"kau miliku"_Nicholas
"ck,siapakau,dan aku bukan milikmu"_Valerie
______________________________________
"apa pun yang sudah menjadi miliku akan tetap menjadi miliku"_Nicholas
"kau salah mencari lawan"_Valerie
_______________________________________
" tak kusangka gadis manja sepertimu akan menjadi singa yang mengerikan"_?
"darah dibalas dengan darah,nyawa dibalas dengan nyawa"_?
_______________________________________
"least game to bicth"_Valerie
"kamu memang kelinci kecil nakalku"_Nicholas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atika Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22
Dalam kamar bernuangsa abu abu seorang pria terbaring dengan selimut yang melilit pada tubuh nya bahkan ia sangat tidak tergangu oleh sinar matahari yang sudah menyapa nya.
Pintu kamar itu terbuka memperlihatkan seorang gadis dengan berpakaian santai dan berdecak melihat kelakuan kakak nya.
Ia melihat kearah jendela setelah nya melihat pada kakak nya yang masih bergelumut dengan selimut.
"Ck" decakan keluar dari mulut gadis manis itu ia melangkah menuju jendela dan membuka gordeng itu sehingga cahaya matahari menerobos dan mengusik orang yang sedang tidur pulas itu.
"Bang bangun udah siang" ucap gadis itu sembari menggoyangkan tubuh abang nya itu
"Em lima menit lagi dek" jawab nya dengan suara serak
"Gak ada " gadis itu dengan tega menyibakan selimut yang melilit tubuh abangnya sehingga abang nya terjatuh dari kasur
Dugh
"Awss" ringis laki laki itu lalu menatap adik nya yang terlihat tidak merasa bersalah sama sekali
"Kejam banget kamu dek" ucap nya sambil berdiri
"Hm"
"Ck mulai mode dingin nya" gumam pria itu lalu melangkah pergi menuju kamar mandi
Kalian pasti tau lah siapa mereka.
Yap mereka adalah kakak beradik Orlin yakni Victor dan Valerie
Seminggu setelah Victor sadar ia mulai menjalan kan temoterapi dan pemulihan lain nya
Saat ini mereka sedang berada di ruang makan memakan sarapan mereka yang telah di sediakan oleh maid di masion Valerie
Setelah selesai mereka berdua pergi menuju ruang keluarga walaupun begitu mereka pokus pada kegiatan masing masing yakni Victor dengan ponsel baru nya dan Valerie dengan laptop nya.
"Dek" panggil Victor pada Valerie
"Apa?" jawab Valerie tanpa melihat Victor
"Ini mansion punya siapa?"
"Emang nya kenapa?"
"Yeh kamu mah abang nanya malah nanya balik"ucap Victor dengan nada kesal menyilangkan kedua tangan nya di dada dan bibir di majukan sedikit dan jangan lupakan tingkah nya yang seperti anak kecil yang merajuk/ngambek karena tidak di perhatikan saat ia sedang bercerita
"Haha" tawa kecil keluar dari mulut Valerie
"Ini mansion ku bang"
"Beneran ini mansion mu,kok bisa?,trus gimana sama mansion Dady?lalu di mana momy sama dady?" tanya beruntun Victor
"Hah aku akan jawab semua pertanyaan abang,tapi dengan syarat..." Valerie menggantukan ucapan nya dan menatap lekat Victor
"Apa?cepetan"
"Dengan syarat abang harus tenang dan jangan emosi,bisa bang?"
