NovelToon NovelToon
GAMMATES

GAMMATES

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen School/College / Tamat
Popularitas:539.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lautan Biru

Namanya Gamma jika bersuara terdengar menggema begitu kuat di telinga yang mendengarnya.


Sebuah insiden yang terjadi membuat Gamma harus menikah dengan gadis berkaca mata tapi cantik yang mengandung benihnya.


Tesla gadis yang menjadi korban Gamma harus mendapat perlakuan kasar dari orang tuanya karena hamil.


Bagaimana kedua anak muda itu melewati kehidupan yang tidak terpikir oleh keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Markas riuh

"Kalau jalan lihat-lihat!!"

Gamma membantu ibu-ibu yang tidak sengaja dia tabrak, membantu memasukkan barang yang berceceran Gamma tidak melihat sebuah mobil melintas dengan kaca penumpang yang terbuka, Tesla tersenyum saat dirinya melihat seseorang yang sedang berjongkok membantu membereskan belanjaan ibu-ibu.

"Maaf." Gamma kembali menatap sekitar dirinya tidak melihat orang yang dia cari.

"Tesla gue yakin itu Lo." Gamma menatap nanar ke sembarang arah, pemuda itu lalu pergi menuju motornya.

Di markas semua anggota inti berkumpul, mereka sedang mengadakan challenge hanya untuk seru-seruan.

"Spil nama mantan Eyyaa!!" Anji berteriak kegirangan sambil memegang botol Aqua yang didekatkan pada bibir Deva.

"BULAN." Ucap Deva.

"Apaatuhhh???" Teriak anggota lainnya.

"Bucin langsing, KEGATELLAN.."

"Cuaakkkss!! hahahaha!!"

Semua bersorak sambil bertepuk tangan, ada juga yang memukul meja membuat semakin riuh.

"Gila Lo Dev." Ucap Dion yang ikut tertawa.

"Gatel wooylahh!!" Anji berteriak lagi.

Kini giliran anggota lainnya. Gamma, Agam Celo dan Dion hanya jadi penonton, mereka hanya ikut tertawa melihat kelakuan rondom geng mereka jika gabut.

"Mona!!"

"Apaatuhhh??"

"Montok Mempesona!!"

"Chuakkk!! hahaha.."

"Asek gre*pe-gre*pe empuk!!" Sambar Anji.

"Lanjut!!"

Kini yang berbaris menunggu antrian maju satu persatu.

"Miya!!"

"Apaatuhhh???"

"Miskin sok kaya!!"

"Iyaahhhh!!"

Gamma hanya bisa geleng kepala, diambilnya minuman soda di atas meja, sambil menikmati tontonan absyur para anggotanya.

"lanjut brooo..!!"

"Sindi!!"

"Apalagi tuuhh??"

"Sinting sejak DINI!!"

"Iyaahhhh, hahaha anjirrr!!"

Deva tertawa terpingkal-pingkal Dion disebelah nya menjadi tumbal samsak tangannya yang tidak bisa diam.

"Sakit be*go." Umpat Dion yang merasakan sakit di pundaknya.

"Lanjutt gaess..!!" Anji kembali menyodorkan botol kebibir peserta selanjutnya.

"LISA!!"

"Apalagi ini?" Anji mendengarkan sungguh-sungguh.

"Liar dan berbisa!!"

"Huwaaa mantan gue!!" Deva berteriak sambil tertawa.

"Mantan Lo udah kek jajan rentengan Dev." Ucap Dion.

"Cepek....?? cepek??" Tambah Anji tertawa ngakak.

"JAINAP!!"

"Afaahh tuhhh??"

"Jalan sekali diajak nginap!!"

"Chuakkk!!"

"Gila woyy JAINAP emak gue! enak aja Lo ngomong."

Salah satu anggota maju mengeroyok temanya barusan.

"Lagi woyy...lagii..!!"

"MANDA!!"

"Apaatuhhh..??"

"MANIS DAN MENGGODA!!"

"Doi gue tuh, manis!!"

"Asekkk.."

Semakin riuh dengan gelak tawa yang membuat ramai markas di malam minggu.

"Lanjut Siss..!!"

Kali ini Celo yang maju, entah dapat wangsit mana pemuda itu mau bertingkah konyol.

"SALSA!!"

"Apa tuh mas broo??"

Semua tampak menunggu Celo, apalagi Celo yang terkenal pendiam dan tak banyak bicara apalagi dekat dengan cewek tapi sepertinya pemuda itu punya kenangan dengan nama SALSA, wkwkwk..

"SELA*KANGAN RASA SARDEN!!"

"Ajirrr..."Anji langsung memiting leher Celo. "Sela*kangan siapa Cel? parah Lo Cel!"

"Apaan sih sakit be*go!"

"Sialan kalian!"

Gamma meninggalkan ruangan yang masih riuh dan ramai oleh tawa dan suara bac*otan para geng, Gamma memilih masuk ke kamar pribadinya, yang kini menjadi tempat dirinya melakukan kesibukan selama hampir dua bulan ini.

