NovelToon NovelToon
Unexpected Love

Unexpected Love

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Fiksi Modern / Tamat
Popularitas:38.9k
Nilai: 5
Nama Author: Blue Wii

Sinopsis

Disukai oleh seorang mafia tampan? Tak pernah terbesit dipikiran seorang gadis sholehah yang cantik dan sederhana ini. Dia Shifa Almadinah adalah seorang gadis muda berumur 19 tahun yang lembut dan cerdas yang sedang melanjutkan kuliahnya di negara asing. Gadis yang tak pernah disentuh oleh lelaki manapun.

Revano Alzano adalah seorang mafia muda yang tampan dan dingin. Dia berumur dua tahun lebih tua dari Shifa.

Cinta dari seorang mafia muda itu tak pernah ia harapakan. Akankah cinta dari seorang mafia yang tampan dan dingin ini terbalas? Akankah Shifa menerima takdir ini atau justru menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blue Wii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Sampai di kamar asrama, Shifa bergegas untuk memebersihkan tubuhnya. Zainab yang sudah tidak sabar mendengar cerita dari Shifa tentang kejadian hari ini menunggunya di atas kasur miliknya yang berada di samping kasur Shifa.

“Kamu sudah makan belum Shif ?” tanya Zainab yang melihat Shifa yang baru saja keluar dari kamar mandi.

“Hehe belum Zai,” sambil tersenyum ke arah Zainab.

“Kalau begitu ayo kamu makan dulu,” ajak Zainab.

“Kamu sudah masak ?” tanya Shifa.

“Tidak,” jawab Zai singkat.

Mendengar jawaban dari Zainab, Shifa mengerutkan kedua alisnya bertanya-tanya apa maksud ucapan Zai.

“So, mau makan pakai apa Zai ?” tanya Shifa dengan nada lembut.

“Hehehe… Kamu kan suka roti kan Shif, so makan pakai roti tambah susu hangat pasti lezat. Aku buatin kamu yaa. Kamu mau pakai selai apa ? Chocolate or Strawberry, Rasberry, Pineapple, and Nut ?” tanya Zainab panjang lebar.

Shifa hanya menggelengkan kepalanya sambil sedikit tersenyum. Dia sudah memahami sifat dan tingkah laku Zai yang selalu membuatnya tersenyum.

“Hemm… Kita hanya punya selai Chocolate and Strawberry Zai,” ucap Shifa.

“Oh iya heheh… Yasudah kalau begitu Chocolate aja yahh biar kamu happy,” ucap Zainab yang berjalan menuju meja makan di dapur untuk menyiapkan makan malam untuk Shifa.

***

Celine dan Zano sudah sampai di keidaman Black Wolf. Saat Zano berjalan menuju kamarnya, Celine ingin menanyakan apa yang terjadi dengan Shifa di kampus.

“Kak Zan,” panggil Celine.

“Hmm ?” ucap Zano.

“Kakak kok bisa tahu kalau Shifa berada di kampus ?” tanya Celine penasaran.

“Insting,” jawab Zano singkat.

“You’re lie,” ucap Celine yang tidak percaya atas jawaban Zano.

Zano hanya tersenyum tanpa mengucapkan apapun dan berjalan menuju kamarnya.

“Hishh.. Ada apa sih sama kak Zano. Belakangan ini aku melihat dia sedikit aneh,” ucap Celine berbicara pada dirinya sendiri.

Marcel yang melihat Celine sudah pulang menghampirinya dan mendengar ucapan terakhir Celine.

“Sudah pulang ?” tanya Marcel.

Celine memalingkan wajahnya ke arah Marcel yang sedang berjalan ke arahnya. Seperti biasa Celine tidak menjawab ucapan dari Marcel.

“As usual, kamu tidak pernah menjawab ucapan aku,” ucap Marcel.

Celine yang masih penasaran tentang Zano memandangi tangga yang menuju kamar pribadi sepupunya itu.

