Mohon bijak untuk menanggapai sebuah karya
jangan lakukan boomlike ya jika tidak dibaca🙏🏼😁
Bantu dukung dengan cara Like, Komen, Hadiah dan Vote ya Readers.
Ini kisah dibuat dari pikirin saya sendiri, no plagiat apapun 🙏.
Kisah Keluarga yang pindah kewarganegaraan, karena sebuah pekerjaan yang berada di Indonesia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pitriyani Calam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Acara
Rudy dan Deenra sudah berangkat menggunakan 1 mobil, yaitu mobil Rudy. Sedangkan Maudy, Shifa dan mama mempersiapkan kebutuhan untuk camping seperti memasang tenda dan lain-lainnya.
Shifa juga ikut membantu, dan dia sangat senang merasakan keluarga yang hangat serta kakak yang baik menurutnya.
Awalnya Shifa takut melihat papa nya Deenra pulang, disaat papa Deenra menyapa dan memberikan kecupan dikepala anak tersebut membuat Shifa tambah senang karena dikelilingi orang-orang baik.
...*****☟☟☟*****...
Deenra dan Rudy turun dari mobil, di dalam halaman sekolah sudah ramai orang-orang yang sedang menikmati minuman dan Snack yang tersedia.
"Ramai sekali" ucap Rudy pelan
"Kalau mau sepi di pemakaman sana" jawab Deenra
"Bukan begitu, aku merasa malu aja" ucap Rudy
"Malu kenapa?" tanya Deenra bingung
"Kamu ini lupa atau pura-pura lupa, aku ini bukan lulusan sekolah ini" jawab Rudy
"Begitu saja repot, kamu datang kesini bukan sebagai siswa sini, anggap saja sebagai keluarga Ali, pemilik sekolah ini" ucap Deenra mengajak Rudy bergabung dengan teman yang lain
"Rudy apa kabar kamu, menghilang tiba-tiba, sekarang hadir disini" sapa Joni teman sekelas Deenra dan Ali juga
"Mau jadi orang kampung, makanya pindah" jawab Rudy seadanya
"Gila kamu, setelah tidak masuk sekolah, dan orangtua mu bikin heboh disini membuat kita semua bertanya-tanya tentang dirimu" sahut Bagas
"Iya sorry deh kalau orangtua membuat keributan disini" ucap Rudy berusaha rileks
"Brother" teriak Ali memeluk Rudy
"Semakin ganteng aja kamu" ucap Rudy melihat penampilan Ali
"Hari ini kita semua ganteng dan cantik tau, oh ya mana adikmu" jawab Ali menepuk bahu Rudy
"Aku titipkan pada orangtua Deenra" sahut Rudy
"Busettt, berani sekali kamu menitipkan anak pada keluarga Deenra" ucap Ali menatap Rudy tidak percaya
"Memangnya orangtua ku kenapa, tidak mungkin juga mereka menyakiti Shifa" sahut Deenra yang ada disamping Rudy sejak awal
"Oh iya Maudy mana?" tanya Ali melihat ke sekeliling penjuru sekolah
"Dia tidak jadi ikut, lebih memilih bermain dengan Shifa" jawab Deenra
"Sayang sekali, aku sudah berpenampilan keren begini, Maudy ku tidak datang" ucap Ali lesu
"Kamu bilang apa ulangin" tanya Deenra
"Hehehe, Maudy ku" jawab Ali nyengir
"Sejak kapan adik ku menjadi kekasihmu, sebelum dia menjadi kekasihmu, aku lebih dulu menghabisi mu" ucap Deenra kesal
"Santai bro, hanya bercanda, ishh masih kaku aja" jawab Ali
Deenra dan teman-teman nya saling berbaur, termasuk dengan anak-anak kelas 1 dan 2 ikut bersenang bersama.
Rumah Deenra
"Shifa sebelum makan daging, makan buah dulu ya" ucap mama Deenra
"Iya Tante" jawab Shifa patuh
"Shifa panggil mama aja ya jangan Tante, kan Shifa keluarga kita" timpal papa senyum
"Iya om" jawab Shifa lagi
"Eitss salah, panggil om juga papa, bagaimana?" ucap papa Deenra
"Iya papa" jawab Shifa dengan wajah yang menggemaskan
"Hari ini kita tidur ditenda ya" sahut Maudy mendekati Shifa
"Kakak Maudy juga tidur ditenda kan?" tanya Shifa
"Iya dong sudah pasti itu" jawab Maudy mengelus kepala Shifa
"Shifa jadi sayang dengan kakak Maudy, papa dan mama" ucap Shifa memeluk Maudy
"Kita juga sayang sama Maudy, sekarang hari ini kita harus bersenang-senang, karena kakak kalian juga lagi senang-senang diluar sana" timpal papa
Keluarga Deenra saling tertawa bersama menikmati acara camping ala kadarnya di taman belakang rumah.
