Jenny bertemu dengan James setelah ia kehilangan sosok sahabat juga orang yang paling dia cintai, Alex, dalam sebuah kecelakaan yang merenggut nyawanya.
Pertemuan pertama Jenny dan James langsung membuat keduanya saling membenci. Namun takdir malah mempertemukan mereka kembali. Jenny yang ternyata kuliah di sebuah kampus yang sama dengan James harus menghadapi kelakuan menyebalkan James yang membuatnya semakin membenci pria arogan itu.
Tapi siapa sangka, James pada akhirnya malah jatuh cinta pada Jenny. Sikapnya yang selalu menyebalkan berubah penuh perhatian untuk Jenny.
Apakah James bisa membuat rasa benci Jenny untuknya berubah menjadi CINTA?
Baca selengkapnya disini....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Di Kantor
Setelah 10 menit...
"Jenny, aku lelah." Ucap James yang bertingkah polos
"Diam lah!" Teriak Jenny pada James
30 menit kemudian....
"Baiklah, hukuman mu berakhir." Ucap Jenny seraya berdiri.
"Haah....!" Ucap James tampak lega dan juga lelah.
"Kesayanganku, bos mu yang sebenarnya ada di sini sekarang. Kau mengerti?" Ucap Jenny dan duduk di kursi milik James.
"Iya Nyonya." Ucap James yang tidak mau berkelahi dengan Jenny atau berteriak kepadanya karena inilah yang disebut dengan kekuatan cinta.
"Baiklah, sekarang duduklah CEO kesayanganku." Ucap Jenny lalu membiarkan James duduk di kursinya dan kemudian Jenny duduk di pangkuan James.
"Apa yang sedang kau kerjakan sekarang?" Tanya Jenny yang melihat kearah layar komputer.
"Ini adalah rencana bisnis untuk bulan ini dan yang ini untuk tahun ini." Ucap James yang menjelaskan seluruh konsep bisnisnya kepada Jenny.
"Jadi akan lebih baik jika kau menggunakan metode ini, karena metode lama dan rencana lama yang selalu kau gunakan sudah sangat biasa untuk perusahaan lainnya." Ucap Jenny memberikan tips kepada James dan mereka berdua pun mulai sibuk dengan pekerjaan itu.
"Oh, aku tidak tahu jika Jenny ku sangat bertalenta." Ucap James tampak senang.
"Fokuslah pada apa yang aku katakan jangan merubah topik pembicaraan mu." Ucap Jenny memukul kepala James.
Ini adalah pertama kalinya bagi James yang mau mengikuti ucapan seseorang.
Jack yang berada dalam satu ruangan dengan mereka, tampak tertawa.
Beberapa saat kemudian...
"Baiklah, sudah selesai." Ucap James dan Jenny yang akhirnya menyelesaikan pekerjaan mereka.
"Ayo kita makan siang." Ucap James.
Mereka berdua pun meninggalkan ruangan itu dan pergi ke kantin kantor.
"Apakah ini adalah kantin dari kantor mau?" Tanya Jenny seraya melihat kearah sekeliling.
"Iya apakah kau ingin makan siang di sini?" Ucap James yang tampak memegang tangan Jenny dimana para karyawan lainnya menatap kearah mereka yang tampak begitu mesra.
Keduanya lalu duduk dan mulai makan setelah mengambil makanan.
"James, kenapa aku merasa sesuatu yang aneh di sini?" Ucap Jenny melihat kearah seorang gadis yang menatap dirinya.
"Apakah makanannya tidak enak Ucap James jangan tanpa terus makan.
"Tidak, aku tidak bermaksud untuk mengatakan hal itu. Tapi kenapa orang-orang menatap aku?" Ucap Jenny menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya.
"Siapa?" Ucap James yang mengangkat kepalanya dan melihat kearah sekeliling dimana para gadis yang menatap Jenny tadi tampak bertingkah seolah mereka fokus pada hal lainnya.
"Tidak ada, tidak ada." Ucap Jenny menarik James untuk mengalihkan perhatiannya.
Kemudian setelah mereka selesai makan siang, mereka pun kembali ke ruangan mereka dan meninggalkan kantin. Setelah itu gosip pun dimulai.
"Apakah kau sudah kenyang?" Tanya James yang masih memegang tangan Jenny dan berjalan di sekeliling gedung.
"Iya." Ucap Jenny yang mulai bertingkah seperti anak kecil.
"Ayo pergi." Ucap James yang menggendong Jenny dan masuk ke dalam ruangan nya.
"Dimana aku seharusnya berkerja?" Ucap Jenny yang tidak tahu apa yang harus dilakukan oleh seorang asisten pribadi dari CEO.
