NovelToon NovelToon
Zeline Zakeisha

Zeline Zakeisha

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Obsesi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yayang Irma

Ini hanyalah sebuah kisah klasik dari tiga orang bersaudara, dimana menceritakan tentang bagaimana kehidupan si sulung yang menemukan cintanya, kemudian si tengah pembuat onar yang baru pertama kali mengenal apa itu cinta, dan si bungsu dengan sagala misteri dirinya juga seperti apa perjuangan dirinya untuk melindungi keluarganya.

Kisah ini mungkin lebih berfokus pada putri bungsu dari keluarga Galaksi, yaitu Zeline Zakeisha, yang berusaha melindungi keluarga dan orang-orang tersayangnya. Tapi kisah ini pun di selingi oleh kisah dari kedua kakaknya yaitu, Dylan Melvino Albert dan Celine Lesham Galaksi.

~••~
Maka dari itu marilah kita simak seperti apa kisah mereka, akankah Zeline bisa melindungi orang-orang tersayangnya? Bisakah Dylan menemukan cinta sejatinya? dan akankah kisah pertama Celine berjalan mulus?

Yukk baca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Nyamuk

...Jangan lupa vote, like & komen....

...Happy Reading...

.......

.......

.......

Sebuah mobil BMW Seri terbaru terlihat berhenti didepan sebuah gedung yang menjulang tinggi dimana tempat acara lelang yang dibicarakan Zeline sore tadi bersama Revan asistennya di rumah tengah hutan.

Dimalam itu dengan menggunakan dress hitam selutut dan blazer berwarna senada Zeline terlihat menuruni mobilnya, dengan sebagian wajahnya yang tertutupi oleh topeng berwarna hitam pula Zeline membawa langkah kakinya dengan anggun memasuki tempat acara lelang malam ini diadakan diikuti Revan yang mengekorinya dibelakang. 

Dan begitu Zeline masuk ia di suguhankan pemandangan orang-orang pengusaha terkenal yang tengah berbaur dengan sekitarnya. Selang beberapa saat setelah Zeline sampai ditempat acara tersebut acara pun dimulai yang mana selama pelelangan itu berlangsung Zeline hanya diam tanpa mengangkat papan angka ditangannya hingga saat berlian merah yang diinginkannya itu keluar barulah ia mengangkat papan angka dan langsung mengajukan tawaran dengan harga selangit.

Yang mana hal itu membuat ia menjadi pusat perhatian tapi yang namanya Zeline mana peduli ia hanya tersenyum miring karena ia yakin pasti tak akan ada yang berani menawar lebih mahal darinya lagi. Hingga seseorang yang duduk di barisan paling depan mengangkat papan angka dan mengajukan tawaran lebih tinggi darinya.

Membuat ia menggeram kesal seraya kembali mengangkat papan angkanya dan menaikan harga tawarannya sampai pada akhirnya ia harus kalah dari seseorang yang berada didepannya itu. “Cih. Menyebalkan!“ batin Zeline berdecih sambil beranjak dari duduknya karena kebetulan itu adalah barang terakhir yang di lelang pada malam ini.

“Ayo pergi!“ ajak Zeline pada Revan yang menganggukkan kepalanya seraya mengikutinya.

Ditengah perjalanan menuju parkiran Zeline terlihat menghentikan langkahnya didepan pintu toilet. “Pergilah terlebih dahulu untuk membawa mobil kedepan gedung aku akan kesini sebentar!“ ucap Zeline masuk kedalam pintu toilet wanita meninggalkan Revan yang belum sempat menjawabnya sama sekali.

Dan saat berada didalam toilet itu Zeline hanya mencuci tangannya dengan tenang. “Keluarlah! Dasar tak sopan.” ujar Zeline bernada tenang namun datar kepada seseorang yang bersembunyi disalah satu bilik toilet.

Membuat seseorang itu terkekeh pelan seraya keluar dari bilik toilet paling pojok. “Senang bertemu denganmu lagi, sweetheart” ucap orang tersebut sambil berjalan mendekat kearah Zeline dan berdiri dibelakang tubuh Zeline yang menatapnya kearah tajam lewat pantulan cermin.

