnya.

“Bagaimana ada Dua anak Storm yang bekerja dalam satu tugas ringan seperti ini?” geram ayah Jo saat itu. Ia sembari terus berfikir siapa yang melakukan itu semua, apalagi di Storm belum ada yang menyaingi Rafa dari segi kemampuan dan keberhasilannya.

Meski ada beberapa pembunuh bayaran disana, tapi mereka bukan ahli menembak seperti Rafa.

“Bagaimana lukamu? Kenapa kau belum kemari?”

“Aku masih malas, masih ingin dirumah saat ini. Kenapa? Bukankah aku gagal, jadi tak mungkin aku menerima bayaran dengan tugasku barusan.” Rafa menjawab santai dengan cerutu ditangannya saat itu. Hati Rafa terasa amat lega setelah bertemu dengan Inanya. Memiliki hiburan sendiri dalam hidupnya setelah ini, dan itu hanya bisa dilakukan oleh Elina.

Ayah Jo tak mampu berkata-kata apapun lagi, dan hanya bisa mendengkus pasrah untuk putranya yang satu itu, yang selalu datar selama hidupnya seakan tanpa arah dan tujuan.

“Tapi ia memiliki tujuan meski untuk gadis yang belum jelas dimana saat ini.” Ayah Jo langsung melempar Hpnya di ranjang saat itu, kemudian keluar menuju pesta yang ia adakan sendiri dengan semua anggota Storm dibawah sana. Seperti biasa, akan ada begitu banyak wanita yang siap untuk dipakai siapa dan kapan saja.

Sementara Rafa masih diatas ranjang mengusap foto Ina yang ada dilayar hpnya meski ta kia jadikan layar utama disana.

1
naifa Al Adlin
sama di besarkan dengan keluarga mafia. sepertinya target nya keluarga ina
Dede Dengah Rumayar
knp udah nggak lanjut lagi ceritax🤭
Rizal Saputra
gk jls episode nyh THN skli
Maliq kumbara: Emang ga jelas, seengga jelasnya peraturan nt yang bkin penulis ga semangat. Eh, kok curhat. Wwkwkwwl
total 1 replies
Dede Dengah Rumayar
tetap semangat thor...lanjutin lagi ceritax😊
🍒WINA🍒
ina sangat benci banget sm rafa krn mau membunuh ayah n kakak angkat ina,,,,kasian rafa sampe frustasi kehilangan elina.....
Anis Nur Aidah
knp up nya selalu lama thor...🥲
Lou
ko' jarang up sekarang Thor?
Maliq kumbara: Kak, aku mau promo karyaku yang di kbm. Wkwkkw. Judulnya, Aku disusui Maduku😗
total 1 replies
Lou
benarkan ulah si 003
tari
seruu
Lou
siapa lagi klo bukan 003
Rosy
itu pasti 003 nya storm tuh yg pengen jadi 001 menggantikan Rafa..dan jujur kali ini aku seneng karena ulah dia ayah Ina selamat..
🍒WINA🍒
klo ayah ina terbunuhh ditangsn rafa maka ina tidak akan memaafkan rafa,,,lanjut thor....
Dede Dengah Rumayar
duhh ina jadi galau karena sdh tau rafa adalah pembunuh bayaran
Rosy
ayo Ina telpon Rafa..dia sudah pergi untuk membunuh salah satu keluarga kamu..ah..jadi deg2an nih..kira2 Ina bisa menghentikan Rafa apa enggak ya..
Rosy
lah..kok malah pake bahasa Jawa ya..🤭
Pujiastuti
akhirnya Ina tahu apa pekerjaan Rafa dan siapakah target Rafa saat ini apakah salah satu orang kesayangan Ina 🤔🤔🤔🤔

lanjut kak upnya 💪💪💪💪
🍒WINA🍒
akhirnya inantau rafa seorang pembunuh bayaran,,,jadi target selanjutnya adalah ayah angkat ina kedua kakak iya yg hrs dibunuh,,,,lanjut thor....
Lou
duh ketahuan 🤭
Pujiastuti
siapa nih yang harus Rafa bunuh kok jadi penasaran dan deg degan takut aja diantara keluarga Elina yang harus rafa bunuh
Rosy
jangan2 Tom tau kalau Rafa pacaran sama Ina..dan apa Tom juga tau kalau Ina adalah anggota keluarga Armagedon..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!