NovelToon NovelToon
Mahligai Cinta Yang Terbagi

Mahligai Cinta Yang Terbagi

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Pelakor / Angst / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ayu Andila

Dilarang boom like dan plagiat !!!

Silvia Maharani, seorang wanita yang sudah menyandang status seorang istri, bahkan juga ibu harus menelan pil pahit pengkhianatan dari suami yang sangat dia cintai.

kebahagiaan dan cinta yang setiap hari dia rasakan, ternyata hanya bualan semata. Suaminya ternyata sedang bermain api dengan wanita lain.

Hancur, itu sudah pasti. Kecewa, jangan ditanya lagi. Setelah dia menata hati dan menemukan arah hidup, Silvia memilih untuk melepaskan sang suami.

Tapi, lagi-lagi takdir tidak berpihak padanya. Masalah demi masalah terus membelitnya hingga tidak bisa melepaskan diri.

Bagaimana kisah Silvia selanjutnya?

Bisakah dia melepaskan diri dari sang suami?

Yuk, ikuti kisah mereka yang penuh dengan air mata!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Andila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22. Keputusan yang Sangat Mengejutkan.

Mahen sangat terkejut dengan apa yang Papanya katakan, begitu juga dengan Mama Camelia yang tercengang sambil menatap suaminya dengan penuh tanda tanya.

"Ya, Mahen! Kau harus bercerai dengan Via!"

Deg. Mahen benar-benar tidak menyangka kalau Papanya akan mengatakan hal seperti itu. "Apa maksud Papa? Kenapa Papa menyuruhku untuk bercerai?" Suaranya menggema memenuhi ruangan itu.

"Papa sudah memikirkannya, memang lebih baik kau berpisah saja dengan Via!"

Hati Papa Adrian luluh saat mendengar curahan hati Via tadi, dia sadar betapa pentingnya sebuah harga diri dibandingkan apapun juga.

"apa, apa Papa tidak salah? Bukannya Papa sudah mengiyakan permintaanku tadi malam?"

"Jangan meninggikan suaramu di hadapan Papa, Mahen!"

Mahen langsung terdiam mendengar teriakan Papanya, bahkan suara itu terdengar sampai dapur membuat Via langsung berlari untuk melihatnya.

"Papa sudah memutuskan kalau kau harus menceraikan Via saat ini juga, dan kau tidak punya hak untuk membantahnya!"

Deg. Tubuh Via langsung menegang saat mendengar ucapan Papa Adrian, jantungnya berdetak sangat cepat seolah-olah ingin melompat keluar dari rongga dadanya.

"Tidak, aku tidak akan melakukannya! Sampai mati pun Via tetap akan menjadi istriku!" Mahen tetap bersikukuh untuk tidak menceraikan Via membuat rahang Papa Adrian mulai mengeras.

"sebenarnya apa mau mu, Mahen? Kau berselingkuh dengan wanita lain sampai wanita itu hamil, tapi kau malah tidak mau berpisah dengan istrimu! Apa kau sudah tidak waras, hah?" bentak Papa Adrian sambil melempar sebuah vas bunga ke atas lantai.

Prang!

Suara pecahan vas itu menggema keseluruh penjuru rumah membuat Vano juga ikut keluar dari kamarnya, bahkan semua pembantu juga sudah berkumpul di halaman belakang saat ini.

"Kau sudah menyelingkuhinya, itu artinya kau sudah tidak mencintainya dan siap untuk berpisah! Jangan menjadi laki-laki serakah dan pengecut seperti itu!" Papa Adrian menunjuk tepat ke wajah Mahen membuat putranya itu terdiam. "Kau tidak mau berpisah dengannya, tapi kau malah selingkuh dengan wanita lain. Kau bahkan lebih hina dari seekor hewan!"

Deg. Amarah Papa Adrian sudah berada di puncak membuat semua orang tidak berani bersuara, bahkan Mama Camelia hanya bisa diam di tempat itu.

"Sekarang terserah kau mau melakukan apa, Papa tidak akan peduli lagi! Tapi ingat satu hal, kau sudah mencoreng nama baik keluarga ini. Jadi jangan harap kalau aku akan berbaik hati padamu!"

Papa Adrian segera pergi dari tempat itu karna merasa benar-benar muak dengan semuanya, dia sangat kecewa karna tidak bisa mengatur putranya sendiri.

Melihat kepergian suaminya, Mama Camelia ikut pergi dari tempat itu. Dia harus segera menenangkan suaminya atau laki-laki itu akan menghancurkan seisi rumah ini.

Tinggallah Via, Mahen dan Vano saja yang masih berada di tempat itu. Untung saja Yara sedang berada di belakang bersama dengan para pembantu, yang tau kalau sedang terjadi masalah di rumah itu.

"Sudah puas, sudah puas kau membuat Papaku marah, hah?"

Via tersentak kaget saat Mahen mencengkram kedua bahunya. "Sudah puas kau membuat keluargaku berantakan seperti ini?"

Via menatap Mahen dengan nyalang, sungguh dia tidak percaya kalau laki-laki itu malah menyalahkan atas semua masalah yang sedang terjadi. Tanpa sadar kalau dia sendirilah yang menyebabkannya.

"Apa kau tidak bisa diam dan tenang? Aku hanya menikah sementara saja dengan Clara, tapi kau malah membuat keributan seperti ini!"

