NovelToon NovelToon
Presdir Kejam Dan Istrinya

Presdir Kejam Dan Istrinya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: OppaSuga26

BEBAS PROMO

Ibuku pernah merusak rumah tangga seseorang dan pergi meninggalkan ayahku, dia lebih memilih melanjutkan hidup bersama selingkuhan nya itu.

Ternyata wanita yang bunuh diri karena ulah ibuku adalah ibu angkat suamiku. Sebelum bunuh diri wanita itu sempat menjadi gila, itulah kenapa presdir ini selalu menyiksaku di dalam istana mewahnya.

Akankah Andin harus menerima siksaan dari suaminya terus menerus? Ataukah takdir berbaik hati menciptakan kebahagiaan setelah ini?

Hanya kisah ciptaan, tak berniat menyinggung atau mencela pihak manapun. Authorinstagram : @sofiatus.gans

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OppaSuga26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran

Setelah tiba di sana, Hans berlari ke resepsionis menanyakan kamar Andin.

"Tuan presdir cari apa?" Ujar nya lemah lembut.

"Korban tabrakan truk boxs dimana??" Ujar Hans dengan nafas tak teratur nya.

"Di ruang UGD tuan"

Segera Hans berlari kesana, dia sangat terburu buru seperti akan kehilangan seseorang.

Dia membuka pintu di ruangan itu sangat tergesah gesah. Disana Alvin duduk tertunduk dengan matanya yang terpejam, tangannya masih memegang tangan kecil Andin yang tak sadarkan.

*Andin? cepatlah bangun dan buka matamu, aku masih disini, aku akan disini, tak akan aku serahkan kamu kepada laki-laki jahat yang kamu bela tadi.. lekaslah sembuh dan kembali beraktivitas seperti dulu.. aku akan menjaga mu, akan mendampingimu, menjadi pendengar mu, cepatlah buka matamu..

Hans mendekat, tatapan matanya menjadi kosong sama seperti Alvin yang terdiam di kursi nya.

Alvin sadar akan kehadiran Hans, ia berdiri.

"Ini semua karenamu!! Andin ku begini karenamu!!"

Teriak Alvin dengan meremas kuat kerah kemeja Hans.

"Aku sudah biarkan Andin memilih kamu! berharap kamu dapat membuat dia lebih bahagia daripada bersamaku!, lalu apa??"

Hans masih terdiam, dia tahu ini salah nya karena membiarkan Andin pulang seorang diri.

"Gadis yang kamu sakiti setiap harinya, gadis yang kamu akui pelayan dengan status hukum istri mu, gadis yang tidak pernah melawan mu, yang bahkan rela kamu siksa demi keselamatan ayahnya, gadis yang menemani kekejaman mu, dengan kesabaran dan harapan besar akan berjumpa dengan ayahnya kembali, gadis sebaik dia! aku rasa hati busuk mu tak pantas menerima kebaikan darinya!!" Ujar Alvin sedikit berteriak.

"Dengan seragam dokter dari rumah sakit mu yang besar! bukan berarti orang yang berada di depan mu ini adalah dokter Alvin!. Sebelumnya aku pernah kehilangan cintaku saat kembali ke negara ini, jika kamu tidak bisa membahagiakan dia, serahkan kembali Andin padaku!! hapus saja semua rasa dendam yang kamu lampiaskan kepada dia!"

Air matanya terus mengalir seiring dengan emosi yang keluar dari suara lantang nya. Tatapan matanya penuh dengan rasa sedih, kecewa, kesal dan marah yang bercampur aduk.

Menghempas kerah kemeja Hans

"Kamu puas?!!! bukankah begini yang kamu mau? dia mati saja enggan rasanya, entah kapan dia akan membuka matanya kembali, aku tau semua yang kamu perbuat, gadis ini hanya menceritakan dan bahkan melarang aku menyakitimu!!"

Duduk kembali ke kursi dan menangis frustasi.

"Kamu tak akan mengerti, begitu takutnya dia akan dirimu, bahkan dia tak berani membela dirinya sendiri atas tuduhan yang sering kamu ungkit.."

"Tuduhan??" Tanya Hans lirih

"Iya!! lalu apa???, selama ini yang menjadikan alasan kamu menyakiti dia karena kamu percaya akan tuduhan kamu kalau Andin yang membunuh ibu kamu itu, iya kan!!?"