“Jayden Alexander, benar? Sebenarnya apa maumu?“

Pemuda yang bernama Jayden Alexander itu terlihat tersenyum ketika gadis pujaannya itu menyebutkan namanya. “Benar-benar gadisku, bahkan hanya untuk menyelidiki diriku pun hanya membutuhkan waktu yang singkat.“ ucap Jayden sambil membawa tangannya untuk membelai rahang Zeline lembut dan sedikit mencondongkan tubuhnya agar lebih menempel pada tubuh Zeline.

“Kau menanyakan apa mauku? Aku menginginkanmu“ balas Jayden menatap mata Zeline dari pantulan cermin yang juga tengah menatapnya.

“Kita tak pernah saling kenal, dan kau bicara bahwa dirimu menginginkanku? Jangan bermimpi!”

“Huh~ baiklah, kalau begitu aku akan mengganti keinginan ku. Berhenti menghalangi dan menyembunyikan kakakku.” ucapnya membuat pupil mata Zeline sedikit membesarkan untuk beberapa saat.

“Ck. Tuan Jayden apa yang kau bicarakan? Menyembunyikan kakakmu? Aku bahkan tak mengenalmu apalagi kakakmu” ucap Zeline membalikkan badannya hingga ia dan pemuda itu berhadapan tatapan mata kedua bertubrukan saling melemparkan tatapan tajam satu sama lain.

Jayden tersenyum miring, “Tak perlu berpura-pura, aku tahu kau menyembunyikan kakakku. Kembalikan dia maka kamu dan keluargamu akan aman” ucap Jayden membelai pipi Zeline lembut namun segera ditepis oleh gadis itu cepat.

“Kamu pikir aku akan percaya? Mafia seperti kalian itu tidak ada yang bisa dipercaya.”

“Lalu kamu? Apa menurutmu, dirimu juga bukan bagian dari kami, meski kita berbeda tapi pembunuh bayar sepertimu juga sama tak bisa dipercaya nya, baby.”

“Itu dulu, karena sekarang aku bukan lagi bagian dari kalian.” ucap Zeline dengan tatapan kelewat dinginnya, lalu mendorong bahu Jayden agar menjauh darinya. “Dengar, selama aku masih ada aku tidak akan pernah membiarkanmu menyentuh salah satu anggota keluargaku. Dan tak akan pernah membiarkanmu mengambil DIA.” ujar Zeline penuh penekanan sebelum pergi dari sana meninggalkan Jayden sendirian.

“Haha.. Baiklah mari kita lihat seberapa besar tekadmu untuk melindungi mereka semua.” gumam Jayden dengan seringai menyeramkan dan tatapan mata dingin nan datar menatap pantulan dirinya sendiri.

...Zeline Zakeisha...

Setelah kejadian malam itu Zeline menyuruh semua anak buahnya untuk lebih memperketat penjaganya terhadap setiap semua anggota keluarganya terutama Dylan, sang kakak.

Di pagi menjelang siang ini tepat pada jam istirahat berlangsung Zeline terlihat berjalan seorang diri menuju rooftop sekolahnya dan ditengah perjalanannya itu ia bertemu dengan seseorang yang amat tak ingin ia temui setelah Kalandra yaitu, Luke.

Pemuda itu dengan senyum lebarnya terlihat berjalan menghampirinya dan menyamakan langkah kakinya dengan Zeline. “Mau ke kantin bareng gak Ze?” tanyanya begitu ia sudah berjalan beriringan dengan Zeline yang mengacuhkannya.

“Gak”

“Kenapa gak? Ayolah kita udah lama gak makan bareng berdua” rengek Luke memiringkan kepalanya kearah Zeline mencoba merayu gadis itu dengan sikap manjanya. Namun bukannya meluluhkan Luke justru malah mendapat tatapan teramat datar dari Zeline.

“Gue gak mau ke kantin, jadi pergi aja sana! Gak usah ganggu gue,” ucap Zeline membelokkan langkah kakinya menuju jalan kearah rooftop sekolah. Ia sedang malas diganggu oleh makhluk yang mengikutinya itu.

