NovelToon NovelToon
Bukan Nikah Palsu

Bukan Nikah Palsu

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:214k
Nilai: 4.9
Nama Author: lee_yuta

"Bagaimana? Apa kau menerima tawaranku?" tanya seorang pria yang berpenampilan dengan setelan jas bermerk dunia. Matanya menatap gadis dihadapannya dengan sejuta maksud.

"Apa anda akan memenuhi semua kebutuhan saya? Termasuk biaya perawatan tubuh saya yang terbilang tidak murah?" gadis itu mencoba memastikan kembali apa yang ditawarkan oleh pria yang tengah mengunci pergerakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee_yuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 22. Peringatan Pertama

Suasana tampak begitu canggung. Revald yang terbiasa sendiri, apa-apa sendiri, bahkan kali ini dia harus rela bermalam dengan seorang wanita. Yang lebih sialnya lagi, tidak hanya untuk malam ini saja. Tetapi ke depannya pun juga sama.

Perasaannya semakin kacau ketika melihat Arruna yang dengan santai merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan pakaian yang sangat minim.

Bagaimana tidak minim, jika wanita itu sekarang ini tengah mengenakan baju selutut tanpa lengan. Dua tali yang saling terkait agar bisa menggantung di bahunya. Di tambah lagi potongan baju yang dikenakan Arruna sedikit terbuka di bagian lingkaran lengan juga belahan dada. Serta bahannya yang sedikit transparan.

"Ck! Nggak punya kewaspadaan sama sekali." decaknya sambil berjalan melewati sofa yang ditempati oleh Arruna.

Revald duduk di pinggiran ranjang sembari mengeringkan rambut dengan handuk yang tersampir di bahu. Menghiraukan Arruna yang ada di sofa tanpa berniat menawari wanita itu untuk berpindah ke ranjang.

Di atas sofa sebenarnya Arruna merasa was-was. Takut-takut kalau sampai pria yang berada dalam satu ruangan dengannya tersebut tidak menepati janjinya.

Terlebih lagi Arruna sangat sadar dengan pakaian yang dia kenakan saat ini. Namun, tidak ada lagi yang lebih pantas dari yang dia pakai malam ini. Di bandingkan dengan yang ada di lemari. Sepertinya, mereka memang sengaja menyiapkan baju kurang bahan untuknya.

Jika sekarang mereka berada di club, mungkin Arruna akan merasa biasa saja. Karena meskipun sering mengenakan pakaian yang minim, setidaknya ia tidak sendirian dan memiliki banyak teman.

Akan tetapi sekarang ini keadaannya berbeda. Ia hanya berduaan saja dengan seorang pria. Statusnya memang sudah sah menjadi suaminya, namun pernikahan yang mereka lakukan ini hanya di atas kertas. Tidak mengikut sertakan perasaan di dalamnya.

'Kenapa aku berada dalam situasi seperti ini sih!' gerutunya di dalam hati. Begitu menyesal telah menyetujui permainan yang diawali oleh pria itu.

Tetapi jika disuruh mengembalikan uang yang sudah dia pakai, itu jelas sekali tidak mungkin.

Keduanya berada dalam keadaan saling tidak menghiraukan satu sama lain. Di mana mereka saling menyelami pikiran masing-masing dengan segala persepsi yang muncul.

"Semoga dia tidak berbuat aneh-aneh," lirih Revald sebelum memejamkan matanya dan bersiap untuk istirahat. Hari ini merupakan hari terlelahnya, sebab dia harus bersandiwara dan kelihatan bahagia dengan pernikahan yang dijalaninya.

Pun begitu dengan Arruna. Rasa cemas yang sebelumnya menghinggap dalam diri, kini hilang lebur di kala rasa kantuk serta lelahnya yang lebih dominan.

***

Pagi harinya mereka bersikap seperti biasa. Karena tidak terjadi apa-apa semalam di antara mereka. Juga saling tidak mengusik kepentingan dari masing-masing. Hanya saja, ketika sudah keluar dari kamar dan akan menuju lantai paling atas, di mana para keluarga besar berkumpul di sana menunggu pasangan pengantin baru untuk sarapan pagi, mereka harus bersikap layaknya seorang pasangan suami istri pada umumnya. Meskipun ada sikap canggung, namun keduanya tidak bisa menyerah begitu saja dalam membuat chemistry di antara mereka lebih keluar.

"Nih!" Revald menekuk lengannya ketika mereka mulai berada di depan kamar mereka. Awalnya wanita itu menatap bingung. Namun cepat mengerti apa yang di mau oleh pria di sampingnya ini.

Arruna segera melingkarkan tangannya di lengan Revald. Wanita yang tengah memakai dress selutut dengan lengan yang terbelah di bagian tengahnya tersebut tampak begitu cantik nan anggun. Meskipun tidak menggunakan riasan make up yang tebal.

"Jangan terlalu nempel!" peringatan pertama Revald layangkan ketika tidak sengaja Arruna terlalu menempelkan badannya di lengan Revald. Bahkan bagian depan tubuhnya benar-benar menyentuh lengan Revald.

"Makanya jangan terlalu cepat jalannya," sahut Arruna yang tetap tidak mau mengalah jika beradu argumen. Tidak memandang dengan siapa ia sekarang ini.

"Ck!"

Revald tidak mau terlalu menanggapi. Pria berkemeja biru muda tersebut lebih memilih menatap ke depan dan melanjutkan langkahnya.

1
Visencia Alingga
❤❤❤
Susiana Susi
bagus,singkat...on point
Rima Wardhani
👍👍👍
Muna Junaidi
Mantap👍👍👍
Bunda Aditatha
Luar biasa
SLina
mau@ ada bonchap
Nika Hidayah
Luar biasa
Nika Hidayah
Biasa
gelombang cinta
bisa bisanya d sama kan sama kang bakso, kang cilok 🤣🤣🤣
Agustina Kusuma Dewi
cuepet ee
Agustina Kusuma Dewi
surabaya
kampus rada elit bayar e
ubaya
petra
kampus yg standart
itats
unipra
stesia
wijaya
hangtua
upn
17agustus

tinggal pilih
Agustina Kusuma Dewi
wih..bejat sekali jd anak, spt itu.
itu bukan manja tp kebablasan
salah asuham
Mentari Feblinda
sayang banget cerita nya abis pas lagi seru seru nya.cerita bagus loh ini padahal.harus nya bisa panjang
Fina Fitriani
ceritanya singkat,,jelas ,padat . dan konfliknya ringan ,,tapi pas dibacanya... dan gak berbelit2 aku suka... lanjut Thor.....
Trial Ajah
pengen nabok mulut si Aruna😬
Lastri Naila
Luar biasa
SLina
mudah mudahan anak ku tdk begini, pengen ku ge plak
rika comell
arruna galak banget
gkk bahaya tah
mamae zaedan
Luar biasa
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!