"Hmph! asalkan kamu tahu, Andin bercerita kalau dia mencoba menghentikan wanita itu, dia yang mendorong Andin dan langsung pergi lompat, setelah tahu ini apa kamu juga masih akan terus menyakiti dia?? iya huh!!?"

"Kamu tak tahu, saat itu kamu tak ada, aku melihat itu dari kejauhan!" Akhirnya Hans membuka suara.

"Aku memang tak ada disana kala itu, tapi melihat matanya aku yakin jika dia tak mengatakan kebohongan!"

"Menjauhlah dari Andin ku jika kamu datang hanya untuk menambah sakitnya!"

"Tidak, jika memang benar seperti yang kamu katakan, maka aku akan meminta maaf saat ia sadarkan diri,," Ujar Hans.

"Tak akan! tak akan semudah itu ia membuka matanya, benturan keras di kepalanya membuat kerusakan di salah satu bagian otak, tepatnya di bagian mengatur kesadaran, lebih singkat lagi dia koma. Dan itu karena mu!"

Alvin meraih tangan Andin dan di letakkan nya di pipinya yang yang basah.

"Andiiinn... bangun lah.., aku berjanji tak akan membuat mu menangis, bukan matamu, maafkan aku.. hiks..hiks..hiks.."

Hans keluar, dia masuk ke dalam mobilnya.

*Jika semua yang di katakan dokter Alvin tadi benar, lalu apa yang akan aku perbuat, bagaimana Andin akan memaafkan ku?? aku begitu kasar dan tak berperasaan terhadapnya.

Hans frustasi akan fikiran nya sendiri, ia mengacak acak rambutnya kesal, dan dengan kasar menancap gas lalu pergi.

Hari hari berlalu, setiap waktu senggang Alvin datang ke ruangan Andin yang tak sadarkan, begitu pun Hans yang datang menjenguk Andin saat jadwalnya tak terlalu padat.

Di villa setelah mengetahui Andin koma, Bi Darmi mengurus setiap pekerjaan sendiri, setiap dalam ibadahnya ia selalu berdoa akan kesembuhan Andin. Menurut Bi Darmi Andin gadis baik, pendiam juga dewasa, tutur kata yang terlontar dari mulutnya sangat sopan dan ramah.

Vivian masih sulit masuk ke villa, bukan itu saja, bahkan untuk menjumpai Hans ia sangat kesulitan. Awalnya ia berpikir jika tembok penghalang nya adalah Andin, ternyata itu salah, tak ada Andin pun ia juga tak dapat menyentuh Hans.

Pagi silih berganti menjadi malam, tepat 43 hari Andin tak sadarkan diri di hari ke 44 pagi ini ia membuka matanya perlahan.

Alvin masih tertidur di sofa panjang yang letaknya lumayan jauh dari ranjang Andin, gadis itu walau sudah bangun, ia mengedip kedipkan matanya.

Alvin bangun dan akan pergi ke kamar mandi yang ada di dalam ruangan, karena terbiasa memberi kecupan kepada Andin, saat ia melihat Andin yang terbangun matanya begitu bersemangat, seolah sosok yang ia dambakan hadir kembali.

"Aa.. Andin?? kamu masih inget kakak?.."

Andin mengangguk pelan.

Dengan girang Alvin segera membantu Andin bangun dan memeluk nya erat erat.

"Syukurlah,, begitu lama aku menunggu..."

"Kak ada apa?" Tanya Andin dengan polosnya.

"Kamu berhasil! kamu berhasil bangun kembali setelah koma! kamu berhasil ndin!" Ujar Alvin kegirangan.

"Koma..?, sudah berapa lama kak?"

"Jangan fikir kan itu, kamu laper??"

Andin menggeleng.

"Kalau begitu ingin berjalan jalan??"

Sekali lagi Andin menggeleng.

Ccklek Suara pintu di buka, di tengah Alvin yang berbahagia Bola membuka pintu.

"Dokter? jam istirahat sudah selesai,,"

Alvin menoleh dan dengan girang ia berdiri.

"Andin, setelah ini kak Alvin pasti kemari lagi, tunggu ya"

Andin mengangguk

"Iya kak"

Alvin merangkul Bola dengan senyum bahagia nya.