“Makesure, kamu pikir kalau sepupumu itu belakangan ini sedikit aneh, right ?” ucap Marcel.

Celine yang terkejut mendengar ucapan Marcel mengalihkan pandangannya ke arah wajah Marcel.

“Darimana kamu tahu ?” tanya Celine dengan nada penasaran.

“Makanya, kamu jangan cuekin aku mulu Cel. Jadi ketinggalan info kan ?” ucap Marcel meledek Celine yang berada di sampingnya.

“Ih… Cepetan jawab !” perintah Celine.

Marcel hanya tersenyum girang tanpa menjawab pertanyaan dari Celine. Celine yang geram melihat tingkah Marcel memukul lengan Marcel berkali-kali.

“Jawab gak ?” ancam Celine.

“Iya-iya ampun Tuan Putri..,” ucap Marcel.

Celine pun menghentikan pukulannya.

“Okay, well… Sebelum aku jawab, you should make a promise,” ucap Marcel.

“Apa ?” tanya Celine.

“Kamu jangan cuekin aku lagi dan kamu janji gak bilang sama Zano kalau aku yang kasih tahu kamu tentang info ini, bagaimana ?” tanya Marcel.

Celine berpikir sejenak dan beberapa saat kemudian menyutujui atas apa yang Marcel minta.

“Okay…” ucap Celine dengan nada tegas.

“Okay deal yaa Cel.. Awas kalau kamu tidak menepati janji,” ancam Marcel.

“Iya-iya… Udah gak usah banyak omong. Sekarang, apa info itu ?” tanya Celine.

“Actually, Zano itu sepertinya sedang falling in love,” Marcel membisikkan ke telinga Celine dengan suara pelan.

Celine yang tak percaya atas ucapan Marcel mendengus kesal.

“Hishh… Impossible,” ucap Celine mengejutkan Marcel yang berdiri di sampingnya.

“Apanya yang impossible Cel ? Bener Zano itu sedang falling in love,” ucap Marcel meyakinkan.

“As you know, kak Zano itu tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Nih yaa aku tekankan, tidak pernah menyukai seorang gadis manapun,” ucap Celine masih tak percaya.

“Kamu emang gak menyadari apa ? Setiap Zano bertemu dengan dua temanmu itu, moodnya berubah. Hadeh Celine.. Katanya kamu pernah falling in love tapi masih gak peka juga,” ucap Marcel sambil menggelengkan kepalanya.

Celine berpikir sejenak setelah mendengar ucapan dari Marcel. Celine mengingat-ngingat kembali kejadian-kejadian saat Zano bertemu dengan Shifa dan Zainab.

“Iya juga yaa. Kenapa aku tidak sadar selama ini, tapi yang menjadi pertanyaannya, kak Zano sukanya sama Zainab atau Shifa ?” ucap Celine dalam hatinya.

“Hey..,” ucapan Marcel mengejutkan Celine dan membuyarkan pikirannya.

“Marcel, aku mau tanya sama kamu. Kak Zano sukanya sama Shifa atau Zainab ?” ucap Celine dengan lantang.

“Shifa,” jawab Marcel.

“OMG… Padahal selama ini…,” ucap Celine dalam hati.

“Kenapa ?” ucap Marcel yang melihat Celine menatap wajahnya dalam.

“Celine menatapku ?” Marcel bertanya-tanya dalam hati.

Beberapa detik keheningan pun terjadi antara Celine dan Marcel. Namun, Celine menyadarinya, memalingkan wajahnya dari pandangan Marcel dan pergi meninggalkan lelaki yang mneyukainya itu.

“Malah pergi..,” ucap Marcel yang melihat Celine meninggalkannya sendirian.

***

Di asrama Shifa sedang makan malam yang ditemani oleh Zai di meja makan.

“Shif,” panggil Zai.

“Iya ?” tanya Shifa.

“Kamu kenapa bisa pulang sama kak Zano ?” tanya Zai.

