NovelToon NovelToon
Pacarku Seorang Merman Tampan

Pacarku Seorang Merman Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Supernatural / Romansa Fantasi
Popularitas:59.1k
Nilai: 5
Nama Author: SyoChan

Vanya Apride tiba-tiba didorong ke laut oleh kekasih baru mantan pacarnya saat bekerja paruh waktu di kapal pesiar. Dari kedalaman lautan, terlihat ada orang yang menyelamatkannya berwujud sesosok makhluk yang disebut 'Merman'.

"Si . . . siapa kamu? Umm! Umm!" tanya Vanya sambil menahan napasnya karena berada di dalam air.

"Kamu tidak perlu tahu siapa aku," balas Merman sambil memberikan napas buatan melalui mulut ke mulut kepada Vanya.

Merman tersebut pun membawa Vanya ke tepi pantai, lalu setelah itu ia kembali lagi ke lautan. Ketika Vanya hendak kembali melanjutkan pekerjaannya, ia melihat orang yang menyelamatkannya sangat mirip dengan superstar terkenal sekaligus idolanya yang bernama James Haolin.

Apakah benar orang yang telah menyelamatkannya saat dia tenggelam adalah James Haolin? Namun, mengapa James Haolin berkaki seperti ikan ketika di dalam lautan?

~
PERHATIAN
Mohon kepada para pembaca terhormat JANGAN BOOMLIKE karya ini !
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyoChan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 - Merasa Kesepian

Siang hari yang begitu terik di kota San Diego. James kini sedang menatap teleponnya di ruangan kerjanya. Ternyata, ia sedang menunggu pesan dari Vanya. Padahal baru dua hari ia tidak bertemu dengannya, tetapi ia sudah begitu merindukannya.

"Haah .... Apakah dia akan menerimaku secara apa adanya? Aku tidak ingin berpisah dengannya dalam waktu sesingkat ini," ucap James dengan lirih.

Tok tok tok!

Tiba-tiba, ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan kerjanya. James lalu mempersilahkannya masuk. Ternyata orang tersebut adalah Jasmine. Seorang wanita cantik yang tempo hari tiba-tiba masuk ke ruangannya tanpa izin.

"Selamat siang, Kak James!" sapa Jasmine sambil tersenyum pada James.

"Mau apa kamu kesini?" James sama sekali tidak membalas sapaannya dan langsung menanyakan apa maksud dari kedatangannya.

Jasmine pun duduk di kursi yang berada di depan meja kerja James. Ia lalu menggoda James dengan cara duduk sambil melipatkan kedua tangannya di atas meja kerja James dan memperlihatkan dadanya yang besar. James lalu bersikap dingin melihat tingkah Jasmine yang berusaha menggodanya. Ia sama sekali tidak tertarik dengannya, walaupun menurut pandangan orang lain Jasmine merupakan wanita yang sangat cantik.

"Kak James .... Apakah kakak punya waktu siang ini untuk makan bersama Jasmine?" tanya Jasmine.

"Jadwalku hari ini sangat padat. Sebaiknya kamu pulang saja!" jawab James dengan cuek.

"Kalau Kakak sibuk, kenapa dari tadi aku perhatikan Kakak selalu melihat telepon milik Kakak?" tanya Jasmine lagi.

James hanya menatap Jasmine secara dingin sebagai balasan dari pertanyaannya. Ia lalu mengambil sebuah dokumen yang menumpuk di meja kerjanya. Kemudian, ia membacanya satu per satu.

"Kak! Ayolah kita makan siang. Sekali saya, ya," pinta Jasmine memaksa.

"Aku sedang tidak nafsu makan. Sebaiknya kamu makan siang sendiri saja," sahut James sambil membaca dokumen ditangannya.

"Kak .... Kenapa kakak selalu bersikap kepada Jasmine seperti ini, sih?" tanya Jasmine merajuk.

"Haah! Aku masih bisa bersabar karena kamu sudah ku anggap sebagai adikku sendiri seperti kakakmu Selena. Aku harap kamu tahu posisimu dan tidak melewati batas!" gertak James sambil menatap Jasmine dengan tajam.

"Cih! Mau jadi Selena atau Jasmine pun dia selalu saja bersikap seperti ini padaku. Mantra apa yang sebenarnya wanita kampungan itu berikan sampai James sangat menyukainya. Ingin memberikan pelajaran padanya pun selalu saja James datang menolongnya," gerutu Jasmine dalam hatinya.

"Kak! Ayo kita ...." Sebelum Jasmine meneruskan ucapannya, seseorang datang mengetuk pintu ruangan kerja James. Orang tersebut ternyata Tomi yang merupakan Ketua Sekertaris di kantornya James. Ia lalu memasuki ruangan kerja James. Ia tiba-tiba terkejut melihat Jasmine yang berada di dalam ruangan tersebut.

"Eh? Nona Jasmine? Mengapa anda ada disini?" tanya Tomi sambil memerhatikan Jasmine.

