Bulan Mahendra, seorang nona muda kaya raya yang sangat berkuasa di suatu sekolah swasta ternama.
Dia sangat di hormati di sekolah tersebut, tak hanya karna dia kaya raya, dia juga pemilik dari sekolah SMA Mahendra karna itu juga ia menjadi sangat angkuh dan sombong namun suatu hari tanpa sengaja ia bertemu dengan pemuda miskin yang merubah dirinya.
Dia mulai tertarik dengan pemuda itu dan tanpa ia sadari rasa ke tertarikannya berubah menjadi cinta yang akan mengubah kehidupannya dan nama pemuda itu adalah Awan.
Kisah cinta yang berawal dari sebuah pesta, akan kah berakhir bahagia? apakah Bulan bisa melewati semua batasan sampai bisa menuju ke tempat awan berada? atau malah Awan yang terbang menuju Bulan? atau mereka terpaksa untuk menyerah?.
Penasaran dengan ceritanya iyakan?
Yuk, baca dan jangan lupa untuk menambahkan like atau komentar untuk mendukung karya ini, biar rajin up! hehehe🙃.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia Angelines, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebohongan
"Baik, nona bisa duduk bersama kami." seru Awan.
"Beneran? makasih." seru Bulan sambil tersenyum lebar.
"Kalau begitu, biar saya bawakan makanan nona ke meja saya." seru Awan sambil mengambil makanan di meja Bulan.
"makasih." seru Bulan sambil berjalan ke tempat sunny berada.
Sementara itu Sunny yang melihat awan membawa makanan dari meja Bulan pun merasa tidak senang.
"Kenapa si lu, bawah makanan dia kesini!" seru Sunny yang benar benar tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh Awan.
"Nona Bulan mau gabung sama kita, dia sendirian di sana." seru Awan.
"Kenapa lu gak suka?" saut Bulan.
"Iya, lu tuh penganggu!" seru Sunny sambil menatap tajam ke arah Bulan.
"Yehhh, Awan aja gak keganggu sama gua, lu aja kali," seru Bulan membalas Sunny.
"Udah Sunny, saya kok yang ngajak nona Bulankesini." seru Awan.
"Tuh, dengerin!" seru Bulan sambil mengejek Sunny.
💮🦋💮
Sementara itu Tata dan Surya telah berbohong kepada Bulan, sebenanya Tata tidak sedang mengantar kakek nya dan Surya juga tidak sedang mengantar ibunya arisan, mereka berdua berbohong karna mereka malas untuk ikut dengan Bulan ke kafe lovely namun saat mereka sedang bersantai di rumah rasa penasaran terus menghantui mereka sebenarnya apa yang mau di lakukan Bulan di kafe itu, meskipun itu kafe terkenal namun biasanya Bulantidak tertarik dengan tempat yang ramai bisanya juga Bulanakan membeli tempat itu sebelum Bulankesana.
"Sur?"
"Hmmm?" seru Surya sambil menatap wajah Tata.
"Lu, gak penasaran sama apa yang mau di lakuin Bulandi kafe itu?" seru Tata sambil membalas tatapan mata Surya.
"Antara iya dan tidak."
"Ha? Kenapa iya dan kenapa tidak?" seru Tata.
"Ya, iya gua penasaran sama apa yang di lakuin Bulan di cafe itu,"
"Terus yang tidak?" seru Tata sambil mengambil minuman yang tersedia di meja.
"Yang tidak, gua gak penasaran sama apa yang Bulan lakuin, karna gua mager." seru Surya sambil rebahan dan menonton anime kegemarannya.
"Tapi Sur, gua penasaran banget."
"Kalau gitu jawaban tepatnya yang pertama, kuy gas samperin Bulan." seru Surya yang langsung bangun dari tempat rebahannya.
"Emang Bulansekarang di mana? dia jadi gak ke cafe?"
"Emm, gak tau bukannya lu ya yang terakhir ngehubungin Bulan?" seru Surya yang kembali bertanya.
"Katanya si besok, tapi gua gak yakin kalau Bulanbisa nunggu sampai besok."
"Kalau gitu kita tanya aja sama pak Anam, Bulan jadi gak ke cafe kalau dia di rumah berarti kita lanjut rebahanya,"
"Ide bagus, cepet telpon pak Anam!"
"Oke bentar" seru Surya sambil menelpon pak Anam, tak lama kemudian pak Anam pun mengangkat telpon dari Surya.
"Halo"
"Pak Anam? Bulan sekarang di mana?"
"Nona Bulan keluar tadi tapi saya gak tau kemana."
"Oh, baik kalau gitu makasih pak Anam."
"Sama-sama"
Surya pun menutup telponnya.
"Gimana?" tanya Tata.
"Katanya, Bulan keluar tapi pak Anam gak tau kemana."
"Pasti ke cafe itu, kuy gas kesana."
"Tapi dari tingkah Bulan yang tiba-tiba ngajak kita nongkrong dicafe pasti ada hubungannya sama Awan."
"Mungkin, tapi dari pada penasarankan"
"Oke gas kalau gitu."
Merekapun sepakat untuk menyusul Bulan ke cafe lovely, sesampainya disana Tata dan Surya mendapati bahwa Bulan sedang duduk bersama Awan dan Sunny, mereka melihat dari kejahuan Bulan dan Sunny sedang beradu argumen.
"Ih, masakan lu gak enak banget kasian Awan setiap hari ngabisin masakan lu," seru Bulan sambil memuntahkan makanan nya.
"Nye-nye dari pada lu, nona muda manja yang bahkan gak pernah ke dapur," seru Sunny membalas perkataan Bulan.
