Aku meninggalkan semua nya dan bahkan cita-cita ku pun aku lupakan, demi apa? demi bisa bersatu denganmu!
Namun, setelah aku bertahan hampir 5 tahun dengan pernikahan ini kenapa rasanya sangat hambar dan tak ada kehangatan sama sekali?
Dan ternyata aku hanya di jadikan pajangan saja di Istana nya selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Malam ini, Axel benar-benar membawa Kanaya keluar untuk dinner.
Tujuan pertama mereka adalah Restoran, namun bukan reatoran mewah nan mahal yang kedua nya datangi. Yap, Kanaya serta Axel datang ke restoran kaki lima yang lesehan namun sangat lezat makanannya.
Kedua nya nampak biasa saja dan tak pernah malu, karena memang mereka tak pernah mempermasalahkan apapun selagi enak dan bersih.
"Yuhu sampai juga, ayo cepat Mas" pekik Kanaya dengan girang nya.
"Iya sayang, kamu tenang saja itu masih agak sepi" balas Axel tersenyum.
Keduanya langsung saja menuju ke stand dimana tujuan utama nya, Kanaya memesan makanan serta minumannya terlebih dulu.
Setelah itu, barulah keduanya mencari tempat duduk yang cukup nyaman dan menikmati indah nya malam.
Malam ini, Kanaya dan Axel mengenakan busana biasa saja dan tidak mencolok.
Bahkan Axel menggunakan mobil yang lain, bisa di bilang mobil paling murah di Rumah nya agar tidak mengundang kehebohan.
*
Makanan pun tiba, Kanaya langsung saja berbinar dan tersenyum cerah saat melihat makanan yang menggugah selera nya.
Keduanya langsung saja memulai makan, karena setelah nya akan pergi ke Mall untuk membuat Kanaya semakin happy.
"Oh iya Mas, tadi Mommy nelpon ya?" tanya Kanaya di sela makannya.
"Iya, katanya dia agak lama disana, apalagi Indri yang akan kuliah disana juga" jawab Axel.
Kanaya mangut-mangut saja, dia lalu kembali fokus pada makannya.
Axel tersenyum kecil, di saat wanita lain akan bahagia makan di restoran mewah nan mahal namun sang Istri malah dengan kesederhanaan saja sudah bahagia.
*
Setelah selesai makan, Axel lalu melajukan mobil nya ke tujuan yang kedua, yaitu Mall.
Mall yang akan mereka datangi yang tak jauh dari sana, Kanaya sudah bermanja ria agar malam ini belanja sepuas nya.
Hingga tak berselang lama, kedua nya sampai juga di Mall dan langsung saja turun.
"Lets Go" ucap Kanaya bahagia.
"Sudah hampir 2 minggu kita menikah, namun kamu baru kali ini meminta belanja" kekeh Axel dengan mencubit gemas hidung Kanaya.
Kanaya tertawa kecil, dia memang hanya ingin jalan-jalan saja dan melihat-lihat di Mall itu yang katanya baru buka beberapa pekan lalu.
Axel merangkul pinggang Kanaya dengan posesif, dia jengah dengan para lelaki yang menatap sang Istri dengan kagum.
Kanaya membawa Axel ke toko khusus pakaian pria dan ia akan memilih beberapa baju serta dasi untuk Suami nya.
"Loh kok malah kesini sih, sayang?" tanya Axel bingung.
"Kita beli kemeja dan jas untuk kamu dulu , ah dasi juga jangan lupa karena di rumah hanya ada yang warna gelap saja" jelas Kanaya dengan cepat memilih beberapa kemeja, jas dan juga dasi.
Axel hanya bisa pasrah, dia tetap mengikuti kemana pun Kanaya membawa nya dan membeli beberapa keperluannya.
Hingga 1 jam lama nya mereka di toko khusus pria yang tentu nya bukan barang murahan ya.
Setelah di rasa cukup, kini Kanaya mengajak kembali Axel ke toko khusus wanita. Kanaya akan membeli beberapa pakaian formal dan non formal.
Axel diam-diam memilih beberapa dress yang sangat indah untuk sang Istri dan tak lupa tangan nakal nya mengambil beberapa baju dinas malam yang sangat menggoda untuk Istri nya.
"Kok rasanya banyak sekali ya, padahal hanya membawa beberapa" gumam Kanaya dengan bingung
"Udah gak apa, sini biar aku yang bayar dan kamu tunggu disana" ucap Axel yang mendengar gumaman sang Istri.
Kanaya mengangguk dan pergi duduk di kursi yang masih ada di dalam toko tersebut.
Dia juga merasa lelah dan juga pegal, sudah lumayan lama ia tak pernah menjelajahi Mall kayak begini.
.
.
.
.
𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝘀𝗮𝗺𝗮..𝘁𝗮𝗸 𝗻𝗮𝗸 𝗯𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵..𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿² 𝗰𝗮𝗿𝗶 𝗺𝗮𝘁𝗶 𝘁𝘂..