“Oh itu.. Sore tadi di kampus, aku panik banget tahu gak Zai. Aku gak sadar kalau udah jam 5 sore. Saat aku mau pulang, tiba-tiba hujan deras. Jadi aku berencana untuk menunggu sebentar di halaman kampus sampai hujan reda. Tapi, ternyata aku baru sadar Zai, kampus udah sunyi banget, gak ada satupun mahasiswa atau staf yang bertedu disana,” ucap Shifa menjelaskan.

“Kamu gak ketemu sama kak Arka ?” tanya Zai.

Shifa menggelengkan kepalanya.

“Tidak Zai, saat aku antar dokumennya di ruang dosen, Kak Arka gak ada disana,” ucap Shifa.

“Lalu ?” tanya Zai.

Shifa menceritakan kejadiannya lagi sambil mengunyah makanan di mulutnya.

“Yawudah.. Aku menunggu di halaman kampus, ternyata cuaca semakin buruk Zai. Aku takut dong karena gak mungkin kan aku bermalam di kampus.” Ucap Shifa.

“Iya aku udah khawatir banget sama kamu Shif,” sambung Zai.

“Saat aku memasukkan buku ke dalam tas, aku nemuin kartu namanya kak Zano. Tapi yang mau aku tanyakan sama kamu Zai, kenapa kartu nama kak Zano berada di dalam tasku. Padahal seingatku, aku gak pernah terima kartu namanya kak Zano,” ucap Shifa sambil menatap wajah Zai.

“Hheeh sorry Shif.. Itu memang aku yang taruh. Aku bukan bermaksud seperti itu Shif, aku pikir kamu pasti butuh itu dalam keadaan genting. Nah, terbukti kan itu berguna,” ucap Zai membela diri agar Shifa tidak marah kepadanya.

Shifa yang mendengar penjelasan dari Zai hanya diam dan melanjutkan makannya.

“Oh jadi kamu bisa pulang sama kak Zano karena kartu nama itu ?” ucap Zainab mengerti.

Shifa yang mengunyah makanannya membenarkan ucapan dari Zai. Tiba-tiba Shifa teringat sesuatu.

“Zai,” ucap Shifa.

“Ya ?” jawab Zai.

“Ternyata kak Arka mengenali kak Zano,” ucap Shifa.

“Benarkah ?” ucap Zai dengan ekspresi terkejutnya.

“Iya. Saat kak Zano jemput aku di kampus, mereka bertemu,” ucap Shifa.

Zai tampak bingung karena belum memahami perkataan Shifa.

“Maksudnya bagaimana Shif ? Tadi kamu bilang kak Arka sudah tidak berada di kampus ?” tanya Zai.

“Aku pun sempat kaget Zai.. Ternyata kak Arka belum pulang,” ucap Shifa.

“Lalu ?” tanya Zai serius mendengarkan cerita Shifa.

“Kak Arka itu satu angkatan sama kak Zano waktu mereka menjadi mahasiswa,” ucap Shifa.

“Oh yaa ? So, itu berarti kak Zano lulusan dari kampus kita juga ?” tanya Zai.

“Tidak tahu Zai,” ucap Shifa ragu.

“Kalau begitu nanti kita tanya sama Celine,” ucap Zai.

Shifa sudah menyelesaikan makannya. Setelah dia mencuci piring, dia kembali duduk di kursi meja makan dan melanjutkan ceritanya.

“Btw… Satu hal lagi yang ingin aku tanyakan sama kamu Shif,” ucap Zai.

“Apa itu Zainab ?” jawab Shifa.

“Tidak ada yang terjadi kan antara kamu dan kak Zano ?” tanya Zai ragu.

Zainab takut pertanyaannya membuat Shifa tersinggung.

“Maksud kamu bagaimana Zai ?” ucap Shifa yang tampak bingung atas pertanyaan sahabatnya itu.

“Begini…,” ucap Zainab.