Di lihatnya bingkai foto di dinding, Gamma tersenyum melihat wajah Tesla yang tersenyum ceria penuh binar. Foto itu Gamma ambil saat Tesla duduk sambil menatap roti bakar yang dia inginkan, sebelum kejadian yang membuat mereka berpisah.

"Gue harap loe baik-baik aja, gue akan menunggu Lo." Ucapnya sambil tersenyum tipis.

Sejak Tesla pergi, Gamma memilih menyibukkan diri di kamar untuk membuat sketsa dan rancangan. Dirinya akan menjual hasil ide yang dia kreasikan pada pembisnis yang sedang mencari ide fresh ala anak muda yang kekinian. Dan sejauh ini Gamma sudah mengembangkan ide nya untuk beberapa Klien dan mereka merasa puas dengan hasil yang sesuai mereka harapkan. Tidak sedikit Gamma mendapat hasil dari kerja kerasnya, hingga dirinya lupa untuk meminta uang pada kedua orang tuanya.

Mentari duduk didepan televisi, malam minggu biasanya Gamma akan pulang setelah satu minggu tidak pernah pulang ke rumah. Mentari sebagai seorang ibu jelas saja merasa khawatir, apalagi Gamma tidak membawa apa-apa dari rumah. Pemuda itu lebih banyak diam setelah apa yang dialaminya, pernikahan yang gagal dan Tesla yang menghilang. Gamma seperti sosok yang kehilangan arah dingin tak tersentuh.

"Belum tidur Mah." Sagara duduk di samping Mentari yang tatapannya fokus pada layar televisi, tapi pikiranya entah kemana.

"Mama masih nunggu Gamma, udah jam segini kok ngak pulang." Mentari menatap jam di tangannya yang sudah pukul sembilan malam.

Sagara menghela napas, setiap malam minggu pasti Mamanya akan menunggu Gamma, meski terkadang Gamma tidak pulang dan tanpa kabar.

"Mama tidur saja, Gara yang akan menunggu. Jika Gamma datang Gara kasih tahu Mama." Pria 25 tahun itu mengusap punggung Mamanya.

"Mungkin sebentar lagi, Mama tunggu saja." Kekeh Mentari.

Mekipun Gamma hanya datang sebentar tanpa melakukan apapun, Mentari akan bahagia. Melihat putranya langsung itu jauh lebih baik. Dirinya hanya merasa khawatir selama Gamma di luaran sana.

"Mah, papa nunggu Mama." Gara kembali membujuk, dirinya tidak tega melihat wajah Mamanya yang berharap, padahal Gamma tidak akan datang jika sudah jam segini.

"Tapi Gara-"

"Percaya sama Gara, Gara janji akan beri tahu Mama kalau Gamma pulang." Potongnya sambil menatap Mamanya menyakinkan.

Mentari pun hanya bisa mengangguk, antusias nya seharian untuk menyambut putranya pun menjadi pupus, bahkan di meja makan tersedia makanan kesukaan Gamma yang Mentari masak sendiri untuk menyambut kedatangan sang putra. Dan Sagara yang melihat antusias Mamanya menjadi hancur merasa kesal.

"Mama ke atas, tapi jangan lupa panggil Mama kalau Gamma datang."

Sagara hanya mengagguk. "Iya Mah, selamat malam." Sagara mengecup kening Mamanya sebelum Mentari pergi.

"Gamma, Lo udah keterlaluan."

1
Nining Chili
👍👍👍
Fina Fitriani
seruu... next
Gintania nia
bagus, seperti karya2 lainnya
16/06/1977
Luar biasa
peni
👍👍👍👍👍
yetiku86
bagus bgt ceritanya Thor 👍👍👍👍 tp kenapa dah selesai 😭😭😭
yetiku86
eh busyet.....tak kira namanya asli Tesla Terakota Thor 😅, jadi kukira kenapa ngga Tesla tisyu aja 🤭✌️
Winarsih Winarsih
ada boncap ga ya,lah kenapa kalau ceritanya seru gak berasa bgt bacanya ya
Winarsih Winarsih
suka banget sama gamaste
Khayla Salwa
Luar biasa
Rumini Parto Sentono
oh ternyata Gilang tak kirain Gevan...
Rumini Parto Sentono
wah bahaya nii Gevan tau Gamma berhubungan dengan Tesla...
Rumini Parto Sentono
pasti anak buah Gamma tuh yg kirim foto Tesla....
Rumini Parto Sentono
lah Gevan musuh nya Gamma, bahaya nihhh kalau Gamma tau bisa duel lagi.....
Qaisaa Nazarudin
Waaahh udah I ND aja ya thor, Singkat padat dan jelas, Alurnya juga gak berat2 amat deh, aku suka walaupun baca lompat2 heehee..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺🌺🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Wiihh si Boss gak sabaran ya 😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Kalo gitu mending nikahkan aja mereka, Udah tinggal satu rumah juga tuh..
Qaisaa Nazarudin
Hurmm Sagara anaknya Bagaskara..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah 🤲🏻🤲🏻 Sekarang baru Rudy tau,Selalu membandingkan Gamma dan Sagara,Noh lihat sekarang..
Qaisaa Nazarudin
Yeezzz👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻💪🏻 Mampos loe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!