Kembali kesekolah, waktu mulai semakin malam, acara masih berlanjut dan siswa siswi lainnya ada yang asik berjoget ada juga yang hanya menikmat tontonan dan juga makanan yang ada.
"Hai" sapa Meisya pada Deenra
"Hmm" sahut Deenra malas menanggapi
"Kamu kenapa sama aku selalu datar" tanya Meisya mencoba memegang tangan Deenra
Deenra yang sadar langsung menepis tangan tersebut dengan kasar.
"Awwwss, sakit Ndra" ucap Meisya pura-pura kesakitan
"Dengar baik-baik, aku paling tidak suka ada perempuan yang terlalu gampang nempel dengan laki-laki" jawab Deenra datar
"Tapi aku hanya ingin kenal dengan mu saja" ucap Meisya
"Kita sudah saling kenal dan hampir setiap hari bertemu dikelas, jadi jangan banyak alasan yang tidak masuk akan, jaga batasan mu sebagai seorang perempuan yang sedang duduk disamping laki-laki" sahut Deenra kesal
"Kamu tidak bisa berbicara baik pada ku, tapi pada teman yang lain bisa" tanya Meisya
"Karena mereka tau batasan, hubungan kita semua hanya teman, bukan pasangan kekasih, tidak lebih dari itu" jawab Deenra
"Aku suka sama kamu" ucap Meisya senyum
"Sayangnya aku tidak suka pada perempuan seperti mu, terlalu murahan" jawab Deenra
Meisya terkejut dibilang murahan oleh Deenra, lalu dia menampar Deenra.
"Lu pikir, lu laki-laki baik apa" teriak Meisya
Teman-teman yang lain saling menatap ke arah Deenra dan Meisya. Deenra dengan santai hanya tersenyum.
"Ada apa ini" tanya guru pengawas
"Tidak ada apa-apa, lanjutkan saja acaranya" jawab Deenra
"Begini pak, laki-laki ini ngatain saya murahan" bentak Meisya
"Turunkan nada bicara mu" ucap guru pengawas tegas
"Terserah bapak mau percaya siapa, yang pasti saya tidak melakukan apapun, sekarang bagaimana jika bapak ada diposisi saya, diajak bicara oleh seorang wanita tetapi tangannya ngegerayang ke tangan saya dan tubuh saya, saya laki-laki normal loh pak" tutur Deenra benar-benar santai
"Sudah pak, kita aman kok" sahut Ali
"Lihat saja, aku tidak akan pernah memaafkan kalian" teriak Meisya meninggalkan geng Sableng.
"Aku kalau jadi kamu diraba-raba, uhh tidak tahan" ledek Ali pelan
"Kamu juga terlalu murah, kalau mau diraba perempuan itu enak tapi lihat dulu perempuan nya seperti apa, jangan asal mau disentuh" jawab Deenra
Tring... Bunyi suara pesan dari ponsel Deenra
📩 xxx
Assalamualaikum Deenra, bu benim numaram, Aergul. Allah'ın izniyle önümüzdeki hafta Endonezya'ya gidip evinizi ziyaret edeceğim, lütfen ailenizi bilgilendirin, olur mu?
Assalamualaikum Deenra, ini nomor ku, Aergul. Aku ingin infokan pada mu, minggu depan insyaa Allah aku akan ke Indonesia dan berkunjung kerumah mu, tolong infokan ke orangtua mu ya
Sekitar 15 menit kemudian Deenra baru saja membuka ponselnya, dia sudah mulai badmood dengan acara tersebut, banyak perempuan yang senang sekali mengganggu dia.
Deenra segera membaca pesan tersebut dengan senang saat membacanya Deenra sampai tersenyum sendiri, banyak siswi yang memperhatikan Deenra serta terpesona melihat senyumannya.
"Gila tuh si Deenra, kalau senyum menggoda iman" ucap Tari
"Iya parah, bikin orang mabok dan menjadi candu lihat wajahnya" sahut Melly
"Tapi kenapa dia senyum hanya lihat hp ya" pikir Tari
"Apa iya pacarnya mengirim pesan" tebak Melly
"Aku tidak yakin dia punya pacar" sahut Rossa
"Sama aku juga tidak yakin" timpal Tari
...*****☛☛☛*****...
...Bersambung🙏😊...
bs memainkan berbagai macam akat musik
mang olang kaya gk kaleng2an , buat les main alat musik sekali pertemuan aja 500rb, begitu mudah y buang uang