“Yaudah kalo lo gak mau ke kantin, terus lo maunya kemana? Biar gue temenin,“ ucap Luke membuat Zeline menghela nafasnya sambil memutar matanya malas. Sudahlah Zeline tak peduli ia hanya terus melanjutkan langkah kakinya tanpa mau menyahuti ucapan Luke. Sampai keduanya pun sampai di rooftop dan Zeline dengan acuhnya duduk di salah satu kursi yang ada di sana dan menikmati terpaan angin yang berhembus pelan.

Luke yang melihat itu tentu kembali mengikuti Zeline dan membawa tubuhnya duduk disamping gadis itu. “Zeline lo tahu,” ucap Luke lembut seraya membawa tangannya bertumpu di belakang kursi yang diduduki Zeline.

“Gak”

“Ck. Dengerin dulu ngapa gue belum selesai ngomong” dengus Luke lalu melanjutkan ucapannya “Lo itu ibaratkan matahari, yang datang buat nerangin alam semesta cuman bedanya lo nerangin hidup gue”

“Jijik.“ ucap Zeline pelan namun masih bisa terdengar oleh Luke yang seketika mendengus karena gagal menggombal.

“Lo mah Ze di gombalin bukannya baper ini malah bilang jijik, gak ada rasa menghargai kerja keras gue buat ngegombalin lo” ucapnya Luke membuang pandangannya kearah lain kesal.

Sementara Zeline hanya menatapnya geli namun ia sedikit menarik sudut bibirnya karena tingkah kesal Luke. “Hey bang, lo tahu bedanya lo sama parasit?” tanya Zeline membuat Luke kembali menatapnya sambil menggelengkan kepalanya, sedang dalam pikiran pemuda itu ia sudah berpikir bahwa Zeline akan balas menggombali nya.

Sebelum akhirnya pikirannya kandas saat mendengar penuturan gadis dingin didepannya. “Gak bedanya, sama-sama nyusahin hidup orang.” Zeline berucap dengan nada kelewat santai tanpa merasa bersalah.

Kemudian Luke lagi-lagi mendengus seraya membuang wajahnya kearah lain dan melipat tangannya didepan dada. Huh! Memang benar dengan apa yang diucapkan Celine sahabatnya itu jangan terlalu berekspektasi tinggi terhadap Zeline si manusia kulkas berjalan ini. Pikir Luke.

Sampai ditengah keheningan diantara keduanya setelah ucapan Zeline itu suara dingin seseorang mengalihkan atensi keduanya. “Zeline! Gue cariin lo kemana-mana tahunya lo malah disini, Selingkuh?!” ucap orang itu yang tak lain adalah Kalandra.

Tatapan pemuda itu terlihat tajam dan dingin menatap kedua sejoli yang duduk berduaan di sudut rooftop yang teduh, terutama kepada Luke yang juga kini vals menatap kearahnya dengan pandangan remeh. Kaki jenjangnya ia bawa mendekat kearah Zeline dan saat ia sampai didepan gadis itu tiba-tiba saja Kalandra menundukkan tubuhnya dengan salah satu tangannya bertumpu pada kursi yang di duduki gadis itu, yah Kalandra mengukung Zeline yang membulatkan matanya terkejut akibat ulahnya.

“Katakan! Kenapa lo berduaan disini sama ni bocah, lo gak mungkin selingkuh dari gue kan?!” ucap Kalandra dengan tajam penuh intimidasi tatapan matanya tepat menatap netra coklat tua milik Zeline yang entah kenapa ia merasa tengah digerebek karena ketahuan berselingkuh oleh pacarnya sendiri.

Padahal kan dia dan Kalandra memang berpacaran.

Menelan ludah gugup Zeline pun berucap, “Jangan bicara omong kosong mana ada gue selingkuh, gue cuma mau nyegerin otak gue disini tapi,dia ngikutin gue sampek kesini.”

Masih dengan tatapan tajam penuh intimidasi Kalandra terus menatap manik mata Zeline berusaha mencari kebohongan tapi tentu saja ia tak menemukan apapun karena apa yang Zeline katakan itu memang kebenarannya. “Oke, gue terima penjelasan lo. tapi lain kali kalo gue liat lo bareng sama cowok lain terutama sama nih bocah gue bakal kasih lo hukuman,“ ucap Kalandra masih belum menjauhkan tubuhnya.