"Sebenarnya di luar sana adalah tempat duduk untuk asisten pribadiku. Tapi secepatnya tempat itu akan ada disini." Ucap James menunjuk ke arah sebuah kursi yang ada di luar ruangan nya.
"Maka aku akan pergi kesana." Ucap Jenny yang hendak keluar dan duduk di kursinya.
Tapi James mengikutinya dan menariknya kembali.
"Kau tidak akan bekerja di luar ruangan ku kekasih kesayanganku. Kau akan bekerja di dalam ruangan ku." Ucap James yang menarik Jenny lalu mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.
Setelah beberapa saat kemudian, beberapa pekerja mulai datang dan mulai mengatur furniture di ruangan CEO.
"Ini adalah tempat duduk mu." Ucap James menepuk tempat duduk Jenny.
"Aku sangat lelah." Ucap Jenny lalu duduk di kursinya dan menyandarkan kepalanya.
"Kalau begitu istirahatlah. Aku sebenarnya tidak mau kau bekerja karena kau mudah lelah jadi itulah alasanku, kenapa aku memintamu untuk diam di rumah." Ucap James yang berlutut di samping Jenny dan memegang tangannya.
"Aku merasa kesepian di rumah tanpa dirimu." Ucap Jenny melihat ke arah mata James.
"Kalau begitu istirahatlah saat kau merasa lelah. Jangan paksa dirimu sendiri." Ucap James lalu menggendong Jenny dan menaruhnya di atas sofa.
"Tidurlah sekarang. Kau lelah." Ucap James seraya mengusap kepala Jenny sampai Jenny akhirnya tertidur dan kemudian James menyelimuti Jenny dengan jas yang digunakannya.
Kemudian James melanjutkan pekerjaannya. Saat dia merasa bahwa dia tidak mau bekerja, dia menatap kearah Jenny. Kemudian dia mulai bekerja lagi karena dia tahu Jenny ada disini bersamanya.
"Bos!" Ucap seorang gadis yang masuk ke dalam ruangan James.
"Sssshhh.....!" James memberikan tatapan marah dan mengatakan kepada wanita itu untuk keluar dari ruangan nya.
Setelah itu James memanggil Jack dan mengatakan kepadanya untuk tidak membiarkan siapapun masuk ke dalam ruangan nya sampai keadaannya memang sangat penting. Jadi Jack berdiri di luar ruangan James seperti seorang satpam penjaga dan kapanpun seseorang ingin masuk ke dalam ruangan James, dia tidak membiarkan mereka masuk.
Jenny tertidur lebih dari satu jam dan kemudian setelah itu dia pun akhirnya bangun.
"Kau bangun." Ucap James yang berdiri dan berjalan mendekat kearah Jenny.
"Apakah aku tidur terlalu lama?" Ucap Jenny yang masih tampak mengantuk.
"Tidak." Ucap James mengusap wajah Jenny. "Kemari lah, biarkan aku memperbaiki rambutmu." Ucap James yang tampak begitu manis menjadi seorang kekasih yang begitu perhatian untuk pasangannya.
"Kapan kita akan pulang ke rumah?" Ucap Jenny melihat kearah James yang masih memperbaiki rambutnya.
"Setelah beberapa saat lagi." Ucap James yang berbicara lembut.
"Oh...!" Ucap Jenny lalu memeluk James.
"Apa kau masih lelah?" Ucap James mengusap punggung Jenny.
"Aku mau memelukmu!" Ucap Jenny lalu menyandarkan kepalanya di dada James dan mendengarkan detak jantung James.
"Ayo kita pulang sekarang." Ucap James setelah beberapa saat.
"Para karyawan mu terlihat sedikit aneh." Ucap Jenny memundurkan dirinya dan melihat kearah James.
"Kenapa? Apa yang terjadi?" Ucap James dengan wajah yang tampak bingung.
"Mereka tidak terbiasa dengan aku hari ini. Mereka semua tampak terus menatapku." Ucap Jenny yang berbicara dengan suara yang sedikit gugup.
"Mereka harus terbiasa dengan istri masa depan bos mereka." Ucap James tersenyum.
"Baiklah, baiklah..... sekarang ayo kita pergi." Ucap Jenny yang tampak sedikit malu.
"Jangan khawatir, aku punya lift pribadi. Kita akan pergi lewat sana." Ucap James yang mengerti keadaan Jenny dengan baik.
Jenny merasa begitu tersentuh karena James sangat mengerti dirinya dan itulah yang membuat Jenny sangat mencintainya.
Bersambung....