Via langsung mendorong tubuh Mahen sampai cengkraman laki-laki itu terlepas. "Kau menyalahkanku untuk semua ini, Mas?" Matanya menyorot tajam ke arah Mahen. "Kau menyalahkanku untuk semua masalah yang kau buat sendiri, begitu?"

Mahen mengusap wajahnya dengan kasar, sungguh kepalanya terasa mau pecah saat ini. "Aku tau kalau aku salah, tapi seharusnya kau tidak memperkeruh semuanya dengan meminta cerai. Seharusnya kau bersyukur punya suami sepertiku, aku sudah menerimamu apa adanya, aku bahkan mencintaimu dengan tulus!"

Sontak Via langsung tergelak mendengar ucapan Mahen. "Benar, kau memang menerimaku apa adanya, Mas! Bahkan kau sangat mencintaiku sampai menghamili wanita lain!"

"Diam!"

Mahen sudah mengangkat tangannya hendak memberi tamparan ke wajah Via, sementara Via sendiri langsung memejamkan matanya saat melihat tangan laki-laki itu terangkat ke atas.

Grep!

Mahen tidak bisa menggerakkan tangannya saat ada seseorang yang mencekal tangan itu, dia lalu menoleh ke arah samping dan terkejut saat melihat Vano.

"Va-Vano? Kau di sini?"

Vano menganggukkan kepalanya lalu melepaskan tangan kakaknya itu. "Jangan main tangan, Kak! Dia ini wanita!"

"Hah!" Mahen menghembuskan napasnya dengan kasar, untung saja dia tidak sampai memukul Via atau segala masalah yang ada akan bertambar besar.

Tanpa bicara apa-apa, Via langsung meninggalkan tempat itu tanpa menoleh ke belakang. Dia benar-benar sangat syok dengan apa yang akan Mahen lakukan tadi.

"Tunggu, Via!" Mahen berusaha untuk mengejar Via tetapi langkahnya dihalangi oleh Vano.

"Biarkan saja dia, percuma kalau kakak mengejarnya!"

Akhirnya Mahen menghempaskan tubuhnya ke atas sofa dengan diikuti oleh Vano, mereka duduk bersebrangan saat ini.

"bagaimana kabarmu, Vano? Tumben kau pulang?" tanya Mahen setelah merasa sedikit tenang.

"aku baik! Aku pulang karna perintah Papa!" jawab Vano kemudian.

Mahen mengernyitkan keningnya dengan bingung, biasanya Mamanya lah yang akan menyuruh Vano pulang tapi sekarang malah Papanya.

"Ya sudahlah, kakak mau ke kamar dulu!" Mahen segera beranjak dari tempat itu menuju kamarnya dengan tetap dilihat oleh Vano.

"Apa Papa menyuruhku pulang karna masalah ini?" Vano kini mulai memikirkan alasan kenapa Papanya menyuruh untuk pulang saat itu juga.

Tidak mau ambil pusing, dia segera beranjak ke kamarnya. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar isak tangis seorang wanita. Dengan cepat dia berjalan ke arah perpustakaan mini milik sang Papa, dan tampaklah Via sedang meringkuk sambil memangis disudut ruangan.

"Padahal tadi dia tampak tegar saat beradu mulut dengan Kak Mahen, tapi ternyata lemah juga!"

Tbc.

1
Siti Maulidah
ceritanya sangat menarik sekaliii /Good//Good//Heart//Heart/
Sulfia Nuriawati
zaman skrg g ckup dg percy jg cinta tp bukti, cinta blh bego jgn, kalo udah 1xberbohong akan nyusul kebohongan² selanjunya,bapa lg sll d maafkan makin merajalelabihong nya, hrs waspada jd g terpukul dg telak, msh bs ngelak jg berjelit biar g terlalu fatal efeknya, cr bukti jgn oercy gt aja
Sri Puryani
jadilah salah paham
Sri Puryani
rasain maher ...
Sri Puryani
menyesal kan kamu maher .....kau buang berlian utk mendapatkan batu viasa
Surati
bagus
Sri Puryani
jgn temui vano dl via....
vano kenapa kamu gk wa sj via utk jgn telp dl krn msh rapat klo sdh selesai di hub.lg....klo spt itu pasti via tdk mikir kemana- mana
Sri Puryani
ya krn putramu bodoh mengutamakan kesenangan sementara sj
Sri Puryani
vano blm menyelidiki latar belakang clara ya ..
Sri Puryani
hak asuhnya hrsnya diputus kan jg
Sri Puryani
kok tamat nya ngantung gini thor?
Sri Puryani
hrsnya wkt nyamperin di apartemen di foto & video utk bukti ....biasa nya gt sih klo orang pinter
Sri Puryani
gk usah membela pengacaramy ...dia lbh mahir , bs berkelahi via
Sri Puryani
memangnya via tdk kb? sdh lama gk hamil hub.sekali msk lgsg mau dibuat hamil thor?
Sri Puryani
memangnya kakimu gk bs nendang aset mahen via , klo tangan gk bs gerak kaki nya dong dipake nendang .....pasrah aja sih...gigit nahen ...atau apa kek
Sri Puryani
Luar biasa
Sri Puryani
Lumayan
Yuli Sadira
Luar biasa
Siti Maskanah
mahen pahlawan ku wkwk
Siti Maskanah
riani jodohin aza sm bang mahen ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!