NovelToon NovelToon
The Ghost Prince

The Ghost Prince

Status: tamat
Genre:Suami Hantu / Romansa / Trauma masa lalu / Roh Supernatural / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:146k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sisca Nasty

Darren dan Reine saling mencintai. Namun, mereka tidak berasal dari dunia yang sama. Cinta mereka di uji ketika Reine harus mengikuti seleksi pemilihan istri pangeran. Darren saat itu tidak setuju karena takut kehilangan Reine. Berbeda dengan Reine yang memang terpaksa harus ikut seleksi pemilihan.
Hingga akhirnya, Reine resmi menjadi istri pangeran. Di saat itu cerita yang sesungguhnya di mulai. Reine menyesal karena tidak mendengarkan perkataan Darren.
Apa yang terjadi di istana? Sebenarnya siapa Darren, kenapa dia bisa berbicara dengan Reine?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali ke Istana

"Nona." Reine membuka kedua matanya ketika Mora membangunkannya di tengah malam. Padahal Reine merasa tidurnya sangat menyenangkan malam ini karena di peluk oleh Darren. Sampai-sampai Reine bermimpi sedang bermain bersama Darren di sebuah taman. Sayang, semua harus berakhir ketika Mora membangunkannya.

"Ada apa, Mora?" tanya Reine. Wanita itu mencari keberadaan Darren di sampingnya. Namun memang pria itu sudah tidak ada. Entah pergi kemana.

"Nona, saya merasa takut." Mora memandang ke samping kanan dan kiri. "Saya merasa kamar ini ada hantunya," bisik Mora dengan suara berbisik. Setahu Reine, Mora wanita yang pemberani. Jika wanita itu sampai ketakutan berarti di memang benar-benar ketakutan.

"Tidak ada. Saya sudah bertahun-tahun tinggal di sini tapi tidak pernah melihat hantu," sangkal Reine. Dia tidak mau sampai Mora tahu kalau Darren memang selalu ada di kamar itu.

"Nona, saya sangat yakin kalau itu hantu. Dia menjatuhkan bantal ke lantai. Setelah saya ambil dan saya letakkan di atas, bantalnya jatuh lagi. Seperti di sengaja Nona," ujar Mora dengan penuh keyakinan.

"Apa Darren yang melakukan semua ini? Tapi biasanya Darren tidak pernah iseng. Dia tidak pernah mengganggu Angel selama ini," gumam Reine di dalam hati.

"Nona, kenapa anda diam saja? Apa benar kamar ini ada hantunya?" tanya Mora sekali lagi. "Saya takut, Nona."

"Mora, ada aku di sini. Jangan takut. Kita akan baik-baik saja. Aku jamin, tidak akan ada yang mengganggumu lagi. Tidurlah jika kau sudah mengantuk. Aku yang akan menjagamu sekarang," ucap Reine. Hal itu membuat Mora geleng-geleng kepala.

"Saya yang seharusnya menjaga anda, Nona. Bukan anda yang menjaga saya." Mora menghela napas panjang. Sekali lagi dia memandang ke jendela untuk memastikan kalau tidak ada hantu di sana.

"Mora ... percaya padaku. Tidurlah...."

"Benarkah tidak ada hantu di sini, Nona?" Mora masih belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh Reine. Tetapi kedua matanya sangat ngantuk. Tubuhnya juga terasa lelah.

"Jika ada hantu di kamar ini, aku tidak akan mungkin merindukan kamar ini, Mora. Percayalah padaku. Jika kau tidak percaya padaku. Untuk apa kau bekerja untukku?" tanya Reine balik.

"Maafkan saya, Nona." Mora mengambil selimut dan mulai mencari posisi nyamannya. Wanita itu memejamkan matanya dengan perasaan yang masih takut-takut. Namun, dia mulai tenang ketika kini ada Reine yang menjaganya sampai terlelap.

Setelah Mora benar-benar terlelap, Reine melangkah ke kamar mandi. Wanita itu ingin bertemu Darren di sana. Dia ingin bertanya sama Darren, apa benar pria itu yang sudah mengganggu Mora atau ada hantu lain yang sengaja datang untuk mengganggu Mora.

"Darren," ucap Reine pelan. Dia juga tidak mau sampai Mora mendengar suaranya. "Darren muncullah." Reine lagi-lagi memanggil Darren. Dia ingin segera bertemu namun Darren tidak juga muncul di hadapannya. "Kemana dia? Apa dia menghindariku sekarang?" protes Reine di dalam hati. Wanita itu ingin keluar dan kembali ke kamar. Namun, langkahnya terhenti ketika seseorang memegang lengannya. "Darren?"

"Bukan aku yang mengganggunya," ucap Darren sebelum pria itu memperlihatkan wujudnya. "Sebenarnya tidak ada yang mengganggunya. Dia takut karena perasaannya sendiri. Bantal itu jatuh karena memang dia meletakkannya tidak pas. Tadi Angel dan yang lainnya bercerita soal hantu. Mungkin itu yang membuat Mora jadi ketakutan dan mengaitkan semuanya dengan hantu."

Reine mengangguk. "Sudah ku duga." Wanita itu memandang Darren lalu tersenyum. "Lalu, bagaimana denganmu? Kenapa tadi kau menghilang?"

"Aku tahu kau akan menyalahkanku. Jadi aku bersembunyi saja agar tidak terlihat." Darren memalingkan wajahnya hingga membuat Reine penasaran.

"Apa yang kau pikirkan?"

"Tidak ada," jawab Darren cepat.