"Eh, sok tau banget lu, gua pernah ikut kursus masak di Italia tau! meskipun kemampuan memasak gua masi kurang tapi gua yakin masakan gua lebih enak dari masakan lu ya!" seru Bulan yang merasa sedikit kesal karna telah di remeh kan oleh Sunny.
Awan pun sudah lelah melerai mereka dia hanya pasrah mendengar pertengkaran mereka yang tidak ada habisnya.
"Kapan si mereka akur hmm, sudahlah setidaknya tidak ada yang terbunuh di sini." batin Awan sambil memakan makanannya dengan santai.
Namun saat Bulan sedang berdebat dengan Sunny tiba-tiba ia terdiam dan fokus ke arah lain, Bulan mendapati dua orang yang tak asing sedang memperhatikannya dari jauh.
"Tunggu bentar deh, bukan nya itu Surya sama Tata ya?" seru Bulan.
"Mana?" tanya Awan.
"Itu disana!" seru Bulan sambil menunjuk ke dua orang itu.
Tata dan Surya yang menyadari Bulan sedang menunjuk-nunjuk ke arah mereka, mereka pun terkejut dan langsung bersembunyi di balik meja di hadapan nya.
"Beneran itu Tata sama Surya, ngapain mereka kesini dasar!" seru bulan yang kesal karna Tata dan Surya yang katanya tidak bisa menemaninya namun mereka tiba-tiba datang ke cafe itu.
"Kenapa, lu gak seneng di datangi sama ke dua saudara lu itu?" tanya Sunny.
"Bentar ya, gua mau nyamperin mereka." seru Bulan yang terbangun dari tempat duduknya dan berjalan menuju meja tempat Surya dan Tata bersembunyi.
"Baaaa!!" teriak Bulan yang membuat Tata dan Surya terkejut.
"Anjir, Lan lu ngagetin aja astaga." seru Tata sambil mengelus dadanya.
"Ngapain kalian di sini?" tanya Bulan.
"Em, bukannya lu yang nyuruh kita ke sini?" seru Tata yang berusaha untuk mencari alasan.
"Iya, bukannya lu yang nyuruh hmm." saut Surya.
"Mencurigakan! bukannya kalian sibuk ya, apa tadi? nganter arisan sama nganter kakek?" seru Bulan yang merasa bahwa Tata dan Surya telah menipu mereka.
"Ah, itu emm gak jadi katanya besok aja, iya besok." seru Tata yang sedikit gugup.
"Terus, lu Sur?" tanya Bulan memastikan.
"Itu, ah apa? berangkat sendiri, mama gua mau berangkat sendiri." seru Surya yang ikut berbohong kepada Bulan.
"Beneran?" seru bulan yang masih tidak percaya.
"Iya," jawab Tata dan Surya serentak.
Namun Bulan menatap mereka dengan tatapan mata yang masi tidak percaya.
Surya yang menyadari itupun, langsung mengalihkan pandangan Bulan.
"Wah, itu bukannya minuman yang nge-hits di sini. gua mau coba itu," seru Surya sambil menunjuk gambar minuman tersebut.
"Oh, ya udah pesen aja, kursi gua ada di sana." seru Bulan yang langsung berjalan meninggalkan Tata dan Surya menuju tempat duduknya.
...****************...
Setelah Tata dan Surya selesai memesan, mereka pun menyusul Bulan.
Namun sayang sekali waktu istirahat Awan sudah hampir selesai saat Tata dan Surya sampai di meja nya.
"Maaf ya, saya gak bisa nemenin kalian waktu istirahat saya sudah mau habis." seru Awan.
"Oh, ya gak apa apa, Kamu lanjut kerja aja." seru Bulan.
"Ya udah, gua juga cabut dulu ya." saut Sunny yang sudah berdiri dari kursinya.
"Ya, sudah pergi sana." seru Bulan.
Awan pun pergi meninggalkan Bulan untuk melanjutkan pekerjaan nya dan Sunny pun memutuskan untuk pulang, karna tujuan dia ke cafe itu telah tercapai yakni melihat Awan.
Sementara itu Tata dan Surya hanya diam, karna mereka takut Bulan akan bertanya lagi sedangkan mereka sudah bingung mencari alasan.
"Kenapa kalian diem aja?" tanya Bulan sambil memandang dua sahabatnya itu.
"Gak kita lagi, emm menikmati makanan kita." seru Tata.
"Iya menikmati, by the why kenapa lu mau se-meja sama Sunny, secara kan lu gak suka sama Sunny?" tanya Surya yang ingin mengalihkan pembicaraan.
"Ah, itu tadi Sunny se-meja sama Awan, terus gua kan sendirian, karna kalian sangat sibuk, jadi gua gabung sama mereka." seru Bulan.
"Oh gitu." jawab Tata.
"Enak." seru Surya.
"Apa yang enak?" tanya Tata.
"Ini kue coklat punya Bulan." seru Surya yang menyendok kue Bulan tanpa sepengetahuan Bulan.
"Lu, makan kue gua?" seru Bulan.
"Iya, enak lagi mau dong Lan." seru Surya sambil mengangkat sedoknya, namun Bulan langsung menyeret piringnya agar menjauh dari Surya.
"Enak aja, pesen sendiri sana, gua gak mau berbagi makanan yang enak." seru Bulan.
"Ye, pelit amat." seru Surya.
"Biarin." jawab Bulan singkat.
Mereka pun makan dan berbincang bincang di cafe tersebut sampai larut malam tanpa mereka sadari.