"Dia mengajakku makan siang, tapi pekerjaanku masih banyak. Sebaiknya kamu saja yang pergi," sahut James secara tiba-tiba.

"Hoho! Mari Nona Jasmine! Kita makan siang di kafe yang berada di dekat perusahaan saja," ajak Tomi dengan ramah.

"Ish! Aku pulang dulu, Kak. Aku masih punya jadwal syuting iklan nanti sore," ucap Jasmine sambil pergi meninggalkan ruangan kerja James.

***

"Haha! Dia masih saja mengejarmu dan tidak menyerah," goda Tomi kepada James.

"Biarkan sajalah. Nanti dia akan menyerah dengan sendirinya," ucap James sambil membaca dokumen ditangannya.

"Aku rasa . . . dia malah akan menyerang wanita yang kamu sukai karena kamu tidak membalas cintanya," sahut Tomi secara tiba-tiba.

James tiba-tiba teringat dengan beberapa insiden buruk yang menimpa Vanya beberapa hari belakangan ini. Ia berpikir otak dari insiden buruk itu adalah Jasmine. Namun, ia masih menduga-duga saja.

"Apakah rekaman CCTV yang aku minta untuk kamu selidiki sudah selesai dikerjakan? Jika sudah, segera berikan laporannya!" perintah James pada Tomi.

"Aku kesini pun untuk memberikan laporannya. Nah, kamu bisa baca sendiri isinya," ucap Tomi sambil memberikan sebuah dokumen kepada James.

James lalu membaca dokumen tersebut. Ia membacanya dengan sangat teliti tanpa terlewat satu halaman pun. Kemudian, ia tiba-tiba memukul meja kerjanya.

Brak!

"Eh? Ada apa? Kenapa kamu marah seperti itu?" tanya Tomi yang terkejut.

"Jadi, hasil penyelidikanmu cuma segini? Plat mobil yang digunakan oleh dalang dari insiden yang menimpa Vanya pun kamu tidak bisa mengetahuinya?" teriak James dengan kesal.

"Tenang dulu, James! Aku mempunyai sebuah alasan kenapa aku tidak bisa menyelidiki plat mobilnya. Ternyata plat mobilnya adalah plat mobil khusus yang sangat sulit untuk diselidiki," sahut Tomi berterus terang.

"Haah! Apakah kamu tidak bisa meyuruh orang kita untuk meretas datanya?" tanya James sambil menghela napas untuk menenangkan dirinya.

"Bukankah hal tersebut melanggar hukum? Aku tidak mau kita diselidiki oleh kepolisian karena telah meretas situs keamanan milik pemerintah," tolak Tomi dengan tegas.

"Haah! Benar juga. Lalu, apakah ada ciri khusus dari orang yang disuruh melakukan teror kepada Vanya?" tanya James lagi.

"Tidak ada! Dia selalu menggunakan masker dan kacamata hitam serta pakaian hitam yang banyak di jual di pasaran ketika melakukan aksinya. Sehingga sangat sulit untuk mengenalinya. Bukankah kamu sudah pernah berkelahi dengannya? Mungkin kamu bisa mengingat beberapa ciri-cirinya," Tomi malah balik bertanya kepada James.

"Aku memang sudah pernah berkelahi dengannya. Namun, aku tidak menemukan ciri khusus pada dirinya karena dia menutupi wajahnya menggunakan masker seperti yang kamu bicarakan barusan. Eh? Tunggu dulu! Sepertinya aku mengingat sesuatu," sahut James sambil melipatkan kedua tangannya di bawah dagunya.

"Apa itu? Ayo ceritakan!" seru Tomi dengan antusias.

"Aku ingat dia mempunyai sebuah tanda lahir di pergelangan tangannya. Namun, sepertinya akan sulit jika mengenalinya dari ciri khusus di area tubuh bagian itu karena bisa dengan mudah ditutupi," ucap James.

"Ya, sudahlah. Kita suruh saja orang kita untuk memperketat penjagaan dirumahnya dan ikuti dia kemana pun ia pergi," saran Tomi.

"Baiklah, seperti itu saja," jawab James singkat.

***

Raut wajahnya kini kelihatan murung. James hingga saat ini masih menuggu kepastian jawaban dari Vanya. Tomi sebagai sahabatnya James merasa sangat kasihan melihatnya. Sebelumnya, James tidak pernah sekali pun bersikap seperti sekarang ini, bahkan ketika mendengar kabar kematian Selena.

"Baru saja dua hari, bersabarlah sedikit. Dia pun perlu waktu untuk sendiri dulu," ucap Tomi yang bermaksud menghibur James. Namun, raut wajahnya malah tambah murung lebih dari yang tadi.

"Hey, Pak CEO! Lihatlah pekerjaan yang menumpuk di atas meja kerjamu ini! Cepat selesaikan! Jangan hanya memikirkan wanita saja! Ayo kerja kerja kerja! Jangan malas!" teriak Tomi memerintah James.