"Ayo katakan." Reine menarik lengan Darren dan memaksa pria itu untuk cerita. Tidak peduli kini sudah tengah malam. Wanita itu ingin mengajak Darren bercanda.

"Reine, tidurlah. Kau bisa kelelahan besok," protes Darren dengan eskpresi wajah yang serius.

"Apa besok kau akan mengantarkanku seperti yang lain?"

"Tidak," jawabnya tanpa memandang.

"Kau masih belum siap berpisah dariku?" Kali ini wajah Reine terlihat sedih.

"Ya."

Reine tersentuh mendengar jawaban Darren. Wanita itu segera memeluknya. "Masih ada waktu. Bawa aku pergi jika kau tidak rela aku menikah dengan pangeran."

"Aku hanya hantu. Aku tidak bisa membahagiakanmu. Hanya manusia yang bisa memenuhi apa yang kau inginkan. Pergilah. Temui pangeran. Menikahlah dengannya." Darren mengusap punggung Reine sebelum mengecup pucuk kepalanya. Ketika Reine mengangkat dagunya, Darren sudah menghilang tanpa permisi.

"Hantu yang aneh," gumam Reine sebelum keluar dari kamar mandi. Ia juga ingin melanjutkan tidurnya yang tertunda.

...***...

Darren lagi-lagi menghilang ketika Reine akan kembali ke istana. Hal itu membuat Reine sedih. Namun dia juga merasa lega karena tidak harus meneteskan air mata ketika berpisah dari Darren. Setelah perpisahan dengan semua orang yang ada di asrama, Reine dan Mora masuk ke kereta kuda. Mereka akan berangkat ke istana sekarang juga.

Pesta pernikahan telah di tentukan tanggalnya. Reine harus mengikuti serangkaian aturan yang harus dia patuhi sebelum resmi menjadi istri pangeran.

Ketika langit hampir gelap, Reine dan yang lainnya baru tiba di istana. Reine melangkah menuju ke kamar mewah yang sudah disiapkan untuknya. Di dalam kamar itu telah ada baju dan perhiasan yang akan di kenakan Reine di hari pernikahan nanti. Semua barang mewah dan pastinya tidak ada yang memilikinya selain Reine. Semua wanita pasti bahagia.

Tapi tidak dengan Reine. Semakin dekat dengan hari pernikahannya, wanita itu justru semakin sedih. Di tambah lagi Darren yang tidak kunjung muncul di hadapannya. Hal itu menjadi pertanda kalau mereka memang sudah benar-benar berpisah.

"Nona, apa yang anda pikirkan?" Mora ternyata sejak tadi memperhatikan Reine yang terlihat murung. Wanita itu kini sedang menyisir rambut Reine.

"Pangeran siapa namanya?"

Mora menahan gerakannya. Dia menatap wajah Reine melalui cermin yang ada di hadapannya. "Pangeran Dalson, Nona."

1
Radja 1213
e Mei Amelia Putri RT RW tuntut kejelasan dana bansos dan e e Mei Amelia yang kemarin saya tidak bisa melihat info lengkap mengenai u to understand the one that got to start download iu yang be first time this be to understand what you need JavaScript ini e Mei lalu to download iu yang tidak bisa e Mei lalu yang tidak pernah ada di dunia dan tidak dapat
Radja 1213
e e Mei lalu y to download dangdut hot goyang erotis dan tidak dapat membantu anda untuk wr yang tidak bisa melihat daftar yang be first time this be to understand that the best seller ini ini adalah beberapa tips iu to understand the one who are interested please refresh this page ii yang akan kita
Vania Nia
plot twist bgt ini kalo gak kembar... past jiwa yang nyasar terus raganya di tempati mahluk lain.....
echa purin
👍🏻
Desi deshiny
good job Reine
DeeSecret
Ini…. Latar ceritanya di Eropa ya? Istana kan? Harusnya Tabib apa Dokter?
DeeSecret
Kesan pertama untuk cerita ini adalah tata cara kepenulisan nya. Sejauh ini… selama membaca di app NT, saya belum menemukan karya yang cocok karena tata cara menulisnya kurang rapi. Dan kali ini saya menemukannya. Meskipun untuk ceritanya masih belum. Saya berusaha untuk membaca lagi dan menemukan inti ceritanya. Terima kasih karena sudah membuat karya dengan tulisan yang sangat rapi dan mudah di pahami. Saya juga penyuka cerita fantasi. Semangat untuk menulisnya. Saya baru baca karya anda satu dulu, kalau sebagus itu saya akan mencoba membaca karya anda lagi. ☺️🙏🏻🙏🏻
lizi: ayo mampir di karyaku genre fantasi judulnya perjalanan Seraphina
total 2 replies
Ramlah
kembar
Ramlah
wkwkwk 🤣 🤣 🤣
Eka Awa
kek nya di sini dalson jg korban deh
Eka Awa
reine nya lemah amat thor
Nur Cahyani
lawan aja pangeran gila gitu
Kustri
anak mrk bkn keturunan kerajaan kan?
dalson bkn pangeran, cm anak angkat, jd mrk rakyat biasa
Kustri
qu mau'a reine sm dalson, krn manusia, sifat bs dirubah, masa iya bersuami arwah
Kustri
lha td darah di kaki reine, darah apa thor
Kustri
apa akan keguguran???
Kustri
hah! lega, sempet deg'an qu thor
Kustri
gaswaaaatt
Kustri
asyik, reine punya bolo
Kustri
reine lbh hati'lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!