"Hei bola, akan ku traktir makan di kantin bagaimana?"

"Jangan memanggil ku bola..! aku sudah menerapkan diet sejak kamu pindah ke rumah sakit ini."

"Kalau begitu kali ini bebas makan, bagaimana??"

"Apa boleh?"

"Boleh!, asalkan kamu di esok harinya menerapkan diet lagi."

"Oke"

Ujar mereka serempak, kali ini mood Alvin benar-benar sangat baik.

Saat Alvin tak ada, Andin melihat lihat sekeliling ruangan itu, disana ada kamar mandi, ada kulkas dan bukan kamar biasa.

Yang sebenarnya, saat Hans pulang, ia memerintahkan agar Andin segera di bawah ke ruangan presdir kelas VVIP. Jadi, selama koma Andin berada di ruangan paling atas, dan paling mewah.

Saat itu, Hans memang berniat menjenguk Andin, di masuk ke dalam kamarnya dan melihat Andin yang berdiri di jendela kaca lebar yang menghadap langsung ke indahnya kota disana.

Andin sangat terpesona, karena dulu saat kecil orang tuanya bukanlah orang yang kaya, ketika dirinya berulang tahun yang ke 7, orang tuanya mengajak ia ke tempat yang tinggi, seperti teras atas gedung tak terpakai, guna melihat pemandangan yang indah.

Memotong kue ulang tahun kecil disana. Tertawa lepas disana, berbahagia dan bersenda gurau bersama. Sejak itu Andin menyukai pemandangan, dan hal itu juga adalah yang terakhir kali Andin merasakan keharmonisan dalam keluarga nya.

Sehari setelah Andin berulang tahun, Ayahnya mulai mencari pekerjaan dan di terima hari itu juga, lalu 5 hari ayahnya bekerja, ibunya juga keterima bekerja.

Dan dari itulah Andin selalu sendiri, secara tak sengaja ia bertemu Alvin di sekolah nya sebagai murid baru.

Alvin menjaga Andin layaknya adik sendiri sejak dulu, maka saat Alvin begitu marah kepada Hans, itu karena ia sangat menyayangi Andin.

"Siapa disana?" Tanya Hans masuk menghampiri Andin yang berdiri membelakangi.

Andin berbalik.

"Aa.. Andin?"

"Kamu, kamu sudah bangun??" Tambah Hans.

Andin mengangguk.

"Syukurlah, mau ikut bersama ku menemui Ayah mu?"

Matanya terbuka lebar ketika Hans menawarkan hal itu kepada dirinya.

*Sungguh ka dia akan membawaku menemui Ayah? atau dia hanya mau mempermainkan aku saja..? semoga ini nyata dan aku dapat berjumpa dengan Ayah...

-------------------------

BERSAMBUNG...

1
Siti Aminah
seru thor....smga makin seru ke part berikut ny
Siti Aminah
masih nyimàk...
Nova Fitriyanti
jijik gw
DumaWati Panjaitan
semangat ya sukses selalu
DumaWati Panjaitan
lanjut
Sri Wahyuni
lululila🤭😂😂😂
Yansri Harwita
masak iya istri menerima saja anak suami dari i kekasih ny tanpa ada perlawanan, gk masuk akal sih menurut ku, andin terlalu sabar dan hans gk pantas utk di jadikan panutan, masak iya kalah sama seorang vivian, percuma dong orang kaya tapi begitu aj nurut, kalau aku jadi andin, aku gk akan terima
Syafa Marwah
sedih baca kisahnya andin..
senja
kkta ktanya kya gmna gtu.. ..
Sibollo
mulai cemburu tu andin🤭
Sibollo
ko 2x
Sibollo
andin blum bsa menjelaskan semua Alvin bersabarlah
Sibollo
lanjut
Sibollo
sbar andi
Sibollo
Ya Allah bukan salah andin eehh di kenah karmax😣🥺
Sibollo
sabar yaa andin
Ryegar sormin channel
ya
Nelli Susilawati
next
Rinaa
😍
Rohayati Aye
hhhm mulai ngartiiii😂😂😂 jngn kejam" nti ky novel"yg lain.ujung"nya buciiin😉😉😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!