Hallo readers sekalian, ini karya pertama saya dengan judul "Kesempatan kedua."
Dave seorang pria yang mengalami kegagalan di dalam pernikahannya, ia bercerai dengan istrinya Alena dua tahun yang lalu.
Dave dan Alena menikah bukan karena cinta melainkan perjodohan dari orang tua mereka masing-masing.
Setelah perceraian Dave dan Alena tidak pernah bertemu kembali, sampai di satu kesempatan tanpa sengaja mereka bertemu.
Alangkah terkejutnya Dave yang melihat perubahan dalam diri mantan istrinya tersebut yang terlihat lebih dewasa dan cantik.
Perceraiannya dengan Dave banyak membawa perubahan dalam diri Alena.
Mampukah Dave dan Alena kembali membangun rumah tangga mereka yang sempat hancur karena ego mereka yang sulit mengakui perasaan masing-masing?
Apakah mereka sudah saling menyukai dan mencintai sebelum mereka berpisah?
Perasaan yang sulit di ungkapkan oleh kedua insan manusia hanya karena Ego.
Mari ikutin terus cerita percintaan dan kisah mereka di sini ya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Hari ini Dave harus meninjau pembangunan sebuah resort di Bali, ia ingin pembangunan ini berjalan lancar sesuai dengan deadline yang di minta pihak investor.
Setelah bersiap menggunakan pakaian kerja Dave keluar kamar, di luar ternyata Alena sudah bangun lebih dulu membantu Bi Lasmi menyiapkan sarapan.
"Morning sayang" sapa Dave.
"Morning" balas Alena.
"Aku berangkat kerja dulu pagi ini, tapi cuma bentar kok.
Aku cuma ingin melihat sejauh mana pembangunan resort itu berjalan.
kamu mau di Villa aja istirahat atau mau jalan-jalan sendiri?" tanya Dave.
"Sementara aku mau di villa aja dulu, ntar kalau bete aku akan ajak bi Lasmi temenin aku keluar bentar" Jawab Alena.
"Ya udah, aku akan usahakan untuk pulang cepat kok.
Kalau semua berjalan lancar aku akan kembali sebelum makan siang, dan aku akan mengajakmu ke pantai.
Gimana kamu suka ideku?" tanya Dave.
"Suka dong... Suka banget, beneran kan ini bukan gombalan atau bualan aja? ledek Alena.
"Pegang perkatakaanku, aku bukan lelaki tukang gombal." balas Dave dengan kalimat penekanan.
"Oke la kalau begitu, take care honey" Alena memberi salam dan di balas oleh Dave sambil mencium keningnya.
**********
Setelah beberapa lama perjalanan Dave yang di antar Jimmy sampai di lokasi pembangunan resort tersebut.
Di sana sudah ada Cyntia bersama dengan beberapa orang kepercayaannya yang bertanggung jawab sebagai pengawas proyek.
Mereka menyambut Dave dan segera menuju ke lapangan untuk meninjau langsung proses pembangunan resort tersebut.
Cyntia dan orang kepercayaannya memberikan penjelasan kepada Dave tentang semua rencana pembangunan ke depan.
Dave melihat dengan seksama bagaimana kontruksi bangunan tersebut dan bertanya kembali tentang design bangunan yang belum terlihat jelas karena masih dalam tahap pembangunan.
"Cyntia... Pembangunan ini gak boleh molor, usahakan selesaikan tepat waktu sesuai deadline, aku gak mau investor yang sudah mempercayakan proyek ini kepada kita kecewa" kata Dave.
"Perusahaan kami akan bekerja keras untuk menyelesaikan tepat waktu, jangan kuatir Dave" Jawab Cyntia.
"Oke aku percaya perusahaanmu pasti profesional dalam bekerja" lanjut Dave.
"Terima kasih buat kepercayaannya Dave, senang bisa bekerja sama.
Siang ini punya acara gak? kita makan siang bersama yuuuk, ajak Cyntia penuh harap ajakannya di respon oleh Dave.
Berbeda dengan Dave, ia sama sekali tidak ada minat jalan sama Cyntia.
Melihatnya ia berpakaian hari ini aja Dave sebenarnya tidak menyukainya, ke lapangan banyak pekerja laki-laki dan para tukang tukang, Cyntia malah memakai pakaian yang mengundang hasrat.
Cyntia menggunakan celana celana panjang press body dan atasan kemeja yang kancing atasnya agak terbuka menampakan belahan dadanya, membuat Dave memandangnya menjadi risih.
"Maaf Cyn... Aku udah janji sama Alena untuk mengajaknya ke pantai setelah ini" sahut Dave datar.
"Oooh, padahal aku udah berharap bisa makan siang bareng kamu" kata Cyntia dengan raut muka kecewa.
"Maaf sekali lagi, aku gak bisa, aku gak mau buat Alena kecewa" tegas Dave.
"Gak apa-apa, tapi lain waktu bisa dong kita makan bersama?" tanya Cyntia lagi.
"Aku gak bisa janji Cyn, dan aku harap kita bisa profesional sebagai rekan kerja" tegas Dave sekali lagi.
"Kenapa sih Dave dari dulu kamu selalu menolak dan berusaha menghindar dari aku?
Kamu tau kan dari dulu aku dah suka sama kamu.
Apa kurangnya aku di banding istri kamu?" tanya Cyntia yang penasaran dengan sikap Dave.
"Kamu mungkin cantik dan sempurna bagi orang lain yang memandangnya, tapi bagi aku Alena adalah orang yang sempurna dan special di hatiku.
Kamu mau tau kenapa? Karena dia berharga dia tidak perlu mengejar cinta dariku dan ia membiarkan aku yang mengejarnya, dia tidak murahan" jawab Dave tegas dan jelas.
"Kamu mau bilang kalau aku murahan?" tanya Cyntia tidak puas dengan perkataan Dave, mukanya udah merah menahan marah.
"Aku tidak perlu menjawab dan kamu pikir aja sendiri.
Ingat satu hal Cyn... Profesional dalam bekerja!
Aku pamit dulu karena aku udah ada janji dengan Alena, permisi" jawab Dave dengan mimik muka marah sambil berlalu dari hadapan Cyntia.
Ikutin kisahnya ya di bab selanjutnya... Jangan pada bosan ya.
*****************************
Aku masih menanti lho like & komen dari kalian semua readers yang baik hati
Jangan lupa ❤️ di pencet dan vote dong pake point kalian kalau kurang paham caranya bisa masuk group chat ya...makasih 😍🙏
org itu tidak ada kemajuan dalam hubungin kalau tidak ada yg mengalah satu dari untuk mencairkan nya.
itulah mengapa org blg pentingnya perbedaan, ada air dan api saling mengoengkapi bukan ego nya tinggi masing2