“Apa-apaan kenapa juga gue harus dihukum! lagian siapa lo ngatur-ngatur gue,” ketus Zeline menatap tak suka pada Kalandra ketika mendengar ucapan pemuda tersebut. Ia baru sadar kenapa juga tadi ia menjelaskan hal itu kepada Kalandra.

“Gue pacar lo, kalau lo lupa.” tekan Kalandra membuat Luke yang masih berada disana dan mendengar ucapannya itu membelalakkan matanya terkejut. “WHAT!! Gue kalah cepet dari orang ini--Lagi.” batinnya

Zeline menatap tajam Kalandra tak terima. “Hey itukan keputusan sepihak lo gue gak pernah ngeiyain apalagi ngang-” ucapan Zeline terhenti dengan mata membola kaget ketika bibirnya dibungkam oleh bibir tipis Kalandra.

Luke yang lagi-lagi masih berada di sana dan keberadaannya yang seolah tak terlihat kembali membelalakkan matanya terkejut. Zeline gadis yang disukai saat ini tengah dicium tepat di bibirnya dan didepan mata kepalanya sendiri oleh saingannya. Membuat ia dengan perasaan kesal bercampur cemburu itu segera pergi dari sana meninggalkan Kalandra dan Zeline yang tengah saling *******.

Setelah kepergian Luke kini ciuman Kalandra yang tadinya hanya sekedar menempel di atas bibir Zeline kini berubah dengan sebuah ******* menuntut namun lembut membuat Zeline tanpa sadar terbuai dan membalas ******* Kalandra membuat pemuda itu menyunggingkan senyum dibalik ciuman keduanya.

...Thank you for reading...

.......

.......

.......

.......

...To Be Continued...

1
Black Moon
Ending yg ga diharapkan 😭
Black Moon
Ivana itu sakit jiwa, udah pasti jawabannya NO
Black Moon
Thor, saran dikit boleh ya.
Ada baiknya untuk percakapan berbahasa asing bikin translate nya dalem kurung 😁✌️
Y. I. Amery: siap kak👍 terimakasih atas masukan ny🤗
total 1 replies
Black Moon
😂😂😂
Black Moon
jangankan Mamang, saya aja yg jadi pembaca bingung sama tingkah mereka berdua. Sungguh guru dan murid yg sehati 😁
Black Moon
Bagus, ceritanya ringan dan muter-muter kaya komedi putar 🤭
Queen's
Hallo, nitip tinggalin jejak!

Yuk baca juga cerita terbaru aku

ASKYLLA RAIN

Atau kalian bisa cek profil aku karna di sana ada cerita baru yang aku buat dan yang lama buat kalian baca udah pada end sebagian.

Terima kasihh, di tunggu kedatangan kalian.
デワ・マデ・クリシュナ
wow 2 jam aja udah habis ku baca apaka ada lagi ya kak v:
デワ・マデ・クリシュナ: masih ada kah. banyak kah, ok lanjut baca lagi
total 2 replies
Khai
semangat berkarya dan banyakkan berehat,
Kami sentiasa mendukung anda
STAR MASTER 07
hummm~ tinggal jejak...
PENJAGA LILIN
hallo ges👋
Y. I. Amery: thankyou udah mampir 😇🙏
total 1 replies
Zizi Suartini
yah mana sambungannya thor :( rasanya kaya putus sama doi
SugarplumChum
Terdebest sihh kalau baca karya-karya author, apalagi sambil rebahan gini dan mendukung halu sebelum tidur wkwkw
booksand peonies
lanjut Thor seru dan bagus ceritanya SEMANGAT AUTHOR
PENJAGA LILIN: holla bang
total 2 replies
NewJerseyJack
Thor! Ada banyak pertanyaan di kepala saya nih.. tapi untuk sekarang saya cuma bisa bilang “hayo buruan di update thooooor!!!!!!”
Mata Diam
Yailah kok udah sampe bab paling akhir aja.. semangat update thor!
moonstrucktraveller
lh kok smpe sini,,,??? thor mna lanjutanx,,,kok kgk ad juga hari updatex,,,?
SizzlingTeapot
selalu mendukung,majuuuuuu trus
vanilla attack
kapan up LG....??? LG seru nih
adalahdarling
jangan baperan donk thor..cukuo kita 2 aja yg baperan bc nya..itu cm sedikit badai yakin kami tetap mendukungmu.. semangat !!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!