Victor mengangguk tanda setuju
"Akan ku ceritakan,satu tahun setelah abang di nyatakan meninggal,momy dan dady juga menyusul,mereka mengalami kecelakaan"
"APA"teriak kaget Victor
"Apa yang kamu katakan barusan bohongkan gak mungkin momy sama dady ninggalin kita" Victor membatah ucapan adik nya itu ia tidak terima kalau orang tuanya menyusul nya yang jelas jelas masih hidup
"Kenapa bisa mereka kecelakaan?" tanya Victor yang mulai tenang
"Mereka.... entah apa yang terjadi dengan mobil mereka,polisi menemukan mobil beserta jasad momy dan dady di jurang,lebih tepat nya seseorang yang sedang lewat di tempat itu" jelas Valerie
"Lalu apa kamu cuman diam saja HAH" ucap Victor dengan nada bentakan di akhirnya
Valerie mengangguk itu semakin membuat Victor marah
Victor mendekati Valerie dan memegang gadu dan mengangkatnya supaya Valerie supaya menatap nya
"Ini semua salah mu" Valerie terkejut atas ucapan Victor ia tidak menyangka bahwa abang nya mengatakan hal itu
"A-apa maksud abang?" tanya nya lirih
"Jika saja kamu tidak menyembunyikan keadaan abang gak mungkin momy dan dady kecelakaan" ucap nya sambil menyentakan gadu Valerie yang masih di pegang nya hal itu mengakibatkan wajah Valerie tertorek kearah kanan dengan sangat keras
"Sshh" ringisan keluar dari mulut Valerie ayolah walaupun abang nya baru saja pulih namun tenaga nya tidak main main
"Aku melakukan itu untuk kebaikan abang" ucap Valerie menatap abang nya lekat dan tak terbaca
"Tapi bukan berarti kamu merahasiakan dari mereka Valerie" jawab tegas Victor
Valerie tidak menjawab ia hanya menatap lekat laki laki di hadapan nya ini apa yang ia lakukan salah?sampai abang nya marah,tapi ia melakukan itu untuk melindunginya.
"Dengar baik baik Valerie saya sudah terbiasa hidup tanpa kamu,dan saya terbiasa hidup dengan orang tua saya,jadi saya tidak membutuhkan mu" ucap Victor dingin dengan raut wajah datar lalu pergi dari sana menuju lantai dua yang mana disana kamar yang ia tempati.
Valerie dia masih mematung karena ucapan Victor apa dia tidak salah mendengar bahwa abangnya tidak membutuhkan nya lalu panggilan nya pun menjadi formal seperti itu.
Tanpa sadar air matanya jatuh,Valerie menunduk dan membuat air matanya semakin berlomba lomba berjatuhan dari kelopak matanya,ia mendongkak agar air matanya tidak kembali menetes dan menutup matanya,dengan perlahan ia kembali menormalkan ekspresi wajahnya lalu menghapus sisa sisa air matanya dengan kasar dan melagkah pergi dari sana
'Baiklah jika memang abang tidak membutuhkan ku maka aku akan pergi,tapi bukan berarti aku meninggalkan mu' batin Valerie melangkah keluar dari mansion nya
Valerie membutuhkan waktu sendiri sekarang ia bukan marah pada Victor namun ia hanya kecewa pada Victor juga pada dirinya
Charles sendari tadi ia melihat semua drama yang dilakukan oleh majikan nya ia juga melihat bagaimana Valerie menjatuhkan air matanya ia sangat marah pada Victor, ia menjaga Valerie dengan susah payah agar tidak menjatuhkan air matanya tapi Victor....
Bahkan ia menyalahkan Valerie karena melindungi nya ingin sekali dirinya menonjok wajah itu.
Charles pergi dari sana mengikuti Valerie yang sedang tidak baik baik saja,ia khawatir jika Valerie berbuat yang tidak tidak atau hilang kendali.
Untuk Helga dan Delia mereka tidak ada di mansion ,mereka kembali pada rumah nya masing masing karena Valerie tidak mengizinkan mereka tinggal dan menetap di mansion nya yang ada tidak akan ada ketenagan di mansion nya.
Sedangkan di dalam kamar Victor merenungi ucapan yang ia ucap kan pada adik nya adik yang ia inginkan dulu,adik yang ia lindungi waktu kecil,adik yang ingin terus bersama bahkan rela memohon pada oma dan opa nya agar tidak membawa adik nya, adik yang telah merawat nya,adik yang telah melindungi nya.
Ia salah ia tadi terbawa emosi harusnya ia tidak membentak dan mengeluarkan kata kata itu, itu pasti membuat hati kecil nya terluka.
Victor berjalan kearah cermin full body nya lalu memukul kaca itu hingga pecah jangan lupakan darah yang menetes dari tangan nya melupakan hal itu pergi menuju kamar mandi untuk meyegarkan pikiran nya tanpa tau jika ia menginjak pecahan kaca yang menusuk kaki nya yang tanpa alas itu.
Di dalam kamar mandia ia menghidupkan shower yang mengguyur dirinya lagi lagi ia memikirkan perkataan nya ada Valerie adiknya dengan emosi ia memukul mukul dinding di dekat nya hingga dinding itu sedikit retak dan tangan Victor semakin terluka.
mampir jg yu ke karya ku. " love story in SMA "
mampir dan ikuti juga "sepotong sayap patah" ya,
mari saling mendukung🤭🤗