Nada suara Zai berubah menjadi serius.

“Tadi, sewaktu kamu belum bersih-bersih. Aku mencium aroma parfum yang tidak asing menurutku dan aku baru ingat kalau itu aroma parfumnya kak Zano,” ucap Zai.

Shifa yang mendengar ucapan dari Zainab mengingat kembali kejadian yang dia alami bersama Zano di kampus tadi sore.

“Shif,” panggil Zai.

Wajah Shifa tampak memerah dan berubah menjadi sedih setelah mendengar ucapan dari Zai.

“Shifa.. Kamu tidak apa-apa ?” tanya Zai yang tiba-tiba merasa khawatir dengan Shifa.

Shifa yang hanya diam dan melamun sesaat.

“Kalau aku beritahu Zai, aku pasti sangat malu dan… Tapi itu kan tidak sengaja. Aku tahu juga kak Zano pasti tidak sengaja juga. Tapi walaupun hanya pelukan, menurutku itu tidak wajar. Aku harus jawab apa sama Zai,” Shifa berbicara dalam hati cukup lama.

Zainab memecahkan lamunan Shifa. Zai tahu kalau Shifa bingung mau menjawab apa.

“Sudahlah Shif.. Tidak usah di pikirin. Kalau memang kamu tidak ingin mengatakannya, tidak apa-apa. Tapi yang terpenting kamu baik-baik saja kan ?” tanya Zai.

“Iya Zai.. Aku baik kok,” ucap Shifa sambil tersenyum.

1
Toyiba Nadifa
ditunggu update selanjut x thor
Toyiba Nadifa
menarik
Toyiba Nadifa
knpa berhenti di tengah jalan thor?
kpn rencana up lagi?
Mukmini Salasiyanti
aisshhhhhh
sudah saling tembak menembak
si Author malah kabur...
😃🤣
Mukmini Salasiyanti
yoi...
shi-za..... 😍
Mukmini Salasiyanti
maybe yes, maybe not...
😁😀
hahahhiiihii author...
jgn ngeprank donk ah....
gk seru lah kl Syifa ma Arka.....
nangis kejer aqu...

Tetap dukung Zano!!!!
Mukmini Salasiyanti
Vote 4 Shi - Za.... 😍
Mukmini Salasiyanti
kpn up nya nih, Thorquuu???
Mukmini Salasiyanti
baru sedikit manisnya...
dukanya lbh byk....
Mukmini Salasiyanti
aihhhhh
mulai masuk bab membingungkan ni...


hihii
Anggi
kapan update lagi ?
Mukmini Salasiyanti
aaaa tidaakkkkk
shifaaaaaaa
Mukmini Salasiyanti
aqu yaqin deh..
itu visual syifa, foto Author tuh... 🤣
Indonesia buangetttt...
knp si zano org Korea yaa?? 😁
Lanjut dan semangat thorquu
Blue Wii: Author malu..🙈😂 Apakah menurut kalian author secantik itu🤭
Sebenarnya Zano berdarah korea, spanyol dan London. Namun, masa kecilnya tinggal di Indo. Begitu sahabat Blue Wii.. next chapter bakalan ada asal usul para tokoh 😊
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
aaaaaa
jgn pisahkan shi-za dong, thor...
😫😭😭
Blue Wii: Author harus bagaimana 😭😭
total 1 replies
Anggi
mana update nya ????
Mukmini Salasiyanti
kpn upnya, Kakakqu???
Blue Wii: insyaa Allah.. Author akan up dalam minggu ini yaa..
Terima kasih sahabat setia Blue Wii..🥰
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
MaasyaAlloh
ruarrr biasa, thor....
Ttp semangat!!
Mukmini Salasiyanti
Aktor timur Tengah aj, kak thor...
😍😄
maaf....
Anggi
visual nya bebas thor, dari negara manapun /Good/
Anggi
tidak sabar nunggu besok 😊
Blue Wii: Author jugaa hehehe😊❄️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!