James lalu menengok ke arah Tomi. Ia menatapnya dengan tatapan dingin. Tomi pun tiba-tiba memukul-mukul dokumen yang menumpuk di meja kerjanya.

"Kerja, ya! Jangan malah menatapku seperti itu! Para karyawanmu disini membutuhkan gaji. Jadi, jangan sampai perusahaan ini bangkrut sebab kamu tidak mau bekerja karena sedang patah hati," seru Tomi memberikan nasihat pada sahabatnya.

"Haah! Baiklah! Aku akan bekerja," jawab James tak bersemangat.

***

BERSAMBUNG.....

● LIKE🖒 dan tambahkan KOMENTAR📩 agar author rajin update setiap harinya🙏

● Mohon kritik dan sarannya semua reader🙏

● Klik FAVORIT ❤

● VOTE novel ini ☆☆☆☆☆

TERIMA KASIH.....🙏🙏🙏

SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN DARI NOVEL INI, BACALAH KARYA REKOMENDASI DI BAWAH INI !!! JANGAN SAMPAI KELEWATAN MEMBACA SETIAP EPISODENYA KARENA ALURNYA SANGAT MENARIK UNTUK DIBACA !!!

Author : Kay_21

Judul Karya : RANJANG TUAN LUMPUH

1
Mami Vanya Kaban
hadech akhirnya up juga ya thor, hampir lupa juga thor ceritanya..☺☺🤭
syochan: author pun yang bikin sampe lupa😫🙏 gara2 sibuk kerja dunia nyata:')🙏
total 1 replies
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
jujur rada lupa alurnya... tapi liat update lagi jadi seneng



Semangat yaa Thor
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ: 𝚗𝚐𝚐𝚊 𝙿𝙿 𝚃𝚑𝚘𝚛... 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚖𝚊𝚔𝚑𝚕𝚞𝚔 𝚋𝚞𝚖𝚒 𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚑𝚊𝚕𝚞𝚞... 𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚝𝚎𝚝𝚎𝚙 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝...



𝙶𝚘𝚘𝚍 𝚕𝚞𝚌𝚔 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚞 𝚢𝚊𝚊 𝚃𝚑𝚘𝚛...
total 3 replies
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
𝙱𝚞𝚊𝚝 𝙰𝚞𝚝𝚑𝚘𝚛...

𝚂𝙴𝙼𝙰𝙽𝙶𝙰𝚃 𝚢𝚊𝚊...
𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊𝚖𝚞 𝚒𝚗𝚍𝚊𝚑, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚋𝚞𝚛 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚢𝚐 𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚏𝚊𝚗𝚝𝚊𝚜𝚒...
𝚊𝚔𝚞 𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚞𝚙 𝚍𝚊𝚝𝚎 𝚋𝚊𝚋 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊²𝚖𝚞... 𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚛𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚢𝚐 𝚗𝚢𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐...
𝙶𝚘𝚘𝚍 𝙻𝚞𝚌𝚔 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚞
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
luar biasa.... cerita fiktif yg bener² membuat reader berfantasi dengan segala keajaiban dan romantisme pada cerita ini... Good luck thor
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
eh... busettt.., kya petasan lebaran nyrocosnye neng
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
auto ngakak...
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
ganggu aja Sus😄😃
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
ngeri ngeri sedap euy...
up thor
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
ada yaa saudara kembar jahat kek Vania/Selena/Jasmine,,,, cuma demi cinta,,, bukannya nolong malah ngancam... sodara kejam
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
jejak jempol dan komen gak pentingnya aku Thor,,,, makasih udah buat aku berhalusinasi,,, semangat Thor
syochan
Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca setia🙏🙏🙏
sepertinya saya tidak tahu kapan melanjutkan karya saya ini dikarenakan sedang mencari pekerjaan.
Yanti Azha
kapan lanjutnya ni
syochan: saya lanjut ko pasti kaka
mohon maaf author lagi cari kerja di real life🙏🙏🙏
total 1 replies
El_Enleia
'Menarik'
El_Enleia
Kebetulan beruntun macam apa ini 😶😶
El_Enleia
Kayak Ariel pas nyelamatin pangeran
syochan: tapi ini cowonya kaka
total 1 replies
El_Enleia
Aduh maksa banget, tonjok aja Vanya
Naura
lanjut thor aku menunggumu
syochan: terima kasih atas dukungannya kaka
total 1 replies
Raffi Ahmaad
lanjut Thor
syochan: Terima kasih kaka atas segala dukungannya
total 1 replies
Raffi Ahmaad
aduh Thor ko jdi horor merinding aq😣
syochan: hehe ada plot twist nya biar pembaca penasaran
total 1 replies
Raffi Ahmaad
aduh Thor aq masih bingung emang y ada masalah ap sih. sampai si jams begitu. n orang yg mencelakai vanya kn kembaran y Vanya. selain kedekatan jams n Vanya ap ad masalah lain.🤔
syochan: Coba baca dengan teliti kenapa si james kesel banget sama itu perempuan kaka. Pasti bakalan ketemu jawabannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!